NovelToon NovelToon
Masuk Ke Raga Ibu Tiri Kejam

Masuk Ke Raga Ibu Tiri Kejam

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Sistem / Fantasi Wanita / Transmigrasi / Ruang Ajaib / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: putrinw

susi yang mengalami kecelakaan mobil saat akan pergi untuk lomba memasak, dinyatakan meninggal ditempat dan tewas seketika, akibat benturan keras. para fans nya begitu sedih seketika, apalagi Susi termasuk salah satu blogger terkenal di jamannya itu.

tapi bukannya meninggal dengan tenang, dia malah masuk ke tubuh wanita kejam yang menyiksa anak anak tiri nya sendiri. tak hanya itu, dia juga menyiksa mertua nya setiap kali mengalami kesulitan ekonomi. jiwa nya telah berganti, membuat nya merubah dunia kuno untuk lebih maju dari sebelum nya, bagaimana kelanjutan nya, yuk simak....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.21

Nenek tua re kaget melihat menantu nya yang sudah berada di dapur, dan melihat makanan aneh yang sedang menantu nya buat. Dia berjalan ke arah menantu nya itu.

Fili yang sibuk menyusun satu persatu daging sate, sama sekali tak menyadari kehadiran ibu mertua nya.

 "Menantu, apa yang kau lakukan pagi pagi sekali?" ucap nya dengan cemas. Menantu nya berkerja sepanjang malam, dan belum beristirahat sama sekali.

"Ibu, aku sedang membuat sate dari daging babi, aku lupa bahwa semalam aku membeli nya. ini akan di jual nanti. Ibu ayo dicoba, dan bagimana rasanya?"

sate yang sudah di bakar, tak lupa dibuat kuah kacang yang sudah Fili olah semalaman. Dengan cepat dia mengeluarkan bumbu kacang tersebut, dari ruangan penyimpanan nya.

Nenek tua re sama sekali tak menyadari pergerakan nya.

Fili membuka tutup panci Tersebut, dan tercium lah aroma yang begitu harum, membuat nenek tua re Meneteskan air liur nya.

"Menantu, ini sangat harum sekali, bagaimana kau membuat nya?" ucap nenek tua re dengan tatapan berbinar.

"Ibu, semalam aku membeli perlengkapan nya di kota, jadinya sepanjang malam, aku membuat dan mengolah nya."

"Astaga, jadi kau sama sekali tak berisitirahat?" sahut nenek tua re dengan wajah cemas nya.

"Belum Bu, tapi aku tak kelelahan sama sekali, ibu sarapan saja dulu, pakai sate babi ini, dan cobain rasanya."

Dia mengambil daun talas, yang sudah di bersihkan dari ruangan penyimpanannya. 200 lembar daun talas yang bisa digunakan sebagai wadah sate nya nanti.

"Daun ini, bagaimana kau mendapatkan nya sebanyak ini?" tanya nenek tua re yang begitu penasaran. Nenek tua re semakin kagum dengan tingkah laku menantu nya akhir akhir ini, dia begitu keras membuat keluarga ini bisa makan akhir akhir ini. apalagi dia tak menyangka masakan yang dibuat menantu nya sangat lezat sekali.

"Dari gunung Bu, sebelum nya aku pergi ke sana, dan mengumpulkan nya. Bisa dijadikan wadah untuk tusuk sate nya." ucap Fili yang menjelaskan.

"Ini sangat unik, ibu akan mencoba nya, dan membantu mu setelah sarapan."

"Jangan terburu buru Bu, aku sudah menyelesaikan banyak tadi. Ibu beristirahat lah yang lebih banyak. Jangan khawatir."

"Dasar anak bodoh, ibu mu ini, sudah beristirahat sepanjang malam, sebaiknya kau yang beristirahat." ucap nenek Fili dengan tatapan cemas nya.

 Dia baru teringat gerobak jualan yang dia suruh buat oleh paman wu. Pengerajin kayu yang membuat banyak barang.

dia menoleh ke arah ibu mertua nya, yang sangat lahap memakan sate tusuk babi itu. Bahkan tatapan nya berbinar saat memakan nya.

