NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sumpah harus di tepati

"Yu Qianlu."

Langkah Selir Yu terhenti. Di menatap kearah adik keduanya.

Angin pagi itu terasa sangat sejuk. Namun juga membawa kehangatan baru untuk kedua bersaudara itu.

"Untuk sementara waktu kau bisa tinggal bersama ku. Keluarga Heng juga tidak akan berani menyentuh mu untuk beberapa waktu ini," ujar Selir Yu.

"Bukan itu yang ingin aku dengar dari mu." Nona kedua Yu Jian menatap pasti kearah kakak perempuannya. "Kenapa kau membantuku sejauh ini? Sejak kecil kau selalu dingin dan membuat permusuhan di antara kita. Sekarang, kenapa kau mencoba berperan menjadi kakak perempuan yang baik."

"Apa pun penjelasan ku saat ini. Kau tidak akan percaya. Bukankah begitu!" Kata Selir Yu. Dia membalikkan tubuhnya.

"Aku sudah melihat semua wajah yang kau tutupi. Bagaimana mungkin aku bisa percaya. Hanya karena kau melakukan pembelaan untuk ku kali ini." Nona kedua Yu Jian berusaha untuk tetap percaya jika kakak perempuannya telah berubah. Tapi pada kenyataannya, wanita di depannya juga pernah melakukan hal yang sama. Pernah membantunya namun di waktu berikutnya. Bantuan itu ternyata memiliki niat lain. Yaitu mencoba mengambil hati orang lain melalui dirinya.

Sebelum melangkah pergi Selir Yu berkata. "Kau bisa tinggal jika mau. Dan anggap saja bantuan ini sebagai hutang."

"Aku tidak akan tinggal." Nona kedua Yu Jian juga pergi menuju jalur keluar istana. "Aku tahu. Ketulusan mu hanya di saat diri ku memiliki nilai untuk mu."

Setelah luka dan rasa kecewa yang di tanam kakak perempuannya selama bertahun-tahun. Hati yang awalnya percaya jika Yu Qianlu masih memiliki kehangatan untuk dirinya. Runtuh seketika, di saat semua ingatan masa lalu memecah paksa kepercayaan yang baru hadir.

Tepat di depan pintu kamar yang masih tertutup rapat. Selir Yu diam. Pandangan matanya menatap lantai.

"Selir Yu." Pelayan Guyi mendekat. "Jangan terlalu memikirkan ucapan Nona kedua. Dia seperti itu karena tidak mengerti situasi yang harus anda hadapi."

"Guyi."

"Ya."

"Sumpah harus di tepati."

"Maksud Selir Yu?"

"Pergi ke kediaman Heng," ujar Selir Yu. Dia kibaskan guan indahnya. Dan membiarkan kedua tangannya saling mengikat di punggung. Seringaian kelicikan membuat guratan di wajah cantiknya.

"Baik."

Hari itu juga Selir Yu pergi ke kediaman Heng untuk menepati sumpah yang telah ia ucapkan.

Enam puluh prajurit pengawal istana dengan empat puluh pelayan pria dan wanita. Berjalan beriringan membuat barisan memadati jalur utama.

Kereta megah tertutup rapat.

"Apakah ada pernikahan?"

"Apa yang kau katakan. Lihat semua orang bertampang serius itu. Mereka dari istana."

"Kemana mereka akan pergi."

"Aku juga tidak tahu."

Sepanjang jalur yang mereka lalui. Masyarakat terus melihat dan terlihat cukup penasaran dengan orang yang ada di dalam kereta.

Tepat di depan pintu gerbang kediaman keluarga Heng. Rombongan Selir Yu berhenti. Semua gerombolan masyarakat juga memperhatikan dari kejauhan.

Puluhan prajurit bersama para pelayan mengepung kediaman keluarga Heng.

Dari gerbang utama Tuan Heng An bersama istrinya berlari tunggang langgang keluar dari kediaman. Empat selir Tuan Heng An juga datang. Tiga putranya bersama istri dan para selirnya dan anak-anak mereka juga ikut melihat keributan yang ada di luar kediaman.

Setelah seluruh keluarga Heng keluar. Wanita yang ada di dalam kereta keluar. Wajah cantik tanpa noda itu di tutup rapat kain putih susu.

Gaun indah yang melekat di tubuhnya melambai lembut di saat angin menyapa dirinya.

