NovelToon NovelToon
The Adgof

The Adgof

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romantis / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Setelah kecelakaan tragis empat tahun lalu, Lyodra Taylor terbangun dari koma panjang di Chicago dalam keadaan amnesia total. Keluarganya, yang menyimpan dendam dan mengira kecelakaan itu adalah sabotase bisnis, memilih memalsukan kematian Lyodra dan menghapus seluruh masa lalunya—termasuk rahasia bahwa ia sempat hamil dan keguguran saat kecelakaan terjadi.
Di sisi lain, Archello Dominic, sang kekasih yang hancur karena mengira Lyodra telah tiada, berubah menjadi pria yang dingin dan menutup diri. Di bawah tekanan ibunya, Archello terpaksa bertunangan dengan Oliver Bernardo, seorang gadis baik hati yang tidak tahu apa-apa tentang konspirasi besar di balik perjodohan mereka.
Tanpa mereka sadari, kecelakaan itu sebenarnya adalah skenario manipulatif kakek Oliver demi ambisi bisnis keluarga. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang membeku dan kebohongan yang rapi tersusun, Archello mulai berjuang antara kesetiaannya pada memori Lyodra atau membuka hati bagi ketulusan Oliver.

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#35

Waktu adalah pencuri yang paling mahir. Ia mencuri tawa bayi Lincoln dan menggantinya dengan suara bariton yang berat, mencuri langkah-langkah kecil di koridor Mansion Dominic dan menggantinya dengan deru mesin supercar yang memekakkan telinga New York.

Lincoln Dominic kini berusia delapan belas tahun. Di dalam dinding kediaman keluarganya, ia masih menjadi "Pangeran Lincoln" yang manis. Ia masih mencium tangan Lyodra setiap pagi dan mendengarkan nasihat Archello dengan saksama. Namun, begitu gerbang besi mansion itu terbuka dan ia berada di balik kemudi kemewahan yang tak terbatas, Lincoln berubah menjadi badai yang tak terkendali.

Markas mobilnya di pinggiran kota—sebuah gudang industri yang disulap menjadi bengkel futuristik—adalah tempat sucinya. Di sana, aset 1,4 miliar dolar yang ia miliki sejak bayi seolah hanya menjadi angka untuk membeli mesin-mesin tercepat. Balapan liar di jalanan Manhattan yang sunyi saat dini hari, pesta pora di bar eksklusif yang hanya bisa dimasuki oleh klan elite, dan barisan gadis yang memujanya adalah makanan sehari-hari. Baginya, ciuman di kelab malam bukan lagi hal tabu, melainkan sekadar basa-basi sosial di dunianya yang liar.

Namun, di belahan lain kota yang sama, sebuah badai berbeda sedang berkecamuk di dalam Mansion Smith.

Maggie Gyllenhaal Smith, gadis berusia enam belas tahun dengan rambut panjang berantakan namun modis, duduk di sofa ruang keluarga yang luas. Ia tampak tidak peduli dengan keributan yang terjadi di depannya. Matanya fokus pada layar ponsel, sementara mulutnya sibuk meniup permen karet hingga membentuk balon besar, lalu... Plaakk! Balon itu pecah di wajahnya.

Di hadapannya, Mommy dan Daddy-nya sedang terlibat pertengkaran hebat yang sudah berlangsung selama satu jam. Topiknya? Siapa yang harus bertanggung jawab mengantarkan Maggie ke sekolah barunya besok pagi.

"Lihat anakmu, Katherine! Dia baru dua hari kembali dari Berlin dan dia sudah terlihat seperti preman wanita!" teriak sang ayah, suaranya menggelegar. "Pakaian serba hitam, tindikan di mana-mana, dan sikap membangkang itu? Ini pasti karena kau membiarkannya bebas di Berlin bersama para mermaid itu!"

Sang ibu membalas dengan teriakan yang tak kalah kencang. "Jangan salahkan aku! Kau yang terlalu sibuk dengan bisnismu sampai tidak tahu anakmu masuk ke klub malam di usia lima belas tahun dan balapan liar di sirkuit ilegal!"

