NovelToon NovelToon
Friendzone With Idol

Friendzone With Idol

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Cinta Murni / Kekasih misterius
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: Soju Kimchizz

Menjadi Takara tidaklah mudah. Bagaimana rasanya sahabatmu satu-satunya sekaligus orang yang kamu cintai dalam diam dimiliki oleh jutaan orang di dunia? Dia bersinar terang, terlalu terang hingga Takara tak sanggup melihatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soju Kimchizz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Paling Sabar di Dunia

Keheningan di dalam houseboat terasa jauh lebih pekat setelah Jake pergi. Aroma parfumnya yang maskulin namun lembut perlahan-lahan memudar, tersapu oleh angin Amsterdam yang masuk dari celah jendela, menyisakan kekosongan yang menyesakkan dada. Takara menarik napas panjang, mencoba menstabilkan debar jantungnya yang masih terasa berantakan.

Ia tahu, ia tidak boleh larut. Dunia terus berputar, dan gelar sarjana arsitektur yang ia perjuangkan tidak akan selesai hanya dengan meratapi kepergian seorang bintang global. Dengan langkah berat, Takara menyeret tubuhnya ke meja kerja. Ia harus kembali pada rutinitasnya: garis-garis presisi, perhitungan skala, dan tumpukan maket yang menuntut perhatian.

Takara meraih buku sketsa berukuran A4 miliknya, benda yang selalu menemaninya ke mana pun ia pergi. Namun, saat jemarinya membuka lembar demi lembar berisi rancangan gedung, gerakannya terhenti pada sebuah halaman yang seharusnya masih kosong.

Matanya membelalak. Di sana, di atas kertas ivory yang kasar, terdapat sebuah goresan pensil yang sangat ia kenali.

Itu adalah sketsa wajah Takara. Jake menggambarnya dari sudut samping saat ia sedang sibuk di dapur kecil mereka semalam. Garis-garisnya tidak sehalus tangan seorang profesional arsitek, tapi penuh dengan rasa.

Takara bisa mengenali teknik goresan itu, sedikit tegas di bagian rahang namun lembut di bagian mata, teknik yang sama yang sering Jake gunakan saat mereka masih remaja di Brisbane, mencoret-coret bagian belakang buku tulis sekolah saat mereka bosan belajar.

Dalam gambar itu, Takara terlihat sedang serius memotong wortel untuk gimbap, dengan beberapa helai rambut yang jatuh menutupi dahi. Jake berhasil menangkap ekspresi yang bahkan Takara sendiri tidak sadar ia miliki: sebuah ekspresi damai saat sedang melakukan sesuatu untuk orang yang ia sayangi.

Namun, yang membuat pertahanan Takara benar-benar runtuh bukanlah gambar itu, melainkan sebuah pesan singkat yang ditulis dengan tulisan tangan khas Jake yang sedikit miring di sudut bawah kertas:

"Senang punya seseorang yang menjadi satu-satunya jalan pulang. Tunggu sampai saat gue akan terus pulang ke tempat yang sama."

Takara menyentuh tulisan itu dengan ujung jarinya, seolah bisa merasakan sisa tekanan pensil yang Jake tinggalkan. Kalimat itu bukan sekadar basa-basi ulang tahun. Itu adalah sebuah janji bisu. Jake tidak mengatakan "pulang ke Australia" atau "pulang ke rumah", tapi "pulang ke tempat yang sama"... ke mana pun Takara berada.

Buku sketsa itu kini terasa jauh lebih berat di tangannya. Takara menyadari bahwa bagi Jake, ia bukan sekadar sahabat masa kecil. Ia adalah jangkar. Di tengah badai popularitas yang bisa menghanyutkan jati diri Jake kapan saja, Takara adalah satu-satunya daratan tempat Jake bisa memijak dengan nyata.

"Gue bakal tunggu, Jake," bisik Takara pada ruangan yang sunyi. "Sampai lo nggak perlu pakai penyamaran lagi cuma buat ketemu gue."

Ia menutup buku sketsa itu dengan perlahan, menyimpannya di tempat paling aman di dalam tasnya. Dengan semangat baru yang membakar dadanya, Takara meraih penggaris dan pensilnya. Jika Jake sedang berjuang di Seoul untuk mempertahankan kariernya, maka ia akan berjuang di sini untuk masa depan mereka. Karena suatu saat nanti, ketika Jake benar-benar "pulang", ia ingin memastikan bahwa rumah yang ia bangun, baik secara nyata maupun emosional, sudah siap untuk menyambut laki-laki itu.

