NovelToon NovelToon
PAMAN! JANGAN GODA AKU

PAMAN! JANGAN GODA AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Nita

Aku menikahi dia, tapi justru pamannya yang membuatku kehilangan akal. Setiap kali pria itu menatapku, ada bara yang tak bisa kupadamkan. Di mata keluarga, pria itu hanyalah paman dari suamiku. Di hatiku, dia adalah pria yang tak pernah boleh kusentuh. Namun, semakin aku menghindar, semakin dekat dia datang, membawa bisikan-bisikan yang memecah pertahananku. Bagaimana jika cinta ini terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEBUAH NAMA

Yang Seline tidak tahu, Semesta telah mengirimkan Tuan Muda Mo yang lain di dalam hidupnya. Jika saja dia tahu, pasti dia akan lebih memilih tinggal di Apartemen berhantu.

"Tentang kasus yang menimpamu, aku telah menunjuk kuasa hukum untuk mengurusnya!"

"Kau beristirahtlah dengan baik, jangan pikirkan masalah itu lagi!" kata Simon.

Setelah Simon pergi, Seline masuk ke kamar utama. Membuka pintu balkon kamarnya. Menikmati pemandangan indah di depannya sekarang, semakin menambah keyakinannya bahwa pergi dari kediaman Mo adalah keputusan yang tepat.

Seline menekan lagu favoritnya, meletakn ponsel di atas meja. Lalu dia mulai menari balet. Malam telah menyelimuti kota. Di bawah sana, gedung-gedung pencakar langit memancarkan ribuan cahaya, menciptakan lautan gemerlap yang seolah tak pernah berakhir.

Perlahan, Seline mulai menari. Tubuhnya bergerak dengan lembut dan anggun, mengikuti irama yang hanya dapat didengarnya sendiri. Setiap langkah baletnya begitu ringan, seakan kedua kakinya tidak benar-benar menyentuh lantai balkon. Seline berputar perlahan, dengan keseimbangan sempurna, membuat gerakannya tampak seperti sebuah pertunjukan yang sengaja dipersembahkan untuk malam.

Cahaya bulan jatuh tepat di tubuhnya, membingkai sosoknya dengan semburat keperakan. Wajah cantiknya terlihat semakin memukau dalam cahaya malam itu.

Angin malam berembus melewati balkon, menerbangkan helaian rambutnya dengan lembut. Rambut panjangnya yang dikuncir bergerak mengikuti setiap gerakan tubuhnya. Dalam setiap putaran, kuncir rambutnya itu ikut menari seolah memiliki irama sendiri. Terus ikut bergerak.

Satu putaran, satu langkah, kemudian sebuah lompatan kecil yang begitu ringan. Gaun yang dikenakannya ikut berayun mengikuti gerakan tubuhnya.

Untuk sesaat, seline tampak bukan seperti seseorang yang sedang menari di atas sebuah penthouse, melainkan seperti sosok yang baru saja keluar dari sebuah lukisan.

Di balkon penthouse yang hanya terpisah satu unit dari tempat Seline menari, Xander berdiri dalam diam.

Awalnya, dia hanya keluar untuk menikmati udara malam. Namun begitu pandangannya tanpa sengaja tertuju ke balkon di sebelah, pandangannya langsung terhenti.

Di sana, Seline sedang menari. Xander terpaku, seakan belum pernah melihat keindahan seperti itu.

Tatapannya mengikuti setiap gerakan Seline tanpa sedikit pun beranjak. Melihat cahaya bulan yang menyentuh wajah Seline, sementara gemerlap lampu kota menjadi latar belakang yang membuat pemandangan itu terasa seperti adegan dalam sebuah film.

Xander melihat Seline berputar dengan anggun. Tubuhnya bergerak begitu ringan, seolah gravitasi tidak berlaku untuknya. "Cantik sekali!" Dia memuji dalam hati.

