Raka terlahir dengan tubuh lemah, namun suatu hari ia menemukan sebuah bola berwarna putih didalam hutan terlarang yang ternyata adalah sebuah sistem yang bernama sistem dewa.
sejak saat itulah Raka menjadi seorang ahli bela diri yang akan menggemparkan seluruh daratan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irfan Sajilie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Paman Zeo
Keesokan harinya Malik, Mina dan Lina menatap sesosok pria paruh baya yang mengenakan topeng dan tengah berdiri disamping Raka dengan waspada.
''siapa dia tuan muda?'' tanya Malik.
''dia pelindungku, namanya paman Zeo. Mulai sekarang ia akan bersama kita'' jawab Raka.
''ayo paman kita makan'' ajak Raka.
''baik tuan muda'' jawab paman Zeo, ia senang dengan kepribadian Raka yang tak jauh berbeda dengan tuan besarnya yang sangat ramah pada siapapun. Hal itulah yang membuat Laura Quinn jatuh cinta pada Aprilio, karena kebaikan dan keramahan tamahannya tak perduli pada bawahannya maupun orang yang baru dikenalnya.
''apa ranahnya tuan muda? aku tak bisa melihatnya'' tanya Malik berbisik.
''apa ranahmu paman Zeo?'' tanya Raka yang juga tak tau berada di ranah apa tangan kanan ayahnya.
''saya di ranah tertinggi tingkat 3 tuan muda'' jawab paman Zeo santai.
BYUR
UHUK UHUK
TING
Lina yang sedang meminum air, akhirnya menyemburkan air yang ada di mulutnya. Sedangkan Mina tersedak dan Malik sendiri malah menjatuhkan sendok yang ia pegang keatas piring.
'ternyata dia sangat kuat, dengan adanya dia maka perjalanan ini akan jauh lebih aman kedepannya' batin Raka yang malah terlihat tenang-tenang saja hingga kembali membuat yang lainnya terpukau, bahkan paman Zeo sendiri juga terpukau dengan ketenangan tuan mudanya.
'tuan muda benar-benar luar biasa, bahkan lebih luar biasa dari tuan besar. Sepertinya bibit yang digabungkan antara tuan besar dan nyonya Quinn benar-benar menghasilkan sesuatu yang sangat luar biasa, seperti yang diramalkan' batin paman Zeo.
Saat mereka berlima keluar dari ruangan, ternyata diluar sudah banyak yang menunggu mereka. Semua orang tiba-tiba bergidik ngeri saat merasakan penindasan aura kuat dari sosok tinggi bertopeng disamping Raka.
'siapa dia? kuat sekali' batin pemimpin akademi pedang surgawi.
'aku tadi bisa melihat ranahnya?' batin pemimpin akademi lima elemen.
'jangan bilang kalau dia adalah guru tuan muda Raka'' batin pemimpin akademi api abadi menebak.
''siapa dia tuan muda?'' tanya Wiliam yang memberanikan diri untuk bertanya.
''dia pengawalku'' jawab Raka.
'syukurlah kami tak berbuat macam-macam pada Raka kemarin kalau tidak maka kami sudah tak bernyawa pagi ini' batin semua orang bergidik ngeri.
''ada apa kalian menungguku?'' tanya Raka.
''kami hanya ingin mengantar perjalanan tuan muda'' jawab pemimpin akademi pedang surgawi yang mengubah rencana mereka, dia tak akan berani memiliki perjalanan bersama dengan orang kuat didepannya.
Meskipun bisa menjamin keamanan mereka, namun mereka lebih takut kalau tak sengaja menyinggungnya ataupun menyinggung Raka. Lebih baik mereka berhadapan dengan para bandit daripada sosok kuat yang ada didepan mereka saat ini.
''hahaha apa yang dikatakan pemimpin akademi pedang surgawi memang benar tuan muda, kami ingin mengantar kepergian anda'' sahut pemimpin akademi lima elemen yang mengerti perubahan rencana yang dilakukan pemimpin akademi pedang surgawi secara mendadak.
''terima kasih semuanya'' balas Raka.
''sama-sama tuan muda, mari'' ucap Wiliam.
''apa ini?'' tanya Raka saat kereta yang terparkir didepan paviliun bukan kereta miliknya.
''kereta anda sangat kecil jadi kami menggantinya dengan yang lebih besar, apakah anda puas tuan muda?'' tanya Wisnu, ia sengaja memberikan kereta sederhana namun dengan ukuran yang lebih besar bahkan tiga kali lipat dari kereta Raka sebelumnya.
''aku sangat puas, terima kasih'' angguk Raka yang senang karena akhirnya tak berdesak-desakkan dengan Mina dan Lina mengingat keduanya adalah seorang gadis.
''sama-sama tua muda, senang rasanya membantu anda. Dan saya memiliki sebuah hadiah lagi untuk anda'' ucap Wisnu sambil memberikan sebuah token emas pada Raka.
