NovelToon NovelToon
AMBISI SANG SELIR

AMBISI SANG SELIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.

Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.

Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.

Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. AMSALIR

Di dalam kuil, Zhen Yi tergeletak tak berdaya. Wajahnya pucat, matanya terpejam.

Semua gelap. Lilin-lilin yang berderet telah padam.

Pangeran Wang Zihan bergegas mencari keberadaan Zhen Yi. Matanya menyisir seluruh area dalam kuil.

Aroma dupa menguar kuat. Udara di dalam begitu lembab dan pengap. Walau tempatnya di dalam ruangan, udara dingin terasa begitu membekukan.

Pandangannya terpaku saat melihat sosok yang tergeletak tak berdaya.

"Zhen Yi!" pekiknya, langkahnya lebar bergegas menghampiri.

Ke dua tangannya mengepal kuat, seakan meluapkan kekesalannya yang tak bisa menjaga wanita yang begitu di cintainya itu.

"Sadarlah! Aku ada di sini!" serunya, seraya menepuk pelan pipi Zhen Yi yang kini didekapnya.

Dengan hati yang begitu rapuh, Pangeran Wang Zihan memeluknya erat. Mendekap kedua tangan Zhen Yi yang memucat.

Sementara di luar kuil. Semua orang menunggu dengan tak sabar. Terutama Permaisuri Zi-Wei.

Jari telunjuknya mengetuk-ngetuk lengannya yang bersedekap dengan tak sabar. "Kita masuk saja, Yang Mulia. Ini sudah terlalu lama."

"Iya, lebih baik baik kita masuk saja. Lagi pula Pangeran sudah di dalam bukan? Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan Nona Zhen Yi, Yang Mulia," tutur Selir Ling Xian memprovokasi.

Semua saling pandang. Ru Xuan juga mengangguk ke arah ayahnya sang Kaisar.

Kaisar yang sebenarnya sudah sangat tak sabar mengangguk lemah berusaha tetap terlihat berwibawa.

"Baiklah. Kita akan masuk sekarang," perintahnya.

Ru Xuan melirik ibunya. Mereka saling melempar senyum, seolah sudah tahu nasib buruk apa yang akan menimpa Zhen Yi.

'Mampus kau, Zhen Yi. Kau pasti sudah di alam lain sekarang. Ucapanmu sendiri yang menyeretmu ke dalam kematian yang sepi,' kutuk Ru Xuan dalam hati, bibirnya tampak berkomat-kamit.

Mereka segera melangkah masuk ke dalam kuil. Cahaya benderang di luar terasa sangat kontras dengan suasana remang-remang di dalam, di mana hanya ada beberapa celah yang ditembus sinar mentari.

Pemandangan di depan mereka ternyata jauh dari harapan. Permaisuri berharap melihat tubuh Zhen Yi yang terbujur kaku, namun matanya seketika membelalak saat melihat gadis itu masih bersimpuh dengan tangan bertangkup. Ia tengah berdoa dengan khusyuk di depan patung Dewa, sementara Wang Zihan berdiri tegak di sampingnya.

"Apa! Mana mungkin tidak terjadi apa-apa padanya? Lima hari jalang itu terkurung di sini dan dia tetap segar bugar?" gerutu Permaisuri Zi-Wei.

Tak seorang pun yang mengetahui kondisi Zhen Yi sebelumnya selain Pangeran Wang Zihan. Sesaat sebelum rombongan Kaisar tiba, Wang Zihan sempat didera kepanikan hingga menitikkan air mata, sampai ia teringat pesan Liang untuk memberikan pil penawar itu.

Sebelumnya, Liang yang mendengar kabar penangkapan Dali, diam-diam menyelinap ke dalam penjara. Di sana, Dali berpesan bahwa nyawa Zhen Yi sepenuhnya bergantung pada pil penawar tersebut. Liang pun bergegas menuju kuil untuk menemui Wang Zihan dan menceritakan semuanya. Berkat pil itulah, Wang Zihan berhasil membangkitkan Zhen Yi dari kondisi mati surinya tepat waktu.

Zhen Yi mengakhiri doanya. Dengan gerakan lemas yang disengaja, ia berbalik. "Yang Mulia."

Kaisar yang melihat hal itu segera menghampiri dan memeluknya erat. "Syukurlah kamu baik-baik saja, Nona Zhen Yi. Aku sungguh senang!" teriak Kaisar dengan gembira. Wanita yang ia idam-idamkan akhirnya selamat dan kini akan menjadi miliknya seutuhnya.

