Awalnya kupikir Roni adalah tipikal suami yang baik, romantis, lembut, dan bertanggung jawab, namun di hari pertama pernikahan kami, aku melihat ada yang aneh dari diri Suamiku itu, tapi aku sendiri tidak berani untuk menduga-duga sebenarnya apa yang tersembunyi di balik semua keromantisan suamiku itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menunggu
Malam ini aku masih duduk di sofa ruang tamu ini, TV masih menyala dari tadi tapi aku tidak fokus untuk menontonnya, pikiranku melayang kemana-mana.
Aku sudah membulatkan tekadku, malam ini juga aku harus bertanya langsung pada Mas Roni mengenai wanita itu, Dokter Eva Suryani, wanita lain yang ada dalam hidup Mas Roni, yang secara tidak langsung telah membuat hatiku sakit.
Waktu sudah menunjukkan jam 10.00 malam, tidak ada tanda-tanda Mas Roni pulang, dia juga tidak mengabariku melalui telepon atau pesan singkat, mungkin saat ini Mas Roni sedang bersenang-senang dengan Dokter Eva, mungkin mereka sedang berhubungan intim, Mana mungkin ingat yang lainnya.
Ada rasa sakit yang menggelayuti hatiku, entah mengapa ini lebih sakit daripada saat aku kehilangan ayahku, dulu aku masih merasa punya ibu dan adik yang menyayangiku, itu sudah cukup, tapi sekarang, bahkan aku sudah dikhianati sebelum aku menikah, benar-benar miris.
Dulu aku tinggalkan pekerjaanku sebagai seorang guru, setelah aku memutuskan untuk menikah dengan Mas Roni, Mas Roni mengatakan Aku tidak perlu bekerja apapun, hanya cukup jadi ibu rumah tangga yang baik dan dengan terpaksa aku mengundurkan diri menjadi seorang guru SD.
Setelah Aku menyerahkan hidupku seutuhnya pada Mas Roni, bahkan ikut dia tinggal di sini, dengan harapan kami bisa bersama-sama merajut mimpi kami, membina satu keluarga yang harmonis dengan anak-anak kami kelak, namun kini semuanya sirna seketika, semua yang pernah aku bayangkan seperti mimpi yang tidak akan pernah terwujud.
Aku mengusap mataku yang basah, yah, tanpa sadar aku menangis, hatiku sedih sekali, kenapa aku bisa sebodoh ini, hidup dengan laki-laki yang ternyata diam-diam menusukku dari belakang, melalui kebohongannya, hatiku begitu sangat sakit.
Dulu sebelum menikah, apapun selalu aku ceritakan pada ibu, ibu lah teman curhat aku yang sejati, tapi sekarang aku tidak punya keberanian untuk curhat pada ibu, aku takut menyakiti hati wanita yang paling aku sayangi, biarlah semuanya aku pendam sendiri, paling tidak aku masih punya Sisi sahabatku.
Tring … Tring … Tring
Tiba-tiba ada suara notifikasi dari ponselku, aku pun meraih ponselku yang sejak tadi berada di atas meja tamu, ada pesan singkat dari Mas Roni, aku pun kemudian langsung membuka pesan singkatnya itu.
[ Dek, sebelumnya Mas minta maaf, malam ini Mas pulang agak larut, ada sedikit kendala saat pengiriman barang, kamu bobo duluan aja ya Dek! ]
Aku tidak membalas pesan singkat dari mas Roni, pintar sekali dia beralasan ada kendala saat pengiriman barang, sudah jelas tokonya tutup sedari tadi, dan sudah jelas Mas Roni bukan mengirim barang melainkan pergi ke rumah Dokter Eva, yang pada saat ini suaminya sedang dinas ke luar kota dan anak-anaknya sedang menginap di rumah neneknya.
Aku menggigit bibirku, Pokoknya sampai jam berapa pun aku akan terus menunggu Mas Roni, Aku ingin mendengar dari mulutnya langsung pengakuannya, setelah aku membongkar semua kebohongannya, Dia pikir aku orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.
