NovelToon NovelToon
Dewa Pedang Mad Terbaik

Dewa Pedang Mad Terbaik

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Time Travel / Epik Petualangan
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: jenih

Di dunia yang dipenuhi para ahli bela diri dan kultivator kuat, Goo Yoon hanyalah seorang pemuda biasa yang bahkan tidak mampu mengalahkan murid terlemah di sekte.
Namun Goo Yoon memiliki satu hal yang tidak dimiliki orang lain—tekad yang tidak pernah patah.
Setelah terus dipermalukan dan diremehkan, suatu hari ia menemukan sebuah seni bela diri kuno yang telah lama hilang. Seni tersebut dikenal sebagai Teknik Pedang Dewa Gila, sebuah kekuatan yang bahkan para master legendaris tak mampu kuasai.
Dengan latihan yang penuh darah, rasa sakit, dan kegagalan, Goo Yoon perlahan berubah.
Dari seorang pemuda lemah…
Menjadi legenda yang ditakuti seluruh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jenih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Pemuda yang Diremehkan

Angin dingin berhembus pelan di puncak Gunung Hitam. Kabut tipis menyelimuti halaman luas Sekolah Bela Diri Gunung Hitam, tempat para murid berkumpul untuk berlatih setiap pagi.

Puluhan murid berdiri dalam barisan rapi, masing-masing memegang pedang kayu di tangan mereka. Suara benturan pedang terdengar silih berganti, memenuhi udara dengan dentingan keras.

Clang!

Clang!

Clang!

Para murid saling bertarung untuk melatih teknik mereka. Setiap gerakan dipenuhi kecepatan dan kekuatan.

Namun di sudut halaman yang agak jauh dari keramaian, seorang pemuda berlatih sendirian.

Pemuda itu bernama Goo Yoon.

Tubuhnya tidak besar seperti murid lain. Bahkan terlihat sedikit kurus dibandingkan mereka. Pakaiannya sudah basah oleh keringat, dan napasnya terdengar berat.

Namun meskipun begitu, ia terus mengayunkan pedangnya berulang kali.

Satu tebasan.

Dua tebasan.

Tiga tebasan.

Gerakannya tidak cepat. Bahkan terlihat kaku.

Tiba-tiba suara tawa terdengar dari belakangnya.

"Haha! Lihat itu!"

Beberapa murid mendekat sambil menunjuk ke arah Goo Yoon.

"Itu jurus pedang atau tarian orang sakit?"

Yang lain ikut tertawa keras.

"Sudah tiga tahun di Sekolah Gunung Hitam, tapi masih saja lemah."

Seorang murid bertubuh besar melangkah maju dengan wajah penuh ejekan.

"Hei Goo Yoon, kenapa kamu masih di sini?"

"Orang sepertimu tidak akan pernah menjadi pendekar."

Beberapa murid lain mengangguk setuju.

"Bahkan murid baru kemarin lebih kuat darimu."

Tawa kembali pecah di halaman latihan.

Goo Yoon terdiam.

Tangannya yang memegang pedang sedikit bergetar.

Bukan karena takut.

Namun karena menahan sesuatu yang jauh lebih berat di dalam hatinya.

Ia menundukkan kepala, menatap tanah di bawah kakinya.

Kata-kata mereka memang benar.

Ia memang lemah.

Selama tiga tahun berada di Sekolah Gunung Hitam, kemampuannya hampir tidak berkembang. Ia selalu kalah dalam setiap latihan tanding.

Namun ada satu hal yang tidak pernah berubah dari dirinya.

Tekadnya.

Goo Yoon perlahan mengangkat pedangnya lagi.

Seorang murid mencibir.

"Masih mau latihan?"

"Menyedihkan sekali."

Namun Goo Yoon tidak menjawab.

Ia menarik napas panjang, lalu mengayunkan pedangnya kembali.

Swish!

Gerakan itu sederhana, tetapi penuh kesungguhan.

Sekali lagi.

Swish!

Dan sekali lagi.

Swish!

Setiap tebasan dilakukan dengan seluruh tenaga yang ia miliki.

Tangan Goo Yoon mulai terasa mati rasa. Bahunya terasa seperti terbakar. Nafasnya semakin berat.

Namun ia tidak berhenti.

Karena Goo Yoon tahu satu hal.

Jika ia berhenti sekarang…

Maka semua ejekan itu akan menjadi kenyataan.

Matahari perlahan naik lebih tinggi di langit.

Sebagian besar murid sudah selesai berlatih dan kembali ke asrama mereka.

Namun Goo Yoon masih berada di tempat yang sama.

Pedangnya terus bergerak.

Tebasan demi tebasan.

Seratus kali.

Dua ratus kali.

Bahkan setelah tangannya hampir tidak mampu bergerak lagi, ia tetap memaksakan dirinya.

Akhirnya, tubuhnya kehilangan keseimbangan.

Tubuh Goo Yoon jatuh berlutut ke tanah.

"Hah… hah…"

Napasnya terengah-engah.

Keringat menetes dari wajahnya ke tanah.

Namun di balik kelelahan itu, matanya masih menyala penuh tekad.

Goo Yoon menatap pedang di tangannya.

"Aku memang lemah sekarang…" gumamnya pelan.

"Tapi suatu hari nanti…"

Tangannya menggenggam gagang pedang lebih erat.

"Aku akan menjadi orang terkuat di dunia."

Angin kembali berhembus melewati halaman kosong itu.

Tidak ada yang mendengar sumpahnya.

Tidak ada yang percaya padanya.

Namun Goo Yoon tidak peduli.

Karena jauh di dalam hatinya, ia tahu…

Perjalanan panjangnya baru saja dimulai.

Dan suatu hari nanti, nama Goo Yoon akan mengguncang seluruh dunia bela diri.

1
Suarlan
betul...awalnya pedang kayu, tiba tiba berubah jadi tongkat kayu, tanpa suatu narasi.
Shen shandian luo
tiap bab terputus..pertarungan tak pernah sampai selesai..novel sampah..
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Iya, baru saja dimulai /Determined/, AYOOOO!
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Kan memang ada batu besar di sepunggungnya, Thor🙃
Nh4Fi
brasa ky meloncat.i bbrapa chapt
Nh4Fi
itu pedang kayu knp brubah jd tongkat kayu?
yg bner mn nih?
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Semangat Goo Yoon /Smile/
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
BAGUS BANGET! Dalam beberapa kata aja aku udah suka dengan Goo Yoon. Dia itu MC yang benar-benar zero to Hero, gak ada usaha yang gak ada bayarannya.

Hubungannya dengan gurunya membuat aku nostalgia sama guruku /Determined/
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Goo Yoon itu tipe MC yang manusiawi banget, bukan seorang jenius, tapi gak berhenti untuk usaha, aku merasa kayak melihat diriku yang hampir menyerah dulu. Rasanya ingin mengikuti jejak dua/Determined/
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Goo Yoon, aaah, aku suka banget dinamika mu😭
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Go Goo Yoon, kalau orang lain pasti sudah mundur kalau enggak mati/Determined/
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Aku suka dengan penggambaran Gu yang terus berusaha untuk berkembang dan lebih fokus ke perkembangan diri daripada balas dendam /Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!