Sebuah kesaksian hidup yang di angkat dari kisah nyata yang pernah terjadi di kota Manado di tahun1998,tentang keterlibatan seorang gadis bernama Laura dalam kelompok penyembah iblis/ Satanic Church,sebuah perjanjian lama dan satu nyawa sebagai taruhan.
Bagi Laura,kebebasan adalah segalanya.namun,ia tidak pernah menyadari bahwa apa yang ia dapat dari kebebasannya harus ia bayar dengan potongan jiwanya sendiri.
Dalam pelarian mencekam antara logika dan mistis,Laura harus mencari cara untuk membatalkan dan memutuskan kontrak darahnya dengan Lucifer.
Bisakah ia lepas dari cengkraman Lucifer sebelum fajar terakhir menyapa? ataukah ia akan menjadi penghuni abadi dalam kegelapan tak berujung?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gans March, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jebakan di balik beludru 2
" ini adalah pesta kepulangan,Laura," jawab Marco pelan dan serius.
" dan...sayangnya,kamu adalah alasan utama mengapa pesta kegelapan ini di adakan."
Lampu-lampu lilin ungu di sekitar mereka mendadak bergetar hebat,seolah merespon kemarahan dan ketakutan yang meledak di dalam diri Laura.di tengah musik pemujaan yang makin memekakan telinga,Laura menyentakkan lengannya dari genggaman Marco.
" jelaskan padaku Marco!sekarang!" suara Laura melengking memecahkan suasana mencekam itu.
" kenapa aku?kenapa gadis yang hanya tinggal di rumah majikannya,yang memikirkan agar orang tuaku tidak kelelahan,di sebut sebagai alasan utama di tempat mengerikan ini?"
Marco terpaku.ia melihat butiran air mata jatuh dari balik topeng perak Laura,membasahi gaun satin hitam yang tampak seperti kulit kedua bagi gadis itu.Marco menarik Laura ke balik sebuah pilar marmer hitam yang dingin,berusaha menyembunyikan mereka dari pandangan tamu-tamu yang lain yang ada di ruangan itu.
Udara di sekitar seolah membeku.suara musik yang tadinya keras,kini terdengar seperti bisikan ribuan suara dari masa lalu.Marco mencengkram bahu Laura,matanya menatap tajam ke balik lubang topeng perak itu,berusaha menembus ketakutan di mata gadis itu.
" Laura,ini lebih dari sekedar harta atau kekuasaan," bisik Marco,suaranya berat dan penuh kengerian.
" ini tentang darahmu,darah yang mengalir di nadimu,bukan darah biasa."
Marco membawa Laura semakin jauh ke sudut bayangan pilar, sementara di tengah ruangan,para tamu bertopeng mulai membentuk lingkaran sempurna, mengelilingi altar batu hitam.
" nenek moyangmu,mereka adalah pemegang kunci okultisme paling berpengaruh di daerah yang adalah kampung halamanmu.mereka bukan hanya dukun biasa,dulunya mereka adalah pengabdi kegelapan yang pernah membuat perjanjian kuno,dengan kekuatan yang tidak seharusnya di sentuh manusia," jelas Marco.
" sebuah perjanjian darah yang menjanjikan kemakmuran abadi bagi keturunan mereka,namun dengan satu syarat:
setiap generasi ke tiga harus di serahkan kembali,untuk memperbaharui perjanjian itu."
Laura menggelengkan kepalanya.nafasnya tersengal.
" tidak...Oma tidak pernah bercerita tentang ini.kami hanya orang desa biasa...!"
" Oma tidak tahu apa-apa tentang ini semua Laura,ia bahkan berusaha melindungi mu.membesarkanmu dengan cinta,bukan dengan mantera.ia mendidikmu untuk mengenal Tuhan,dan doanya menjadi perisai untukmu selama 15 tahun ini.
Ibumu,tidak meninggal di tempat tidur yang bersih,Laura," bisik Marco.suaranya terdengar seperti silet yang mengiris keheningan.
" Dia meninggal di sungai di belakang kampung kalian.sore itu,dia masih sangat lemah setelah melahirkanmu,dia pergi ke sungai untuk membersihkan diri.tapi,kegelapan itu sudah menunggunya di sana." Marco menatap lurus ke mata Laura,menceritakan semua,yang selama ini tak pernah di ketahui olehnya.
Kegelapan itu bukan sekedar bayangan.ia adalah entitas hidup yang telah menandai garis keturunan Laura.saat ibunya berada di air yang tenang,kekuatan okultisme itu menarik jiwanya sebagai hukuman karena telah mencoba menyembunyikan" sang pewaris"
Ibu Laura di temukan tanpa luka sedikitpun,namun wajahnya membeku dalam ekspresi ketakutan yang luar biasa.
" Mereka tahu segalanya tentangmu Laura," lanjut Marco.
" Mereka tahu,kapan kamu menangis di malam hari,mereka tahu kapan Oma membawamu ke kota,bahkan mereka tahu,setiap detak jantungmu di sekolah dan di manapun kau berada."
Laura merasa dunianya runtuh.selama ini ia merasa aman di bawah perlindungan Oma dan kebaikan majikannya.namun ternyata,setiap gerak geriknya selalu di awasi oleh mata-mata penguasa kegelapan yang mengisi pub Borneo malam ini.
