NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku!

Aku Belum Mati, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Berondong / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kecelakaan tragis menimpanya, dianggap sudah mati. Rinda kembali ke rumah setelah beberapa bulan.

Namun ketika kembali, bukan sebuah sambutan selamat datang, melainkan sebuah pesta pernikahan megah antara suami dan kakaknya.

"Jasad ku tak kau cari, Gani! Dan kalian malah menikah lalu menggelar pesta megah? Ingat, aku masih istrimu, dan aku masih pimpinan TBBA!"

Semua mata menatap Rinda dengan tubuh yang bergetar takut. Seolah dirinya bangkit dari kematian. Tak terkecuali dengan Gani dan Teani

Namun diantara ketakutan semua orang, ada satu orang yang tersenyum atas kembalinya dirinya. Sang asisten pribadi, Jexen. Pria muda itu terus saja tersenyum ke arahnya.

Lalu, apakah Rinda akan bertahan dalam pernikahannya lalu menerima Teani sebagai madunya, atau melepaskannya?

Dan bagaimana reaksi Rinda ketika Jexen mengungkapkan perasaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Hidup 05

Kediaman Nadisyah mulai nampak ramai dengan banyaknya persiapan pesta pernikahan. Tenda mulai dipasanga, tikar-tikar mulai berdatangan.

Pada akhirnya Teani dan Gani memutuskan untuk tidak melakukan pemberkatan di gereja. Mereka memilih pemberkatan di gedung sekaligus acara resepsinya.

Lalu mengapa rumah juga ikut ramai, konon kabarnya Teani akan melakukan syukuran di rumah dengan mengundang anak-anak yatim.

Nania sibuk menunjuk sana dan sini, mengatur tempat yang pas untuk meletakkan barang. Wanita paruh baya itu nampak antusias sekali dengan pernikahan anak pertamanya.

"Ya sebelah situ. Lalu itu, jangan, jangan diletakkan di sana. Iya di sana sebelah satunya lagi saja. Nah ya itu."

Nania tidak terlihat lelah. Padahal sudah sejak tadi dia melakukannya.

Dia bahkan terlihat tak duduk sejak beberapa orang datang dengan membawa dekorasi dan juga perlengkapan untuk tasyakuran. Rencana tasyakuran itu akan dilakukan kurang dari satu minggu lagi sebelum acara pernikahan.

"Sepertinya Jeng Nania semangat sekali ya?" ucap salah satu rekan yang kebetulan datang untuk bertamu. Wanita itu adalah pemilik catering yang akan dipakai saat acara tasyakuran. Dia datang bukan dengan tangan kosong melainkan membawa beberapa teter makanan yang akan ditentukan hari ini sebagai menu.

"Iya Jeng Santi, tentu dong saya harus semangat. Ini kan pernikahan Teani Saya ingin memberikan yang terbaik untuk putri saya," jawab Nania dengan berbangga hati. Senyumnya sama sekali tidak luntur dari bibirnya, wajahnya juga nampak cerah benderang penuh dengan semangat.

"Begitu ya, syukur deh kalau Jeng Nania sudah semangat lagi. Soalnya kan belum lama juga Rinda meninggal, saya ingat betul Jeng Nania menangis histeris waktu itu. Saya ikut senang akhirnya Jeng Nania bisa kembali kepada kenyataan."

Degh!

Ucapan Jeng Santi membuat dada Nania berdesir. Wajah yang tadinya sumringah itu tiba-tiba menjadi sedikit mendung.

"Oh itu iya Jeng Santi. Haaah bagaimana ya. Saya juga setiap malam masih menangisi Rinda. Bayangan Rinda masih terus saja ada di depan mata saya. Saya sebenarnya sangat sedih, tapi saya menyimpannya. Saya tidak ingin memperlihatkan kesedihan saya saat Teani menikah."

