NovelToon NovelToon
Sandi Hati Sang Alpha

Sandi Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Satu kontrak, dua keluarga, dan ribuan rahasia. Bagi Bhanu Vandana, Selena Arunika adalah aset yang ia beli. Bagi Selena, Bhanu adalah tirani yang harus ia taklukkan. Di aula yang beraroma cendana, mereka tidak memulai sebuah pernikahan, melainkan sebuah peperangan. Saat fajar bertemu dengan matahari yang beku, siapa yang akan bertahan ketika topeng-topeng kekuasaan mulai retak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjamuan diri dan rahasia berdarah

Suasana di meja makan membeku. Keberanian Selena yang baru saja meledak di udara meninggalkan keheningan yang menyesakkan. Bhanu masih berdiri, tangannya mengepal di atas meja, sementara Dahayu tetap duduk dengan keanggunan yang mengerikan, jemarinya perlahan mengusap pinggiran gelas kristal miliknya.

"Peti mati, Selena?" Bhanu mengulang kata-kata itu dengan suara rendah yang menggetarkan. Ia melangkah perlahan mengitari meja, mendekati Selena hingga ia bisa merasakan napas pria itu di puncak kepalanya. "Kamu bicara seolah-olah kamu punya kendali atas kematian di rumah ini. Kamu lupa, di sini, napasmu adalah pinjaman dariku."

Selena mendongak, matanya tidak berkedip. "Pinjaman atau bukan, aku tidak akan membiarkanmu menagihnya dengan cara yang menghinaku, Bhanu."

Renggana berdehem, memecah ketegangan yang nyaris meledak. "Cukup drama romantisnya. Kita punya masalah nyata. Seseorang di rumah ini bekerja untuk faksi Alya Cendana. Dan jika Alya sudah terlibat, itu artinya informasi tentang sandi itu sudah bocor ke telinga para pemangsa di pasar gelap."

Nama Alya Cendana membuat Dahayu bereaksi. Rembulan yang biasanya tenang itu kini menajamkan pandangannya. "Alya? Dia tidak mungkin bergerak secepat ini kecuali dia punya akses langsung ke dalam sistem keamanan kita. Bhanu, siapa yang memegang akses gerbang barat semalam?"

Bhanu terdiam sejenak, matanya berkilat penuh kecurigaan. "Hanya aku, kamu, dan..." Ia menoleh ke arah Renggana.

"Jangan menatapku seperti itu, Sahabatku," Renggana mengangkat kedua tangannya, tertawa hambar. "Aku memang menyukai kekacauan, tapi aku tidak cukup bodoh untuk mengkhianati Vandana demi seorang wanita seperti Alya."

Sore harinya, Dahayu membawa Selena ke sebuah ruangan di lantai bawah tanah yang tidak pernah Selena ketahui keberadaannya. Ruangan itu penuh dengan monitor pengawas dan arsip-arsip tua. Di sana, Dahayu menunjukkan sebuah foto lama—foto kakek mereka bersama seorang pria yang sangat mirip dengan ayah Selena.

"Keluarga kita terikat bukan karena persahabatan, Selena," ucap Dahayu, suaranya bergema di ruangan yang dingin itu. "Tapi karena sebuah kejahatan masa lalu yang mereka lakukan bersama. Sandi yang ada di kepalamu bukan hanya kunci aset, tapi juga kunci untuk menghancurkan sejarah keluarga Vandana dan Arunika sekaligus. Jika dunia tahu apa yang mereka lakukan tiga puluh tahun lalu, kita semua akan berakhir di tiang gantungan."

Selena terpaku menatap foto itu. "Kejahatan apa?"

Dahayu mendekat, wajahnya yang cantik kini tampak pucat di bawah lampu neon. "Pembantaian faksi Cendana. Itulah kenapa Alya begitu terobsesi. Dia bukan hanya ingin uang; dia ingin pembalasan dendam. Dan dia pikir kamu adalah jalan keluarnya."

Tiba-tiba, lampu di ruangan itu berkedip-kedip lalu mati total. Suara alarm meraung keras di seluruh vila.

"Sistemnya lumpuh!" Dahayu berteriak, segera menarik sepucuk pistol dari balik blazernya. Sisi tajam sang Rembulan akhirnya keluar sepenuhnya. "Selena, tetap di belakangku!"

Di kegelapan, Selena mendengar suara tembakan dari lantai atas. Jantungnya berdegup kencang, namun ia tidak berteriak. Ia meraba-raba meja kerja di dekatnya, tangannya menemukan sebuah pemotong kertas yang tajam. Ia menggenggamnya kuat-kuat. Ia ingat janjinya: ia tidak akan menjadi pengantin yang lemah.

Pintu ruangan itu didobrak paksa. Seseorang masuk dengan gerakan cepat. Dahayu hampir melepaskan tembakan sebelum sebuah suara yang sangat dikenal memerintah.

"Ini aku! Dahayu, bawa Selena ke koridor rahasia sekarang!" Itu suara Bhanu. Ia tampak berantakan, kemeja putihnya ternoda darah di bagian bahu.

"Bhanu, kamu terluka?" Selena bertanya, suaranya bergetar meski ia mencoba kuat.

Bhanu menoleh ke arah Selena dalam gelap, kilat matanya menunjukkan kemarahan sekaligus sesuatu yang menyerupai rasa protektif. "Aku baik-baik saja. Renggana sedang menahan mereka di gerbang depan. Alya mengirim tim pembunuh, bukan negosiator. Mereka tidak menginginkan sandinya lagi, Selena. Mereka ingin menghapus semua saksi hidup."

Bhanu menarik tangan Selena dengan kasar, namun kali ini Selena tidak melawan. Mereka berlari menembus kegelapan, melewati lorong-lorong sempit di balik dinding beton vila. Saat mereka mencapai pintu keluar darurat, Bhanu tiba-tiba berhenti.

Ia membalikkan tubuh Selena, memojokkannya ke dinding. Di bawah cahaya bulan yang masuk dari ventilasi, Bhanu menatapnya dalam-dalam. "Dengar, Selena. Di depan sana, segalanya akan berubah. Jika kita keluar dari pintu ini, perjodohan ini bukan lagi soal bisnis. Ini soal bertahan hidup. Kamu masih ingin menghancurkanku?"

Selena menatap noda darah di bahu Bhanu, lalu menatap matanya yang keras. Ia mengangkat pemotong kertas yang masih dipegangnya. "Aku akan menghancurkanmu nanti, Bhanu. Tapi malam ini, aku akan membantumu menghancurkan mereka. Karena tidak ada yang boleh menyentuh 'barang dagangan' Vandana selain sang pemiliknya sendiri, bukan?"

Bhanu menyeringai tipis, sebuah ekspresi kekaguman yang jujur muncul di wajahnya untuk pertama kali. "Ternyata Kakek benar. Kamu memang kepingan yang paling berbahaya."

Tepat saat itu, pintu di belakang mereka meledak. Perang terbuka yang diprediksi Selena telah dimulai lebih cepat dari dugaannya. Dan di antara asap dan api, Selena Arunika menyadari bahwa untuk tetap menjadi wanita yang kuat, ia harus mulai menari di dalam api bersama sang Matahari yang membeku.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Yulianti
bagus bgt kita diajak untuk berimajinasi,ttp aja ketulusan hati mengalahkan segalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!