Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sebuah kejutan
Alya memijat keningnya yang tampak berdenyut. Baru lima hari bekerja, tapi tubuhnya sudah terasa sangat letih.
"ternyata, tak semudah yang dibayangkan" gumam Alya.
Alya memandangi layar laptopnya. otaknya benar-benar sudah tak mau berfungsi lagi, setelah ia paksa bekerja seharian.
waktu sudah menunjukan pukul sepuluh lebih, namun Alya masih terus menatap layar laptopnya.
wanita cantik itu bahkan telah melewati makan siang dan malamnya.
"Aal,,ku rasa kau harus makan sekarang" tegur Nadia. wanita itu sudah memperingatkan Alya sejak tadi, namun terus diabaikan oleh wanita itu.
Alya bahkan tak menjawab beberapa panggilan dari Raka, saking sibuknya ia.
"hmm, aku akan makan sebentar lagi" jawab Alya.
"itu yang kau katakan sejak siang Aal, bagaimana jika kau sakit nanti?" ucap Nadia lagi. Nadia cukup khawatir dengan keadaan Alya yang sudah kurang istirahat sejak kemarin, dan sekarang ia mulai telat makan.
"tenang lah Nad,,,ini hampir selesai" balas Alya, dan dengan cepat menggerakkan jemarinya pada keyboard laptopnya.
"ta,,,"
"sudah selesai,," ucap Alya, memotong ucapan Nadia. wanita cantik itu bangkit dari duduknya dan menghampiri Nadia yang sedari tadi melihatnya.
"ayoo, kita makan" ajak Alya.
Nadia hanya pasrah mengikuti langkah Alya. Ia hanya khawatir Alya jatuh sakit, padahal proyek mereka baru berjalan lima hari.
selesai makan, Alya menghubungi Raka. didering ketiga, pria itu sudah menjawab panggilan Alya.
"mengapa baru menelpon, sayang,,?" panggilan sayang Raka membuat Alya seketika merindukan pria tampan itu.
"hmm,,maaf. aku cukup sibuk hari ini" jawab Alya.
"yaa, aku tahu. jaga kesehatan mu disana" ucap Raka mengingatkan. Alya hanya menganggukan kepalanya, walau ia tahu Raka tak bisa melihatnya.
"kau sudah pulang?" Alya balik bertanya.
"yaa, aku baru saja tiba dirumah. Malam ini, aku menginap dirumah ibu" ucap Raka.
"baguslah, jaga kesehatan mu juga" ucap Alya lagi.
keduanya masih terus berbincang hingga pukul sebelas lewat, Alya akhirnya pamit pada Raka, karena sudah sangat mengantuk.
Alya menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan.
"aku pasti bisa" ucap Alya, menyemangati dirinya sendiri.
^^^
Keesokan paginya, Alya bangun dengan suasana hati yang sangat baik. Mungkin karena telah berbicara dengan Raka semalam, membuat mood wanita itu sangat bagus pagi ini.
"selamat pagi semuanya, semangat pagi" ucap Alya penuh semangat.
beberapa karyawan dan pekerja yang sudah tampak hadir membalas sapaan Alya tak kalah semangat.
melihat hal itu, membuat Nadia tersenyum bahagia karena Alya yang sudah kembali semangat seperti semula.
Alya mulai kembali membahas proyek mereka yang sedikit terkendala kemarin.
setelah selesai berunding beberapa hal dengan para pekerja, akhirnya pekerjaan kembali di lakukan.
proyek yang di tangani Alya Adalah membangun sebuah resort mini. Resort mini, dengan tema alam yang indah.
sengaja Alya memberi nama mini Resort alam indah, karena tujuan dari pembangunan resort itu adalah membangun tempat penginapan yang nyaman dan alami, untuk wisatawan yang yang ingin berlibur.
selain tempatnya yang cukup strategis, tempat pembangunan resort itu juga sangat indah. perpaduan antara pantai dan pegunungan, membuat wisatawan yang mampir pasti akan betah jika menginap nanti.
karena tempatnya yang strategis itulah, Alya berani untuk memberikan ide proyek itu pada bu Rany, dan sangat didukung oleh wanita itu, dan juga suaminya.
Sangat jarang, mendapati lokasi yang sangat strategis seperti itu. perpaduan antara lautan dan pegunungan.
fasilitas Resort itu juga sangat memadai, terdapat enam Villa untuk tamu, satu lobby resepsionis, satu restoran kecil dan satu kolam renang.
Alya juga berencana untuk menambahkan sebuah taman mini dan area santai.
semua itu sudah direncanakan Alya dengan sangat matang, ia hanya perlu mengkomunikasikannya dengan baik dengan para pekerja, agar apa yang sudah ia usulkan sesuai dengan rencana.
Pekerjaan hari ini berjalan sangat lancar, membuat Alya yakin, pembangunan resort ini akan diselesaikan lebih cepat dari target yang ditentukan.
...
