Saat kita baru tau jika kita memiliki seorang anak, bagaimana perasaan kita?,
Reynaldi, seorang pria yang baru saja bebas dari penjara harus memulai hidup baru lagi karena dia sadar telah membuat kesalahan yang bikin semua kelurganya malu. Delapan tahun Reynaldi harus hidup di penjara atas kesalahannya di masa lalu. Namun tak pernah ia duga ia harus bertemu dengan wanita yang dulu sempat jadi kekasihnya dan seorang anak perempuan yang baru berusia tujuh tahun. setelah di selidiki ternyata anak itu merupakan ank kandungnya yang tidak pernah ia ketahui.
Bagaimana cara Reynaldi menebus semua kesalahannya terhadap mantan kekasihnya dan anaknya?...
yu baca ceritanya!!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kinan bertemu Nara kembali.
Keesokan paginya Kinan bangun pagi seperti biasa dan dia langsung turun ke dapur untuk membuat sarapan namun saat di dapur Kinan melihat asisten rumah sedang membuat sarapan.
"Mbak, aku bantu apa? " tanya kinan.
"Eh non, gak usah non. Kalau non mau apa bilang saja biar nanti mbak yang bikinin, " jawab asisten rumah itu.
"Em, aku biasa bikin sendiri mbak, jadi gak apa-apa aku bantu, " ujar Kinan tetap ingin membantu.
"Jangan non, nanti den Aldi marah kalau lihat non di dapur, " balas asisten rumah itu lagi dengan takut.
"Udah kamu bilang saja sama mbak nya mau sarapan apa gak usah turun tangan gitu aja, jangan di bawa deh kebiasaan di kampung ke rumah ini, " ucap Yulia sang mertua membaut Kinan kaget dan terdiam.
"Maaf ma, " ujar Kinan.
"Udah di buat enak malah ingin turun tangan, " ucap Yulia dengan sinis lalu pergi lagi.
Asisten rumah ya g tadi bicara dengan Kinan langsung mengusap punggung Kinan karena dia tau jika Kinan pasti sakit hati.
"Udah neng jangan di dengerin ucapan ibu, dia memang kaya gitu, " ucap asisten rumah itu.
"Iya mbak, tolong buatin teh manis saja mbak, " balas Kinan lalu keluar dari dapur dan naik ke kamar lagi untuk membangunkan Aldi dan Lia.
Namun saat masuk kamar Aldi dia sudah bangun dan sudah rapi.
"Abang mau ke kantor hari ini? " tanya Kinan sambil mendekat.
"Iya, tapi sebelum ke kantor aku antar kamu dan Lia ke sekolah karena hari ini Lia mulai sekolah, " balas Aldi.
"Em, ya sudah aku bangunkan Lia dulu terus nanti aku siap-siap, " ucap Kinan lalu menuju kamar Lia.
Aldi dia pun turun dan langsung menuju meja makan, di meja makan sudah ada sang mama yang sedang sarapan.
"Bilangin sama istri kamu, gak usah bawa-bawa ke biasan di kampung harus belajar jadi nyonya rumah, " ucap sang mama membuat Aldi kaget.
"Maksud mama apa? " tanya Aldi bingung.
"Ya bilangin sama istri kamu gak usah bikin sarapan sendiri atau ngerjain pekerjaan rumah toh disini sudah ada yang ngerjain, " jawab sang mama dan Aldi tersenyum tidak membalas ucapan sang mama.
"Kenapa tersenyum? " tanya sang mama.
"Ma, aku senang deh ternyata mama peduli juga sama Kinan, " jawab Aldi.
"Mama bukan peduli tapi mama gak mau bayar pembantu sia-sia jadi biarkan mereka kerja, " balas sang mama tidak mau di sebut peduli dan perhatian pada Kinan.
"Iya-iya aku tau, " balas Aldi.
Kinan pun turun bersama Lia dan sudah rapi, Kinan pun duduk di meja makan di samping Aldi dan langsung menyiapkan sarapan buat Lia. Kinan tidak banyak bicara dia sibuk sarapan bersama Lia. Selesai sarapan mereka pun langsung pergi setelah pamit pada sang mama. Di mobil Aldi mengajak Kinan bicara.
"Tadi mama tegur kamu? " tanya Aldi.
"Abang kok tau? " tanya balik Kinan.
"Kamu jangan ambil hati ucapan mama, dia kaya gitu karena dia peduli sama kamu biar kamu tidak di rendahkan oleh pembantu di rumah, " beritahu Aldi membuat Kinan terdiam.
