NovelToon NovelToon
Dua Hati Mencintai

Dua Hati Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agustin Hariyani

Cinta tidak pernah salah.
Yang salah… hanya waktunya.
Zara mencintai Kenzy dengan cara yang tenang.
Seperti rumah yang selalu menunggu untuk ditinggali.
Seperti doa yang diucapkan pelan setiap malam.
Ia tidak pernah menuntut masa lalu Kenzy.
Ia hanya ingin menjadi masa depan yang dipilihnya.
Namun takdir tidak pernah sesederhana itu.
Karena sebelum Zara… ada Eve.
Perempuan yang pernah menjadi dunia Kenzy.
Yang mencintainya ketika hidup belum dipenuhi luka.
Yang menggenggam tangannya sebelum badai menghancurkan segalanya.
Eve tidak pergi karena tidak mencintai.
Ia pergi karena mencintai terlalu dalam.
Dan ketika ia kembali,
Ia tidak datang untuk merebut.
Ia hanya datang dengan hati yang belum selesai.
Kenzy berdiri di antara dua perempuan yang sama-sama mencintainya dengan cara yang berbeda.
Satu adalah masa lalu yang penuh pengorbanan.
Satu adalah masa kini yang penuh ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustin Hariyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

Hari Jumat sore di kantor.

Hujan tipis di luar jendela.

Zara sedang berdiri di depan meja Kenzy, membacakan jadwal minggu depan.

“Senin meeting internal. Selasa presentasi investor. Rabu…”

“Tutup pintunya.”

Zara berhenti.

“Bagaimana pak?”

“Tutup pintunya.”

Zara menurut.

Klik.

Sunyi.

“Duduk.”

Zara duduk perlahan.

Kenzy menatapnya lebih lama dari biasanya.

Bukan tatapan bos.

Lebih… pribadi.

“Zara.”

“Iya, Pak?”

“Kamu capek?”

Zara kaget.

“Kenapa tanya begitu?”

“Bapak mau pecat saya?kenapa pak?saya buat salah apa?”

“Siapa yang mau pecat kamu.!!!”

“Kamu kerja sudah lebih dari tiga bulan tanpa izin cuti. Pulang paling terakhir.”

Zara tersenyum kecil.

“Saya lagi kejar stabil dulu, Pak.”

Kenzy berdiri.

Berjalan mendekat.

Zara langsung deg-degan.

“Kalau ada yang ganggu kamu di kantor,”

“Pak saya bisa hadapi.”

“Aku tahu.”

Aku.

Bukan saya.

Zara langsung freeze.

Kenzy berdiri tepat di depannya.

Tangannya bertumpu di meja, membuat jarak mereka terlalu dekat untuk disebut profesional.

“Zara… kalau suatu hari kamu tidak lagi kerja di sini…”

Suasana berubah.

Hening.

Zara menelan ludah.

“Kenapa, Pak?”

Kenzy menatapnya dalam.

“Pastikan bukan karena aku.”

Deg.

Udara mendadak berat.

Zara salah tingkah.

“Pak… Bapak ini mau evaluasi kerja atau mau bikin saya overthinking?”

Kenzy hampir tersenyum.

Tatapan mereka saling bertemu sekian detik…agak lebih lama…Lalu…

TOK TOK TOK!

“Pak Kenzy, dokumen urgent!”

Zara langsung lompat berdiri seperti tersengat listrik.

“Masuk! MASUK AJA!”

Kenzy mundur cepat.

Mood hancur.

Zara pura-pura sibuk ambil map.

Pegawai yang masuk tidak tahu ia baru saja menggagalkan adegan hampir sinetron.

Kenzy menarik napas panjang.

Zara tidak berani menatap.

Hampir.

Tapi gagal!!!

 Sabtu pagi....

Zara sudah di taman seperti biasa.

Ini hari liburnya…

Kakek Jo mengajaknya Joging bersama.

Kakek Jo datang dengan senyum cerah.

“Cucu matahari! Kok mukanya kaya habis nonton drama 16 episode semalam?”

Zara langsung duduk.

“Kek… kalau bos tiba-tiba jadi lembut itu normal nggak sih?”

Kakek Jo menahan senyum.

“Lembut gimana?”

“Ya… tatapannya beda. Ngomongnya beda. Pakai kata ‘aku’ segala.”

Kakek Jo pura-pura mikir.

“Wah… itu tanda bahaya.”

“Bahaya kenapa?!”

“Bahaya jatuh cinta.”

Zara langsung keselek udara sendiri.

“Kakekkkk!!! Mana mungkin, Bagai langit dan bumi.”

“Eemmm… kita lomba lempar botol yuk kek…masukin ke dalam tempat sampah!”

