NovelToon NovelToon
Aku Tak Terima Dicurangi

Aku Tak Terima Dicurangi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul
Popularitas:238.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Enam tahun menjalani biduk rumah tangga tanpa kehadiran seorang anak, Helyara kerap kali disudutkan lantaran kekurangan ada pada dirinya yang di vonis sulit memiliki keturunan.

Cap mandul pun tersemat, keluarga suaminya sering mencibir membuatnya merasa kerdil.

Namun Helyara merasa dunia masih berpihak kepadanya, sebab sang suami berdiri di sisinya.

Sampai suatu ketika kehadiran bayi asing seolah membunyikan alarm bahaya — satu persatu rahasia tersembunyi mulai terkuak. Membuat wanita baik hati memiliki kepribadian introvert itu meradang, tak terima dicurangi.

Helyara Utomo yang lemah lembut dalam satu malam berubah menjadi sosok lain, berambisi membalikkan keadaan, membalas setiap kecurangan.

Sebenarnya apa yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Termasuk harta bersama : 21

“Sesuatu yang diburu-burukan hasilnya gak akan bagus, Siska. Pada akhirnya seluruh harta dia akan menjadi milik Mas, karena cuma diriku ahli warisnya.” Ia menambah tenaga bergerak liar mereguk kenikmatan sudah diujung.

Siska merem melek, bibirnya terbuka dengan kepala mendongak memperlihatkan leher jenjang. Untuk sekian kalinya dalam sehari, kembali merasakan kenikmatan dahsyat.

Alandi merosot, berbaring disamping wanita masih tersengal-sengal bunyi napasnya. Niat hati tadi cuma mau membujuk agar Siska tidak merajuk, malah berakhir gulat diatas ranjang.

Tubuh ibu dari anaknya ini memang luar biasa seksi. Dada sekal, besar. Bokong padat, perut kempes. Siska pintar merawat diri meskipun sudah melahirkan seorang anak.

‘Andai saja Helya sebinal Siska, pintar memuaskan, pasti lebih sering lagi kupakai dia,’ selalu tidak puas bercinta dengan istrinya yang pasif, berlemak, malas bergerak, memilih pasrah.

“Kamu kenapa melamun, mikirin dia? Sudah aku kenyangkan nafsumu masih mau bercinta juga sama si gembrot itu?” kesalnya setengah merajuk, bibir dimajukan, suara mendayu.

Alan menyamping, mengecup singkat bibir sedikit bengkak sampai berbunyi decapan nyaring di kamar bernuansa putih kombinasi abu-abu.

“Apa enaknya bercinta sama Paus terdampar di daratan seperti itu. Aku bekerja dia cuma memejamkan mata tanpa mau mengimbangi apalagi memimpin. Berasa main sama patung Gorila,” hinanya tak sesuai sama pikiran baru saja terlintas.

Siska terkikik geli, menggesekkan pipi di rahang Alan yang ditumbuhi jambang tipis. “Sesekali coba deh Mas, dorong dia ke kolam renang sampai tercebur. Aku pengen lihat percikan airnya setinggi apa lantaran baru saja dijatuhi badan sumo.”

“Ide bagus.” Alan mencubit gemas ujung puting basah dikarenakan air susu merembes.

“Setelah habis masa menyusui, jangan sampai ini kendor, ya?”

“Asal ada dananya, dia akan selalu sekal dan memanjakan mata serta bibirmu, Mas,” erangnya erotis.

“Beres kalau itu. Ayo tidur!” pria itu lebih memilih memeluk wanita lain ketimbang istrinya sendiri.

Siska yang kelelahan, merapatkan badan dalam dekapan hangat.

***

Pagi pun tiba, Alandi dan Siska mengendap-endap keluar dari kamar mendiang adiknya Helyara.

Setelah memastikan aman, mereka melangkah lain arah. Siska kembali ke kamar pembantu.

Alan memutar handle pintu kamarnya bersama Helyara. Sepelan mungkin bergerak jangan sampai menimbulkan suara berisik membangunkan Helya yang biasanya bangun jam tujuh pagi, sekarang masih pukul enam.