Ekspresi bahagia yang menghiasi wajah Nania tadi benar-benar hilang dan berganti dengan kemuraman. Jeng Santi mengangguk-anggukan kepala atas semua yang Nania ucapkan.

Meski begitu, Jeng Santi tetap tidak mengerti mengapa bias terjadi naik ranjang yakni suami sang adik menikah kakak iparnya. Terlebih, kurun waktunya begitu singkat. Rasanya menjadi sedikit terburu-buru hingga Jeng Santi memiliki pemikiran buruk.

"Jangan berburuk sangka, San. Ini bukan urusanmu," ucap Jeng Santi dalam hati. Tugasnya hanyalah membuat makanan, dan bukan ikut mencampuri urusan orang yang memiliki acara.

"Ya benar, ibu mana yang tidak sedih ditinggal putrinya lebih dulu," ucap Jeng Santi. "Kalau begitu apa bisa kita mulai buat testernya Jeng Nania. Saya membawa beberapa menu yang biasa dinikmati saat tasyakuran," imbuhnya.

"Oh oke, aku hampir saja lupa. Mari langsung putuskan saja," sahut Nania cepat.

Nania dan Jeng Santi menuju ke meja yang sudah dipenuhi dengan beberapa menu. Jeng Santi membiarkan Nania mencicipi dan memilihnya.

Meski Nania sudah lama menjadi pelanggan, tapi Jeng Santi tetap ingin memberikan yang terbaik sehingga meminta Nania untung mencicipi tester yang dibawanya.

"Aku mau ini, ini, ini dan ini. Karena yang jadi tamunya nanti kebanyakan anak-anak, jajanan pasarnya bisa disesuaikan dengan kesukaan anak-anak saja ya, Jeng."

"Baik Jeng Nania. Saya akan mengingatnya. Untuk 130 paket kan? Kalau begitu saya pamit ya, Jeng."

Tak butuh waktu lama bagi Nania untuk memutuskan. Semua rasa mash sama, maka dari itu dia kembali memilih catering Jeng Santi untuk acara kali ini.

Jeng Santi meninggalkan kediaman Nadisyah bersama kedua anak buahnya. Di dalam mobil, salah satu anak buah Jeng Santi tiba-tiba menyeletuk.

"Secepat itu ya, mana sama adik iparnya lagi? Seperti ada yang aneh."

"Sudah biarkan saja. Apa yang terjadi di dalam rumah itu bukan urusan kita. Kita hanya penjual yang menjual barang, tak perlu tahu lebih dalam terkait masalah di dalamnya," sahut Jeng Santi.

Dua anak buah Jeng Santi langung menganggukkan kepala tanda mengerti. Memang benar, jika tidak tahu apa-apa lebih baik diam dan jangan berkomentar. Karena jika tidak benar nanti malah akan jadi fitnah jatuhnya.

Sedangkan di kediaman Nadisyah, Nania tengah duduk sambil menyandarkan punggungnya. Dia mengusap wajahnya dengan kasar. Nania kembali mengingat ucapan Jeng Santi tentang Rinda.

"Bagaimana aku harus bersikap saat ada yang menyinggung soal Rinda lagi ya?"

"Kenapa Ma?"

Nana tersentak saat mendengar suara Teani. Dia yakin betul tak mendengar langkah kaki putrinya tersebut.

"Kamu kok sudah pulang? Ini bahkan baru jam satu?"

Bukannya menjawab pertanyaan Teani, Nania malah balik bertanya kepada putrinya sambil mengerutkan alisnya.

"Aku capek, Ma. Kerjaan banyak sekali. Dan tidak ada yang bisa membantuku," keluh Tean. Dia duduk di sebelah Nania dan ikut menyandarkan punggungnya.

"Asisten? memangnya kamu belum punya asisten? Rinda dulu pakai asisten, jadi ada yang membantu dalam mengurus pekerjaan. Terus, kalau kamu tiba-tiba pulang seperti ini, bagaimana pekerjaan kamu tidak akan semakin banyak?"

