NovelToon NovelToon
ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Duda
Popularitas:724
Nilai: 5
Nama Author: Flaura Charisma

Asisten Duda CEO Tajir Melintir

Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.

Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.

Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.

Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

penguasa di balik bayangan

Tok... Tok... Tok...

Suara langkah kaki itu semakin mendekat.

Seluruh ruang arsip berubah sunyi.

Bahkan Damian Cross, komandan Pasukan Raven, menundukkan kepala dengan penuh hormat.

Tidak seorang pun berani bergerak.

Galaxy berdiri paling depan.

Tubuhnya tetap tegak.

Tatapannya tidak bergeser sedikit pun dari lorong yang diselimuti bayangan.

Sesosok pria tua akhirnya muncul.

Usianya sekitar enam puluh lima tahun.

Rambutnya memutih.

Ia mengenakan jas hitam sederhana tanpa lambang apa pun.

Tidak ada pengawal.

Tidak ada senjata.

Namun kehadirannya saja membuat seluruh ruangan dipenuhi tekanan yang sulit dijelaskan.

Grizella tanpa sadar menggenggam tangan Galaxy.

"Dia..."

Galaxy mengangguk pelan.

"Aku tahu."

"Dia bukan orang biasa."

Pria tua itu berhenti beberapa meter di depan mereka.

Tatapannya menyapu seluruh ruangan sebelum akhirnya berhenti pada Galaxy.

"Lama sekali..."

"Aku menunggu hari ini."

Suaranya tenang.

Tidak tinggi.

Namun cukup membuat semua orang merasakan wibawanya.

Galaxy bertanya tanpa ragu.

"Siapa Anda?"

Pria itu tersenyum tipis.

"Aku memiliki banyak nama."

"Tapi dahulu..."

"Ayahmu memanggilku dengan nama Nathaniel."

The Raven yang masih tampil di layar tampak membeku.

"Nathaniel..."

gumamnya.

Ekspresi pria itu berubah.

Untuk pertama kalinya...

Raut penyesalan di wajahnya berganti menjadi ketakutan.

Damian perlahan mundur selangkah.

Komandan Ethan mengernyit.

"Jangan bilang..."

Vanessa menatap Ethan.

"Anda mengenalnya?"

Ethan menggeleng pelan.

"Hanya dari dokumen lama."

"Namanya selalu dihapus."

Nathaniel menatap layar yang masih menampilkan wajah The Raven.

"Kau semakin tua."

The Raven tersenyum pahit.

"Begitu juga denganmu."

Nathaniel mengangguk.

"Bedanya..."

"Aku masih mampu menyelesaikan pekerjaanku."

Galaxy mengamati percakapan mereka.

Keduanya jelas saling mengenal.

Dan hubungan mereka jauh lebih rumit daripada sekadar musuh.

Grizella berbisik kepada Elena.

"Ibu..."

"Siapa dia?"

Elena menggeleng perlahan.

"Aku tidak pernah bertemu dengannya."

"Tapi Adrian pernah menyebut satu nama."

"'Pendiri dari para pendiri.'"

Grizella merasakan bulu kuduknya meremang.

Jika The Raven adalah pencipta The Black Crown...

Lalu siapa Nathaniel?

Nathaniel akhirnya memandang Galaxy.

"Ayahmu adalah murid terbaikku."

Ruangan mendadak sunyi.

Galaxy membeku.

"Apa?"

Nathaniel mengangguk.

"Aku yang mengajarinya membangun kerajaan bisnis."

"Aku juga yang mengajarinya bahwa kekuasaan harus digunakan untuk melindungi."

Ia berhenti sejenak.

"Sayangnya..."

"Tidak semua muridku memahami pelajaran itu."

Tatapannya beralih ke layar yang menampilkan The Raven.

The Raven menundukkan kepala.

Seolah menerima kesalahan yang telah diperbuatnya.

Tiba-tiba seluruh layar di ruang arsip berkedip.

Seseorang meretas sistem.

Video The Raven menghilang.

Berganti dengan tulisan merah besar.

"AKSES DIAMBIL ALIH."

Disusul suara yang sangat dikenal oleh Galaxy.

"Selamat malam..."

"Guru."

Nathaniel langsung mengangkat kepalanya.

Tatapan tenangnya berubah tajam.

Galaxy mengenali suara itu.

"Itu..."

Victor Wesley.

Namun Nathaniel menggeleng perlahan.

"Bukan."

"Itu bukan Victor."

"Lelaki yang sedang berbicara..."

