NovelToon NovelToon
MANTAN ISTRI SATU MILIAR

MANTAN ISTRI SATU MILIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Aliya mencintai Ibas dengan tulus, namun Ibas membalasnya dengan luka. Demi kekasihnya, Nadia, Ibas menceraikan Aliya secara rahasia. Ia kemudian membayar Aliya satu miliar rupiah agar tetap tinggal serumah demi menipu keluarga besar mereka.
​Namun, sandiwara itu justru membuat Ibas terjebak dalam rasa yang tak semestinya. Saat kebenaran terungkap dan Aliya memilih pergi selamanya, Ibas baru menyadari bahwa ia telah membuang permata demi kerikil.
​Kini, Ibas harus berjuang mengejar maaf Aliya. Sialnya, ia bukan lagi satu-satunya pria yang menunggu. Ada Aufar, sepupunya sendiri, yang sudah lama menyiapkan hati untuk melindungi Aliya.
​Siapakah yang akan Aliya pilih? Pria yang menghancurkannya, atau pria yang menyembuhkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehidupan Ibas

"Kok, mukanya jadi tegang gitu? Biasa aja, kali. Aku cuma bercanda, Al."

Aufar berusaha menguraikan suasana yang sempat sedikit tegang. Dari mimik wajah Aliya, Aufar bisa menilai bahwa perempuan itu masih belum selesai dengan masa lalunya.

Bayang Ibas masih ada diantara hati dan pikiran Aliya. Sekalipun enggan mengakui, namun Aufar tetap tahu. Dia mampu membaca bahwa Aliya masih belum melupakan sepupunya meski sudah berusaha semaksimal mungkin.

"Siapa yang tegang? Nggak, kok," sangkal Aliya.

Perempuan itu membuang pandangan ke arah lain. Dia bukannya tak tahu jika Aufar memiliki perasaan lebih terhadapnya.

Hanya saja, luka yang ditimbulkan Ibas masih belum kering. Jahitan didalam hatinya masih basah. Dan, dia tidak ingin Aufar menjadi sekadar pelarian.

Kalaupun, pada akhirnya Aliya bisa membuka hati lagi, dia ingin memberikan hatinya secara penuh. Tidak setengah-setengah dengan bayang masa lalu yang menghantui.

"Sudah jam segini," kata Aufar sambil menatap jam tangan edisi terbatas yang melingkar gagah di pergelangan tangannya. "Aku harus pulang. Ada meeting online yang harus aku hadiri."

"Thanks buat bantuannya hari ini, Kak," ucap Aliya dengan tulus.

"It's ok. Nggak perlu sungkan," balas Aufar, tersenyum.

Wajah tampannya memang memiliki sedikit kemiripan dengan Ibas. Namun, Aufar memancarkan aura kedewasaan yang semakin matang. Berbanding terbalik dengan Ibas yang justru masih memiliki sisi kekanak-kanakan.

Aliya melambaikan tangan saat Aufar pulang menggunakan sepeda listriknya. Kemeja kotak-kotak yang Aufar jadikan sebagai luaran tampak terbang melambai dimainkan angin.

Lama-kelamaan, sosoknya semakin terlihat kecil dan akhirnya perlahan menghilang di tikungan jalan.

*****

Ditempat yang ratusan kilometer jauhnya dari kota kecil dipinggir pantai yang sekarang menjadi rumah untuk Aliya, Ibas justru sedang sibuk dengan pekerjaan kantor yang semakin padat dan terasa sulit.

Bertekad keras untuk memenangkan tantangan dari sang Ibu, Ibas tak melewatkan satu detik pun dengan sia-sia.

Dia benar-benar bekerja dengan keras. Bu Inggar saja sampai geleng-geleng kepala melihat progress Ibas yang terlampau cepat menanjak.

Dari sosok laki-laki manja, paling tidak peduli, serta menganggap senang-senang sebagai kebutuhan nomor satu, kini Ibas sudah bermetamorfosis menjadi laki-laki yang pekerja keras, ulet, pantang menyerah, dan menjadikan pekerjaan sebagai prioritas utamanya saat ini.

