NovelToon NovelToon
GERBANG COSMIC

GERBANG COSMIC

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Sistem / Time Travel
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: EsyTamp

akhir zaman tiba, gerbang dimensi terbuka dan monster menghancurkan dunia, Rey kembali ke waktu sebelum gerbang pertama terbuka dan memiliki kekuatan baru untuk menghadapi zaman Akhir. Dia diberi kesempatan kedua untuk hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsyTamp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 – Kota yang Diselamatkan oleh Waktu

Kendaraan lapis baja melaju di jalanan yang retak.

Kota tujuan mereka sudah terlihat dari kejauhan—sebagian gedungnya miring, asap tipis naik dari pusat kota.

“Nama kota ini Arvion,” kata Nathan lewat alat komunikasi. “Monster baru muncul dari bawah tanah. Bentuknya… tidak seperti yang pernah kalian hadapi.”

Rey menatap peta holografik di tangannya. “Bawah tanah?”

“Ya. Mereka muncul dari gorong-gorong, stasiun metro, dan saluran air.”

Boy menggeram pelan. “Berarti kota ini seperti sarang.”

Saat mereka tiba di gerbang kota, jeritan terdengar dari dalam.

Makhluk-makhluk hitam dengan tubuh panjang seperti kadal, tapi memiliki banyak kaki tipis seperti serangga, merayap di dinding gedung. Mulut mereka terbuka vertikal, penuh gigi kecil berlapis.

“Monster tipe baru,” gumam Leoni. “Cepat dan banyak.”

Sila mengangkat tangannya. Petir menyambar dan menghancurkan dua monster sekaligus.

Namun dari lorong sempit, puluhan lainnya keluar.

“Jumlahnya tidak masuk akal,” kata Boy sambil memutar tombaknya.

Rey mengangkat tameng kosmik, melindungi sekelompok warga yang terjebak di persimpangan jalan.

“Semua mundur ke belakang tamengku!”

Seorang pria tua tersandung. Seorang anak kecil menarik bajunya sambil menangis.

“Pak… monster…”

Sila melesat ke depan, memukul tanah dengan petir dan membuka jalur.

Leoni menembak satu per satu dengan akurasi tinggi.

Tapi tiba-tiba…

Tanah di tengah kota retak.

Sebuah makhluk raksasa muncul.

Tubuhnya seperti cacing raksasa bercangkang, dengan kaki-kaki serangga dan mata majemuk yang bersinar hijau.

Ia mengaum, getarannya membuat kaca gedung pecah.

“Bos?” Boy menatap Rey.

“Bukan,” jawab Rey. “Ini… penjaga sarang.”

Makhluk itu menghempaskan tubuhnya ke gedung terdekat. Gedung itu roboh ke arah alun-alun tempat ratusan warga bersembunyi.

“Tidak!” teriak Sila.

Rey langsung melompat, membentangkan tameng ke atas.

Gedung itu menghantam tamengnya.

Retak.

Tameng kosmik bergetar hebat.

“Rey!” teriak Leoni.

Rey menggertakkan gigi. “Aku… tidak cukup kuat menahan ini lama-lama!”

Monster penjaga membuka mulutnya dan menembakkan lendir hitam ke arah warga.

Segalanya terjadi terlalu cepat.

Lalu…

“Berhenti.”

Suara kecil terdengar.

Deva melangkah maju.

Mata anak itu bersinar biru pucat.

Kota… membeku.

Lendir berhenti di udara.

Debu melayang tanpa jatuh.

Monster itu berhenti di tengah gerakan.

Semua diam.

Hanya Rey, Sila, Boy, dan Leoni yang bisa bergerak.

“Kau…” Rey menatap Deva. “Radiusnya…”

“Kota ini,” kata Deva pelan. “Aku… coba lebih besar.”

Rey terdiam.

“Berapa lama yang kamu bisa?” tanya Boy.