"Adalah orang yang selama ini menggunakan Victor sebagai boneka."

Seluruh ruangan terdiam.

Mereka baru saja menyadari...

Musuh yang mereka hadapi selama ini hanyalah pion.

Sementara dalang sesungguhnya...

Baru saja mulai memperkenalkan dirinya.

Tulisan merah di seluruh layar perlahan menghilang.

Ruangan kembali diterangi cahaya redup.

Lalu terdengar suara yang sama, tenang namun penuh wibawa.

"Sudah terlalu lama sejak kita bertemu, Guru."

Nathaniel menatap lurus ke arah layar.

"Keluar."

"Berhentilah bersembunyi."

Suara itu hanya tertawa pelan.

"Belum saatnya."

Galaxy melangkah maju.

"Kalau kau bukan Victor..."

"Siapa sebenarnya dirimu?"

Beberapa detik berlalu tanpa jawaban.

Kemudian layar mulai menampilkan siluet seorang pria.

Wajahnya masih tertutup bayangan.

Namun suaranya terdengar jelas.

"Aku adalah orang yang mengambil alih The Black Crown."

"Setelah The Raven kehilangan kendali."

Komandan Ethan mengepalkan tangannya.

"Jadi benar..."

"Organisasi itu memiliki pemimpin baru."

The Raven yang masih terhubung melalui sistem cadangan menatap layar dengan marah.

"Aku memperingatkanmu."

"Jangan sentuh keluarganya."

Pria misterius itu tertawa.

"Sayangnya..."

"Aku tidak pernah pandai mendengarkan."

Galaxy memperhatikan reaksi The Raven.

Untuk pertama kalinya, ia melihat penyesalan yang tulus di mata pria itu.

Nathaniel menghela napas panjang.

"Kau tetap sama."

"Hanya ambisi yang menguasaimu."

Pria di layar menjawab tenang,

"Ambisi adalah alasan dunia terus bergerak."

"Tidak."

balas Nathaniel.

"Yang membuat dunia bertahan adalah kepercayaan."

Grizella memandang Galaxy.

"Saya merasa..."

"Semuanya selalu berputar di sekitar keluarga Wesley."

Nathaniel mendengar ucapan itu.

Ia menggeleng pelan.

"Bukan."

"Semua ini berputar di sekitar keputusan yang kami buat tiga puluh tahun lalu."

Galaxy langsung menatap Nathaniel.

"Keputusan apa?"

Nathaniel belum sempat menjawab.

Tiba-tiba Aaron berteriak.

"Tuan!"

"Saya menemukan file yang berhasil dipulihkan!"

Ia menampilkan isi kartu memori emas ke layar.

Sebuah daftar nama muncul.

Puluhan nama tokoh bisnis, pejabat, dan pemimpin organisasi internasional.

Di bagian paling atas terdapat satu nama yang membuat seluruh ruangan membeku.

AURELIUS BLACKWOOD

Grizella mengernyit.

"Siapa dia?"

Komandan Ethan terlihat pucat.

"Itu..."

"Nama asli orang yang mengambil alih The Black Crown."

Nathaniel menutup matanya.

"Akhirnya..."

"Namamu muncul juga."

Suara di layar kembali terdengar.

"Jadi mereka sudah tahu."

Siluet pria itu perlahan mengangkat wajah.

Namun sebelum wajahnya terlihat jelas...

Seluruh sistem listrik di ruang arsip tiba-tiba padam.

Brak!

Ruangan kembali gelap gulita.

Di tengah kegelapan, terdengar suara langkah kaki.

Bukan dari layar.

Melainkan dari dalam ruang arsip itu sendiri.

Nathaniel langsung berseru,

"Semua mundur!"

Komandan Ethan mengangkat senjatanya.

Aaron melindungi Vanessa dan Elena.

Galaxy berdiri di depan Grizella.

Sesosok pria perlahan keluar dari balik rak arsip.

Ia mengenakan mantel panjang hitam.

Topinya menutupi sebagian wajah.

Namun ketika ia mengangkat kepala...

Senyumnya terlihat jelas.

"Aku tidak suka berbicara lewat layar."

"Perkenalkan..."

"Aurelius Blackwood."

Pria itu membungkukkan badan dengan sopan.

"Senang akhirnya kita bisa bertemu secara langsung."

Keheningan menyelimuti ruang arsip.

Aurelius Blackwood berdiri dengan tenang di hadapan mereka.

Tidak ada senjata di tangannya.

Tidak ada pengawal di sisinya.