———

Harapan yang kembali menyala itu ibarat bahan bakar baru bagi Takara. Jika sebelumnya ia sering menahan diri karena takut mengganggu jadwal padat Jake, kini ia melepaskan semua keraguan itu. Takara sadar, Jake tidak butuh seseorang yang menjauh demi formalitas; Jake butuh seseorang yang tetap menariknya ke permukaan agar ia tidak tenggelam dalam rutinitas idol yang menjemukan.

Hubungan mereka pun bergeser kembali ke ritme lama, ritme Brisbane yang akrab, namun dengan kedalaman rasa yang lebih dewasa.

📲 Jake: Hari ini gue baru selesai nulis lirik lagu.

📲 Takara: Mana? Gue penasaran deh. Jarang-jarang lo mau spoiler duluan ke gue.

Takara menunggu dengan jantung yang berdebar pelan. Tak lama, sebuah foto coretan di kertas memo muncul di layarnya.

Tulisannya berantakan, penuh dengan coretan sana-sini, khas Jake saat sedang berada dalam fase kreatif yang intens.

📲 Jake: [Image sent]

📲 Jake: Belum jadi seutuhnya sih. Tapi garis besarnya tentang seseorang yang nemuin 'titik diam' di tengah kota yang nggak pernah tidur.

📲 Takara: "Di antara kanal yang tenang dan lampu yang berpendar, gue nemuin diri gue lagi."

📲 Takara: Jake... ini tentang Amsterdam?

📲 Jake: Tentang orang yang ada di Amsterdam, lebih tepatnya. Gue nggak bisa berhenti mikirin gimbap dan teh lemon itu saat nulis ini. Produser gue bilang melodi bagian chorus-nya kerasa lebih 'hangat' dari biasanya.

Takara tersenyum lebar, ia merebahkan tubuhnya di kasur, menatap langit-langit houseboat. Ia bisa membayangkan Jake duduk di studio kecilnya di Seoul, masih memakai headphone, mungkin dengan kopi yang sudah mendingin di sampingnya, namun pikirannya melayang ke sungai-sungai di Belanda.

📲 Takara: Bagus banget, Jake. Gue nggak sabar denger versi audionya. Tapi awas ya, kalau lagu ini rilis, jangan sampai lo bilang inspirasinya dari tukang gimbap di Amsterdam. Bisa-bisa rumah gue didatangi fans lo!

📲 Jake: Hahaha! Gue bakal bilang inspirasinya dari "peta jalan pulang". Cuma lo yang tahu artinya, kan?

📲 Jake: Ra, gue harus masuk sesi latihan lagi. Makasih ya udah mau baca. Rasanya beban di pundak gue berkurang setengah tiap kali cerita sama lo.

📲 Takara: Fighting, Jake! Gue juga mau balik ke maket gue. Jangan lupa minum air putih yang banyak.

Takara meletakkan ponselnya, namun senyumnya tidak luntur. Komunikasi sederhana ini jauh lebih berharga daripada kunjungan mewah mana pun. Mereka mulai membangun jembatan di atas jarak ribuan kilometer.

Setiap pesan yang masuk, setiap curhatan Jake tentang koreografi yang sulit, atau keluhan Takara tentang dosennya yang menyebalkan, menjadi pengingat bahwa mereka masih saling memiliki. Takara merasa, meskipun ia tidak bisa menyentuh tangan Jake secara fisik, jiwa mereka sedang berada di frekuensi yang sama.

Namun, di tengah kebahagiaan itu, sebuah berita mendadak muncul di linimasa media sosial Takara. Sebuah foto teaser untuk konten terbaru grup Jake. Di sana, Jake terlihat sedang melakukan sesi pemotretan bertema "romantis" dengan member girl group yang tempo hari dijadikan gimmick.

Takara terdiam. Ia tahu itu hanya kerjaan. Ia tahu itu hanya akting. Tapi melihat Jake tersenyum pada wanita lain di depan kamera, sementara ia hanya bisa memiliki "teks" di layar ponsel, memberikan rasa perih yang masih sulit ia jinakkan.

"Bukan sekarang," gumam Takara lirih, seolah sedang merapal mantra untuk menguatkan hatinya sendiri.

Ia tahu betul, mengungkapkan perasaannya saat ini hanya akan menciptakan kekacauan yang tak perlu. Jika ia egois dan mengaku sekarang, Jake akan terbelah antara impian yang sedang ia bangun di Seoul dan rasa tanggung jawab untuk menjaga hati Takara. Takara tidak ingin menjadi alasan di balik goyahnya langkah Jake. Ia ingin menjadi alasan Jake untuk terus melangkah maju.

Mencintai Jake berarti harus siap menjadi orang paling sabar di dunia. Takara harus bertahan dengan status "sahabat" yang terkadang terasa seperti belenggu, namun di sisi lain adalah satu-satunya tiket yang ia punya untuk tetap berada di lingkaran terdekat Jake.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!