NovelToon NovelToon
Pegasus From Diamond Planet

Pegasus From Diamond Planet

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:373
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Saat Planet Diamond runtuh menjadi abu akibat amukan monster legendaris Typhon, sebuah pengorbanan darah terakhir mengirim dua benih harapan ke Planet Bumi. Namun, badai dimensi memisahkan takdir mereka secara kejam.
Alan, bocah Pegasus berusia tujuh tahun yang cerdas, terdampar di danau sebuah kastil kuno. Ia ditemukan oleh Jacob, sang Raja Vampir penguasa malam yang mematikan. Di dunia yang dipenuhi predator berdarah dingin, Alan harus bertahan hidup, menyembunyikan sayapnya, dan tumbuh bersama seorang Pangeran Vampir misterius.
Sementara itu, di belahan kota seberang, seorang bayi perempuan berambut seputih salju terlahir dari kristal pualam ajaib di tengah hutan. Dirawat oleh sepasang petani miskin yang menamainya White Crystal, bayi itu menyembunyikan rahasia besar: setiap kali kulitnya menyentuh air, udara musim panas mendadak membeku menjadi es.
Dua penyintas terakhir. Dua klan bumi yang saling bertolak belakang—Vampir yang dingin dan Petani yang naif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Pagi Yang Sangat Dingin

"Lucas... apa... apa matamu juga melihat apa yang baru saja kusaksikan?" bisik Sarah dengan suara bergetar hebat, tubuhnya masih setengah berlutut di lantai pasca-tersandung.

Lucas hanya bisa menganggukkan kepalanya secara perlahan, lidahnya terasa teramat kaku untuk sekadar memproduksi vokal kata.

Pandangan matanya terpaku lurus pada gundukan salju putih bersih yang kini menutupi sebagian papan lantai rumah mereka.

"Iya... aku melihatnya dengan sangat jelas, Sarah," gumam Lucas, suaranya parau dan tercekat.

"Apakah... apakah saat ini otak kita sedang mengalami halusinasi massal akibat kelelahan?"

Lucas mengucek sepasang matanya berulang kali menggunakan punggung tangan, mencoba mengusir ilusi konyol tersebut, lalu mengalihkan fokus tatapannya pada wajah White yang kini kembali terlihat tenang di dalam dekapannya.

"Ini nyata, Lucas. Saljunya... salju ini benar-benar sedingin es," ucap Sarah pelan sembari berjongkok rendah.

Jemarinya yang gemetar menyentuh tumpukan salju di lantai kayu, merasakan sensasi basah dan dingin murni yang menusuk kulit luarnya.

Sarah mendongak, menatap suaminya dengan ekspresi wajah yang sarat akan ketakutan. "Anak ini... bayi perempuan ini benar-benar memiliki kekuatan sihir di dalam tubuhnya, Lucas! Berarti... berarti insiden air mandi yang berubah menjadi es tadi sore juga merupakan perbuatannya! Aku tidak sedang gila!"

Sarah berdiri, lalu kembali duduk di samping Lucas dengan tubuh yang lemas. Lucas menggelengkan kepalanya dengan bingung, otaknya yang logis sebagai petani biasa dipaksa untuk menerima kenyataan magis yang tak masuk akal ini.

"Aku tidak tahu harus menjawab apa, Sarah. Bagaimana... bagaimana kalau kita mencoba membuktikannya sekali lagi untuk memastikan?" usul Lucas dengan nada bimbang.

Sarah tidak membuang waktu. Didorong oleh rasa ingin tahu yang masif, wanita itu segera kembali ke dapur dan membawa segelas air putih biasa. Di hadapan Lucas dan di bawah tatapan sepasang mata bulat White, Sarah dengan sengaja membalikkan gelas tersebut, menumpahkan air putih itu ke lantai udara.

