NovelToon NovelToon
Aku Kembali

Aku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Trauma masa lalu / Kebangkitan pecundang / Antagonis Jahat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yourfee

Ervana yang lahir dari keluarga Moses merasa hidupnya berubah setelah kehadiran anak angkat keluarganya yang begitu disayang semua anggota keluarganya. Orang tuanya dan kakak laki-lakinya lalu memperlakukan Renita, adik angkatnya dengan penuh kasih sayang. Ia diasingkan, semua hal yang menjadi miliknya kini direbut perlahan oleh Renita Moses. Air mata dan kesakitan itu membuatnya nyaris gila. Ervana kalah dan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang tak biasa, bunuh diri. Namun, jiwanya yang terperangkap dalam kegelapan sepertinya masih enggan untuk meninggalkan dunia penuh dosa ini. Ervana lalu kembali dengan versi baru yang membuat keluarganya tercengang.
"Aku kembali hanya untuk memberi pelajaran pada mereka bahwa aku tidak pantas diperlakukan seburuk ini". Persis ketika ia membuka matanya, kehidupan baru menyambutnya. Ervana lalu hidup menurut kepercayaannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourfee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21. Lalu kenapa kalau dia meregang nyawa?

 Kabar menyedihkan itu tersebar cepat ke seluruh penjuru rumah besar milik keluarga Moses. Ini berita duka, namun tak ada yang menangis seolah kematian Ervana tak sepenting itu.

"Nyonya". Bian yang baru saja kembali dari rumah sakit kini berdiri di depan Eva dengan wajah penuh keringat.

"Bian, kau sudah kehilangan sopan santunmu atau bagaimana? Apakah ini yang sering diperlihatkan oleh seorang pria terhormat?" Renita berucap lembut, namun perkataannya seperti sebuah pisau tajam yang mengoyak harga diri Bian.

"Ah, maaf Nona kurasa ini bukan waktu yang tepat untuk menunjukkan sopan santun penuh kepalsuan seperti yang sering kau tunjukkan. Saat ini berita tentang putri kandung keluarga Moses lebih penting daripada meladeni ucapan gadis asing yang kebetulan dipungut oleh keluarga Moses". Deg

Wajah Renita memerah karena amarah dan rasa malu. Gadis itu sedikit tidak menyangka jika si pengawal yang sudah dipecat oleh ayahnya kini menghinanya tanpa ampun. Yang paling menyedihkan adalah Eva Moses hanya diam seolah membenarkan setiap ucapan sang pengawal.

"Ah maaf Nona Renita aku salah bicara. Tidak seharusnya aku berlaku tidak sopan pada kerabat keluarga Moses". Bian berucap dengan penuh rasa bersalah, namun ekspresi wajahnya menunjukkan hal sebaliknya. Sial, pengawal bodoh ini benar-benar harus dibasmi. Tangan Renita terkepal, tanda amarahnya sedang tinggi. Namun, ia tidak ingin memperlihatkan sikap tidak sopannya di hadapan sang ibu angkat. Renita harus memainkan perannya dengan sebaik mungkin.

"Ada apa, Bian? Bukankah kau sudah dipecat oleh suamiku? Lalu kenapa kau masih berani menunjukkan wajahmu di hadapanku?" Eva berucap angkuh sambil menyilangkan kakinya bak permaisuri.

"Aku diutus oleh Tuan Muda, Nyonya! Nona Ervana meninggal dan jasadnya masih berada di rumah sakit kota". Hening, tidak ada komentar apapun untuk hal itu. Bian memberanikan diri untuk menatap wajah sang nyonya rumah.

"Bi-Bian, apa yang kau katakan?" Suara Eva tertahan di tenggorokan. Dadanya sesak seperti tertimpa batu besar. Bagaimana bisa? Putri yang selalu diabaikannya kini meninggal?

"Bukankah Vana berada di rumah sakit jiwa? Kebodohan macam apa yang kau ucapkan, Bian? Kau ingin mengelabuiku atau bagaimana? Lucas bahkan tidak memberitahuku akan hal ini. Bagaimana mungkin, Bian?!"

"Tuan Muda tidak menghubungi anda karena dia sedang mengurus banyak hal, Nyonya. Aku diutus ke sini untuk menyampaikan hal ini sekalian mengambil beberapa dokumen penting milik Nona Ervana".

"Putriku meninggal dunia? Bagaimana bisa, Bian?" Eva Moses yang biasanya angkuh kini tak lebih dari ibu paling patah hati yang belum siap kehilangan putrinya.

"Ada apa?" Efendi Moses yang baru saja bergabung tak bisa menyembunyikan raut penasarannya. Istrinya berlinang air mata, tentu saja ia panik.

"Pu-putriku". Eva berucap lirih, nyaris seperti sebuah bisikan.

