NovelToon NovelToon
Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Mafia
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dini Andreina

Lyra Aldebaran hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan pertunangannya. Namun satu malam di klub hotel mewah mempertemukannya dengan pria yang tidak seharusnya ia kenal.

Darius Baskara, Pria dingin dan berbahaya yang menguasai dunia gelap kota. Sebuah kejadian membuat mereka terjebak bersama sepanjang malam. Lyra mengira semuanya akan berakhir saat pagi datang. Ia salah,Karena bagi seorang mafia seperti Darius Baskara, sekali ia menginginkan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Andreina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyawamu

Subuh baru saja datang ketika kabar itu tiba. Leon masuk ke ruang tunggu ICU dengan langkah cepat.

"Tuan."

Darius yang duduk di kursi dekat kaca ICU langsung menoleh.

"Apa?"

Leon menundukkan kepala sedikit, "Kami menemukan mereka."

Tatapan Darius mengeras."Ara."

Leon mengangguk."Dia bersama beberapa orang kepercayaan Viktor." Ruangan terasa lebih dingin.

"Mereka bersembunyi di apartemen lama di distrik pelabuhan."

Darius berdiri perlahan."Dimana mereka sekarang?"

Leon menjawab tanpa ragu."Orang-orang kita sudah menahan mereka."

Sunyi sejenak.

Darius menatap tubuh Lyra melalui kaca ICU. Wanita itu masih terbaring lemah di ranjang, Mesin monitor berdetak stabil. Namun tubuhnya masih sangat pucat, Darius berkata pelan,"Jaga mereka tetap hidup."

Leon mengangguk.

"Ara juga?"

Tatapan Darius berubah tajam"Terutama dia."

Namun sebelum mereka bisa bergerak suara langkah kaki terdengar di lorong, Pelan, Tenang, Tidak terburu-buru. Beberapa pria bersetelan jas hitam berjalan masuk, Dan di tengah mereka seorang pria tinggi dengan senyum tipis, Leon langsung mengenalinya.

"Viktor…"

Viktor Hale berhenti beberapa meter dari mereka.

Seolah rumah sakit itu miliknya. Seolah tidak ada penjaga bersenjata di luar, Ia melihat ke arah ruang ICU. Matanya berhenti pada tubuh Lyra di dalam, Lalu ia tertawa kecil"Jadi dia masih hidup." Darius tidak bergerak, Namun auranya berubah, Lebih berbahaya.

Viktor melangkah sedikit lebih dekat. "Kau tidak akan menyerangku di sini, Darius." Ia mengangkat bahu santai."Rumah sakit."

"Tempat penuh orang tak bersalah."

Tatapannya menjadi lebih tajam"Kau bukan monster seperti itu." Sunyi beberapa detik.

Kemudian Viktor berkata dengan nada yang hampir seperti ejekan."Tapi aku akhirnya mengerti sesuatu."

Matanya kembali ke Lyra, "Wanita itu."Senyumnya melebar."Dia adalah nyawamu."

Leon mengepalkan tangannya, Namun Darius tetap diam, Viktor melanjutkan,"Aku melihat laporan dokter." Ia mendekat sedikit lagi. "Racun itu seharusnya membunuhnya." Namun ia tertawa pelan.

"Lucunya…" Tatapannya kembali ke tubuh Lyra.

"...wanita ini menolak mati." Nada suaranya berubah sedikit kagum. "Racun mematikan sudah masuk ke tubuhnya." "Tapi dia tetap bertahan." Ia menatap Darius langsung "Wanita yang keras kepala."

Sunyi beberapa detik, Kemudian Viktor berkata pelan hampir seperti janji. "Bayangkan saja jika lain kali aku mencoba lagi."

Leon langsung melangkah maju, Namun tangan Darius menahannya, Viktor tersenyum."Tenang."

"Aku tidak datang untuk membunuh siapa pun malam ini."

Ia mundur satu langkah"Terlalu mudah."Kemudian ia berkata pelan dengan tatapan penuh tantangan. "Aku ingin melihatmu hancur lebih dulu." Tatapannya kembali ke Lyra sekali lagi."Lindungi dia baik-baik, Darius." Senyumnya semakin tipis."Karena selama dia hidup…"

"...kau akan selalu bisa disakiti." Viktor berbalik dan berjalan pergi. Para pria di belakangnya ikut mengikuti.

Lorong kembali sunyi, Namun ketegangan tertinggal seperti racun di udara, Leon berkata pelan,

"Tuan…" Namun Darius tidak menjawab Matanya masih tertuju pada ruang ICU.Pada Lyra, Pada wanita yang hampir mati malam itu, Dan sekarang menjadi alasan terbesar perang ini. Akhirnya Darius berkata pelan, Namun suaranya lebih dingin dari es. "Leon."

"Ya, Tuan."

"Bawa Ara kepadaku."