Perasaan kecewa terus menggelayuti hatiku, Bagaimana nasib bayiku kelak, belum apa-apa ayahnya sudah membohongi ibunya seperti ini, dan aku memutuskan untuk tidak memberitahu Mas Roni perihal kehamilanku ini, biar saja sementara hanya aku dan Sisi, juga Dokter Eva yang tahu kalau aku positif hamil.
Drrrt … Drrrt … Drrrt
Ponselku lagi-lagi bergetar, ternyata ada panggilan telepon dari Rafi adikku, aku hampir saja lupa kalau sebentar lagi Rafi akan ke Jakarta untuk magang, dia pasti menanyakan soal tempat kost yang pernah dia tanyakan waktu itu.
Aku kemudian langsung mengusap layar ponselku untuk menjawab panggilan dari Rafi.
"Halo Rafi!”
“Halo Kak, bagaimana? Sudah ditanya sama Mas Roni belum soal tempat kos di Jakarta, soalnya sekarang aku juga sedang persiapan untuk pindah ke sana Kak!“ kata Rafi dari seberang telepon.
“Fi kata Mas Roni, kamu tidak usah cari tempat kost, kamu tinggal saja di sini, lagi pula di sini ada kamar tamu Kok, kamu bisa tinggal di sini bersama dengan kakak dan juga Mas Roni!“ jawabku.
“Beneran Kak? Terima kasih ya kak! Bilang sama Mas Roni Terima kasih karena boleh mengizinkan Aku tinggal di rumahnya, aku akan bilang sama ibu biar dia juga tenang!“ ujar Rafi yang terdengar antusias.
"Iya nanti akan Kakak sampaikan, Ya sudah kamu kasih tahu ibu biar Ibu juga tenang, kalau kamu tinggal sama kakak di Jakarta!“ sahutku yang kemudian langsung memutuskan panggilan telepon.
Rafi tidak boleh tahu permasalahanku, Meskipun aku agak ragu, apa mungkin Rafi akan tinggal di sini sementara hubunganku dengan Mas Roni pun sedang tidak baik-baik saja, Mungkin sebentar lagi entah apa yang terjadi ketika aku membuka semua kebohongan Mas Roni, Tapi aku memang harus melakukan itu, aku sudah capek bersandiwara.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam 11.30 malam, aku masih duduk di sofa ruang tamu ini menunggu kepulangan Mas Roni.
Pokoknya malam ini juga aku harus ngomong sama Mas Roni soal hubungannya dengan wanita itu, dengan Dokter Eva, semua konsekuensi aku sudah siap terima, siap tidak siap aku harus bicara dengan Mas Roni, aku hanya berharap semuanya akan baik-baik saja, terutama janin yang ada di dalam rahimku ini.
Saat mataku sudah lelah dan mulai mengantuk, terdengar suara motor Mas Roni yang berhenti tepat di depan rumah, aku pun langsung membuka mataku menajamkan pendengaranku, aku yakin itu adalah Mas Roni yang baru pulang.
Tak berapa lama terdengar suara pintu depan dibuka, aku memang sengaja tidak Mengunci pintu karena aku malas membukakan pintu untuknya, saat dia masuk ke dalam rumah, dia terlihat heran menatapku yang masih duduk di ruang tamu ini, padahal hari sudah larut malam.
“Lho Dek, kamu masih duduk di situ? Mas kira kamu sudah tidur, kamu sedang nonton apa Dek?“ tanya Mas Roni sambil melepas sepatunya kemudian Dia mendekati aku dan menghempaskan tubuhnya di sofa tepat di sebelahku.
"Mas, Aku sengaja menunggu kepulangan Mas di sini, karena ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama Mas!" Jawabku.