Deva mengangkat jari. “Dua puluh detik… mungkin.”

“Itu Cukup.”

Rey menghilang seketika, muncul di dekat monster penjaga.

Ia mengeluarkan salah satu harta karun dari ruang dimensinya: sebuah tombak hitam berukir simbol emas.

Ia menusukkannya ke inti tubuh monster.

“Bangun!”

Waktu bergerak lagi.

Monster itu menjerit dan tubuhnya meledak menjadi debu hitam.

Makhluk-makhluk kecil di sekitarnya ikut runtuh, seperti kehilangan pusat kendali.

Warga kota terdiam.

Lalu sorak-sorai meledak.

“Kota kita… selamat?”

Deva terhuyung.

Sila langsung menangkapnya. “Kau memaksa dirimu lagi.”

Deva tersenyum lemah. “Tapi… mereka hidup.”

Rey menatap kota yang perlahan tenang.

“Dengan kekuatan waktu seperti itu…” gumamnya, “Deva bisa menyelamatkan satu kota sendirian.”

Malam itu, mereka beristirahat di gedung pemerintahan kota Arvion.

Rey mengeluarkan beberapa peti dari ruang dimensinya.

Di dalamnya: senjata, botol ramuan, dan benda aneh berkilau biru.

Ia memegang sebuah gelang kristal.

Saat ia memakainya…

Tameng kosmiknya muncul otomatis, lebih tebal dari biasanya.

“…?”

Ia mencoba menggerakkan tangannya.

Tameng itu berubah bentuk, memanjang seperti dinding.

“Ini…” Rey tersenyum tipis. “Alat penguat tameng.”

Ia mencoba botol ramuan hijau.

Saat diminum sedikit, luka kecil di lengannya sembuh seketika.

“Regenerasi cepat,” gumamnya.

Leoni bersiul. “Jadi harta karun itu bukan cuma pajangan.”

Boy tertawa. “Kalau digabung sama kekuatanmu… kita jadi makin tidak masuk akal.”

Rey terdiam.

Dalam benaknya, potongan ingatan lama muncul.

Gerbang emas.

Mutiara waktu.

Dan senjata-senjata ini… yang dulu ia abaikan.

“Di kehidupan sebelumnya,” katanya pelan, “aku hanya sempat mengambil mutiara itu.”

“Sekarang?”

“Sekarang… aku sadar.”

“Harta karun ini bukan sekadar senjata.”

Ia menatap timnya.

“Ini fondasi.”

“Untuk dunia baru yang harus kita lindungi.”

Keesokan paginya, berita menyebar.

Satu kota diselamatkan tanpa regu resmi pemerintah.

Nama Rey dan timnya semakin sering disebut di radio darurat.

Namun di markas pemerintah…

seorang pejabat menatap laporan dengan wajah gelap.

“Seorang anak menghentikan waktu…”

“dan Rey memiliki senjata tak dikenal.”

Ia mengepalkan tangan.

“Kita kehilangan kendali.”

Di luar kota Arvion, Rey berdiri di atap gedung, memandangi matahari pagi.

Deva berdiri di sampingnya.

“Kau lelah?” tanya Rey.

Deva mengangguk. “Sedikit.”

Rey tersenyum kecil. “Nanti aku ajari kau mengatur waktumu sendiri.”

Deva menatapnya. “Paman Rey… dunia ini… bisa diselamatkan?”

Rey terdiam sejenak.

Lalu berkata,

“Selama ada orang-orang yang tidak menyerah sepertimu… masih bisa.”

Di kejauhan, awan hitam bergerak perlahan.

Pertanda…

misi berikutnya tidak akan lebih mudah.

1
Mahlubin Ali
itu itu aja dialognya🤣🤣🤣. Bab lalu sama bab sekarang dialog hampir sama. novel aneh
EsyTamp: thanks bang koreksi ny, akan lebih sy perhatikan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!