Semua demi satu tujuan. Bertemu kembali dengan Aliya. Hanya itu.

"Ibas!"

Sore hari, saat pulang kerja, Ibas dikejutkan dengan kedatangan Nadia yang tiba-tiba. Perempuan itu langsung memeluknya erat.

"Lepas, Nadia!" kata Ibas dengan kalimat tegas.

Terlalu banyak orang yang memperhatikan mereka. Seharusnya, Nadia bisa lebih menjaga sikap. Apalagi, sekarang mereka sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi.

"Bas, kamu kemana aja? Kenapa nomor kamu nggak bisa dihubungi selama satu bulan ini?" tanya Nadia.

Pelukannya semakin erat, semakin posesif.

"Nad, jangan gini!" ucap Ibas sambil memegang kedua bahu Nadia lalu mendorong perempuan itu dengan sedikit mengerahkan tenaga.

Akhirnya, pelukan Nadia dari tubuhnya terlepas juga.

"Bas... Apa kamu benar-benar udah nggak mau aku lagi?" tanya Nadia dengan mata berkaca-kaca.

"Ya," angguk Ibas. "Kita sudah putus. Aku harap, kamu bisa terima."

"Nggak," geleng Nadia. "Aku nggak setuju untuk putus, Bas. Aku nggak bisa hidup tanpa kamu."

"Kamu harus bisa, Nadia."

"Nggak bisa." Suara Aliya tercekat. Perpisahan selama satu bulan lebih dengan Ibas membuat dia benar-benar menderita. kini, Nadia sadar akan satu hal. Bukan lagi Ibas yang butuh dirinya. Justru, malah dirinya yang sekarang butuh Ibas.

"Nad, udah, ya! Mending kamu lepasin aku!" bujuk Ibas.

"Nggak," geleng Nadia sekali lagi. "Tolong kasih aku kesempatan buat tebus segalanya, Bas! Aku mohon! Aku janji nggak akan manja lagi. Aku janji nggak akan ngamuk-ngamuk lagi. Aku juga janji nggak akan menghina orangtua kamu lagi. Aku janji, aku akan jadi perempuan baik-baik seperti Aliya. Tapi, kita balikan, ya! Please!"

Nadia merengek. Memohon dengan air mata yang tertahan sedari tadi.

Sayangnya, hati Ibas terlanjur sudah beku. Hanya akan mencair jika Aliya yang melakukannya.

"Maaf, Nadia! Nggak bisa," tolak Ibas. "Sekarang, lebih baik kamu pergi! Nggak pernah ada toleransi untuk orang yang berani menghina orangtua ku."

Nadia menundukkan kepalanya. Matanya terpejam sesaat. Dia berusaha menanggalkan rasa malu didepan Ibas demi mengatakan satu hal yang sebenarnya menjadi tujuan utamanya untuk datang menemui Ibas hari ini.

"Kalau gitu... apa aku boleh minta uang sama kamu?" tanya Nadia. "Nggak banyak, Bas. Cuma lima juta."

"Lima juta!? Buat apa?"

"Ba-bayar hutang ke temen ku," jawab Nadia terbata.

"Memangnya, kamu pinjem duit buat apa?"

Nadia terlihat gugup. "Buat... beli tas baru," jawabnya sambil tertunduk malu.

"Maaf, bulan ini aku belum gajian. Jadi, nggak ada uang," tolak Ibas tegas.

Sudah saatnya dia belajar berkata 'tidak' kepada Nadia. Sudah saatnya, dia berhenti memanjakan keserakahan perempuan itu.

1
Kar Genjreng
cinta di tolak bogem. bogem bertindak ya Bas,,,,jangan minta saja baik baik gitu ngomong secara baik jangan TREMOSI. juga ya sama Aufar. karena Aufar juga baik,,,bershujud Bas siapa tau dapat di mengerti oleh Aliya dan Aufar niatmu baik ya semoga ya ,,, tetapi luka Aliya memang dalam si Bas,,,,Yo berusahalah sekuat jiwa ragamu