"Renita? Kau kenapa, Nak?" Ini menyedihkan! Efendi bahkan hanya mengingat satu nama ketika mendengar kata 'putri'. Bian mengepalkan kedua tangannya dengan amarah yang menggebu-gebu. Dirinya hanyalah orang asing yang tak punya hak apapun atas drama sialan di depan matanya. Namun, pria asing itu tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap keluarga Moses. Bagaimana mungkin Efendi masih memikirkan orang lain ketika kondisi putri kandungnya sangat jauh dari kata normal.

"Bukan Renita tapi putri kandung anda, Tuan Moses. Nona Ervana meninggal dunia dan jenazahnya masih berada di rumah sakit". Bian nyaris berteriak di hadapan pria angkuh itu.

"Meninggal? Ervana meninggal?" Tidak ada kesedihan di wajahnya. Efendi Moses mungkin masih mencerna kejadian mengejutkan itu.

"Efendi, putrimu meninggal dunia huuu". Eva menelungkupkan wajahnya di meja kaca ruangan itu. Keringat dan air mata membasahi wajahnya, membuat riasan mahal di wajahnya terlihat sangat kacau.

"Hah, ini sedikit mengejutkan tapi huh memangnya kenapa kalau dia meregang nyawa? Bukankah semua orang pasti mati?" Ucapnya dengan santai sambil bersedekap angkuh.

"EFENDI MOSES". Eva menatap nyalang wajah santai suaminya. Sungguh sedikit tidak menyangka dengan ucapan pria yang dicintainya ini.

"Tuan Moses anda benar. Semua orang pasti mati termasuk putri angkatmu ini". Telunjuk kanan Bian teracung di hadapan wajah Renita yang bahkan tak perlu repot-repot menunjukkan ekspresi sedihnya.

"Jaga bicaramu, Bian!" Tegur sang tuan dengan wajah memerah. Pria itu terlihat tidak terima dengan ucapan yang keluar dari bibir pria muda di hadapannya ini.

"Kenapa anda begitu marah? Bukankah itu kalimat yang anda ucapkan? Huh, sikap pilih kasihmu benar-benar menggelikan".

"Bian, jangan berkata seperti itu di hadapan ayah. Kau benar-benar tidak tau caranya menghormati orang tua". Renita mulai berbicara setelah terdiam beberapa saat. Gadis bodoh itu akhirnya mati, aku tak perlu repot-repot untuk menyingkirkannya. Sepertinya semesta begitu merestuiku. Batin Renita bersorak bahagia karena kabar duka itu. Sedikit lagi semua orang akan tau jika hanya dirinya putri keluarga Moses. Ah, kabar membahagiakan ini harus dirayakan bersama orang terdekatnya yang bekerja di rumah sakit jiwa itu. Ema harus tau kabar gembira itu!

"Bian, urus semua dokumen Ervana. Lebih baik kita ke rumah sakit sekarang". Eva lebih memilih meninggalkan tempat itu dan masuk ke kamarnya. Di balik pintu yang terkunci, wanita itu menangis histeris sambil memukul dadanya beberapa kali, berusaha menghalau rasa sesak yang semakin menyiksanya.

"Vana, maafkan Ibu maafkan Ibu". Bibirnya bergetar ketika mengucapkan kalimat menyedihkan itu. Saat ini, Eva Moses bukan lagi wanita angkuh yang kerap bertindak sesuka hati. Ia hanyalah wanita putus asa yang membenci sebuah perpisahan.

"Nak, bagaimana mungkin ibu mengabaikanmu sekian lama demi membahagiakan anak orang lain? Ibu bodoh sekali ya? Ah, kenapa Nak? Kenapa kau menghukum ibu dengan cara seperti ini?"

Hujan masih setia mengguyur kota Zera.

"Langit bahkan ikut berkabung. Putriku benar-benar gadis baik hati". Eva Moses dulunya adalah seorang ibu yang begitu memperhatikan anak perempuannya. Kedatangan Renita ke rumah ini awalnya tidak mengubah apapun, namun suatu saat gadis itu menyelamatkan nyawanya dari kobaran api ketika terjadi kebakaran di rumah belakang. Gadis itu menolongnya dengan penuh perasaan sampai-sampai kakinya melepuh. Deg, kaki melepuh?

"Aku tidak pernah melihat bekas luka di kaki Renita. Setelah kejadian waktu itu ia bersikeras untuk tinggal di asrama demi kelancaran pendidikannya. Aku bahkan tidak tau bagaimana caranya ia menyembuhkan lukanya". Eva mendesah pelan, kejadian di masa lalu seperti sebuah teka-teki paling membingungkan baginya.

"Du saat yang bersamaan, Ervana dimasukkan ke sekolah berasrama oleh ayahnya. Ah, aku benar-benar tidak tau kenapa gadis kecil itu seperti tidak terima ketika mendengar aku menyanjung Renita dan mengatakan bahwa gadis itu adalah penolongku".

1
EMA
Semangat kk lanjut nya 💪 💪
EMA
Semangat kk 💪💪💪
Afee: Makasih kaaa🥰
total 1 replies
EMA
Lanjut kk
Alvi
lanjut thorrrr🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!