“Yang kalah traktir mie ayam.”

Topik diganti cepat.

Mereka berdiri agak jauh dari tempat sampah.

Kakek Jo lempar duluan.

Botol melayang indah…

PLUK.

Kena pantat seekor anjing yang sedang lewat.

Hening.

Anjing itu berhenti.

Pelan-pelan menoleh.

Tatapan tajam.

Zara bisik pelan,

“Kek…”

“Lari.”

“KENAPA SELALU LARI?!”

“INI TATAPANNYA BEDA!”

Dan benar saja,

“GUK GUK GUK!”

Anjing itu mengejar.

Mereka berdua lari terbirit-birit.

Zara ketawa histeris.

“Kek ini karma!”

“Kakek tidak sengaja!”

Mereka belok tikungan.

Dan tepat di depan,

Seorang pria tinggi sedang lari joging santai.

Yang entah kenapa hari itu memilih keluar rumah lebih pagi dari biasanya.

BRAK.

Zara menabrak dada keras.

Hangat.

Berotot.

Tangan refleks menahan bahunya.

Zara mendongak.

Pak Kenzy.

Dengan kaos olahraga hitam.

Wajah kaget.

“Kamu?”

Zara masih setengah nempel.

“Pak… ini bukan cara saya cari perhatian.”

Kenzy menatapnya bingung.

“Kenapa kamu lari seperti dikejar setan”

“Bukan setan pak tapi anjing.” Zara tertawa

Dari belakang…

Kakek Jo berhenti terengah.

Kenzy menoleh.

Tatapan mereka bertemu.

Waktu seperti berhenti.

“Kakek?”

Zara membeku.

“Kakek??”

“Gimana…kakek?”

Zara melihat mereka bergantian.

“Lho… kalian… kenal?”

Hening dramatis.

“Zara… kamu kenal kakekku?”

“Kakek pak Kenzy???”

Ia menoleh ke Kakek Jo dengan tatapan penuh tuntutan.

“Kek…”

Kakek Jo tersenyum lebar.

“Surprise!!!” sambil bertepuk tangan

Zara menunjuk Kenzy.

“Pak Kenzy cucu Kakek Jo?”

Kenzy mengangguk pelan.

Zara mundur satu langkah.

“Berarti…”

Ia menatap Kakek Jo lagi.

“Kakek Jo itu…”

Kenzy menyelesaikan kalimatnya datar.

“Presiden Direktur dan pemilik Maheswara Corp.”

Sunyi.

Angin lewat.

Daun jatuh dramatis.

Zara memegang dadanya.

“Saya… selama ini… curhat tentang bos galak… ke pemilik perusahaan… yang juga kakeknya bos galak itu?”

Kakek Jo terkekeh.

“Lumayan seru dengarnya.”

Zara menatap Kenzy.

Kenzy menatap Zara.

Zara menutup wajahnya dengan kedua tangan.

“Ya Tuhan… saya pernah bilang Bapak kalau lagi marah tatapannya bisa bikin WiFi putus.”

Kenzy mengangkat alis.

“Kamu bilang begitu?”

Kakek Jo mengangguk santai.

“Dan masih banyak lagi.”

Zara berbalik menghadap Kakek Jo.

“Kakek jahat banget sih nggak bilang dari awal?!”

“Kakek mau lihat drama real time.”

Kenzy menggeleng pelan tapi sudut bibirnya naik.

Zara masih malu setengah mati.

“Pak… saya bisa jelaskan…”

Kenzy melipat tangan.

“Oh... saya sangat ingin dengar.”

Zara menatap Kakek Jo lagi dengan tatapan minta diselamatkan.

Kakek Jo malah bersiul santai.

Akhirnya Zara menyerah.

Ia menghela napas panjang.

“Baiklah. Iya. Saya cerewet. Iya saya sering cerita soal Bapak. Tapi… semua cerita itu bukan jelek kok.”

Kenzy diam.

“Justru… saya cerita karena saya kagum.”

Hening.

Kakek Jo senyum pelan.

Kenzy sedikit terkejut.

Zara sadar dia kebablasan.

“MAKSUDNYA kagum profesional ya! Bukan yang lain! Jangan salah paham!”

Kenzy tertawa kecil.

Ringan.

Hangat.

Dan pagi itu…

Di tengah taman.

Di bawah matahari yang baru naik.

Zara tahu satu hal

Hidupnya benar-benar masuk level baru.

Karena sekarang ia bukan cuma asisten bos galak.

Ia juga… sahabat rahasia kakeknya.

Dan mungkin…

Sesuatu yang lebih.

1
Azahra Wicaksono
🤣🤣😄
Retno Isusiloningtyas
jodoh Ken ore nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!