Nania menggelengkan kepalanya pelan. Dia melihat putrinya dengan tatapan yang sedikit tajam.

"Ma, asisten yang aku mau, dia tidak mau bekerja dengan ku. Jexen, pria itu menolah tawaranku. Padahal aku memberi tawaran gaji yang besar, tapi tetap saja dia tidak mau jadi asistenku. Sedangkan yang lain, belum ada yang menyamai kemampuan Jexen. Pria itu masih muda tapi otaknya sangat encer."

Teani menegakkan punggungnya, membalas tatapan mata sang ibu yang mengandung rasa heran. Teani paham apa yang dipikirkan Nania sekarang, dan dirinya benci untuk mengucapkannya. Namun pada akhirnya tetap saja diucapkan oleh Teani.

"Mama mau bilang kenapa aku tidak bisa melakukannya, sedangkan Rinda bisa, iya kan? Mama mau bilang seperti itu kan? Ma, aku sama Rinda berbeda. Dan sekarang dia sudah tidak ada. Sekarang aku lah yang memimpin TBBA, jadi biarkan aku melakukannya dengan cara ku sendiri."

Teani beranjak dari duduknya, lalu melenggang pergi masuk ke kamar.

Nania hanya terdiam melihat Teani yang bersikap demikian. Jujur dalam hatinya, ada perasaan takut yang timbul tentang sepak terjang Teani nanti saat menjadi pimpinan perusahaan.

"Apa ini sudah benar? Kenapa perasaanku sama sekali tidak nyaman?"

TBC

1
GiZaNyA
denger tuh Jexen.. jangan kebablasan lhooo sama Rinda... bisa dijadiin penyetan kamu sama keluarga kamu kalo macem2🤣🤣🤣
GiZaNyA
heh Gani... situ kenapa Rinda kecelakaan ngga dicari dulu main langsung nikah aja... ya sekarang makanlah penyesalan kamu dan bersiap untuk diceraikan oleh Rinda...
dewi rofiqoh
Harus bersabar jexen! Dan harus bisa menahan diri 🤭🤭
GiZaNyA
akhirnya Rinda ngurus berkas cerai nya.... gaya banget si Teani mau balik ke TBBA... bae2 kena sleding Jexen kalo kerjanya main2...
Arin
Tapi lumayan lah hari ini bisa peluk Rinda sambil curi kecupan di kepala nya..... iya kan Jex. Mumpung Rinda gak sadar🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh sok pamer tp bukan harta km dasar mokondo
GiZaNyA
pepet teeusss Rinda nya Jex... 🤣🤣
Arin
Ternyata yang ditakutkan Gani adalah kehilangan penopang hidupnya🤣🤣🤣. Gak ada yang biayain lagi untuk berfoya-foya dan bergaya seperti orang kaya. Sokor
Mundri Astuti
makanya buruan pisah rinda
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
di kristen mana bisa suami atau istri lebih dari satu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: berarti mualaf cmn buat bisa nikah aja?
total 6 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bisa jd kecelakaan itu emng disengaja tinggal siapa pelakunya blm jelas
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pede bgt km masih ditempatkan posisi direktur kerjaan ajh g becus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
orang numpang tapi mau menguasai huh,ada itu g ada hak ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
boleh g sih di gampar biar tau km tuh g PNY apa apa atas harta rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ada hak apa yang bangun itu rumah PNY ibunya Rinda,hak apa yg km mau akui km tuh cm numpang
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
alasan aja padahal mah mau dekat sama Rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahahah kaget kan km
dewi rofiqoh
Sepertinya rinda harus mengkaji ulang jabatan yang diberikannya pada temani! 🤔🤔Jika perlu tendang aja si tes dari TBBA
Sri Supriatin
Kalau kalimatnya bisa dimengerti hanya typo buat sy g masalah thor 👍👍👍
Ilfa Yarni
yg tegas ya rinda parasit hrs disingkirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!