"Enak dan lezat." dua kata yang membuat nya tak berhenti memakan nya, begitu lahap.

 "Bu, tolong tusuk beberapa daging ini lagi, aku akan pergi ke rumah paman wu dan bibi an. untuk melihat kondisi gerobak yang sudah ku pesan."

"Eh, menantu baiklah, maafkan ibu mertua mu, yang sangat menyukai sate babi ini. sangat nikmat, dan sangat lezat, bahkan ibu sudah menghabiskan beberapa tusuk sate nya."

"Tidak apa apa Bu, kalau anak anak bangun, berikan mereka sate tusuk itu, aku akan segera kembali."

"Iya, hati hatilah saat berjalan, jembatan menuju ke rumah nya sangat licin, dan bisa tergelincir ke bawah."

"Baik Bu." ucap nya yang mengambil tas punggung rotan nya. Dia akan pergi ke lereng bukit lagi, untuk mencari ginseng tua.

Nenek tua re yang sudah selesai makan sate tusuk babi itu, langsung menuju ke tempat duduk Fili, dan mengerjakan suruhan menantu nya itu. hatinya bergembira, bisa menikmati dan merasakan makanan terenak yang sama sekali belum pernah dia makan.

 Saat di perjalanan, beberapa orang sudah pergi ke sawah untuk melihat sawah mereka masing masing. beberapa orang menegur nya, Fili hanya tersenyum tipis dan melanjutkan perjalanan nya, ke rumah paman wu dan bibi an.

Embun pagi, begitu sejuk nya, dan udara disini masih bersih, dan segar.

Setelah sampai, Fili melihat bibi an yang sedang menyulam di depan rumah nya. Fili teringat kain yang di beli nya semalam, dan setelah ini, dia akan meminta ibu mertua nya membuatkan pakaian untuk Sachi dan juga sander. Dia lupa mengatakan nya semalam, karena kehadiran tamu yang tak diundang itu.

"Eh, menantu coksu, kemari lah dan duduk. Maaf karena aku tak menyadari kehadiran mu tadi."

"Bibi an, sama sekali tak masalah, aku melihat mu pagi pagi sekali sangat rajin membuat sulaman indah ini." puji Fili dan membuat bibi an tersenyum tipis.

"Kau terlalu memuji ku adik ipar. Eh, mau bertemu dengan suami ku kan. kebetulan sekali dia sudah bangun, dan selesai mengerjakan, pesanan yang kau minta kemarin." ucap bibi an yang begitu antusias. Apalagi bentuk dan ukuran nya sangat unik, sehingga di mengagumi setiap bentuk gerobak tersebut.

 Tak lama paman wu berjalan ke depan, dan melihat kehadiran menantu keluarga coksu. Dia langsung tersenyum tipis, dan Berbasa basi kepada Fili saat ini.

"Eh, menantu keluarga coksu, aku baru saja selesai mengerjakan tugas yang kau berikan, coba liat, apakah bentuk nya sesuai dengan selera mu?" tanya paman wu kepada Fili.

paman wu memperlihatkan gerobak yang baru selesai dibuat nya sendiri, kepada menantu keluarga coksu.

dan ketika Fili melihat hasil nya, terlihat sangat bagus dan begitu kagum, dengan hasilnya, paman wu.

"Paman, ini sungguh begitu luar biasa, aku merasa senang melihat hasil karya tangan mu ini." ucap Fili dengan mata yang berbinar.

 Gerobak yang dibuat paman wu, menggunakan roda. Jadinya bisa berjalan, sambil mendorong nanti nya. Dan kalaupun nanti menggunakan gerobak sapi, gerobak itu bisa ditarik menggunakan tali. Jadinya tak repot saat diangkat, karena bentuk nya sangat berat.

"Paman, berapa pengeluaran yang habis membuat gerobak ini?"

