NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs. Fmz

​"Tiga syarat, Maya. Jangan jatuh cinta padaku, jangan mencampuri urusan dinasku, dan jangan biarkan satu orang pun di sekolahmu tahu siapa suamimu."
​Lettu Arga adalah perwira muda paling berbakat dengan kekayaan yang melampaui gaji bulanannya. Baginya, pernikahan adalah strategi untuk menyelamatkan karier dari fitnah. Sementara bagi Maya, siswi SMA yang baru berusia tujuh belas tahun, pernikahan ini adalah kontrak untuk menyelamatkan nyawa ibunya.
​Di depan saksi dan di bawah sumpah prajurit, mereka terikat. Maya harus belajar hidup di antara kaku dan dinginnya aturan Markas Komando, sementara Arga harus menahan diri agar tidak melewati batas terhadap "istri kecilnya" yang lebih sering memikirkan PR Matematika daripada melayani suami.
​Namun, ketika musuh mulai mengincar Maya sebagai titik lemah sang Letnan, Arga sadar bahwa ia telah melanggar syarat pertamanya sendiri: Ia telah jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Fmz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Menjemput di Gang Sekolah

Menjemput di gang sekolah ternyata jauh lebih berbahaya daripada menghadapi serangan langsung di dalam hutan rimba yang gelap. Arga Dirgantara menyandarkan tubuh tegapnya pada dinding bata yang sudah berlumut sambil terus mengawasi setiap siswa yang keluar dari gerbang besi besar itu. Matanya tetap waspada di balik kacamata hitam sementara tangannya sesekali meraba senjata tersembunyi yang terselip di balik jaket kulitnya.

"Apakah Anda harus berdiri di tempat terbuka seperti ini dengan wajah yang sangat menyeramkan, Tuan Letnan?" tanya Maya Anindya yang tiba-tiba muncul dari balik tembok.

Gadis remaja itu tampak sangat gelisah sambil terus membetulkan letak tas sekolahnya yang terasa sangat berat karena beban buku-buku tebal. Dia merasa ribuan pasang mata teman-teman sekolahnya sedang memperhatikan interaksi aneh antara dirinya dengan pria dewasa yang tampak sangat berbahaya itu. Wajahnya memerah karena malu sekaligus takut jika identitas asli suaminya terbongkar oleh gosip murid-murid yang sangat cepat menyebar.

"Masuk ke dalam mobil sekarang juga sebelum ada orang lain yang menyadari bahwa kamu sedang bersama seorang prajurit," perintah Arga Dirgantara dengan nada yang tidak mau dibantah.

Maya Anindya menghentakkan kakinya dengan kesal namun tetap menuruti perintah tersebut karena dia melihat sebuah kendaraan hitam yang sedang menunggu di ujung gang. Dia merasa seperti seorang tawanan yang sedang dipindahkan dari satu penjara ke penjara lainnya tanpa memiliki hak untuk berbicara sedikit-pun. Suasana di dalam gang sempit itu menjadi sangat mencekam saat beberapa pria dengan jaket hitam mulai muncul dari arah yang berlawanan.

"Siapa mereka, Arga? Mengapa mereka menatap kita dengan cara yang sangat aneh serta penuh dengan kebencian?" bisik Maya Anindya dengan suara yang bergetar hebat.

Lelaki perwira itu tidak menjawab melainkan langsung menarik lengan istrinya dengan sangat kuat hingga gadis itu nyaris terjerembap di atas aspal yang panas. Dia meletakkan tubuhnya sebagai tameng hidup untuk melindungi Maya Anindya dari kemungkinan serangan mendadak yang bisa terjadi kapan saja. Derap langkah kaki para pria misterius itu semakin terdengar jelas laksana suara detak jam kematian yang sedang menghitung mundur waktu mereka.

"Tetaplah berada di belakangku dan jangan pernah melepaskan genggaman tanganmu meskipun suara ledakan terdengar sangat keras," tegas Arga Dirgantara sambil mengeluarkan sebuah alat komunikasi kecil.

Para pria itu mendadak berhenti tepat beberapa meter di hadapan mereka sambil menunjukkan lencana perak yang berkilau di bawah sinar matahari sore. Maya Anindya merasakan jantungnya seolah-olah berhenti berdetak saat menyadari bahwa orang-orang itu bukan berasal dari kelompok musuh melainkan petugas keamanan markas. Namun ekspresi wajah Arga Dirgantara justru semakin mengeras laksana batu karang seolah-olah dia mengetahui sebuah rahasia yang jauh lebih mengerikan.

"Kami memiliki perintah resmi untuk membawa Nona Maya kembali ke ruang interogasi pusat karena adanya temuan bukti baru," ucap salah satu pria itu dengan nada yang sangat dingin.

Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan cepat sambil bersembunyi di balik punggung suaminya yang terasa sangat kokoh serta dapat diandalkan sepenuhnya. Dia tidak ingin kembali ke tempat yang penuh dengan tekanan mental serta tatapan mata para penyidik yang sangat tidak memiliki perasaan manusiawi. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya saat dia melihat Arga Dirgantara mulai bersiap untuk melakukan perlawanan terhadap rekan sejawatnya sendiri demi melindunginya.

"Sentuh dia satu jari saja maka saya pastikan kalian tidak akan pernah melihat matahari esok pagi di markas komando!" ancam Arga Dirgantara dengan suara yang menggelegar dahsyat.

Ketegangan di gang sekolah itu mencapai puncaknya saat kedua pihak mulai saling mengarahkan kewenangan masing-masing di depan mata seorang siswi yang sangat ketakutan. Maya Anindya hanya bisa meremas kain jaket suaminya sambil berdoa agar badai ini segera berlalu dari hidupnya yang sudah sangat hancur. Namun sebuah mobil dinas yang mencolok tiba-tiba berhenti tepat di samping mereka dengan suara decit ban yang sangat memekakkan telinga.

1
muna aprilia
lanjutkan
Ihda Rozi
lanjut
merry
nyiksa ank org kmu ga,, pdhl maya gk salah lohh,, ko berhrp maya truma gt biar nyesel tu si Arga bini msh kecill dihukum kyk bgtt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!