Pintu kembali ditutup, dan baru saja badannya berbalik, seseorang sudah bersedekap tangan berdiri di depan meja rias.

“Sa … yang,” Alan tergagap, badannya tersentak kaku dengan pupil mata membesar. Tak menyangka Helyara sudah bangun dan telah memakai baju rumahan bukan setelan tidur.

Dia perhatikan lekat pria tidak bisa menyembunyikan kegelisahan. “Kamu dari mana, Mas?”

“Tadi ngopi,” dustanya lancar seperti biasanya.

“Tumben mau buat kopi sendiri, biasanya harus aku yang menyeduh? Atau jangan-jangan cuma alasan, aslinya habis masuk lagi ke kamar ditempati Rianti, benarkah, Mas?” Helya masih memainkan peran istri pencemburu.

Hasilnya langsung terlihat, badan kaku Alandi melemas, senyumnya merekah, dan dia mengikis jarak, masih mempercayai jika Helyara cemburu.

“Bagaimana bisa Mas jatuh cinta ke wanita lain kalau hati ini sudah tertaut sangat dalan denganmu, Sayang? Pagi cintaku.” Bibirnya mengecup kening Helya, sangat lembut, penuh perasaan.

“Beneran? Gak bohongkan?” suaranya tetap curiga begitu juga sorot mata mencari kejujuran dinetra hitam Alandi.

“Mas berani bersumpah, Sayang. Cuma kamu yang kucintai segenap jiwa.” Agar lebih meyakinkan, terpaksa dia memeluk bak suami dimabuk cinta.

Demi menutupi sandiwara, Helyara menahan mual. Entah kenapa setelah kebohongan terungkap, dan dia dicurangi sekian tahun, tubuhnya bereaksi menolak kala bersentuhan dengan Alandi yang masih berstatus suaminya.

“Mas, jangan kenceng-kenceng meluknya, aku susah napas,” ucapnya manja, dalam hati jijik mendengar suaranya sendiri.

“Habisnya kamu gemesin.” Alandi mengendurkan pelukan, tangannya naik memegang pundak Helyara. “Pagi buta gini kok sudah bangun, Sayang?”

“Aku lapar, pengen nyari sarapan di luar komplek. Kamu buruan mandi, katanya hari ini ada rapat dengan para karyawan toko.” Helya bergerak menyamping, menghindari bersentuhan dengan gaya natural.

“Baiklah, padahal tadi Mas pengen ngajak kamu mandi bareng. Kita sudah hampir sebulan gak ada bermesraan loh, Sayang,” sesalnya menyayangkan keinginan tidak terwujud.

Pipi Helyara memerah, ia tersenyum malu-malu seperti biasa kala digoda, dan diajak bercinta. “Nanti malam saja ya, Mas? Sekarang udah pagi, aku juga harus menyelesaikan desain akhir biar nanti sekalian kamu bawa ke toko.”

Matanya Alan meneliti, mencari kejujuran di netra memandang lembut. “Kamu gak lagi bosan sama suamimu ini, kan?”

Plak.

Sekuat hati dan tidak menghemat tenaga dipukulnya lengan Alandi sampai empunya tersentak. “Kamu ngomong apaan sih? Sana cepetan mandi!”

Helya berbalik badan, menyuguhkan senyum miring tidak dapat dilihat pria mengelus lengan terasa panas.

‘Makanan saja yang ada di otakmu itu. Sialan, sakit juga ternyata tabokannya.’ Diusap-usapnya bagian tadi dipukul. Kemudian dia masuk ke kamar mandi.

.

.

Helya menyambar kunci mobil tergantung di atas lemari sepatu.

Keadaan rumah masih sepi, belum ada yang bangun termasuk Siska.

Wanita berumur 27 tahun itu membuka pintu garasi, beruntung mobil Fortuner hitam tipe 2.8 VRZ GR Sport TSS (4x4), berada di depan, sehingga tidak perlu mengeluarkan mobil Avanza dibeli atas nama Alandi.