Seline menutup tariannya, sambil membungkukan tubuhnya dengan anggun. Lalu masuk ke kamarnya tanpa menyadari sedari tadi ada sepasang mata dari pria tampan yang memperhatikannya.

Keesokan paginya, Seline memilih bangun agak siang. Mengambil Cuti adalah hal yang sangat jarang dan sulit dilakukan oleh Seline. Sering kali Cutinya gugur, karena tiba-tiba ada panggilan darurat yang tidak bisa dia tolak.

Kali ini Simon sudah mewanti-wanti agar jangan ada yang menghubungi Seline terkait soal pekerjaan. Agar dia bisa beristirahat dengan tenang.

Selina bangun lebih siang. Merasa memiliki waktu senggang dia pun memutuskan untuk berbelanja, mengisi kulkasnya yang masih kosong.

Hari ini Seline terlihat begitu cantik meski hanya mengenakan pakaian sederhana untuk pergi berbelanja. Kaos putih yang dikenakannya tampak bersih dan nyaman, berpadu manis dengan celana pendek berwarna hijau sage yang membuat penampilannya terlihat segar.

Rambutnya tergerai lembut, sesekali bergerak mengikuti langkahnya. Wajahnya memancarkan kecantikan alami senyumnya ringan, matanya terlihat cerah, dan setiap gerakannya memiliki pesona yang membuat mata melirik diam-diam kepadanya.

Seline berjalan menyusuri deretan rak di kini market, dengan santai, sesekali berhenti untuk memperhatikan barang-barang yang menarik perhatiannya. Jika suka maka akan dimasukan ke keranjang belanja. Jika tidak suka maka akan diletakan lagi.

Pada saat ini tiba-tiba ada yang memeluk kakinya. "Hei, siapa ini?" Kata Seline sambil melihat kebawah. Kedua matanya terbelalak. "K-kau... dengan siapa kau ke sini!"

Seline bersimpuh sambil mengusap lembut puncak kepala Si Bocah Bisu, yang tiba-tiba menarik tangan Seline. "Hei Tunggu dulu, mau bawa aku ke mana?"

Si Bocah Bisu mengabaikan ocehan Seline. Lalu tangan mungilnya menunjuk kepada pria tampan yang sedang membeli bahan makannya juga. "Kau disini juga?" kata Seline kepada Xander yang langsung menganggukan kepalanya.

"Ya, dia lapar. Jadi aku inisiatif belanja di sini!"

"Tunggu dulu! Apa dia sekarang tinggal bersamamu?" tanya Seline sambil menatap si Bocah Bisu.

Lagi-lagi Xander menganggukan kepalanya lalu dia berkata, "Aku mengadopsinya!"

"Benarkah?" tanya Seline sambil mengambil dua tangan mungil Si Bocah Bisu.

"Ya tentu saja benar, hanya saja...!" Xander tidak meneruskan perkataannya.

"Hanya saja apa?" tanya seline langsung berdiri, khawatir Xander berubah pikiran.

"Hanya saja, aku kesulitan memberikan nama baru untuknya. Eum... bisakah membantuku mencari nama yang cocok untuknya!" Pinta Xander.

"Eum... sebuah nama ya. Seharusnya tidak begitu sulit!" Imbuh Seline.

"Eum... kalau begitu bagaimana jika kita bahas sambil makan siang!" Ajak Xander.

"Ayo, kita bayar semua belanjaan ini!" kata Xander sambil menunjuk kepada Si Bocah bisu, yang dengan pintarnya terlihat sedang mendorong troli belanjaan.

Melihat itu, Seline pun tidak bisa menolak. Setelah membayar belanjaan, mereka pun masuk ke dalam mobil. Mobil melaju, dia melajukan mobil dengan tenang. Sinar matahari jatuh lembut diwajahnya. Terlihat kedua tangannya mantap memegang kemudi.

