NovelToon NovelToon
WAGE

WAGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Selingkuh / Mata Batin / Kutukan / Hantu
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Diambil dari cerita weton Jawa yang populer, dimana seseorang yang lahir di hari tersebut memiliki keistimewaan di luar nalar.
Penampilannya, sikapnya, serta daya tarik yang tidak dimiliki oleh weton-weton yang lain. Keberuntungan tidak selalu menghampirinya. Ujiannya tak main-main, orang tua dan cinta adalah sosok yang menguras hati dan airmata nya.
Tak cukup sampai di situ, banyaknya tekanan membuat hidupnya terasa mengambang, raganya di dunia, namun sebagian jiwanya seperti mengambang, berkelana entahlah kemana.
Makhluk ghaib tak jauh-jauh darinya, ada yang menyukai, ada juga yang membenci.
Semua itu tidak akan berhenti kecuali Wage sudah dewasa lahir batin, matang dalam segala hal. Dia akan menjadi sosok yang kuat, bahkan makhluk halus pun enggan melawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di hembus pelet

Suasana pagi masih sepi, mereka bertiga sudah duduk di posisi masing-masing setelah membersihkan konter ponsel tersebut.

"Biasanya, kalau Jum'at begini rada sepi." ucap Yanti, memandangi jalan sedikit lengang tidak seperti hari biasanya. Adapun yang lewat hanya orang-orang bekerja kantoran.

"Sebentar lagi mungkin Yan." kata Wulan, dia menggeser aksesoris yang berada tepat di depannya, entah mengapa hari ini ia ingin lebih melihat jalanan tanpa aling-aling.

Dari kejauhan tampaklah wajah Wulan yang cantik, sehingga beberapa anak muda yang lewat menoleh beberapa kali. Itu salah satu magnet konter hp tersebut.

"Besok setoran lho Lan?" tanya Yanti, melihat kalender.

"Iya." jawab Wulan.

"Kok bisa, bos kita itu percaya sepenuhnya. Nggak takut kita k0rupsi begitu?" tanya Yanti.

"Ya enggak, buktinya selama bertahun-tahun dia percaya kita." jawab Wulan, mulai menghitung keuangan masuk lewat buku transaksi.

"Kata Mas Edi, habis tahun ini akan di buka konter pusat di kecamatan sana. Isinya bukan cuma ponsel tapi laptop dan berbagai perlengkapan lainnya." Kun menyahuti.

"Iya kah? Wih! Loker baru itu!" Yanti tampak bersemangat menggosok kedua telapak tangannya.

"Mungkin si bos yang asli akan standby di sana. Atau anaknya si bos, katanya sudah selesai sekolah dan akan bergabung mengurus semua bisnis bapaknya. Enaknya jadi orang kaya!" Kun menggeleng, berdecak kagum membayangkan anak pemilik toko, katanya hanya memiliki satu anak saja.

"Ya enak Mas Kun. Kita cuma sebagai pegawai mereka saja sudah Alhamdulillah, dapat gaji lumayan. Apalagi bos kita yang cuma duduk terima transferan hasil tokonya." jawab Wulan.

"Yang lebih enak itu istrinya." sahut Yanti.

"Yang pasti sama-sama China, gak mungkin orang lokal yang tidak ada kelebihan macam kita. Nggak usah ngarep!" Wulan melempar kertas sobekan kepada Yanti.

"Iya juga ya." Yanti terkekeh. Mengutak-atik ponsel jadul untuk mengisi pulsa, mengakhiri pembicaraan tentang bos dan anaknya yang tidak pernah terlihat. Penasaran. Tapi ya sudahlah, yang terpenting adalah gaji mereka tiap bulan beserta bonus selalu lancar, itu sudah membuat sangat gembira.

"Dek, beli pulsanya 50.000."

Wulan melepaskan pena di tangannya, meraih ponsel dari tangan Yanti lalu menyalakan ponselnya.