👍😮👍👍👍💪
Ilfa Yarni
siapa yg bakal alya pilih augara atau balik ke iBas ya
sunaryati jarum
Tidak tahu malu dan menjilat ludahnya sendiri Ibas
Jangan sampai Aliya balikan sama Ibas.Seperti memperlakukan barang untuk uji coba, setelah dengan mantannya tidak enak mau coba istri yang telah dibuang dan dihina seperti barang dagangan dengan satu milyar, Alhamdulillah Aliya hanya mengambil 200 juta.
Kar Genjreng: kodrat kebanyakan laki laki kan seperti punya daya sendiri ,,,,setelah kehilangan baru lah menyesali,,,,
total 1 replies
partini
enak bener jadi Ibas,udah nyakitin menyesal minta rujuk
untung mantan istri cintanya tulus dan mulus jadi gampang rujuknya
Kar Genjreng
entah perasaan apa yang Aufar rasakan tetapi keliatan sangat menyayat hati,,,sedih campur lemes seketika. apakah nasibnya akan menjadi jomblo kembali dan cinta terpendam nya tidak pernah terealisasi 😭😭 tapi jodoh kadang kita tidak tahu,,,mungkin Ibas memang pernah gagal menjadi pasangan Aliya ,,, ya karena pengaruh dan belum tau rasanya kehilangan dan dalam keadaan terpuruk,,,nah sekarang baru menyadari ternyata wanita yang ada di samping nya dan telah di buang kini menjadi tempat untuk di rindukan,,,,maaf Aufar pasti akan ada gadis yang baik di tempat lain ,,,dan tentunya bisa menjadi rumah buat pulng untuk mu,,, biarlah asal. sepupu mu bisa bersatu ,,,kasih ultimatum bila menyakiti Aliya kembali tidak ada ampun,,, Ok lanjut
Ilfa Yarni
siapa yg akan dipilih alya aufar atau iBas penasaran
Aidil Kenzie Zie
nggak usah sok-sokan drama wong masalah ini kamu yang buat
Kar Genjreng
bas jangan TREMOSI dulu lo kan memang Aufar yang jaga Alya tetapi rupanya Aufar jaga adak
Kar Genjreng
😮 bagaimana ya kasih kesempatan tidak ya kalau ibas ngajak balikan,,,tapi kan tidak harus balikan to terserah juga si Aliya yg menguntungkan
Ilfa Yarni
.mknya bas jd laki2 itu jgn macam2 setelah sadar baru nyesel tp semua udah terlambat gmn sakit kan
Ilfa Yarni
bingung ya hrs milih siapa klo aku sih mending aufar tp ga tau jg kasian jg sebenarnya ibas
sunaryati jarum
Aufar nggak merebut tapi Aliya sudah kau lepaskan, lagian PD amat kamu jika.Aliya masih mau sama kamu
Kar Genjreng
cinta Aufar terkenzel kembali ya Allah melas men😄 deketin mantan sepupu nya di abaikan sekarang justru mantannya sedah berusaha sangat keras 💪 semangat Basss jangan kendor insyaf sudahan makanya lain kali punya wanita setia jangan di tipu dan ganjen abis haduuh rempes feh😮😮
Ilfa Yarni
m menyesalkan kmknya jd cowok itu yg benar iBas udah rasakan dulu apa yg dirasakan alya dulu
RaisyaMOM
Hai author mau nanya aja aku juga penulis dari 2020 waktu puncak jaya nya author ni mangatoon… sekarang masih kayak dulu gak si pambacanya 🥲 kangen nulis lagi
Kar Genjreng
ya karena Ibas sudah berubah dan ingin serius memperbaiki kembali bersama Aliya,,,,ya semoga saja Allah masih memberikan kesempatan buat orang yang sudah menyakiti tetapi sekarang sudah insyaf dan bertaubat. ,,,
Aidil Kenzie Zie
mana ada rebut Aliya dari kamu Bas kalian kan udah cerai
Arbaati
menarik, selalu ditunggu updatenya
Ilfa Yarni
imas knp dia sakit apa sebenarnya kasian jg iBas tp mau gmn lg itu udah konsekwensi dr perbuatannya pd alya dan skr baru menyesal
sunaryati jarum
Benar ikhlaskan Aliya itu konsekuensi dari perbuatamu padanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!