NovelToon NovelToon
Marwa (Istri Tangguh Tuan Rayyan)

Marwa (Istri Tangguh Tuan Rayyan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:96.4k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Annisa Marwa harus pergi dari kehidupan keluarganya setelah dia tahu bahwa dua orang yang dia sayangi dan dia percaya menjalin hubungan dibelakangnya.

Disakiti oleh kedua orangtuanya, Dikecewakan oleh Kakak dan Tunangannya tak membuat Marwa mundur atas kepergian itu. Tak ada air mata tangisan yang mengiringi langkahnya dalam meninggalkan kota itu.

Hingga pertemuannya dengan Rayyan Al Ghafa Pangestu merubah hidupnya. Marwa menjadi wanita yang lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi apapun.
••••••••
"Aku Marwa, Sesuai dengan namaku.. Aku akan jadi wanita tangguh dan kuat tanpa takut pada siapapun.. " Annisa Marwa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergok Nina

"Nah gitu dong.. Bangun itu pagi, Jangan siang-siang.. Emangnya Bibi kamu ini pembantu apa..." Marwa menarik nafas panjang. Apa tidak bisa Bibinya diam sehari saja. Gadis itu berbalik badan menatap adik ipar ayah dan bundanya itu.

"Apa liat-liat?

"Bibi itu kenapa sih? Dimata Bibi itu aku selalu salah dan gak ada benarnya sama sekali.. Bisa gak sih Bi, Bibi perlakukan aku baik sama seperti kak Tania.." Marwa mencoba mengeluarkan unek-uneknya. Anggap saja dia merasa lelah dengan sikap Bibinya selama ini.

"Kamu! Beraninya kamu ya..." Setelah mengatakan itu, Marwa langsung pergi saja.Dia yang punya niat untuk membantu Bibinya memasak pagi ini tidak jadi.

Tanpa pamit Marwa berangkat ke kampus. Dia berjalan sambil memesan ojek pagi ini.

Baru dilawan seperti itu saja sudah kepanasan.. Apalagi kalau sampai Marwa ngereok.

Selama berada dikampus, Marwa kembali banyak diam. Rasa kesalnya terhadap Bibinya masih tersimpan sampai sekarang.

"Udahlah.. Gak usah dipikirin apa kata Bibi kamu yang gila itu. Tiap hari juga gitu..

"Tapi Nin.. Gak dilawan tambah jadi, Dilawan makin bikin sakit hati.. " Marwa memejamkan matanya, Jujur ia ingin segera bebas dari rumah itu.

"Kamu kerja hari ini?

Marwa mengangguk.

"Iya.. Lulusan tinggal satu minggu lagi Nin. Dan besok aku gajian, Lumayan kan uangnya buat tambah-tambah.. Meskipun aku kulian pakai beasiswa tapi sedikit banyak biaya pasti ada kan?

Nina mengangguk, Kasihan.. Batin Nina. Mulai dari sekolah sampai kuliah Marwa harus belajar tekun agar bisa meneruskan pendidikannya sampai lulus kuliah. Mau bagaimana lagi, Paman dan Bibinya mana mau membiayai Marwa. Untuk makan saja selalu di ungkit-ungkit ini dan itu.

"Aku kira kamu gak masuk hari ini Wa..

"Kenapa emangnya?

"Ya gak kenapa-napa sih.. Aku mau ajak kamu ke mall. Jalan-jalan gitu.." Marwa tersenyum tipis.

"Jangan sekarang ya Nin.. Bukannya aku mau nolak ajakan kamu. Seperti kata aku tadi, Aku harus rajin kerja karena hampir gajian..

"Iya iya gapapa kok.. Aku ngerti. Yaudah, Yuk aku antar kamu kecafe..

"Tapi kamu gak marah kan?

"Iya..

"Beneran?

"Ya Allah Mawa.. Beneran.. Ih! Nyebelin banget sih.. " Nina pun menggandeng tangan Marwa dengan sangat hati-hati sekali.

