NovelToon NovelToon
BODYGUARD DENGAN MATA LANGIT

BODYGUARD DENGAN MATA LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kultivasi Modern / Mata Batin
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Blue79

Calvin Arson hanyalah pemuda miskin yang hidup dari berjualan di pinggir jalan. Suatu hari, ia menemukan sebongkah batu giok aneh yang mengubah seluruh takdirnya. Dari situlah ia memperoleh kemampuan untuk melihat menembus segala hal, serta "bonus" tak terduga: seorang iblis wanita legendaris yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Sejak saat itu, dunia tidak lagi memiliki rahasia di mata Calvin Arson.

Menilai batu giok? Cukup satu lirikan.

Membaca lawan dan kecantikan wanita? Tidak ada yang bisa disembunyikan.

Dari penjaja kaki lima, ia naik kelas menjadi pengawal para wanita bangsawan dan sosialita. Namun, di tengah kemewahan dan godaan, Calvin Arson tetap bersikap santai dan blak-blakan:

"Aku dibayar untuk melindungi, bukan untuk menjadi pelayan pribadi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Boom!

Mata Phoenix Abadi menunjukkan keampuhannya. Kilatan energi spiritual menangkap posisi sejati telapak tangan pria paruh baya itu, lalu sebuah pukulan dilancarkan secepat kilat dengan seluruh kekuatan.

Tinju dan telapak tangan beradu. Energi spiritual meledak hebat. Hampir seluruh sisa energi spiritual di tubuh Calvin tercurah dalam satu pukulan itu. Namun, pada saat benturan, ia langsung merasakan dirinya seperti orang yang tenggelam di tengah gelombang besar; sebuah kekuatan dahsyat menghantam tubuhnya, membuatnya terlempar tanpa kendali dan menghantam keras sepeda motor di belakangnya.

“Puh!”

Seteguk darah muncrat dari mulut Calvin. Di dalam hatinya bergemuruh badai besar. Ini adalah pertama kalinya ia benar-benar menyaksikan kedahsyatan seorang kultivator. Selisih satu tingkat, lima jenjang kecil, perbedaan kekuatannya bagaikan langit dan bumi.

Namun, Calvin tidak tahu bahwa keterkejutan pria paruh baya itu sama besarnya. Ia menatap Calvin dengan sorot mata berkilat, berpikir dalam hati: Anak ini baru di tahap awal Penggerak Energi, tetapi pukulannya justru mampu melukai otot dan tulangku. Jurus apa yang ia gunakan?

Keserakahan mulai muncul di hati pria itu; ia menginginkan ilmu bela diri Calvin untuk dirinya sendiri. Calvin dengan susah payah bangkit dari tanah, lalu berkomunikasi dengan wanita di dalam pikirannya.

“Kakak Dewi, Dewi Besar, apa kau sudah siap? Kalau belum, aku benar-benar akan mati!”

“…….”

Tak ada jawaban. Waktu setengah batang dupa belum berlalu.

“Baik, baik, baik! Akan kuberikan padamu! Perlu sampai bertarung seperti ini? Lihat, sepeda motorku yang bagus saja sampai rusak!” Calvin hanya bisa mengulur waktu. “Hanya saja… aku sebenarnya tidak tahu apa gunanya kotak itu. Saat keluar tadi, aku membuangnya di bawah sebuah pohon. Aku bisa membawamu ke sana. Bagaimana?”

Pria paruh baya itu mendengus dingin. Ia memang tidak punya pilihan lain.

Dalam perjalanan kembali, sekitar sepuluh menit kemudian, suara wanita yang telah lama ditunggu Calvin akhirnya terdengar: “Bocah busuk, kalau kau terus bicara sembarangan, aku benar-benar akan meninggalkanmu….”

Ternyata karena menunggu terlalu lama, Calvin tanpa sadar memaki dalam hati. Tak lama kemudian, wanita itu mengambil alih tubuh Calvin. Dalam sekejap, tekanan mengerikan yang tak terlukiskan memancar dari tubuhnya, seperti samudra bergelora atau bintang jatuh menghantam bumi. Kekuatan jiwa yang sangat besar menyelimuti pria paruh baya itu dalam sekejap. Cahaya jingga menyala di mata Calvin, bagaikan api yang membara.

“Ini… kau… bagaimana mungkin…?” Pria itu tercengang, merasakan ketakutan terbesar dalam hidupnya—firasat kematian yang paling dekat. Seluruh sarafnya menegang, ingin mundur, tetapi kakinya tidak mampu bergerak.