Persis seperti skenario sebelumnya, White yang merasakan ada pergerakan air di dekatnya kembali menggerakkan jemari kecilnya. Pendaran cahaya putih redup keluar dari kulitnya, dan dalam satu ketukan waktu, air tumpah yang belum sempat menyentuh lantai itu kembali meledak pelan, berubah menjadi butiran-butiran salju halus yang jatuh dengan anggun ke permukaan kayu.

"Ya Tuhan... apa yang sebenarnya harus kita lakukan sekarang, Lucas? Makhluk jenis apa putri kecil kita ini? Apakah dia keturunan dari ras penyihir kuno terlarang? Bagaimana jika orang-orang desa Arcania sampai mengetahui rahasia ini?" rentetan pertanyaan cemas keluar dari mulut Sarah yang mendadak panik setengah mati.

Lucas mengusap wajah petaninya dengan kasar menggunakan kedua telapak tangan, mencoba menenangkan badai kecemasan di kepalanya.

Dia menatap lekat wajah White yang kini mulai menguap kecil, sepasang kelopak matanya yang sayu menandakan sang bayi mulai dirundung rasa kantuk akibat menguras energi magisnya.

"Untuk saat ini, dengarkan aku baik-baik, Sarah. Jangan pernah beritahu rahasia ini kepada siapa pun, bahkan kepada tetangga terdekat kita sekalipun," tegas Lucas dengan nada suara yang direndahkan, penuh kehati-hatian.

"Kita sama sekali tidak tahu dari mana asal-usul anak ini berasal, dan eksistensi kekuatan sihir es seperti ini akan menjadi sangat berbahaya bagi nyawanya jika sampai diendus oleh pihak berwenang atau orang-orang serakah di luar sana."

"Aku setuju denganmu, Lucas. Aku teramat mengkhawatirkan masa depannya. Apalagi... jika kau perhatikan secara detail, warna rambutnya yang seputih salju dan iris mata ungunya yang jernih itu sudah sangat berbeda dari struktur fisik manusia normal di Bumi," sahut Sarah dengan bahu yang merosot lemas.

"Bagaimana kalau nanti... saat dia sudah mulai tumbuh besar, kita membelikannya wig rambut berwarna hitam atau cokelat dari pasar kota? Kita bisa menyuruhnya memakai itu setiap kali dia ingin keluar rumah agar penampilannya tidak menarik perhatian publik," usul Lucas mencoba mencari solusi praktis.

Sarah menghela napas panjang yang berat, melayangkan tatapan jengkel pada suaminya. "Kau berpikir terlalu jauh dan konyol, Lucas! Putrimu ini masih seorang bayi fana yang bahkan belum bisa merangkak. Bagaimana bisa otakmu menyuruh seorang anak balita untuk mengenakan wig tebal sepanjang hari nanti?"

Sarah memeluk lututnya di atas sofa, perasaannya diliputi oleh kegundahan yang mendalam. Otak wanitanya mulai menembus waktu masa depan White; memikirkan bagaimana cara anak perempuan misterius ini akan bersosialisasi, bermain, atau bersekolah jika dia memendam perbedaan fisik dan kekuatan magis yang begitu mencolok seperti ini.

Malam pun akhirnya tiba menggantikan senja, membawa kegelapan yang pekat menutupi perbukitan Arcania. Namun, kegelapan malam itu sama sekali tidak mampu menenangkan badai pikiran yang berkecamuk di dalam kepala Sarah.

Wanita itu merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang kayu, tepat di samping boks bayi tempat White tidur, sementara di sisi lain kasur, Lucas sudah terlelap mendengkur halus karena kelelahan fisik yang teramat sangat setelah perjalanan jauhnya dari kota Luminara.

Atmosfer di dalam kamar tidur utama itu terasa jauh lebih sunyi dan mencekam dari biasanya. Tidak ada suara angin malam dari luar, hanya terdengar gaung detak jam dinding kuno yang seolah berpacu seirama dengan detak jantung Sarah yang dipenuhi kecemasan.