Seperti biasa, Nina yang selalu mengantarkan Marwa ke cafe tempat gadis itu bekerja. Sebenarnya Nina sudah banyak memberikan bantuan untuk Marwa. Hanya saja gadis itu menolak. Mungkin merasa tidak enak..

"Setelah lulus kamu masih mau kerja dicafe itu Wa?" Tanya Nina pada Marwa di atas motor.

"Untuk sementara waktu masih iya Nin.. Tapi aku akan ngelamar dulu disetiap perusahaan, Siapa tahu diterima..

"Ohya, Kakak aku kerja jadi asisten bos besar di ibu kota. Dan katanya cabang perusahaannya itu adalah perusahaan tempat kita magang kemaren itu loh. Aku baru tahu kemarin juga.. Gimana nanti aku minta bantuan Kak Haidar buat masukin kita ke perusahaan itu.. Kalau pakai orang dalam kan enak.."

"Iya deh iya.. Aku percaya sama kamu..."

Motor pun mulai berhenti. Seperti hari-hari biasanya Nina yang selalu mengantarkan Marwa ketempat kerjanya. Untuk pulangnya, Marwa selalu memakai jasa ojol.

"Ya udah ya.. Aku ke Mall dulu. Kamu gak mau nitip gak?

"Gak deh..

"Ok, Aku berangkat dulu ya..

"Hati-hati...

Marwa melanjutkan langkahnya masuk kedalam cafe. Disana, Dia disambut baik oleh para temannya. Meski kakinya pincang, Bukan berarti tidak ada yang baik dan mau berteman dengannya.

Semua temannya yang bekerja disini baik semua. Selama bekerja disini, Marwa tidak pernah merasa dibully oleh siapapun. Tak memandang Marwa yang katanya punya kekurangan itu. Adapula karyawan laki-laki yang naksir padanya, Namun Marwa tolak karena Marwa sadar kalau dia punya kekurangan. Terlebih saat ini dia telah punya seorang tunangan.

"Eh, Wawa.. Udah datang. Kok tumben awal datangnya..." Tanya salah satu temannya.. Marwa hanya tersenyum.

"Iya.. Dikampus mumpung lagi santai aja.. Seminggu lagi kan aku udah lulus.."

"Masha Allah.. Selamat ya Wa.. Akhirnya yang ditunggu-tunggu kesampaian juga. Kamu bisa lulus sarjana.."

"Alhamdulillah mbak...

"Ohya? Kalau kamu udah lulus, Kamu jadi pindah kerja?" Marwa tersenyum, Ia menggelengkan kepalanya.

"Masih belum tahu mbak.. Tapi ada rencana sih sebenarnya.. Tapi ya, Liat nanti ajalah.." Marwa tidak tahu harus beralasan apa. Dia bekerja disini untuk hidupnya karena selama ini dia hanya menumpang saja. Padahal sudah jelas rumah yang ditempati sekarang itu adalah rumah peninggalan orangtua Marwa sendiri.

Marwa yang saat itu masih usia sepuluh tahun tidak terlalu paham akan semua itu. Hanya karena makan pada Paman dan Bibinya, Marwa selalu dibilang numpang. Apalagi katanya rumah itu sebenarnya milik Pamannya yang telah diambil oleh Bundanya, Entah itu benar atau tidak Marwa tidak tahu.

Tapi tak apa. Dia sebentar lagi lulus, Tidak mungkin kan dia masih bekerja disini. Meskipun dia punya kaki yang pincang sama sekali tidak membuat Marwa patah semangat. Gadis itu akan giat dalam bekerja agar uang ia kumpulkan menjadi banyak. Setelah itu, Marwa akan pergi dari rumah itu.

...****************...

Nina telah sampai dipusat perbelanjaan. Disana ia hanya datang seorang diri karena Marwa enggan di ajak.

Maklum, Gadis itu pejuang keras. Dan Nina cukup mengerti sekali bagaimana kondisi kehidupan yang Marwa jalani selama ini.

