Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nenek Carrol
Setelah delapan jam berada di udara, akhirnya Alya dan Raka tiba di negara Banda, tepatnya di kota Seba, ibukota negara itu. Alya mengalami jet lag yang cukup parah, karena ini merupakan perjalanan terjauhnya menggunakan pesawat.
Raka langsung membawa Alya ke kamar yang sudah di sediakan oleh seorang pelayan dirumah nenek dan kakeknya.
ya, untuk saat ini Alya dan Raka akan tinggal bersama kakek Aaron dan nenek Carrol.
saat Raka dan Alya tiba, kedua orang tua itu tak ada dirumah. kata pelayan rumah itu, kedua orang tua itu sedang menghadiri sebuah pertemuan perusahaan.
Alya sedikit bingung dengan ucapan sang pelayan, karena sebelumnya bu Rany sempat katakan bahwa kakek Aaron sedang sakit dan dirawat dirumah sakit namun mengapa tiba-tiba pria paruh baya itu sudah menghadiri pertemuan perusahaan.
wanita cantik itu ingin menanyakan pada Raka, namun karena jet lag yang ia alami membuat Alya mengurungkan niatnya.
niatnya ingin berbaring sebentar, Alya justru ketiduran, ketiduran yang membuat wanita itu harus bangun pukul sepuluh malam, dan melewatkan makan malamnya.
Alya bangun, dan mendapati ranjang yang kosong.
"mungkin saja Raka udah bangun" batin Alya. tak menunggu lama, Alya langsung menuju kamar mandi untuk mandi karena badannya terasa begitu lengket.
selesai mandi, Alya kemudian melakukan ritualnya sebagai seorang perempuan setelah mandi. Setelah, selesai melakukan rangkaian perawatan untuk wajah dan tubuhnya, Alya berencana keluar kamar, untuk mencari suaminya.
Baru saja tangannya yang mungil akan memutar kenop pintu, namun suara nenek Carrol membuat wanita itu mengurungkan niatnya.
"nenek baru tahu, ternyata isterimu sangat malas. masa pelayan yang harus melayani makan malam mu?"
degh,,,
seperti tersengat listrik, tubuh Alya terasa kaku mendengar ucapan nenek Carrol dari dalam kamarnya.
kamar yang ditempati Alya dan Raka berada di lantai satu, mereka menempati kamar tamu jadi sudah pasti Alya akan mendengar setiap ucapan mereka.
suara wanita paruh baya itu bahkan cukup besar, seperti sengaja untuk membuat Alya mendengar nya.
"pasti, kamu sangat memanjakannya, kan?" tambah wanita itu lagi.
tak lama kemudian, Alya mendengar suara Raka, namun samar-samar. sepertinya pria itu sedang mencoba untuk menenangkan neneknya.
setelah menunggu beberapa saat, dan sudah tak terdengar suara. Akhirnya, Alya menarik nafas dalam dan mencoba untuk keluar dari kamarnya.
Bagaimana pun, ia harus menyapa kedua orang tua itu, karena belum sempat menyapa mereka saat tiba tadi.
ceklekk,,
Alya membuka pintu kamar, namun yang ia dapati hanya ruang tamu yang kosong. Alya melayangkan pandangannya untuk mencari sosok suaminya.
wanita cantik itu, mencoba untuk berjalan ke ruang belakang rumah itu. Rumah kakek Aaron sangat besar membuat Alya sedikit ketakutan.
"kaa,,Raka" panggil Alya, namun tak ada sahutan. Alya berjalan lagi ke arah belakang rumah itu, namun tak ia temui sosok yang sedang ia cari.
Alya kemudian melihat ke arah samping, dan melihat sebuah pintu yang cukup unik. Sedikit penasaran, akhirnya Alya mencoba untuk membuka pintu itu.
yang Alya rasakan saat membuka pintu itu adalah aroma bunga yang sangat wangi memasuki indera penciumannnya.
wanita cantik itu membuka mulutnya kagum, saat melihat taman bunga yang sangat indah.