Namun aura yang dipancarkannya jauh lebih menekan daripada puluhan pasukan bersenjata.

Galaxy menatapnya tanpa berkedip.

"Jadi..."

"Kaulah orang yang selama ini mengendalikan semuanya."

Aurelius tersenyum tipis.

"Sebagian benar."

"Tapi aku lebih suka menyebut diriku..."

"Orang yang menyelesaikan pekerjaan yang ditinggalkan orang lain."

Nathaniel melangkah maju.

"Aurelius."

"Hentikan semua ini."

Aurelius menggeleng pelan.

"Guru..."

"Anda masih percaya dunia bisa diubah dengan belas kasih."

Nathaniel menjawab tegas,

"Karena aku pernah melihatnya berhasil."

Aurelius tersenyum tipis.

"Dan aku pernah melihatnya gagal."

The Raven yang masih terhubung melalui layar menundukkan kepala.

"Semua ini salahku."

"Aku yang memberinya kesempatan."

Aurelius menoleh ke arah layar.

"Bukan."

"Kaulah yang mengajariku cara berpikir."

"Aku hanya menyempurnakannya."

Ucapan itu membuat The Raven memejamkan mata penuh penyesalan.

Galaxy melangkah hingga hanya berjarak beberapa meter dari Aurelius.

"Kenapa memilih keluargaku?"

Aurelius memandangnya cukup lama.

Karena pertanyaan itu...

ia justru tersenyum.

"Ayahmu adalah satu-satunya orang yang pernah mengalahkanku."

"Di ruang sidang."

"Di dunia bisnis."

"Dan di hati orang-orang."

"Tapi dia membuat satu kesalahan."

Galaxy mengepalkan tangan.

"Kesalahan apa?"

Aurelius menatap lurus ke matanya.

"Dia mempercayai orang yang salah."

Grizella berdiri di samping Galaxy.

"Lalu sekarang?"

"Apa yang Anda inginkan dari kami?"

Aurelius mengalihkan pandangannya kepada Grizella.

"Aku ingin melihat..."

"Apakah cinta mampu mengalahkan kekuasaan."

"Atau justru menjadi kelemahan terbesar."

Galaxy segera menggenggam tangan Grizella.

Dengan mantap ia berkata,

"Kalau kau berharap aku mengorbankannya demi kemenangan..."

"Kau akan kecewa."

Aurelius mengangguk pelan.

"Jawaban yang sangat mirip dengan ayahmu."

Tanpa diduga, Aurelius mengeluarkan sebuah map cokelat dari dalam mantelnya.

Ia melemparkannya ke arah Galaxy.

Map itu jatuh tepat di depan kakinya.

"Bukalah."

Galaxy mengambil map tersebut.

Di dalamnya terdapat salinan akta kelahiran, beberapa foto lama, dan sebuah surat.

Saat membaca halaman pertama, wajahnya berubah.

Grizella ikut melihat.

Matanya membelalak.

"Itu..."

Dokumen tersebut membuktikan bahwa kecelakaan yang merenggut nyawa ayah Galaxy puluhan tahun lalu...

Bukanlah kecelakaan.

Melainkan pembunuhan yang telah direncanakan.

Dan di bagian bawah dokumen tertulis nama seseorang yang selama ini mereka percaya.

Ruangan mendadak sunyi.

Nathaniel memejamkan mata.

"Tidak..."

"Itu tidak mungkin."

Aurelius tersenyum tipis.

"Percayalah."

"Musuh paling berbahaya..."

"Hampir selalu berdiri paling dekat dengan kita."

Tiba-tiba alarm di ruang arsip berbunyi.

"Sistem pengamanan aktif."

Seluruh rak besi mulai bergerak.

Lantai bergetar.

Komandan Ethan segera berteriak,

"Kita harus keluar sekarang!"

Namun ketika semua orang menoleh...

Aurelius telah menghilang.

Yang tersisa hanyalah gema suaranya.

"Sampai bertemu lagi, Galaxy."

"Semoga saat itu tiba..."

"Kau masih mampu membedakan siapa sahabat..."

"...dan siapa pengkhianat."

Galaxy menggenggam map itu erat.

Ia tahu...

Perjalanan mereka baru memasuki babak yang paling berbahaya.

... ...

...★................★ ...

Di balik senyum tersimpan luka yang tak terlihat,Di balik janji ada dusta yang pandai mengikat.Saat cahaya dan bayangan saling memperebutkan takdir,Siapakah yang akan tetap berdiri ketika semua topeng akhirnya tersingkap?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!