Dulu, sewaktu Alandi merayu selama seminggu penuh mengusulkan beli mobil satu lagi, Helya sempat menolak dengan mengatakan mobil bukanlah barang yang bisa dijadikan investasi, sebab harga jual pasti menurun.

“Sekarang aku bersyukur, setidaknya masih ada barang mewah ini. Tunggu sebentar lagi, dan lihatlah apa yang akan terjadi.” Helya menggenggam setir, melajukan mobil keluar dari pagar rumah.

Mobil berharga 800 jutaan rupiah ini termasuk kategori harta bersama karena dibeli setelah pernikahan, dan Helyara sudah memiliki rencana matang.

***

Lima belas menit kemudian, Helya sudah kembali ke rumah dengan menenteng plastik mengeluarkan aroma gurih.

Langit telah terang, sudah jam 06:45 menit.

Tidak satupun yang keluar kamar, lampu ruang tengah, santai, dapur belum dimatikan, gorden juga masih tertutup rapat.

Sarapan pagi diletakkan di atas meja makan, Helya keluar dari pintu dapur.

Tidak menggunakan tangan, melainkan tangkai palu yang diambil di sebelah gas lemari dapur bagian bawah.

Dug!

Dug!

“Siska! Siska!” jika sebelumnya orang lain suka sekali meninggikan suara demi mengusik ketenangannya, maka sekarang gantian.

Pintu dibuka, wanita yang entah apa statusnya bagi Alandi, tapi disini dia bekerja sebagai pembantu, berdiri dengan muka bantal, rambut kusut.

“Nyonya?!” Siska menggosok-gosok mata, seolah tidak mempercayai penglihatannya.

Helya mundur sedikit supaya bisa menelisik penampilan Siska. “Jam berapa sekarang? Biasanya kalau ada bi Mirma kamu paling rajin bangun pagi langsung bersih-bersih rumah, kenapa sekarang malah malas-malasan?”

.

.

Bersambung.

Dari sekian banyaknya komentar, kenapa gak ada satupun yang muji ketampanan si-Alan? Dia ganteng loh, Kak ...✌️😁

1
🌷💚SITI.R💚🌷
arus listriky kurang kuat yara, jd sialan ga kejang² de
🌷💚SITI.R💚🌷
drakula atau vamvir nih yg dekap yara..klu sialan kan pasyiy pura² dia
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahh mulai ketahuan kan
nahh kan mau bilang apa coba
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wehhh jd pas covid itu ya tp di lampung sini aman kok
lyani
buat spt masira sekeluarga
mie_moet
sumpah aku pgn berbicara kasar buat siskmpling🤬 dan sialan🤬 ganiron🤬sapto🤬 esmosi tingkat pentit imi🤬🤬
Sumìni Manju Maja
jambaknya aku wakilin y helya
sherly
pesankan kamar VVIP ya Siska, sebab itu nanti ditempati oleh salah satu dr kalian...dasar org gila dah dikasi pendidikan tinggi malah ilmunya dipakai buat nyakitin org... bisa kena pasal pidana nih Siska
Marlina Prasasty
🫣🫣🫣🤭🤭🤭
sherly
puas banget dah si helya balas si mokondo... hahahah good job
Teh Qurrotha
si Ganira. harus di kasih karma yang paling menderita
Teh Qurrotha
sebel deh si Sapto yang songong bin sombong
Teh Qurrotha
pokonya puasss,
dewi rofiqoh
Tak kirain yang krna injak pusakanya... Eh ternyata perut yang kena 🤔
Teh Qurrotha
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
sakta gak sadar lampu dh hijau akibat terpesona dg senyum helya 😀
Teh Qurrotha
bisa bersilat lidah dia, atau pura2 ngelindur🤣
Teh Qurrotha
apa kamu menggoda bapa mertuaku sis🤣
Tamia Akhildadanwidyan
babat habis si Siska helya,,,enak aja sok Sokan jadi nyonya rumah??coba ngaca deh,,,mau hidup enak kok yg instan
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻSENJA
hajar hel hajar 🤮
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!