Wang Zihan menatap pemandangan itu dengan sorot mata tak suka, meski ia berusaha keras untuk tetap tenang. Namun, Permaisuri menyadari percikan kecemburuan itu, yang justru membuatnya semakin berhasrat untuk melenyapkan Zhen Yi.

Tiba-tiba, Kaisar mengangkat tubuh Zhen Yi. Terkejut, Zhen Yi refleks mengalungkan kedua tangannya di leher Kaisar. "Yang Mulia, apa yang Anda lakukan?"

"Aku akan membawamu keluar dari sini. Setelah ini, kau akan menjadi pengantinku," jawab Kaisar sembari melangkah lebar ke luar kuil.

Di dalam tenda kekaisaran, Zhen Yi dibaringkan di atas ranjang sementara seorang tabib memeriksa keadaannya. "Semuanya normal. Nona Zhen Yi sangat sehat," lapor sang tabib.

Senyum bahagia merekah di bibir Kaisar. Namun, pemandangan itu menjadi duri bagi kedua istrinya dan putrinya, Ru Xuan.

"Kalian lihat, bukan? Nona Zhen Yi memang jodohku. Ramalan Bintang Biduk yang kalian sebut tidak cocok itu, kini terbukti membawa keberuntungan," tegas Kaisar kepada peramal Jing Tu.

Jing Tu hanya bisa menunduk dalam. "Maafkan kelancangan hamba, Yang Mulia. Hamba tidak menyangka perkataan Nona Zhen Yi benar-benar terbukti."

Kaisar kemudian menatap tajam kedua istrinya. "Bagaimana dengan kalian? Apa masih ingin menentang? Dia adalah wanita keberuntunganku sekarang!"

Permaisuri Zi-Wei mengepalkan tangan di balik lengan bajunya, namun wajahnya dengan cepat berubah menjadi topeng keprihatinan yang manis. Ia melangkah maju sambil menunduk khidmat.

"Tentu saja tidak, Yang Mulia," sahut Permaisuri Zi-Wei dengan nada suara yang bergetar dibuat-buat. "Hamba justru bersyukur para Dewa melindunginya. Namun, bukankah ini sedikit aneh? Lima hari tanpa air dan makanan, tetapi ia tampak sesegar orang yang baru bangun tidur siang. Hamba hanya khawatir ... ilmu hitam apa yang ia gunakan untuk mengelabui maut?"

Ru Xuan, yang menangkap sinyal ibunya, ikut menimpali dengan suara ketakutan. "Benar, Ayahanda. Bukankah keajaiban yang terlalu besar terkadang hanyalah kutukan yang dipalsukan?"

Kaisar mendengus dingin, membuat suasana di dalam tenda seketika membeku. "Cukup! Keberuntungan adalah keberuntungan. Jangan mencoba menutupi rasa malu kalian dengan fitnah yang tidak masuk akal."

1
Karin Efendhy
visualnya ga muncul
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: masak sih kak.. tapi di pembaca lain muncul loh
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
berhasil zhen yi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
makin seru
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wow tapi kok zhen yi mau aja sih layani kaisar n pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bergerak dengan penuh perhitungan
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
masuk perangkap pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bermain cantik dan halus🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
duh dali semoga tepat waktu ya
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
visualnya pas thor💕🌸
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wah ada nama aq di sebut thor, mumpuni🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
jahe merah+kayu manis memang bikin anget tubuh
༺⬙⃟⛅เภє๓🫠
sebenernya Zhen yii punya dendam apa 🤔
Ar_15❄
baru awal lhoo ya....
Ar_15❄
klo mau ada misi jgn pake perasaan deh...
takutnya kacau nnti
Ar_15❄
lhooo kog acting....
mancing sesuatu yaaa
Ar_15❄
baru ini baca genre fantim....
gass aja balas dendam nya💪💪💪
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
hmm mulai nih, pangeran mulai jatuh cinta dan Zhen yi mulai memainan rencana balas dendam nya🤭 tapi takut nya nanti Zhen yi kejebak sama permainan nya sendiri 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
benar" macam tengok dracin 😭😭

sorry ya keskip bab 3, karna iklan nya tuh😭 maaf aja dah lama ga baca di novel 🙂‍↕️🙏
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: iyaa kak
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iya makanya kmu hrus hati2
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ
good job Zhen Yi. target langsung masuk perangkap 😝🤣🏃🏃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!