''apa ini?'' tanya Raka sedangkan yang lainnya menatap token emas itu dengan penuh rasa iri.
''ini adalah token emas khusus milik paviliun bunga mawar hitam, dengan token ini maka tuan muda bisa mendapatkan diskon setiap membeli barang apapun di paviliun utama maupun cabang lainnya'' jelas Wisnu dan diangguki oleh Wiliam.
''wahh terima kasih atas hadiah yang sangat berharga ini, nanti kalau ada barang yang ingin ku lelang lagi maka aku akan mempercayakannya pada paviliun bunga mawar hitam cabang lainnya'' jawab Raka hingga membuat semua pemimpin cabang maupun pemimpin utama senang.
''terima kasih atas kemurahan hatinya tuan muda'' ucap mereka serempak dan kembali membungkuk hormat.
Setelah sedikit beramah tamah, akhirnya rombongan Raka melanjutkan perjalanan. Karena keretanya cukup besar sehingga ada sekat dan bisa dibagi dua. Mina dan Lina berada dibagian belakang kereta sedangkan Raka beristirahat dibagian depan kereta. Kali ini Malik menaiki seekor kuda sedangkan yang mengendalikan kereta dan kuda menjadi tugas paman Zeo.
''sungguh disayangkan pemuda seberbakat dirinya harus belajar di akademi bobrok itu'' gerutu pemimpin akademi pedang surgawi setelah kereta yang membawa Raka dan kelompoknya pergi.
''seandainya pemimpin akademi bintang langit disuap dengan banyak sumber daya agar menyerahkan tuan muda Raka pada salah satu dari kita apakah mungkin terjadi?'' tanya pemimpin akademi api abadi.
''seandainya kamu berada di posisi pemimpin akademi bintang langit, apakah kamu akan menyerahkan murid seperti tuan muda Raka pada akademi lain?'' tanya pemimpin akademi pedang surgawi dan dijawab dengan gelengan oleh pemimpin akademi api abadi dalam sekejap.
''nah itu kamu tau jawabannya'' ucap pemimpin akademi pedang surgawi lalu pergi mengurus urusannya yang sempat tertunda.
''hahhh sayang sekali, padahal ku kira tadi itu ide yang bagus'' pemimpin akademi api abadi menghela nafas tak berdaya.
Akhirnya semua orang membubarkan diri masing-masing dan bertekad akan menjalin kerja sama dengan akademi bintang langit karena ada seseorang yang sangat berbakat seperti Raka didalamnya, bahkan mereka berencana akan melakukan pertukaran pelajar agar bisa meminjam Raka walaupun sebentar.
Perjalanan yang kelompok Raka lakukan tidak mengalami kendala apapun sebab saat ada bandit maupun hewan roh yang mendekat maka paman Zeo segera mengeluarkan aura membunuhnya yang sangat mencekam. Hal itu benar-benar membuat Raka dan yang lainnya senang.
Paman Zeo sudah berkali-kali terkejut sejak melakukan perjalanan sebab baru mengetahui kalau tuan mudanya menguasai banyak kemampuan dari meramu obat hingga formasi, bahkan ia terkejut saat Malik menceritakan bahwa ia mendapatkan pedang roh yang bernama pedang api dari Raka secara percuma.
'seandainya aku mendapatkan pedang roh lagi maka aku akan memberikannya pada paman, namun sayang sampai saat ini aku belum mendapatkan misi apapun. Mungkin karena ada paman sehingga aku tak mendapatkan misi sebab para hewan roh maupun bandit pada kabur sebelum bertindak' batin Raka yang juga merasa dirugikan dan diuntungkan dengan adanya paman zeo.
Saat mereka sedang beristirahat di sebuah hutan di suatu malam, tiba-tiba suara sistem terdengar hingga membuat Raka senang bukan main.
[Ting misi dadakan terpicu, bunuh para semut merah. Hadiah dua energi cahaya dan sebilah pedang roh yang bernama pedang pembelah hujan yang berada di urutan 42 dari 100 pedang roh terhebat]
'pedang rohnya bisa untuk paman dan lumayan mendapat dua energi cahaya, sudah lama aku tak naik tingkat' batin Raka.
''ada apa tuan muda?'' tanya paman Zeo saat melihat Raka berdiri dan mengeluarkan pedang hati, ia bingung sebab tak merasakan kehadiran apapun dalam jarak 1 kilometer.
''paman otot-ototku sudah kaku karena selama beberapa hari ini tak bertarung jadi biarkan aku berlatih bersama yang lainnya di kedalaman hutan, jangan tolong kami kalau kami tak terdesak'' ucapnya.
Mau tak mau paman Zeo mengangguk, ia juga tak bisa membiarkan tuan mudanya tak mendapatkan pengalaman bertarung sebab pertarungan sangat penting untuk para pendekar seperti mereka.