“Ada hal penting apa Dek? Ayo bicara sama mas, kalau kamu ada masalah apapun kamu bilang sama mas, mas pasti akan membantumu, apa Kamu kesepian di rumah dan kamu butuh seorang asisten rumah tangga yang membantu dan menemanimu?" tanya Mas Roni sambil menatap ke arahku.
"Bukan Mas, tidak ada hubungannya dengan rasa kesepianku!" Sahutku.
“Lalu apa? Sebenarnya kamu adalah masalah apa Dek?" tanya Mas Roni bingung.
"Mas, Tolong jelaskan padaku siapa wanita yang bernama Eva Suryani? Lalu Apa hubungan Mas dengan dia? Sudah berapa lama Mas berhubungan dengan wanita itu?" tanyaku dengan jelas dan lugas sambil menatap tajam ke arah Mas Roni.
Bersambung ….
coba kl korban perselingkuhan perempuan pasti karma akn berat buat pelakor. krn roni lelaki mk namanya Pebinor.
kayak pak RK baik casing nya tp busuk selingkuh.
bgitu juga dng Roni baik cm casing tp laki pezina 🤣.
kl Roni baik gk akn zina dng istri orang. kesalahan roni fatal lo.
tau kenapa rejeki seret krn Nyakiti suami sah, rasakno Sekarang nikmati saja karma nya smp miskin semiskin miskinnya.
kau itu pelaku tp macak korban. hidup mu akn terus sial krn korban aslinya alias Ivan blm memaafkanmu.
makane to jadi laki laki jng gragas, burung di jaga main masuk goa istri orang seenaknya. ntar anak perempuanmu itu juga nurun suami nya selingkuh biar tau rasanya sakit kayak Ivan yg Sekarang mlh di penjara.
ingat waktu kepenjara mlh songong minta maaf nya krn Ivan disini korban mlh dia yg di penjara.
smp kapanpun roni gk akn sukses lagi krn membawa dosa yg blm di maafkan Ivan. doa orang tersakiti manjur lo,.
lah ini dng enteng nya cm bilang maaf Dan anggap semua selesai, gila hukum gila. hukum karma nya kurang buat roni dan Eva.
dan dng enteng nya cm bilang maaf hello roni bner sombong apa katanya tadi yg penting sdh minta maaf ya Tuhan sesombong itu roni.
dng km sujud di kaki Ivan saja gk akn bisa menghapus sakit nya pengkhiatan itu. palagi smp punya anak haram.
gedek banget ma roni dng sombong nya cm bilang maaf jumawa sekali.
Semoga karma lbih pedih segera datang.
nasib penjahat roni dan Eva serta anak haram nya mlh enak krn di asuh oleh fani yg tolol.
kenapa Roni dan Eva mlh masih hidup enak penjahat nya.
hrse lbih kejam karma roni, misal pincang permanen atau burung nya kebakar kemarin biar gk bisa masuk lubang istri orang.
di sini yg baik jd tersangka tp penjahat sebenarnya mlh masih Selamat dan gk dpt sangsi sosial.
hrse roni dpt sangsi sosial, jng smp anak perempuan mereka les pada roni takut e nnti di ajak enak enak, soale roni istri orang saja doyan kan. gragas burung nya suka celup istri orang smp jd anak. syukur anak e perempuan nnti gk dpt wali bapak nya malu seumur hidup 🤣🤣🤣
Selamat Selamat jd babu gratisan.
Selamat jd babu nya roni dan anak haram nya itu 🤣.
mnding kl nikah sm duda jelas bawa anak itu baru oke setidak nya anak SAH.
la ini dah kena musibah masih hrs ngurus anak haram hasil selingkuh roni. tmbh beban.
ntar lihat Eva roni kasian trus mau nolongin.
iuhh kl aku mah ogah bnget. mnding hidup sendiri enak gk makan hati lihat anak haram nya roni.
mnding kl roni status duda bawa anak sih oke kita jd ibu tiri baik lah ini hasil niduri istri orang. bner laki gk punya martabat. istri orang pun di genjot 🤣🤣