"Tidak besar menantu, hanya sekitar 10 tael perak. Semua nya sudah dengan upah yang ku tetap kan."

Fili mengangguk puas, dan mengambil beberapa tael perak dari tas rotan yang berada di punggung nya itu, mengeluarkan sekitar 15 tael perak, dan memberikan kepada paman wu.

"Paman, ini uang nya. Beserta upah nya. terima kasih sudah mau direpotkan untuk membuat gerobak dagang ini." ucap Fili dengan tersenyum tipis.

"Menantu, ini sangat banyak, tak perlu memberikan sebanyak ini. Jadi tolong berikan saja sesuai dengan yang aku sebutkan tadi." ucap paman wu dengan menolak secara halus.

"Bener adik, jangan terlalu sungkan kepada kami, anak anak mu ada dua, mereka membutuhkan uang ini, untuk keperluan makan. Jadinya jangan terlalu sungkan kepada kami." sahut bibi an yang tau ekonomi keluarga coksu sangat miskin, dan keluarga mereka sering menahan lapar.

"Bibi! Paman! Jangan menolak nya, aku masih memiliki uang yang cukup, kedua anak ku, bisa makan untuk beberapa hari kedepan. Jadi jangan merasa sungkan. Ini sebagai bentuk rasa terimakasih ku, kepada paman dan bibi, kalau bibi tak menerima nya, aku akan merasa sangat sedih." ucap Fili yang menyodorkan sejumlah tael perak, kepada bibi an dan paman wu.

 Kedua nya merasa sangat sungkan, dan dengan terpaksa menerima uang itu. mereka begitu senang, sebab menantu keluarga coksu begitu baik hati, dan sangat baik kepada keluarga nya.

"Baiklah, kami akan menerima nya, terima kasih banyak adik coksu." ucap bibi an sambil tersenyum tulus nya.

 Fili pulang mendorong gerobak itu, dan membuat beberapa orang melihat ke arah nya.

Fili tak menghiraukan tatapan mereka, dan terus berjalan pelan menuju ke lereng bukit.

1
hani chaq
harusnya kan org2 jaman dulu blm bisa buat bakso.ini kok langsung bisa ditiru2.agak aneh sih
Anonymous
𝑖𝑛𝑖 𝑘𝑎𝑛 𝑧𝑎𝑚𝑎𝑛 𝑘𝑢𝑛𝑜 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎𝑎 𝑦𝑎 𝑗𝑑𝑖 𝑑𝑎𝑔𝑖𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑟𝑎𝑚 𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑎𝑔𝑎𝑚𝑎 𝑖𝑠𝑙𝑎𝑚
Nancy Nurwezia
fili yang baru keren.. ajarin juga anak2mu fili.
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
putra kali 😂😂
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
sedikit saran untuk author, lain kali kalo bikin novel, nama orang ataupun nama tempat sebaiknya pake huruf besar thor biar jelas dan ga bikin bingung 😁😁
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
👍🏻👍🏻👍🏻
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
udah ada plastik ya jaman dulu 😂😂😂
Aster
Keluarganya syok berat karena perubahan sikapnya
Lek Mari
bagus bagus bagus ⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
pinpin
yah kecewa sih sama Wiliam yg gampang menyerah
Ida Maskhur
innalillahi wa innalillahi roji'un. husnul khotimah buat kakek nya
Ida Maskhur
terharuuuuuuu😍😍😍
Alana kalista
fili sangat baik aa/Kiss/
Qillah julyan
gak ngerti dr mana tetiba dpt ruang dimensi,trus dpt poin,bukannya biasanya ada misa gitu yaa..anehhh
Zxuan Paul
suka tapi ada beberapa yang kurang
ayaa
a
irena
bagus ceritanya thor saya suka banget
Dbz Mar
pertarungan thoor 😘😘😘💪💪🙏🙏
Dbz Mar
ini k2 kalinya aku BCA,..Fili wanita paru baya..emang umur Fili berapa thoor 🙏🙏
guntur 1609
ni definisi anak iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!