Sunyi sejenak.

"Kita mulai dari dia."

Di balik kaca ICU jari Lyra bergerak sedikit, Seolah tubuhnya masih berjuang, Karena tanpa dia tahu hidupnya sekarang adalah pusat dari perang yang lebih besar dari yang pernah ia bayangkan.

*****

Gudang bawah tanah milik Darius sunyi. Lampu menggantung redup di langit-langit beton, Di tengah ruangan Ara terikat di kursi besi, Wajahnya sudah penuh luka, Darah kering di sudut bibirnya. Darius berdiri beberapa langkah di depannya, Tatapannya kosong. Leon berdiri di sisi ruangan bersama beberapa penjaga. Sudah berjam-jam interogasi itu berlangsung. "Aku akan tanya sekali lagi," kata Darius tenang. "Semua rencana Viktor."

Ara tertawa pelan, Suara itu serak "Kau benar-benar berubah."

Darius tidak bereaksi, Ara melanjutkan dengan suara yang hampir seperti ejekan"Semua ini karena dia."

Matanya menyipit "Lyra."

Darius melangkah mendekat, Ara meringis ketika pria itu mencengkeram dagunya "Jawab."

Beberapa detik Ara hanya menatapnya, Kemudian sesuatu dalam dirinya seperti runtuh, Ia tertawa kecil.

"Baik."

"Baik… aku akan bicara."

Leon langsung memperhatikan, Ara menarik napas berat. "Viktor sudah mengincarmu sejak lama."

"Serangan di club dulu… itu juga dia."

"Penembakan Lyra di jalan… rencananya untukmu."

Ia berhenti sejenak.

"Dan racun di ICU...." Ara menatap Darius langsung.

"Itu aku yang mengaturnya."

Ruangan menjadi sangat sunyi, Leon bahkan menahan napas, Ara melanjutkan dengan suara pelan, "Aku ingin dia mati." Matanya penuh emosi yang campur aduk. "Jika aku tidak bisa memilikimu…"

"...aku tidak ingin siapa pun memilikimu."

Darius menatapnya beberapa detik, Tidak ada kemarahan di wajahnya, Hanya kedinginan, Lebih buruk dari marah, Akhirnya ia berkata pelan kalimat yang seperti memutus sesuatu selamanya.

"Kau bukan lagi keluargaku."

Ara membeku, Darius menatapnya dengan dingin.

"Kau pengkhianat."

Ia berbalik, Namun sebelum pergi ia memberi perintah tanpa menoleh.

"Pastikan dia tetap hidup."

Leon mengangguk "Ya, Tuan."

Darius berjalan keluar, Dan untuk Ara itu lebih menyakitkan dari hukuman apa pun.

*****

Beberapa minggu berlalu, Musim hujan mulai mereda. Di rumah sakit Lyra sudah bisa duduk di ranjang, Perban di tubuhnya hampir dilepas, Lukanya masih sakit. Namun ia hidup dan itu sudah seperti keajaiban. Leon berdiri di dekat pintu kamar, Lyra menatapnya.

"Leon."

"Ya, Nona."

"Darius dimana?"

Leon tersenyum kecil.

"Tuan sedang mengurus beberapa hal."

Lyra menghela napas pelan "Dia selalu begitu."

Leon melirik jam, "Sebentar lagi dia datang."

Lyra mengangguk"Baiklah."

Ia melihat keluar jendela, Langit sore terlihat tenang.

Namun jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Entah kenapa. Beberapa menit kemudian pintu kamar terbuka. Langkah kaki yang sangat ia kenal masuk ke ruangan, Lyra langsung menoleh, Darius. Tanpa mengatakan apa pun pria itu berjalan langsung ke arahnya, Dan memeluknya Kuat. Seolah memastikan ia benar-benar ada, Lyra terkejut sebentar, Namun kemudian ia memeluk balik Darius menunduk. Bibirnya menyentuh kening Lyra dengan lembut.

Gerakan yang jarang ia tunjukkan pada siapa pun.

"Aku hampir kehilanganmu," bisiknya pelan.

Lyra tersenyum kecil "Aku tahu."

Beberapa detik mereka hanya diam seperti itu.

Akhirnya Darius berkata"Siap untuk pulang?"

Lyra menatapnya, Matanya sedikit berkilat nakal.

"Iya." Ia mendekat sedikit, Kemudian berbisik pelan di dekat bibirnya kalimat yang membuat Darius berhenti bernapas sejenak, "Aku rindu menciummu."

Senyum kecil muncul di wajah pria itu, Namun di balik kelembutan momen itu perang mereka dengan Viktor belum selesai, Dan di suatu tempat di kota yang sama Viktor Hale sedang menyiapkan langkah berikutnya.

1
Dini Andreina
sabar ya ka hari ini langsung banyak
Tanece Alu Bunga
update lama.kali thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!