"Dan berpacaran dengan pria dewasa!" sang ayah menunjuk Maggie dengan telunjuk gemetar. "Siapa namanya? Ares? Pria itu berumur dua puluh tiga tahun, Katherine! Dan putri kita masih enam belas tahun! Itu bukan remaja, itu masih anak-anak!"

Maggie memutar bola matanya, akhirnya menurunkan ponselnya. "Ares tidak seburuk itu, Dad. Kalian membawaku dari Berlin hanya untuk melihat kalian bertengkar setiap hari?"

"Maggie sayang," ibunya mendekat, mencoba melembutkan suara. "Kami membawamu pindah karena Ares buruk untukmu, Nak. Dia pria dewasa yang tidak punya masa depan. Di New York, kau akan memulai hidup baru di sekolah yang lebih baik."

"Aku pandai menjaga diri, Dad," potong Maggie tegas, menatap ayahnya dengan tatapan menantang yang mirip dengan seseorang yang belum pernah ia temui. "Aku akan menghajarnya jika dia berani melewati batas. Kalian tidak perlu mengatur siapa yang boleh aku sukai."

Malam itu, New York terasa gerah. Lincoln Dominic baru saja memenangkan balapan di jembatan Brooklyn, memacu mobil sport hitam safirnya melampaui batas kecepatan yang diizinkan. Ia berdiri di pinggir jalan, memegang botol air mineral, dikelilingi oleh teman-temannya dan beberapa gadis yang mencoba mencari perhatiannya.

Di saat yang sama, sebuah taksi berhenti tak jauh dari sana. Maggie keluar dari taksi itu, mencoba mencari udara segar setelah kabur lewat jendela kamarnya. Ia muak dengan pertengkaran orang tuanya. Ia berjalan menyusuri trotoar dengan jaket kulitnya, langkahnya santai namun waspada.

Mata Lincoln, yang biasanya bosan dengan segala kemewahan, tiba-tiba menangkap sosok gadis yang berjalan dengan sikap masa bodoh itu. Ada sesuatu yang berbeda dari gadis itu—dia tidak menatap Lincoln dengan pandangan memuja seperti gadis-gadis lain. Maggie justru menatap kerumunan pembalap itu dengan pandangan meremehkan, seolah-olah deru mesin jutaan dolar itu hanyalah kebisingan yang mengganggu tidurnya.

"Siapa gadis itu?" gumam Lincoln pelan, matanya tidak lepas dari sosok Maggie yang terus berjalan menjauh.

"Entahlah, Linc. Anak baru mungkin," jawab salah satu temannya.

Lincoln tersenyum tipis. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, rasa penasarannya bangkit.

Maggie terus meniup permen karetnya, sementara Lincoln menyalakan kembali mesin mobilnya. New York akan menjadi saksi bahwa darah muda yang penuh pemberontakan adalah api yang paling sulit dipadamkan.

🌷🌷🌷🌷

Jangan lupa tinggalkan jejak dan komentar-nya kak kalo suka cerita ini 🥰

1
Meris
suka dgn karakter Alexander Dominic
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampir kak🥰
total 1 replies
Meris
Suka dgn ketegasan Ello...sbg suami yg bertanggungjawab.
winpar
gmna yh pertemuan mreka????
winpar
smkin seru thor 🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
ceritanya selalu aj bgus 🥰😍
ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
winpar
seru🥰😍
winpar
kk cerita ini msih lnjut kn kk????
ros 🍂: masih kak🙏
total 1 replies
winpar
smga cinta elo dan lyodra kuat mnghdpi neneknya yg jhat
Amy Chacha
sangat suka dengan alur ceritanya gk bertele2 dan kasian lyodra thor pertemukan dengan ello thor kasian lyodra thor
ros 🍂: Sabar kak ini ujian 🤭🥰
total 1 replies
Amy Chacha
lanjut lagi thor up yang banyak
Amy Chacha
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!