Pelayan Guyi yang telah turun terlebih dulu dari kereta. Segera menempatkan pijakan di bawah kereta. Dia memberikan tangannya agar wanita di atas kereta dapat turun tanpa rasa takut.

Jari-jari lentik Selir Yu menyentuh pelan lengan pelayan setianya. Dia turun dari kereta menyeret gaun yang menjalar panjang. Setelah kedua kakinya menginjak tanah. Wajahnya terangkat dengan tatapan dingin dan tidak bersahabat.

Tuan Heng An mendekat bersama istrinya. "Selir Yu." Mereka memberikan hormat. Karena status wanita di depannya jauh di atasnya.

"Semua masalah telah terselesaikan. Selir Yu, saya harap kau bisa mengerti dengan keputusan Yang Mulia." Tuan Heng An menegaskan suaranya. "Bagaimana pun juga aku adalah pejabat di pemerintahan. Kau tidak bisa bertindak sewenang-wenang di kediaman ini."

Senyuman terlihat dari balik penutup wajahnya. "Tuan Heng, aku sudah terlanjur bersumpah. Jika aku tidak bisa mengambil nyata Tuan muda kedua Heng Zhan. Aku harus melampiaskan kekesalanku dengan membakar habis kediaman Heng. Jika sumpah yang terlanjur terucap tidak di tepati. Aku takut malapetaka akan menghantui ku." Suaranya mendayu lembut. "Tenang saja aku bukan orang yang picik. Melakukan semuanya secara diam-diam. Aku pastikan harta dan nyawa kalian akan tetap aman." Tatapan matanya kembali menajam.

"Bersihkan kediaman Heng. Pastikan tidak ada orang di dalamnya." Perintah Selir Yu.

"Baik," jawab serentak semua bawahan yang ada dalam kendali Selir Yu.

"Berhenti." Tuan Heng An mencoba menghadang. "Selir Yu, putraku telah mendapatkan hukuman yang pantas. Kau seharusnya paham. Semua tindakan mu ini hanya akan membuat semua orang membenci mu. Karena telah menggunakan status mu untuk mencelakai keluarga Heng."

"Lakukan." Perintah kedua Selir Yu di berikan.

"Baik."

Semua prajurit dan pelayan wanita juga pria berlarian masuk kedalam kediaman Heng. Pertikaian tidak terelakkan. Namun semua penjaga keluarga Heng tidak mampu menahan.

Seluruh orang yang ada di kediaman Heng di minta keluar secara suka rela atau paksaan.

Setelah tiga puluh menit, Pelayan Nuan Nuan mendekat kearah Selir Yu. Wanita itu tengah duduk santai di kursi yang ia sediakan sendiri. "Selir Yu. Kediaman telah kosong."

"Guyi, dia telah datang?" Ujar Selir Yu.

Pelayan Guyi mengangguk. "Saya akan memanggilnya."

Ketua hakim daerah bersama semua bawahannya datang. "Selir Yu." Memberikan hormatnya.

Selir Yu bangkit dari tempat duduknya. "Ketua Hakim Liu, aku tidak ingin ada korban jiwa dalam tindakan ku ini. Jika hanya bawahan ku saja yang melakukan pengecekan. Tentu akan ada orang yang tidak bertanggung jawab. Membuat rumor lain atau bahkan membuat fitnah lain. Bisa saja besok akan ada mayat terbakar yang di temukan di kediaman Heng." Menatap kearah Tuan Heng An. "Jadi untuk itu. Saya memanggil anda untuk melakukan pengecekan akhir. Saya harap anda tidak keberatan."

"Tentu saya bersedia," ujar Ketua Hakim kota. "Kalian semua masuk kedalam kediaman Heng. Pastikan di setiap sudut rumah tidak ada orang lain. Jika sampai ada yang tertinggal leher kalian menjadi taruhannya."

"Baik."

Semua orang yang ada di bawah kendali Hakim kota langsung masuk ikut melakukan pengecekan akhir.

Di jam satu siang, di bawah terik matahari yang menyengat kuat. Ketua Hakim kota keluar dari kediaman Heng. "Selir Yu semua telah beres. Tidak ada orang lain di kediaman Heng."

Selir Yu berdiri tegap menatap semua orang yang ada di sana. "Setiap orang yang ikut membawa ember berisi air ke hadapan ku. Setiap ember akan aku hargai sepuluh tahil."

Mendengar itu semua orang saling berpandangan.

