NovelToon NovelToon
Infected Without Knowing

Infected Without Knowing

Status: sedang berlangsung
Genre:Zombie
Popularitas:550
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Aru

Sebuah keluarga sederhana yang penuh tawa dan kebahagiaan… hingga suatu hari, semuanya berubah.

Sebuah gigitan dari anjing liar seharusnya bukan hal besar, tapi tanpa mereka sadari, gigitan itu adalah awal dari mimpi buruk yang tak terbayangkan.

Selama enam bulan, semuanya tampak biasa saja sampai sifat sang anak mulai berubah dan menjadi sangat agresif

Apa yang sebenarnya terjadi pada sang anak? Dan penyebab sebenarnya dari perubahan sang anak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Aru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Saat Mahen semakin mendekat dan hampir mencium bibir Putri, tiba-tiba saja ia terpental karena Beni menendangnya dengan keras. "Aduh..." Mahen yang terpental hingga menabrak batu pada punggungnya pun meringis kesakitan, ia menatap Beni marah dengan tangan yang mengelus punggungnya.

"Mau apa kamu dekati adik saya?!" Bentak Beni yang sekarang sudah berada di depan Mahen.

Mahen pun berdiri melihat tasnya yang masih aman. "Untuk aja." Ucap Mahen saat dengan melihat dalam tasnya. "Btw, tadi adek lo nuduh gw. Jadi ya... Gue mau dia mastiin aja." Lanjutnya.

"B*j*ng*n!!" Teriak Beni dengan melemparkan sebuah pukulan pada wajah Mahen, Mahen yang di pukuli hanya bisa terdiam dan menahan setiap pukulan Beni.

Putri yang melihat itu pun segera mendekat dan menghentikan sang kakak yang memukuli Mahen. "Kak udah kak!" Pekik Putri dengan menahan tangan Beni.

Beni yang merasakan sentuhan tangan Putri pun dengan segera menghentikan pukulannya dan mendorong Mahen, mereka pun meninggalkan Mahen ke arah tempat persembunyian putri tadi.

Mahen hanya menatap mereka dan menyeka darah yang berada di ujung bibinya, setelah nya Mahen segera meraih ular yang ia tusuk menggunakan kayu. "*Nj*y mati. Berguna juga ni kayu." Mahen pun melepaskan kayu yang menancap pada mata ular itu dan menggunakan pisau untuk mengulitinya.

Beberapa saat setelah Mahen membakar ular tadi, ia pun menawarkan dua tusuk sate ular untuk Beni dan Putri. "Nih makan." Ucap Mahen menyodorkan sate ularnya, terlihat Beni yang ragu dengan makanan yang di buat oleh Mahen. "Apa? Gak bakalan gue kasih racun." Mahen merogoh tas nya dan terlihat daging ular yang telah masak yang ia bungkus dengan kertas, Mahen pun memakan satu potong dagi ular tersebut.

Beni yang masih terlihat tak percaya pun membuat Mahen akhirnya memberikan daging yang sudah ia simpan itu. "Abis makan tidur aj lo pada." Ucap Mahen yang berjalan ke arah tempat ia membakar ular tadi. Mahen melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 01.55, ia meraih tasnya dan menyuntikkan kembali vaksinnya. "Sampai besok aman lah." Kini vaksin yang ia miliki tersisa 26, yang berarti Mahen masih dapat hidup dua hari lebih.

Pukul 8 pagi, Mahen, Beni, dan Putri, berjalan pergi dari tempat mereka beristirahat tadi, mereka berjalan mencari supermarket yang berada agak jauh dari sini.

Mahen memimpin perjalanan karena Putri yang sudah kelelahan dengan memegang perutnya. Karena supermarket yang masih jauh, akhirnya Mahen menyuruh Beni dan Putri untuk berdiam diri saja di rumah dekat sana. "Beban lo berdua. Istirahat di sini aja, biar gue yang cari makanan nya." Cetusnya dengan sedikit rasa kesal.

"Gak, saya ikut kamu biar Putri yang menunggu di sini." Usul nya, Beni pun membantu Putri untuk duduk perlahan.

Mahen yang melihat itu pun memutar matanya malas. "Cewek di tinggal sendiri. Bego ya?" Ujar Mahen yang menatap Beni dengan malas. Beni yang mendengar perkataan Mahen pun melihat kearah putri yang sedang kesakitan, ia berpikir lama yang membuat Mahen benar-benar kesal. "Cepet bego!!" Bentak Mahen.

"Baik, saya di sini saja. Kamu cari makanannya." Ucapnya menerima, dengan begitu Mahen akhirnya pergi berjalan kearah supermarket.

Beberapa saat kemudian saat berada di sana, terlihat puluhan zombie berada di sana seakan menjaga sesuatu. Mahen pun melihat keadaan dari balik rumah yang berada di dekat supermarket. "Gimana coba cara masuknya." Gumam Mahen.

Saat Mahen mengintip, tiba-tiba salah satu zombie melihat kearah nya yang membuat mereka saling beradu mata beberapa saat. Zombie yang melihat itu dengan segera berteriak dan berlari kearah Mahen, zombie lain yang melihat hal itu pun akhirnya menyadari ada sesuatu di salah satu rumah.

Bersambung....

1
Alucard
Keren banget, semoga ceritanya terus berkualitas author!
Ryn Aru: makasih ya,,/Smirk/
total 1 replies
Gourry Gabriev
Bikin syantik baca terus, ga sabar nunggu update selanjutnya!
Agnes
Romantis banget!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!