NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21

Char sudah bersiap, ia akan pergi ke rumahnya. Alexander sudah pergi sejak semalam karena ada pertemuan antar pebisnis pagi ini di Kota Velia yang berjarak 27km dari Kota Seradam.

Rudolph sudah kembali kemarin sore dan kini akan ikut Char ke rumahnya.

"Grandpa, apa kau sudah siap?" tanya Char yang turun dari tangga.

"Sarapan dulu, Nyonya. Tuan Besar tidak biasa makan sembarangan di luar," sahut Rovelet sinis.

"Jangan sok tahu kau tentangku Rove!" seru Rudolph tak suka.

Rovelet lupa jika di rumah itu sudah berubah aturannya dan ia sangat tak menyukainya. Selama Rudolph di kastil itu. Char yang menguasai dapur, ia yang memasak sarapan, makan siang dan makan malam. Alexander bahkan membiarkan dan terkadang membantunya di dapur.

"Tuan, saya hanya ingin memastikan anda makan makanan yang sehat," ujarnya lalu membungkuk hormat padahal hatinya tengah menggerutu kesal terhadap Charoen.

Char mengabaikan perempuan kurus itu. Ia tak berlaku seperti wanita lemah yang gampang ditindas layaknya banyak cerita novel yang beredar.

'Aku Nyonya rumah di kastil ini Rovelet. Bukan tempatmu untuk menunjukkan taringmu!' gumam Char dalam hati penuh percaya diri.

"Kalau begitu, kita sarapan dulu Grandpa," ujar Char lalu membawa Rudolph ke ruang makan.

Rudolph menatap sarapan paginya yang sedikit berat hari ini. Seporsi omlet dan kentang rebus yang ditaburi garam dan lada.

"Sarapanku?"

"Grandpa, kemarin aku periksa gula darahmu yang sangat rendah, sedikit kurang nutrisi dan karbohidrat," jawab Char menjelaskan kesehatan Rudolph.

Pria tua itu terkekeh, sudah lama ia tak makan sarapan yang mengenyangkan perutnya. Selama ini, semua maid memberikan nya roti selai atau rebusan telur saja tanpa pelengkap. Tak lama, ia menghabiskan sarapannya tanpa sisa.

"Demi Jesus Christ! Baru kali ini aku berasa makan!" serunya senang sambil mengelus perutnya.

Rovelet dan semua maid berdiri kaku. Selama ini mereka yang mengatur pemilik rumah makan apa. Tetapi semenjak Char datang, dia yang mengatur apa yang dimasak.

"Baiklah, ayo kita berangkat. Aku sudah pesan taksi ...."

"Apa. Taksi!" teriak Rovelet tak percaya.

"Nyonya, apa anda pikir Tuah Besar itu pria biasa. Mau dikemanakan nama besar Romanov ...."

"Kita naik bus saja, Char!" potong Rudolph kesal menatap Rovelet yang terlalu ikut campur.

"Aku tak perlu menjaga namaku. Naik bus tidak akan menurunkan derajatku!" lanjutnya lagi menatap sengit Rovelet yang kini menunduk takut.

Rovelet mengepalkan tangannya di balik gaun pelayan yang rapi, wajahnya memucat seketika di bawah tatapan tajam dan penuh intimidasi dari sang Tetua Romanov. Sentilan keras dari Rudolph membungkam mulutnya rapat-rapt, menghentikan seluruh protes yang hendak ia lontarkan untuk memojokkan Charoen.

"Tapi Tuan Besar... keselamatan Anda..." cicit Rovelet pelan, mencoba mencari alasan terakhir demi menyelamatkan muka.

"Pengawal pribadi dan anak buah Alexander ada di mana-mana," potong Rudolph dingin, bangkit dari kursi makan sembari menepuk perutnya yang terasa kenyang dan hangat. "Lagi pula, aku ingin merasakan bagaimana rasanya jalan-jalan santai dengan cucu mantu favoritku tanpa harus diiringi irat-iratan mobil mewah yang berisik."

Charoen tersenyum tipis, menatap Rovelet dengan pandangan tenang namun sarat akan ketegasan seorang Nyonya Romanov. Ia tidak perlu berteriak atau marah untuk menunjukkan posisinya di kastil itu; ketenangannya justru menjadi perisai paling ampuh untuk menundukkan pelayan yang suka bertindak melampaui wewenang.

"Kami pergi dulu, Rovelet. Pastikan semua bahan makanan untuk makan malam nanti sudah siap saat kami kembali," ujar Charoen lugas, lalu merangkul lengan Rudolph dengan penuh kasih sayang.

"Baik... Nyonya," sahut Rovelet terpaksa, membungkuk dalam-dalam seraya menahan kekesalan yang membakar dadanya.

Keduanya melangkah keluar dari pintu utama Kastil Romanov yang megah. Pagi itu, udara Kota Seradam terasa sejuk. Sebuah mobil sedan biasa masuk atas ijin Char.

"Kita naik taksi, Grandpa. Tidak perlu menyulitkanmu naik bus," ujarnya lalu membuka pintu mobil.

Rudolph masuk, lalu Char menutupnya pelan dan berlari memutar ke sisi sebelah mobil lalu ia naik kendaraan itu dan duduk di sisi Rudolph.

"Selamat pagi Tuan, Nyonya. Sesuai aplikasi ya," ujar supir ramah.

"Selamat pagi, iya Pak. Jalannya santai saja ya Pak!" sahut Char tak kalah ramah.