"Nomernya Mas?" Tanya Wulan.

Tapi bukan jawaban yang di dapat, melainkan hembusan asap rokok yang pekat. Wulan menutup mata dan menahan nafas di buatnya. Baunya bukan hanya tembakau tapi di campur kemenyan.

"Lihat sendiri, takut salah." pria itu menyodorkan ponselnya kepada Wulan.

Wulan membuka matanya, menatap wajah pria yang bersikap tidak sopan itu. Ingin sekali memaki dan memarahinya tapi, ingat saat ini sedang di tempat bekerja, takut menimbulkan masalah lain.

Wulan meraih ponsel pria itu sambil menahan kesal. Segera mengetik nomer ponsel dan menyelesaikan transaksinya.

"Ini." Wulan menyerahkan ponsel pria itu, segera mengambil uang yang sengaja di letakkan berantakan. Pria itu sedang memperlihatkan keangkuhannya di depan Wulan, harap-harap Wulan kagum dan suka, tujuannya.

"Terimakasih, Wulan." ucap pria itu dengan senyum licik penuh arti. Dan itu membuat Wulan menahan amarah sekuat tenaga.

"Dia jampi-jampi kamu Mbak." kata Kun, sejak tadi ia pun memperhatikan pria itu. Hanya saja tidak ikut campur selagi tidak membahayakan fisik.

Wulan menatap kepergian pria yang sebenarnya memang sering belanja di konter mereka, tapi baru kali ini bersikap kurang ajar seperti itu. Tangan Wulan mengepal kuat, ingin sekali rasanya mengamuk karena merasa di lecehkan.

"Sudah Lan, cuci muka sana. Lagian kita sudah tahu, peletnya tidak akan berhasil." Yanti meminta Wulan segera masuk kedalam dan mencuci wajahnya.

Kesal, Wulan menatap wajahnya yang basah di depan kaca. Dia paling tidak suka dengan orang yang berbuat licik, tapi, mau bagaimana lagi.

Beruntung siang hingga sore itu konter cukup ramai, sehingga Wulan melupakan kekesalannya.

"Yan, aku pulang duluan ya." Wulan segera berkemas pukul empat sore itu.

"Kamu nggak enak badan?" tanya Yanti, mengamati wajah Wulan yang sedikit pucat.

"Nggak tahu Yan, pusing." jawab Wulan.

"Aku anterin!"

"Nggak, naik ojek saja." Wulan segera meninggalkan kedua teman bekerjanya itu, entah sebab apa kepalanya semakin pusing saja.

"Tunggu!" Yanti menyusul Wulan, dia khawatir dengan sahabatnya itu, tentunya harus mencari tukang ojek yang sudah kenal agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan. Yanti menemani Wulan menunggu ojek di depan.

Tin!

Sebuah motor besar berhenti tepat di depan kedua gadis itu, lalu pria itu membuka helmnya sedikit. "Wulan, sudah pulang?" tanya nya.

"Lho! Mas Bara?" mengernyit heran, Wulan tak menyangka akan bertemu lagi dengan Bara.

Bara tersenyum sedikit, melirik Yanti yang sejak tadi melongo menatap Bara. "Boleh saya antar Wulan pulang?" ucap Bara, berbicara kepada Yanti.

"Hah! Boleh Mas! Boleh banget malah!" Yanti mengangguk beberapa kali.

"Hush! Aku sudah pesan ojek ini Yan!" kata Wulan.

"Biar ojeknya aku batalin. Sudah, sana pulang! Kamu lagi Ndak enak badan." Yanti mendorong Wulan agar mepet sama Bara.

"Tapi_"

"Udah sana!" Yanti meninggalkan Wulan di depan, sengaja biar bicara berdua lalu pulang bersama.

"Kamu sakit?" tanya Bara, memperhatikan wajah Wulan.

"Cuma pusing." jawab Wulan.