Alya mendekat ke arah bunga-bunga itu, dan memperhatikannya secara dekat. karena bunga-bunganya begitu besar, Alya pikir bunga-bunga itu palsu, namun ternyata ia salah.
Ia tak menyangka seorang nenek Carrol yang terlihat sedikit sinis itu, mempunyai hobi yang sangat indah.
Alya sangat betah berlama-lama di taman itu. sepertinya itu akan menjadi tempat favoritnya dirumah ini.
"kau suka disini?" suara besar seorang pria membuat wanita itu sedikit terkejut.
"ohh,sorry sepertinya aku mengagetkanmu" suara besar itu kembali terdengar.
Alya berbalik dan melihat sosok kakek Aaron yang sudah berada di belakangnya.
"kakek,," ucap Alya, dan langsung memeluk pria paruh baya itu.
"bagaimana kabar kakek?" tanya Alya setelah melepaskan pelukannya
"baik,,sangat baik" jawab Pria paruh baya itu, yang memang terlihat sangat sehat.
"kata ibu, kakek sakit dan dirawat dirumah sakit" ucap Alya pada akhirnya.
Kakek Aaron terkekeh mendengar ucapan Alya.
"itu pasti ulah nenekmu, ia selalu berlebihan dalam segala hal. kakek hanya batuk, dan dia akan memberitahu semua orang bahwa kakek sedang di opname" jelas kakek Aaron yang masih terkekeh.
Alya hanya terdiam mendengar ucapan sang kakek, ia tak menyangka nenek Carrol akan membohongi mereka semua. Sebenarnya Alya tak mempersoalkan hal itu, karena mungkin saja wanita paruh baya itu sangat merindukan cucunya jadi ia ingin cucunya segera datang.
Tapi, dengan berbohong dan mengatakan bahwa kakek Aaron sedang dirawat dirumah sakit dan membuat semua orang panik menurut Alya itu sedikit keterlaluan.
"ku pikir,,kakek benar-benar dirumah sakit. aku sedikit khawatir" jujur Alya.
"nggak akan sayang, aku benci rumah sakit jadi aku nggak mau kesana" jawab Kakek Aaron. Mendengar itu, Alya hanya menganggukan kepalanya mengerti.
"ohh yaaaa,,kau suka bunga, sayang?" tanya pria paruh baya itu.
"hmm,,aku suka bunga" jawab Alya. wanita cantik itu kembali mengangkat sudut bibirnya, "aku nggak nyangka, nenek mempunyai hobi yang sangat keren" puji Alya.
"ohh hooo,,,sepertinya ada yang salah paham disini" ucap kakek Aaron.
Alya mengerutkan keningnya mendengar ucapan kakek Aaron. " salah paham?" tanya Alya bingung.
"nenekmu, nggak suka bunga. ia sangat benci dengan semua jenis bunga."
"lalu,,?" tanya Alya sambil menunjuk ke arah bunga-bunga yang berada ditaman itu.
"ini, karena kakekmu yang tampan ini, sangat menyukai bunga, berbeda dengan nenekmu. jadi, kakek membuat taman kecil ini. Kau tahu sayang, tempat ini merupakan tempat favorit kakek, sedangkan tempat ini adalah tempat yang paling dibenci nenekmu" jelas kakek panjang lebar, pria itu kembali terkekeh.
Alya hanya terdiam mendengar penjelasan pria paruh baya itu. ia tak menyangka nenek Carrol tak menyukai bunga, sangat berbeda dengan perempuan pada umumnya.
yang lebih membuat Alya kagum adalah kakek Aaron. dibalik wajahnya yang terlihat tegas, pria itu ternyata mempunyai hobi yang cukup unik dari laki-laki pada umumnya.
Ia tak menyangka bunga-bunga seindah ini, dirawat dengan baik oleh seorang laki-laki bertangan besar.
"dan kau juga harus tahu ini, sayang,," suara kakek Aaron kembali terdengar, membuat Alya kembali menatap pria itu dengan kening berkerut.