Alya menatap ponselnya kesal, sudah sejak pagi ia menghubungi Raka, namun pria itu tak membalas pesannya atau meneleponnya. Bukan tak hanya membalas atau meneleponnya balik, Raka bahkan tak membaca pesannya yang sudah ia kirim itu.
"apa ia sangat sibuk hari ini?" gumam Alya sambil, mengetuk-ngetuk layar ponselnya.
Nadia sudah memanggil Alya berulang kali untuk makan malam, namun Alya menolaknya. Entah mengapa ia sangat ingin tahu kabar suaminya itu. Alya terlihat uring-uringan di kasurnya, hal itu membuat Nadia sangat gemas dengan sikapnya.
"coba tanyakan pada bu Rany, siapa tahu pak Raka sedang bersama bu Rany" saran Nadia.
selain sebagai asisten Alya di proyek itu, ternyata Nadia juga sengaja ditugaskan oleh bu Rany, untuk menjaga Alya secara pribadi.
Alya tampak berpikir mendengar saran dari Nadia.
"apa Raka pernah menghubungi mu, untuk menanyakan keadaanku?" bukannya menjawab, wanita cantik itu justru balik bertanya pada Nadia.
"belum pernah Aal,," jawab Nadia.
"kalau gitu, aku tunggu kabar aja dari dia." balas Alya.
Alya sedikit malu, harus bertanya pada bu Rany, karena ia tak mau digoda oleh wanita itu.
"ya sudah kalau nggak mau, bagaimana jika aku bawa saja makananmu kemari?" tawar Nadia.
"hmm,,baiklah Nad,,terima kasih dan maaf karena sudah merepotkanmu" ucap Alya tak enak.
"it's ok Aal,, tunggu sebentar yaa,," ucap Nadia tulus, lalu pergi meninggalkan Alya seorang diri.
Alya kembali uring-uringan, ia ingin menelepon Raka lagi, namun karena sedikit kesal akhirnya ia mengurungkan niatnya itu.
"lihat aja,,aku nggak bakalan balas, ataupun ngangkat telepon dari kamu" kesal Alya.
Alya membuang ponselnya ke sembarang arah, dan tidur terlentang sambil menatap langit-langit kamarnya.
"kenapa nggak balas pesan aku sih,,,emang sesibuk itu yaa kamu?" gumam Alya.
wanita cantik itu hampir tertidur, namun suara ketukan pintu kamarnya membuat ia tersadar.
tok,,,tok, tok,,
"masuk aja Nad,,pintunya nggak di kunci" ucap Alya.
tok,,tok,,tok,,
bukannya menjawab, pintu kembali diketuk.
"Nadiaa,,pintunya nggak dikunci,,masuk aja" ucap Alya sedikit keras, karena pikirnya mungkin saja Nadia tak mendengar ucapannya.
namun, bukannya menjawab, terdengar lagi suara ketukan di pintu, membuat Alya langsung bangkit dari kasurnya.
"Nadiaaa,,,Nad,," panggil Alya pelan, namun tak terdengar suara balasan dari balik pintu.
"siapa yaaa?" tanya Alya namun tak juga dijawab.
akhirnya, dengan langkah malas, dan kesal Alya berjalan menuju pintu untuk memastikan siapa yang sudah mengetuk pintu.
ceklekk,,,
Alya memutar kenop pintu, dan..
wanita cantik itu membuka mulutnya kaget saat melihat seseorang yang sudah berdiri didepannya.
"kenapa jam, segini belum makan?" akhirnya suara di balik pintu itu terdengar. suara yang sudah sangat Alya rindukan sejak pagi.
"Rakaa,," gumam Alya, dan langsung memeluk erat tubuh pria itu, saat Raka membuka kedua tangannya.
"maaf karena nggak sempat hubungi kamu hari ini. aku sedikit sibuk tadi, menyelesaikan semua pekerjaan disana agar bisa segera kesini" ucap Raka, dan membalas pelukan Alya tak kalah erat.
"aku sangat merindukan mu" ucap pria itu lagi.
Alya tersenyum bahagia, matanya terasa panas mendengar alasan Raka.
Ia benar-benar tak menyangka Raka akan menyusulnya dengan sangat cepat.
"pasti Dave sedang merutukimu disana" ucap Alya membuat Raka terkekeh.
Alya melepaskan pelukannya dan menatap Raka.
"aku menambahkan gajinya bulan ini, jadi dia nggak akan mengomel" jelas Raka membuat Alya tersenyum.
"kau cukup licik Ka,," ucap Alya.
"bukan licik, tapi cerdik" ucap Raka memperbaiki, ucapan Alya.
Alya hanya tersenyum mendengar ucapan Raka.
kekesalannya pada Raka menguap begitu saja. saat melihat pria itu.
sepertinya ia sudah sangat jatuh cinta pada suaminya itu.
"makasih sudah menyusul ku dengan cepat" gumam Alya namun masih bisa didengar oleh Raka.
"hmmm,,karena aku sangat merindukanmu" balas Raka, dan kembali memeluk Alya erat.
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