Nina pergi untuk membeli sepatu. Dia juga pergi ke tempat tas karena Nina ingin membelikan sahabatnya sebuah Tas. Mumpung dia dapat transferan dari Kakaknya semalam. Kan lumayan lah..

"Kamu mau beli yang mana? Yang ini bagus sih?" Disela-sela dia memilih tas untuk Marwa, Sebuah suara yang tak asing masuk ke indra pendengarannya.

Dengan perlahan Nina menoleh, Dia cukup terkejut melihat siapa yang saat ini berada satu tempat dengannya.

"Dia kan? Kan itu kakaknya Marwa.. Sama..." Nina membuka tas ranselnya lalu meraih sebuah masker. Gadis itu memakai maskernya agar tidak ketahuan. Selain itu, Nina juga penasaran apa yang mereka lakukan berdua di Mall. Dan ini bukan yang pertama kalinya Nina melihat tunangan dan Kakak nya Nina itu pergi bersama..

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ini tidak bisa dibiarkan lagi. Rasa curiga Nina terhadap dua orang itu semakin mendalam. Nina yang berniat ingin membeli barang keperluannya harus terhalang oleh dua orang yang sangat Nina kenal.

Raski dan Tania..

Dua orang itu adalah orang terdekat Marwa. Mungkin Marwa tidak tahu atau mungkin tidak mau tahu. Namun hal ini sangat penting sekali..

Kemanapun dua orang itu pergi Nina ikuti. Termasuk masuk kedalam food court yang berada dalam mall tersebut.

Nina duduk dibangku yang tak jauh dari Raski dan Nina. Jarak dua orang tersebut cukup dekat, Tidak seperti hubungan antara sesama teman yang dikatakan oleh Marwa kemarin. Lebih tepatnya seperti sepasang kekasih..

"Tania.." Raski meraih tangan Tania lalu menggenggamnya.

Nah kan? Benar kalau mereka punya hubungan.. Karena kalau hanya sekedar teman mana mungkin pegang-pegangan tangan begitu, Batin Nina.

Nina yang melihat itu segera meraih benda pipihnya hendak merekam apa yang mereka bicarakan. Namun...

"Sial! Pakek lowbat segala sih??" Gumam Nina yang merasa sial sekali. Ponselnya tiba-tiba mati dan itu karena kehabisan daya.

Benar kata Marwa, Jangan tunggu daya ponsel kita tinggal sedikit baru mengisinya. Takut ada keperluan yang penting seperti ini jadi tidak bisa digunakan kan?

Prak!

Benda pilih itu terjatuh dilantai membuat membuat orang-orang sekitar menoleh padanya. Sayangnya tidak dengan dua orang itu. Raski dan Tania seakan fokus dengan tatapan masing-masing.

"Sampai kapan kita harus seperti ini?" Tania menunduk, Ia menghela nafas panjang.

"Menurut kamu gimana? Jujur, Aku cemburu lihat kamu perhatian kayak tadi ke Wawa.. " Sebelah tangan Raski terangkat mengusap pipi Tania dengan lembut.

"Ya, Mau gimana? Semua ini kamu yang ingin kan? Kamu yang maksa aku buat ngelamar Marwa..

"Tapi kan aku udah bilang kalau itu semua kepaksa Raski.. Kamu tahu kan, Wawa itu pincang gara-gara menyelamatkan aku.. Mana mungkin aku tega lihat dia kagum sendirian ke kamu.. Tapi sekarang, Aku.." Tania menghentikan ucapannya. Hubungan antara Raski dan Marwa memang ada peran dari Tania.

Marwa merasa kagum pada pria itu. Sementara Tania dia merasa bersalah karena kondisi Marwa yang sekarang. Alhasil Tania meminta Raski untuk melamar Marwa agar adiknya itu senang..

Akan tetapi tak semudah itu, Melihat Raski perhatian pada Marwa jelas dia merasa cemburu dan bahkan kadang rasa marah itu ada.

"Kamu tenang aja.. Aku akan buat hubungan ini segera berakhir.." Ucap Raski yakin.

"Gimana caranya?