Sarah memiringkan tubuhnya, menatap lekat White yang mulai menggeliat tidak tenang dalam tidurnya. Setiap kali bayi perempuan itu menggerakkan jemari kecilnya atau mengubah posisi tidurnya, Sarah secara refleks akan menahan napasnya di dada.

Dia didera ketakutan yang hebat jika White secara tidak sadar melepaskan sisa kekuatan es Pegasus-nya lagi saat bermimpi buruk, yang mana bisa saja mengubah seluruh isi kamar tidur mereka menjadi bongkahan es abadi.

Tiba-tiba, firasat buruk Sarah menjadi kenyataan. Suhu udara di dalam kamar tidur yang semula hangat mendadak merosot drastis hingga mencapai titik beku dalam hitungan detik.

Sarah bisa melihat dengan jelas kepulan uap dingin berwarna putih keluar dari sela-sela bibirnya setiap kali dia mengembuskan napas.

Bulu kuduknya meremang hebat. Wanita itu segera memeriksa selimut rajut yang membungkus tubuh White, dan betapa terkejutnya dia saat melihat ujung kain selimut tersebut mulai mengeras, memutih karena dilapisi oleh kristal-kristal es tipis yang merambat cepat.

"Jangan sekarang, Sayang... tolong, Ibu mohon tidurlah dengan tenang," bisik Sarah dengan nada suara yang bergetar menahan dingin dan ketakutan.

Dia memberanikan diri mengulurkan tangannya, menyentuh kening mungil White. Detik itu juga, Sarah tersentak; kulit dahi bayi itu terasa teramat dingin, sedingin batuan pualam kutub yang tak bernyawa.

Tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri, Sarah segera mengangkat tubuh White, mendekapnya erat-erat ke dalam dada hangatnya, mencoba menyalurkan seluruh sisa kehangatan metabolisme tubuh manusianya untuk meredam hawa beku yang terus memancar dari pori-pori kulit White.

Anehnya, sebuah keajaiban emosional terjadi. Semakin erat Sarah memeluk bayi itu dengan ketulusan kasih sayang seorang ibu, hawa dingin yang mencekam di dalam kamar perlahan-lahan mulai menyusut, menguap kembali ke udara hingga suhu ruangan kembali bergerak normal.

Sarah tertegun di dalam kegelapan kamar, menyadari satu fakta krusial baru: kekuatan sihir es yang tertanam di dalam tubuh White tampaknya bereaksi secara langsung terhadap fluktuasi emosinya dan kedekatan fisik dari orang-orang di sekitarnya.

Dengan hati-hati, Sarah mengusap helai demi helai rambut putih selembut sutra milik bayinya hingga White benar-benar kembali tertidur pulas tanpa ada rona gelisah.

Namun, sepasang mata Sarah tetap terjaga semalaman penuh. Dia menatap hampa ke arah langit-langit kamar dengan perasaan gundah gulana; dia tahu betul bahwa rahasia magis sebesar ini akan menjadi beban takdir yang teramat berat untuk mereka tanggung bersama di masa depan.

Sinar matahari pagi mulai merembes masuk menembus celah-celah gorden jendela, menandakan fajar baru telah tiba di Arcania.

Namun, bukannya terbangun oleh kehangatan pagi, Lucas justru terbangun dengan tubuh yang menggigil hebat di bawah selimut tebalnya.

Gigi-giginya berantukan pelan. Pria itu merasa heran setengah mati; saat ini seharusnya merupakan puncak musim panas yang terik, namun atmosfer kamarnya terasa seperti di dalam gua es.

Saat Lucas membuka kelopak matanya dan menolehkan wajahnya ke arah jendela kaca kamar, pria itu tersentak hebat hingga tubuhnya hampir saja terjatuh dari tepi tempat tidur akibat kepanikan yang mendadak menyerang sistem sarafnya.

"Sarah... Sarah, bangun! Demi Tuhan, lihat itu, bangunlah!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!