"Ya sudah, ayo kita pulang." ajak Bara, mempersilahkan Wulan naik di belakang.

"Enggak ngerepotin Mas?" tanya Wulan.

"Enggak." jawab Bara.

Senyum tipisnya sungguh manis, dengan lesung pipi di sebelah kanan. Perempuan mana yang tidak tergila-gila melihatnya. Mungkin itu juga sebab dahulu dia enggan bertatap muka. Bicara sedikit, senyum tidak pernah. Andaikan dulu dia semanis ini, mungkin pacarnya ada banyak sekali. Pikiran Wulan jadi kemana-mana.

Akhirnya Wulan setuju, pulang di bonceng pria ganteng yang semalam masuk ke dalam mimpinya.

Bicara soal mimpi, Wulan merasa ada yang tak biasa di dalam diri Bara, tapi entah mengapa dia malah merasa nyaman, jiwanya tidak melawan.

Lumayan banyak juga pengalaman Wulan di dekati laki-laki, sedikit saja niat mereka tidak baik, Wulan bisa merasakannya. Secuil saja mereka menggunakan ilmu sihir, pelet, pengasih, Wulan pasti dapat mengetahuinya. Tapi Bara, entah apa yang membuatnya merasa berbeda. Pengasihan jenis apakah, Wulan tidak tahu sehingga setiap melihat wajahnya dia pun kagum hingga merasa ingin selalu dekat.

"Dek! Kok diem? Kamu baik-baik saja kan?" panggil Bara, ditengah jalan ia menoleh Wulan beberapa kali.

"Wulan baik-baik saja." jawab Wulan.

"Kamu diem begitu bikin aku khawatir, kalau sangat pusing kamu ngomong ya! Atau mau ke dokter?" tanya Bara lagi.

"Enggak Mas, mau pulang terus istirahat saja." jawab Wulan, dia memijat keningnya sendiri, melihat jalanan membuatnya semakin mual.

Bara menambah sedikit kecepatan sepeda motornya, dan beberapa kali pula ia menoleh Wulan, melirik lewat kaca spion. Dan tiba-tiba tangan sebelah kirinya ia ulurkan kebelakang, menahan lengan Wulan agar tidak jatuh karena jalan masuk area persawahan sedikit berlubang.

Wulan memandangi Bara dari belakang, memandangi tengkuk Bara yang terlihat gagah meskipun tertutup helm dan jaket.

Sudah lama sekali tidak merasakan hal seperti ini, semenjak Arif meninggal. Dan ternyata perhatian dari Bara itu sangat-sangat nyata membuat dadanya berdebar kencang.

"Ini rumah mu kan Dek?" ucap Bara, tidak terasa mereka sudah sampai dan Wulan malah diam saja.

"Eh, iya Mas." Wulan segera turun, berpegang pada lengan Bara yang gagah. Motornya terlalu tinggi untuk Wulan.

"Ya sudah, kamu istirahat. Mungkin kamu kecapean." kata Bara.

"Mas? Kok Mas Bara tahu rumah Wulan?"

1
Benassir
Memang terkadang sombong itu diperlukan😂, biar orang gak selalu menginjak nginjak harga diri kita.
sombong dalam hal ini di maklumi ,sebab mayang sudah menghasut orang2 untuk membenci wulan.
padahal wulan dah gumoh sama bara lho mayang, ngapain cari penyakit lagi ...
ingat pas wulan diloloh elinya bara ,ikut jijik dan muak serta sakit hati banget ...
kalau kamu kan suka rela loloh lolohan eli bara😂😂
Dayang Rindu: iya kali, apalagi kalau bukan itu.. /Facepalm/
total 3 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
mayang gila
maling mlh treak maling mkne bar jgn pula kau gunakan ajian semar mesem mu mkne skrg mulut nya blong
nahh rasakan sndri kau bar itulah mayang bukan wulan yaaa 🤣🤣🤣🙈
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: 🤭🤭🤭🙈🙈
yaya yayaa kapok mu kapan
total 2 replies
☠ SULLY
beda anak beda rejeki Buu
yg pergi tak kembali ,yg ada harus di jaga
Dayang Rindu: yang paling di sayang pulang duluan.... 😢
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
wehhh jadi ini kek terikat gtu ya