"Yang jelas aku gak bakalan ngelibatin kamu.. Tapi untuk saat ini kamu sabar dulu ya..." Tania mengangguk dan percaya akan ucapan pria itu.

"Sial! Kenapa disaat kayak gini Hp nya malah mati coba? Wawa mana percaya kalau gak ada bukti..

TBC

1
Ayudya
ga ke bayang gimana malunya Tania
Evi alvian
duh senengnya marwa yg dapet hadiah jam tangan mahal tp lebih bahagianya lg setelah Rayyan dapet hadiah spesial dari Marwa🥰🥰
Nice1808
hahhhaa mampus kau tania, malu kan🤭hadiah dr rayyan jam tangan mahal, hadiah dr marwa testpack🤭🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Tania, maksud hati mempermalukan marwa dan tetap meneruskan fitnah, kalau marwa mendorong kamu, malah kamu yang dibuat malu sama sepupu Rayyan 🤣🤣😂😂 dasar pelacur murahan kamu itu Tania. sudah terima saja kalau kamu itu sudah salah dan kelas kamu jauh dibawah kelasnya marwa
Yus Nita
waaoowww... kena mental gaktych..
Dina mana.. dina manaaa..
biar makin seru nechdrama ny 😃😃😃
Muft Smoker
nah melati udh beraksiii ,,
gmn tuuh ,, gmn tuuuh ,,
pgen jungkir balik rasa ny aq ,, 🤸🤸🤸🤸🤸🤸🤸
aq rasa udh ijooo mukany si tania ,,
Muft Smoker
masiih aj mimpii taniaaa ,, 😂😂😂
Maria Magdalena
alu senang dgn ucapan melsti rasain lu tania kebongkar deh rshadiamu 😁😁😁
Ayudya
lah kan malu sendiri kamu tania🤣🤣🤣🤣🤣
Lucy
Dulu KLO raski dgn marwa mungkin Rayyan dgn wanita lain🤣gak mungkin dgn kau Tania krna cinta Rayyan mentok di Wawa saat dia magang🤭🤣
Evi alvian
nah makan tuh omongan pedas melati biar tau rasa si Tania biar nyadar diri
Ariany Sudjana
Tania Tania kamu berharap jadi istrinya Rayyan? kan keinginan kamu sendiri dulu untuk merebut raski, yang sudah bertunangan dengan marwa, dan sekarang kamu rasakan sendiri gimana sikap raski dan kedua mertua kqmu. dan kamu ingin mempermalukan marwa, di hadapan semua keluarga besarnya? belum apa-apa kamu sudah dapat reaksi dingin dari keluarga besarnya Rayyan 🤣🤣😂😂 dasar pelacur murahan kamu itu Tania
Ri♡
Idih kagak sadar diri banget,orng jahat kek lu mana lh pantes dapat pasangan spek Rayyan😒😒😒,mimpi lu ketinggian Tania 🤣🤣🤣
Ani
🤣🤣🤣🤣🤣 bagus Melati... kena mental gak tuh 🤣🤣🤣🤣🤣
mmh nengmuti
di bikin malu dia🤣🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
nah kan ,, baru tau belang ny yx keluarga perempuan yg dlu km bela sampe km nampar marwaa ,,
udh pulang aj ke Susan ,, dy juga istri km koq raskii ,,
Maria Magdalena
klo aku nunggu kpn nih si dartik dan haris diusir fr rmh milik marwa.
Nice1808
hahhaha Darti gak tau diri, dah susah mau ikut2an kayak marwa , sadar dir darti Raski bukan org kaya dan gampang kau stir🤣🤣🤣
Evi alvian
dartik gak nyadar hidup susah aja aja sok"an gayanya kek orang kaya
Ariany Sudjana
Skak mat darti, ga tahu terima kasih, sudah dibantu biaya admin, masih juga ingin dirawat. hallo ibu sadar? kalau mau bebas dari tugas rumah, ya nginap di hotel, tapi kan masalahnya kamu ga punya uang, jadi lebih baik pulang saja 🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!