Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.
Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Pagi hari yang cerah di Kota Hai tidak mampu meredakan ketegangan yang menyelimuti lantai tertinggi Grup Shen.
Shen Yuxuan duduk di kursi dengan raut wajah sangat pucat.
Di depannya, Su Mengting berdiri gemetar sambil memegang sebuah tablet yang menampilkan grafik menurun.
"Nona Shen, pemasok utama kita, Grup Konstruksi Besi Hitam, baru saja memutuskan kontrak secara sepihak."
Suara Su Mengting terdengar bergetar karena panik.
"Mereka menahan semua bahan baku yang harusnya dikirim hari ini, padahal proyek perumahan kita harus mulai dibangun hari ini."
Shen Yuxuan meremas ujung mejanya hingga buku buku jarinya memutih.
Ini adalah proyek terbesar Grup Shen tahun ini, dan keterlambatan sehari saja akan memicu denda yang sangat besar.
"Ini pasti ulah Zhao Ming."
Shen Yuxuan menggertakkan giginya menahan amarah yang meledak ledak.
"Dia menggunakan koneksinya untuk menekan Pemasok Besi Hitam agar menghancurkan kita dari dalam."
Grup Konstruksi Besi Hitam dikenal memiliki hubungan erat dengan dunia bawah tanah Kota Hai.
Pemiliknya, Bos Ma, adalah seorang lintah darat kejam yang terkenal sering bekerja sama dengan keluarga Zhao.
Shen Yuxuan segera meraih telepon genggamnya dan menekan nomor Bos Ma.
Tuut... tuut... tuut...
"Halo, CEO Shen yang cantik."
Suara serak Bos Ma terdengar dari ujung telepon dengan nada sangat meremehkan.
"Kenapa kau memutuskan kontrak kami secara tiba tiba, Bos Ma?"
Shen Yuxuan bertanya dengan nada dingin, mencoba mempertahankan wibawanya.
"Kami sudah membayar uang muka sebesar tiga puluh persen."
Terdengar suara tawa kasar dari seberang telepon.
"Hahaha, uang muka itu kuanggap sebagai biaya administrasi pembatalan."
Bos Ma menjawab dengan santai tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Jika kau ingin bahan bakumu kembali, kau harus datang menemuiku malam ini di Klub Malam Bintang Jatuh."
Bos Ma merendahkan suaranya menjadi bisikan cabul.
"Dan pastikan kau datang sendirian dengan pakaian yang sangat tipis, agar aku bisa melihat setiap detail tubuhmu yang menonjol itu, Nona Shen."
Klik.
Sambungan telepon diputus secara sepihak sebelum Shen Yuxuan sempat melontarkan makiannya.
Wajah Shen Yuxuan memerah karena malu dan marah yang bercampur menjadi satu.
Dia membanting telepon genggamnya ke atas meja hingga layarnya sedikit retak.
"Pria tua bangka yang menjijikkan."
Shen Yuxuan mengumpat pelan sambil memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri.
Su Mengting melangkah maju dengan ragu ragu.
"Nona Shen, apa yang harus kita lakukan? Jika kita menuntut mereka secara hukum, prosesnya akan memakan waktu berbulan bulan."
Shen Yuxuan memejamkan matanya, merasa seperti sedang berjalan di atas jembatan kayu yang lapuk.
Keluarga Zhao benar benar menekan titik lemahnya tanpa ampun.
Di tengah keputusasaan itu, pintu ruang kerja CEO tiba tiba didorong terbuka.
Lin Yuan berjalan masuk dengan santai sambil mengunyah permen karet.
Dia kembali mengenakan seragam satpam biru mudanya yang kekecilan, terlihat sangat kontras dengan jas mahalnya semalam.
"Kenapa wajah cantikmu ditekuk seperti itu di pagi yang cerah ini, sayang?"
Lin Yuan bertanya sambil duduk seenaknya di sofa kulit favoritnya.
Shen Yuxuan menatap Lin Yuan dengan tatapan kesal.
"Berhenti memanggilku sayang saat kita sedang berdua, dasar berandalan."
Shen Yuxuan menghela napas panjang, mencoba menekan egonya.
Dia butuh bantuan, dan entah kenapa, pria menyebalkan di depannya ini adalah satu satunya orang yang terlintas di kepalanya.
"Grup Konstruksi Besi Hitam memutus kontrak kita sepihak atas perintah keluarga Zhao."
Shen Yuxuan menjelaskan situasinya dengan nada putus asa.
"Bos Ma memintaku untuk datang ke klub malamnya jika ingin bahan baku itu dilepaskan."
Lin Yuan berhenti mengunyah permen karetnya dan menatap Shen Yuxuan dengan sebelah alis terangkat.
"Dia menyuruhmu datang ke klub malam?"
Suara Lin Yuan tiba tiba berubah menjadi lebih berat dari biasanya.
"Seorang babi tua berani meminta pacarku datang menemuinya di tempat kotor seperti itu?"
Shen Yuxuan merasakan jantungnya berdebar mendengar nada posesif dari ucapan Lin Yuan.
Meskipun dia tahu ini hanya sandiwara, namun perlindungan yang ditawarkan Lin Yuan terasa sangat nyata.
"Itu hanya jebakan kotor dari keluarga Zhao."
Shen Yuxuan menundukkan kepalanya, merasa tidak berdaya.
Lin Yuan berdiri dari sofa dan berjalan mendekati meja Shen Yuxuan.
"Kirimkan alamat kantor Bos Ma kepadaku, Nona Mengting."
Lin Yuan memberi perintah kepada Su Mengting dengan nada yang sangat tenang, namun memancarkan otoritas mutlak.
Su Mengting buru buru mengetik sesuatu di tabletnya dan mengirimkannya ke ponsel Lin Yuan.
"Apa yang mau kau lakukan, Lin Yuan?"
Shen Yuxuan berdiri dari kursinya dengan raut wajah khawatir.
"Bos Ma itu punya puluhan preman bayaran, kau tidak bisa pergi ke sana sendirian."