"Aku."

"Aku."

"Aku bersedia."

Semua orang berbondong-bondong pergi mencari ember dan air. Baru setelahnya datang kembali membawa beberapa ember yang penuh air di dalamnya.

Bahkan semua pemilik toko yang ada di sepanjang jalur itu bersedia menutup toko mereka. Hanya untuk membawa gentong-gentong besar dengan kereta tanpa atap. Air juga memenuhi setiap gentong-gentong itu.

"Selir Yu, kami sudah membawa ember dan air yang anda minta." Teriak salah seorang pria yang membawa ember dan air.

"Benar. Kami telah siap."

Selir Yu tersenyum dan mengangguk mengerti.

Pelayan Guyi memerintahkan empat pelayan pria menuangkan minyak tanah kebeberapa titik tertentu. Agar api masih dapat di kendalikan.

Setelah selesai, Pelayan Guyi menyalakan obor dan menyerahkannya kepada Selir Yu.

Semua orang berteriak kuat penuh semangat. Di saat Selir Yu telah membawa obor di tangannya.

Mendengar teriakan orang-orang yang mendukung Selir Yu. Tuan Heng An bersama keluarganya hanya bisa pasrah.

Wanita dengan gaun persik itu melangkah menuju ambang pintu gerbang kediaman Heng. Obor di tangannya di jatuhkan.

Wuuushh...

Dalam hitungan detik saja. Api menyebar cepat keseluruh kediaman.

Api menyala kuat membumbung tinggi melahap semua yang ada di kediaman itu.

Selir Yu berjalan mundur. Dia berhenti setelah berada di tempat yang menurutnya aman.

Satu lambaian lembut tangannya. Membuat perintah mutlak.

Semua orang berlarian berusaha memadamkan api yang telah berkobar kuat.

Berkat bantuan dari semua orang yang ada di sana. Api bisa di padamkan sesuai keinginan dari Selir Yu. Kediaman-kediaman lain yang ada di sana bahkan tidak ikut tersentuh api.

Hanya kediaman Heng yang terbakar habis tanpa sisa.

1
Ai
crazy up donk thor😄
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
tahan tahan diri mu selir Yu
Susilawati
selir Yu kenapa pingsan nya sebentar aja, seharusnya di lama2in sampai besok paginya baru sadar
Susilawati
seharusnya kaisar dan selir Yu bersatu utk menggulingkan ibu Suri agung
Susilawati
jgn lemah Yu Jian, keadilan harus di tegak kan
Susilawati
mantap selir Yu, kamu harus berani melawan ketidakadilan walaupun itu ayahmu sendiri
Susilawati
ckckck ternyata ayahnya selir Yu selain gila jabatan juga gila uang
Susilawati
yahhh kenapa gosip nya harus di hentikan padahal lagi seru2 nya
Ai
up nya yang banyak kak author, semangatttt💪
Susilawati
pantas saja selir Yu yg asli sangat kejam, krn dia terus di tekan oleh ayahnya.
mungkin sebenarnya selir Yu ingin melindungi adiknya makanya dia melarang ayahnya mengirim adiknya ke istana krn selir Yu tahu bagaimana sulit dan bahaya nya tinggal di istana
Susilawati
pantas saja kaisar masih membiarkan selir Yu hidup, rupanya ada yg dia ingin kan.
Susilawati
kebencian yg akan berubah menjadi kecintaan yg mendalam
Susilawati
jahat bangt sih kalo benar selir Zhang membunuh pelayan nya sendiri hanya utk memfitnah selir Yu.
Susilawati
tidak apa2 Zhen Nuo, ini hanya dunia novel, itu yg harus kamu ingat
Susilawati
dasar gila si selir Yu 😄😄😄
Susilawati
Untung aja Zhen Nuo atau selir Yu ingat adegan selanjutnya dan langsung berbalik ke kamar nya kaisar, tapi kok bisa pembunuh masuk ke kediaman kaisar, pasti ada pengkhianat nih dlm istana
Susilawati
hahaha saking takut nya si selir Yu, sampai sembunyi dikolong ranjang, ngejar katak lah sampai mau lompat ke danau segala,
Susilawati
bagus selir Yu, bikin kaisar penasaran dgn perubahan sikap mu biar dia yg ngejar2 kamu
Susilawati
apa sejahat itu selir Yu, hingga adik nya sendiri pun terlihat takut kepada nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!