"Mungkin cara penyampainya yang salah jadi kamu maklumi saja, " lanjut Aldi dan Kinan mengangguk.
Mereka pun tiba di sekolah baru Lia. Kinan dan Lia turun dan kaget dengan bangunan sekolah yang ada di hadapan mereka.
"Bang, kamu gak salah cari sekolah buat Lia? " tanya Kinan karena dia tau berapa biaya sekolah di tempat ini.
"Papa yang daftarin Lia sekolah disini aku gak tau apa-apa, " jawab Aldi.
"Ayo masuk, " ajak Aldi dan mereka pun langsung masuk.
Kinan dan Lia di buat takjub dengan sekolah itu karena itu merupakan sekolah elit internasional dan yang sekolah disini bukan orang sembarangan. Setelah Lia masuk sekarang Kinan dan Aldi keluar.
"Kamu mau aku antar atau naik taksi? " tanya Aldi.
"Aku naik taksi aja bang, aku ingin sambil jalan-jalan, " jawab Kinan.
Aldi mengeluarkan dompetnya lalu memberikan sebuah kartu membuat Kinan bingung.
"Kamu pakai saja uang yang ada di kartu itu, " ucap Aldi membuat Kinan kaget.
"Udah gak usah banyak mikir pakai saja, " ucap Aldi dan Kinan tersenyum.
Kinan pun langsung naik ke taksi setelah Aldi mencarikan taksi. Tujuan Kinan adalah ke mall karena ada sesuatu yang ingin Kinan beli. Kinan pun tiba di mall dan dia langsung berjalan-jalan sampai akhirnya di menemukan toko yang di cari. Kina masuk ke sebuah toko sepatu karena Kinan ingin membeli sepatu Lia. Kinan pun mendapatkan sepatu yang cocok buat Lia dan langsung membayarnya, setelah dapat Kinan pun keluar dari toko sepatu itu namun tiba-tiba seorang anak laki-laki berusia lima tahun menabraknya membaut si anak terjatuh.
"Kamu gak apa-apa dek? " tanya Kinan sambil membantu anak itu bangun.
"Gilang, " panggil seorang wanita dan langsung mendekati Kinan dan anak itu.
"Mbak Nara, " panggil Kinan setelah yakin kalau wanita itu Nara.
Wanita itu pun melirik ke arah Kinan dan dia langsung berdiri lalu memeluk Kinan.
"Ya allah Kinan, " ujar wanita itu yang tak lain Nara.
"Mbak, apa kabar?, jadi ini anak mbak? tanya Kinan sambil melirik anak laki-laki yang tadi menabraknya.
"Iya nan,dia anak ku, " jawab Nara.
"Kamu sedang apa disini? " tanya Nara.
"Aku lagi cari sepatu buat Lia, kebetulan dia hari ini pindah sekolahnya ke sini mbak, " jawab Kinan.
"Bagus dong kalau kamu tinggal di kota ini jadi nanti kita sering ketemu, " ujar Nara.
"Iya kita ngobrolnya di sana aja, " ajak Nara menunjuk sebuah restoran.
Kinan pun mengangguk lalu mengikuti Nara dan mereka pun duduk berdua di restoran ini karena anaknya Nara langsung di serahkan pada pengasuhnya.
"Kamu sejak kapan tinggal disini? " tanya Nara.
"Baru pindah kemarin mbak, aku udah nikah sekarang, " jawab Kinan sambil memberitahu Nara jika diri nya sudah menikah.
"Sama siapa? " tanya Nara.
"Sama ayahnya Lia mbak, kami ketemu lagi dan aku memutuskan untuk bersama nya karena aku ingin Lia dekat dengan ayahnya, " jawab Kinan.
"Ya mbak sih dukung kamu saja apa pun yang kamu putuskan toh yang menjalani bukan saya tapi kamu, " ujar Nara.
"Makasih lo mbak, udah bisa ngertiin aku, " balas Kinan.
"Kapan-kapan kamu kenalin suami kamu biar aku dan bang Ilham kenal, " pinta Nara dan Kinan pun mengangguk.
Kinan dan Nara mereka lumayan lama mengobrol sampai tak terasa sudah waktu ya menjemput Lia. Kinan pun pamit dan dia langsung pergi menjemput Lia. Kinan tidak pernah berpikir bakal bertemu lagi dengan Nara.