" Mereka membiarkanmu tumbuh hanya untuk memastikan agar wadah ini tetap murni,utuh,dan sehat,sampai saatnya tiba.malam ini,tepat di hari Sabtu di tahun ini,adalah peringatan perjanjian leluhurmu."
Tangis Laura pecah di balik topeng perak yang kini terasa seperti besi panas yang membakar kulitnya.setiap isakannya bergema di antara pilar-pilar hitam pub Borneo,beradu dengan suara musik yang semakin mengintimidasi.
kenyataan itu menghantamnya lebih keras dari pada bayangan kematian manapun.ternyata,kebaikan Marco selama ini,perhatiannya di sekolah,ajakannya ke pesta ini,hanyalah bagian dari skenario besar untuk menjeratnya.
Laura mundur perlahan menjauh dari Marco yang Seolah pemuda itu adalah wabah mematikan.matanya sembab,menatap Marco dengan rasa jijik,dan kekecewaan yang mendalam.
" jadi,semua ini sandiwara?" bisik Laura di tengah tangisnya.
" kamu mendekatiku,membuatku percaya,hanya untuk menyerahkan ku pada mereka? kamu bukan penyelamatku Marco,kamu adalah umpan Mereka!"
Marco mencoba melangkah maju,tangannya terulur.
" Laura,tidak begitu!"
" jangan sentuh aku...!" Laura berteriak histeris
" kamu tahu tentang ibuku,kamu tahu tentang penderitaan Oma,dan kamu tetap membawaku ke sini? Kamu sama saja dengan mereka,dengan sekarang aku tahu kamu adalah bagian dari kegelapan ini!"
Kesadaran menyakitkan mulai merayap di benak Laura.ia mengingat kembali bagaimana Marco,begitu gigih mengajaknya,bagaimana teman-temannya di rumah elit,tadi begitu' hangat' mendandaninya.itu bukan sambutan persahabatan,itu adalah prosesi persiapan untuk menyerahkan dirinya.
Laura menyadari bahwa tugas Marco adalah membawa "sang pewaris" secara sukarela ke dalam tempat ini,karena perjanjian itu hanya akan di nyatakan sah,jika sang pewaris di bawa masuk tanpa pemaksaan fisik.
kekecewaan yang mendalam membuat hati Laura hancur.Marco adalah orang pertama yang membuatnya merasa "terlihat" di sekolah,namun Marco jugalah yang sedang menyiapkan lubang neraka untuknya.
Melihat Laura yang telah kehilangan kendali,pria bertopeng yang sejak tadi mengawasi mereka dari balkon,datang menghampiri mereka sambil tertawa terbahak-bahak.
" bagus,Marco,kamu sudah menjalankan tugasmu dengan sempurna!" seru pria itu.
Laura terkejut melihat kedatangan pria bertopeng singa itu.ia merobek topeng peraknya,dan membuangnya ke lantai hingga hancur berkeping keping.ia berdiri tegak,menantang para pengikut kegelapan di depannya tanpa pelindung apapun,kecuali keyakinannya.
" mungkin kalian berhasil membawaku ke tempat ini.tapi,kalian lupa satu hal,orang tuaku tak hanya mendidikku dengan kasih sayang.ia juga mendidikku dengan iman,yang tak akan tersentuh dengan emas atau topeng bodoh ini...!"
Melihat Laura yang berdiri tanpa topeng,pria bertopeng singa emas itu tertawa terbahak-bahak.baginya,kehancuran hati Laura adalah bumbu terbaik untuk ritual ini.
" lihatlah,! Sang pewaris telah menanggalkan topeng manusianya!" seru pria itu.suaranya menggelegar memenuhi setiap sudut pub borneo.ia mengangkat tangannya yang di hiasi cincin batu hitam besar,memberi isyarat pada para pengikutnya.
" siapkan semua atribut ritual! Mulailah prosesi penobatan.malam ini,darah yang hilang akan di ikat kembali dalam sumpah abadi!"
Seketika suasana yang tadinya hening, berubah menjadi kesibukan yang gila dan mekanis.beberapa orang berjubah hitam bergerak dengan sinkron,seolah-olah mereka telah melatih gerakan ini selama bertahun-tahun.
Sebuah kursi besar berbahan kayu jati hitam yang di ukir menyerupai jalinan akar pohon tua,di bawah ke tengah altar.di atasnya di letakan sebuah jubah beludru merah darah yang tampak sangat berat.
Seorang wanita bertopeng hantu membawa cawan perak berisi cairan hitam pekat,perpaduan antara minuman beralkohol dan minyak ritual yang beraroma anyir.
Irama musik chanting berubah cepat dan intens.para tamu mulai menghentakkan kaki mereka ke lantai, menciptakan getaran yang membuat dada Laura terasa sesak.
Empat pria berbadan kekar dengan topeng serigala berjalan mendekati Laura.mereka membawa rantai perak tipis,yang di ujungnya sayap patah.
" jangan sentuh aku!" teriak Laura,suaranya parau karena tangis dan amarah.ia menoleh ke arah Marco,berharap melihat setitik penyesalan,namun Marco hanya berdiri mematung dengan wajah pucat seolah-olah ia pun telah menjadi tawanan para pemuja iblis di tempat itu.