Hari ini Xander mengenakan kemeja sederhana dengan beberapa kancing bagian atas terbuka. Membuat penampilannya terlihat rapi sekaligus santai.

Seline sedikit melirik ekpresi tenang di wajah Xander, sedikit merasa sulit mengalihkan pandangannya. Xander sedikit berdehem, Seline langsung dalah tingkah karena merasa sudha ketahun melirik diam-diam.

Dari kursi belakang, Di Bocah bisu tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan tangan mungilnya. "Hei! Apa yang sedang kau tertawakan?" Kata Seline sambil menoleh ke bangku belakang.

Si Bocah Bisu menunjuk kepada Seline dan Xander. Lagi-lagi seline dibuat salah tingkah, sampai daun telinganya memerah. Pada saat ini, mereka pun tiba di restoran pilihan Xander. Sebuah tempat klasik yang indah.

bangunan bergaya klasik yang seolah membawa siapa pun yang memasukinya ke masa lalu. Pintu kayu besar dengan ukiran halus menjadi pintu masuk, sementara jendela-jendela tinggi berbingkai cokelat tua memantulkan cahaya pagi yang lembut.

Begitu memasuki tempat itu, suasananya langsung terasa begitu berbeda. Lantai marmer mengilap berpadu dengan dinding berwarna krem, dihiasi lukisan-lukisan klasik dalam bingkai emas.

"Mengapa aku baru tahu ada restoran seperti ini di sini!" pikir Seline.

Setiap sudutnya memiliki keindahan tersendiri, menghadirkan suasana elegan dan romantis yang. Meja-meja kayu dengan permukaan mengilap tertata rapi. Di atasnya terdapat taplak putih, peralatan makan berwarna keemasan, serta vas kecil berisi bunga segar.

Seline menarik lengan Xander, "Apa ini restoran baru?"

1
Ellaa Nurell
aku selalu menunggu update mu Thor...
Tuti Tyastuti
𝘹𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳 𝘬𝘦𝘱𝘰😁
Tuti Tyastuti
𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘣𝘳𝘪𝘯𝘨𝘴𝘪𝘬
Tuti Tyastuti
𝘴𝘺𝘶𝘬𝘶𝘳𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵
Tuti Tyastuti
𝘈𝘭𝘩𝘢𝘮𝘥𝘶𝘭𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘰𝘤𝘢𝘩
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦
Tuti Tyastuti
𝘢𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢𝘢𝘩 𝘹𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳😂😂
Tuti Tyastuti
𝘢𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘮𝘰𝘯😂😂😂
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘶 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦 𝘺𝘢 𝘯𝘥𝘦𝘳😂
Tuti Tyastuti
𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘢 𝘯𝘪𝘵𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘭💪
Tuti Tyastuti
𝘳𝘢𝘯𝘪𝘢 𝘱𝘶𝘳𝘢" 𝘵𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘹𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳 𝘱𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘵𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘬𝘰𝘳 𝘴𝘦𝘭
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘨 𝘫𝘦𝘣𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦🤔
Tuti Tyastuti
𝘦𝘳𝘪𝘤 𝘮𝘰 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘦𝘵𝘩𝘢𝘯 𝘮𝘰 𝘬𝘢🤔
Tuti Tyastuti
𝘩𝘢𝘥𝘪𝘳 𝘬𝘢 𝘕𝘪𝘵𝘢☝
Endah Sea
suka dengan semua cerita2 author.. terimakasih
Ellaa Nurell
karya yg sangat bagus banget dibaca....
dengan alur yg bagus...ditambah ada banyak bgt ilmu yg tersaji didalemnya ....
pokoknya recommended novel author ini gak pernah gagal 🫶🏻
Shee_👚
ulah keluarga rania atau rania sendiri yang melaporkan kejadian itu🤔
dasar nya pelekor buat drama murahan aja terus. orang juga pasti mikir masa baru mau di pasang infus dah ada kontraksi yang membuat keguguran. kan aneh belum ada semenit juga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!