“Kau menginginkan ini?” Calvin yang dikendalikan wanita misterius itu mengulurkan tangan. Di telapak tangannya muncul Menara Kaisar Bumi yang retak dan berputar-putar. Warnanya berbeda dari sebelumnya; yang semula hitam kini menjadi kuning tanah. Dalam sekejap, ukurannya membesar dari semula sebesar bungkus rokok menjadi sebesar tampah.

“Ah… ini… harta karun!” Meski diliputi ketakutan, keterpesonaannya mengalahkan rasa takut. Ia bergumam dengan mata memancarkan keserakahan yang kuat.

“Dalam keadaan seperti ini, kau masih punya keserakahan? Namun, penglihatanmu tajam. Ini memang harta karun, bahkan harta yang tak ternilai. Satu planet pun tidak cukup untuk menukarnya. Mau aku perlihatkan?”

“…….”

Boom!

Saat pria itu menunjukkan ekspresi terpesona, Calvin tiba-tiba menyerang. Menara Kaisar Bumi menghantam kepalanya. Otaknya meledak, dan ia tewas seketika.

“Berhenti! Bocah, berani-beraninya kau!”

Pada saat itu, seseorang lagi bergegas dari depan—seorang kultivator lain, rekan pria paruh baya itu.

“Aku akan menakutinya. Kau sendiri yang harus membunuhnya, pakai seluruh kekuatanmu. Kalau tidak, akan ada masalah di kemudian hari,” suara wanita itu terdengar di telinga Calvin.

Hati Calvin terasa aneh. Ia ingin bertanya mengapa wanita itu tidak langsung menyelesaikannya saja, tetapi tangan yang memegang Menara Kaisar Bumi sudah menghantam keras; energi spiritual mengalir deras.

Puh!

Seorang kultivator paruh baya lainnya tewas seketika. Kepalanya hancur seperti semangka yang pecah. Tak lama kemudian, suara wanita itu terdengar lemah: “Cepat, kumpulkan mayatnya dan segera pergi!”

Calvin tertegun lama, menatap dua mayat yang mengenaskan itu. Napasnya memburu dan perutnya terasa mual. Ini adalah pertama kalinya ia membunuh seseorang.

“Masih bengong apa? Cepat kumpulkan! Masukkan ke Menara Kaisar Bumi!” desak suara wanita itu.

“Masukkan… ke Menara Kaisar Bumi? Bagaimana caranya?” Calvin terkejut.

“Aku sudah membantumu memurnikan menara yang cacat ini. Di dalamnya ada ruang liar yang luas. Walau kultivasimu belum cukup untuk menggunakannya sendiri, dengan bantuanku tentu bisa. Cepat! Alirkan energi spiritual ke menara, arahkan kekuatan purbanya ke mayat-mayat itu. Dengan satu niat, ia bisa menyimpan segalanya. Cepat! Kalau bantuan mereka datang lagi, aku tidak bisa menolongmu!”

“Uh… akan kucoba,” kata Calvin.

Ternyata tidak sulit. Begitu energi spiritual bergerak, swish, dua mayat di tanah lenyap begitu saja.

“Ini… luar biasa! Ini benar-benar harta karun!”

Mata Calvin terbelalak. Ia tidak pernah membayangkan ada benda ilahi seperti ini di dunia. Namun, ia tersadar dan segera membereskan keadaan, lalu pergi dengan cepat. Untungnya, tempat itu terpencil sehingga tidak ada saksi mata atau kamera pengawas.

Tak lama kemudian, ia tiba di desa lain. Ia berhenti dan duduk terhempas di tanah, menatap Menara Kaisar Bumi di tangannya. Ia ingin mencoba lagi fungsi penyimpanannya. Matanya tertuju pada sebuah batu besar. Energi spiritual bergerak—swish—namun batu itu tetap di tempat, tidak bergeming.

Ia terkejut. Hah? Kenapa tidak berhasil? Ia mencoba beberapa kali lagi, hasilnya sama.

Suara wanita itu terdengar lirih: “Bodoh. Bukankah sudah kukatakan? Kultivasimu belum cukup untuk menggunakan benda setingkat ini. Kau harus melalui aku.”

1
Jujun Adnin
yang banyak
Lasimin Lasimin
bagus
Jujun Adnin
lagi
MU Uwais
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!