Rudolph tak bisa bicara, hatinya seperti melompat-lompat kegirangan. Lalu kendaraan itu berjalan meninggalkan kastilnya.

Sepanjang perjalanan, supir memutar musik lawas. Rudolph terkadang mengikuti lagu-lagu yang diputar.

"Wah ... Tuan anda masih hafal lagu dari Rose? Ini lagu kesukaan mendiang ibu saya!" seru supir menatap Rudolph dari spion mobil.

"Ya tentu aku hafal. Dia penyanyi jika konser selalu menampilkan bunga mawar merah sesuai namanya," jawab Rudolph semangat.

"Benar! Kata ibu saya, Rose tak pernah memperlihatkan wajahnya hingga tutup usia. Seluruh manager dan tim profesionalnya benar-benar menutupi identitasnya!" seru supir.

"Siapa namamu, Nak?" tanya Rudolph.

"Nama saya Mile Delusto," jawab pria itu.

Lalu mereka mengobrol santai tanpa ada sekat hingga sampai villa. Pagar terbuka secara otomatis, Char tertawa saat melihat pagar itu terbuka sendiri. Dulu, ketika hendak masuk atau keluar villa. Ia harus turun untuk membukakan pintu gerbang itu dengan alasan agar dia ada gerakan badan.

'Delapan belas tahun pintunya macet. Ternyata hanya agar aku bisa jadi pesuruh,' gumamnya dalam hati.

Melihat kedatangan orang penting karena Char sudah memberitahukan jika ia akan datang bersama Rudolph untuk mengambil barang-barangnya.

"Selamat datang, Tuan Besar Romanov!" sapa Gorgio menyambut mereka.

Gorgio sampai cuti dari kantornya untuk menyambut tamu besar itu. Matanya hanya menatap Rudolph tanpa memperhatikan Char.

Rudolph tak menjawab sambutan itu. Gorgio mempersilahkan mereka masuk, Char langsung pergi ke kamarnya dan berkemas. Sementara Rudolph duduk di ruang tamu dengan tubuh tegak.

"Tuan, ini tehnya," Lotta meletakkan cangkir indah simpanan keluarga. Cangkir bernilai ratusan dolar.

"Tuan, mari sarapan. Istri saya Lotta sudah memasak sarapan ...."

"Tidak. Saya sudah sarapan di rumah!" jawab Rudolph datar.

"Setidaknya mencicipi sedikit masakan ....."

"Tidak!" jawab Rudolph sedikit keras bahkan sampai mengetuk tongkat kayunya ke lantai hingga berbunyi.

Tak!

Gorgio dan Lotta langsung terdiam, tubuh mereka mengkerut ketakutan.

"Saya tidak terbiasa makan-makan luar!" lanjut Rudolph sinis mengikuti kata-kata Rovelet tadi.

Tak lama, empat orang masuk dengan tergesa-gesa. Mereka seperti ingin merobohkan pintu rumah.

Brak!

Rudolph sampai kaget dibuatnya, ia menoleh arah pintu, Robert, Gina, Grace, Don dan Tania nyaris terjerembab ke lantai karena berebut masuk.

"Kalian mau buat aku mati!" teriak Rudolph marah besar.

Char sampai berlari keluar kamar dan melihat keributan yang terjadi. Ia menggeleng melihat kelakuan keluarga adik ayahnya itu.

Robert berdiri dan menatap Rudolph seakan sahabat lama. Dengan suara tenang ia memberi alasannya.

"Maaf Tuan. Kami ... Kami ingin sekali bertemu dengan anda. Jadi kami terlalu semangat sampai seperti tadi."

"Grandpa ... perkenalkan. Aku Grace, sepupu Char. Atas nama Char. Aku minta maaf jika Char berlaku tidak sopan di tempat anda," ujar Grace memperkenalkan diri begitu percaya diri.

Bersambung

Lah .. Idih. . Grace?

Next?

1
Eni Istiarsi
heran dengan orang tua modelan kayak gitu. anak sendiri dinistakan dan ditindas
Anita Barus
makin seru lanjut
Deyuni12
Waaah
semakin seru nh,gak sabar nunggu reaksi keluar char terutama ayahnya n si grace
Anita Barus
Grace KLO caper jgn menjatuh kan char lu kira omongan Lo digubris kagak lagi
Deyuni12
idikh
si Grace carmuk.banget
Anita Barus
🤣🤣🤣🤣
Deyuni12
lanjut
Anita Barus
Alex malu kalau berita tentang dirinya yg pingsan di depan pabrik roti tersebar di seantero kota bahkan dunia mungkin
Eni Istiarsi
Pak Palace mengingatkanku pada Mama Iya
Deyuni12
haha
gengsi Segede gunung
Deyuni12
bucin akut nh sang mafia
S.R ciplux
🤣🤣🤣🤣 udah kecintaan
Anita Barus
lanjut
Anita Barus
keluarga adik gorgio mulai dari bapak nya ibunya sampai kedua anak2 nya stres alias SGM sinting gila dan miring 🤣🤣🤣🤣🤣
S.R ciplux
orang tuamu jg terlalu percaya sama hasutannya grace char.
Deyuni12
next
Anita Barus
sang mafia sekarang rindu rumah teros nih ya
S.R ciplux
siapakah ibu raphael
Anita Barus
wah beneran jatuh cinta ni si Alexander
Deyuni12
waaaah
bau bau akan keromantisan n kebucinan sang mafia akan segera menguar nh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!