dan memang sengaja di smbunyikan kah itu makam nya di cari smpe kek mana pun g nemu
wis skrg kek mana coba
Dayang Rindu: Iyah mbak e
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
jadi ini siapa lagi coba
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: ohh pulu2 ada di negri sebrang jauh nnti tengelem dlu sblm nyebrang
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
uuuuhh suka kalo wulan udah di batas ini seru dag dig dug bacanya
Benassir
Gong 😂, orang yang di mintai tolong dipelet ternyata anak cucu😂.
wes semua sudah terungkap ,semoga wage ,kliwon ,legi ,pon ,paing akur kembali.
Ai Emy Ningrum: amiiin yaaa rabbal alamien 🙏🏻😌
total 2 replies
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ Uttariᄂ⃟ᙚ🍒⃞⃟🦅
wage bak butokala , amarah bisa membakar rasa kasat mata.
wage ketemu paing ,cocok sama2 punya bolosewu, biang demit ra ndulit.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ Uttariᄂ⃟ᙚ🍒⃞⃟🦅: lhaaa sama thor, paksu ku orang sunda ,mereka gak pakai itungan kayak orang jawa.
total 6 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡
jadi hutan itu penghuni nya manusia penjahat apa angker Krn demitt
Dayang Rindu: manusia yang berhati demit kak... /Sob/
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
emang enak ya gantung trus keju alias pegel 🤭🙈🙈🙈
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: masukk mbk ning 🎂
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
ahhhh knp selalu seperti ini sih hadehh
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: pa tes lepas dluan kakinya blakangan 🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
bentar thor, agak nge leg niih..
sebenernya tujuan dion dkk ke hutan itu mau apa? beneran mau beli lahan? 🙄 kenapa harus lahan itu, kan masih banyak lahan lain yg tanpa resiko 🤔
Ai Emy Ningrum: pak kumis beli jamu...siyapa yg manis...ya tentu kamyuuuu 🫵🏻😚😘
total 21 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
hadeh bar2 dasar bar2 ya tetep bar2 tak bisa jadi kalem 🤭
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: bukan tp kebo 🤭🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 3 replies
🍒⃞⃟🦅 SULLY 🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
bara ...cintamu besar ke Wulan
tapi cemburu, obsesi mu menghancurkan mu sendiri
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
wlah dion ya ttp dion dong mana ada dion jd bara g bisa dong
sma juga kek aq mana bisa aq kd org lain dan org lain jadi aq 🤭😜
Ai Emy Ningrum: iki piye jd e 🤔🤔 bingung,kowe dadi sopo iki 😽
total 1 replies
Benassir
pasti buronan bang titil🤭...
takut gak bisa bayar hutang
dan cicilan , ninggalin banyak masalah buat orang rumah
Ai Emy Ningrum
paling juga buronan mertua 🙄
itu menantu lucknut yg ninggalin rumah ,ninggalin istri yg lg hamil,ninggalin anak yg masih kecil,ninggalin tagihan listrik,tagihan air ,cicilan panci sama kreditan daster ,trus utangan rokok di warung 🗿
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 20 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
idihh malu2 meong kan tp saling kangen ya.. gasken aja dion sblm di smbar org
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: lha ya lah mbk ning pokok e jjgn kasih kendor
total 5 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
waduh dion jda insecure apa lah itu 🤣🤣🤣
wkwkwk dion gapai cintamu wulan butuh perhatian lho bukan jji doang
🍒⃞⃟🦅 SULLY 🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
sdh saling kangen itu
kapan nikah nya
Dayang Rindu: sebentar lagi, petualangan belum selesai kak.. 👻👻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!