"aku jatuh cinta pada nenek mu, karena hal itu. karena ia berbeda dari wanita lainnya. disaat banyak wanita yang berharap untuk diberikan bunga oleh seorang pria, nenekmu justru mengharapkan sebatang coklat. yaa,,nenekmu sangat menyukai coklat dan tak menyukai bunga"
"aku baru mengetahuinya" ucap Alya pada akhirnya.
"yaa, kau harus tahu ini sayang, sebelum kau melakukan kesalahan dengan memberikannya sebuket bunga" ucap kakek Aaron kembali terkekeh.
"hmm,,sudah sangat malam, sebaiknya kita masuk" ajak kakek Aaron, karena udara diluar sudah semakin dingin.
Alya dan Kakek Aaron kembali kedalam melalui pintu samping, yang tadi Alya lewati.
"oh,,jadi,,kalian disana sejak tadi?" nenek Carrol menyambut kedatangan Alya dan suaminya.
"hmm,sepertinya aku da cucu menantuku mempunyai selera yang sama" ucap kakek Aaron bangga.
Alya bisa melihat nenek Carrol yang sedikit mencebikan bibirnya saat mendengar ucapan suaminya tentang hobi yang sama.
"ohh, jadi kau disini sayang" suara cemas Raka muncul dibalik punggung nenek Carrol.
Tanpa mengatakan apapun, nenek Carrol kemudian meninggalkan mereka lalu masuk kedalam.
"kau sudah makan?" tanya Raka.
"aku masih kenyang" balas Alya namun langsung di potong oleh kakek Aaron.
"nggak sayang, kau harus makan malam," tegur kakek Aaron.
"hmmm, kau harus makan. kau harus jaga kesehatan" tambah Raka.
Raka kemudian menuntun Alya ke meja makan. setelah Alya duduk, pelayan kemudian datang dan menyiapkan makanan untuknya.
"Kalau udah waktunya makan yaa makan,,jadi gini kan ngerepotin orang" sindir nenek Carrol yang entah muncul darimana.
Alya tersentak mendengar ucapan neneknya Raka itu.
"Carrol, sebaiknya kita tidur" ajak Kakek Aaron, yang sepertinya tak ingin isterinya kembali membuat keributan.
"selamat makan sayang,,habiskan makanan mu yaa" ucap Kakek Aaron. pria itu kemudian berpamitan pada Alya dan Raka.
"maafin nenek yaa" ucap Raka, setelah kedua orang tua itu menghilang dari hadapan mereka.
"nenek kelihatannya nggak suka sama aku" akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulut Alya.
"enggak sayang, nenek hanya belum terbiasa. maafin sikap nenek hari ini yaaa,," ucap Raka.
Alya hanya menganggukan kepalanya. Entah mengapa, Alya merasa tak nyaman dengan nenek dari suaminya itu.
Ia hanya berharap, sifat nenek Carrol hanya sementara, tidak selamanya seperti itu.
Alya hanya tak mau membenci wanita paruh baya itu. Alya menyayangi kedua orang tua itu. Walaupun ia tahu, nenek Carrol sedari awal tak menyukainya.
Alya sedikit penasaran, mungkinkah wanita paruh baya itu tak menyukai Alya karena yang ia harapkan untuk menikahi cucunya Raka, adalah wanita yang sempat ia katakan waktu mereka makan malam bersama. wanita dengan nama Rossa itu. Mungkinkah nenek Carrol mengharapkan wanita itu yang menjadi cucu menantunya.
Alya masih bertanya-tanya tentang hal itu. Ia ingin menanyakannya pada Raka, namun ia merasa tak enak dengan pria itu.
Namun, nama itu sepertinya tak bisa Alya lupakan. Walaupun ia tahu mungkin saja Raka sudah melupakan wanita itu.
apakah Raka akan mengecewakan Alya.. or.. Alya yg akan selalu jadi pilihan terakhir Raka....?!?
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