Infected Without Knowing

Infected Without Knowing

Bab 1

Sore hari yang cerah di taman kota, terlihat satu keluarga kecil yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak perempuannya, mereka terlihat tengah menikmati waktu bersama. Sang Ayah yang sedang bermain dengan putrinya dengan cara menggendongnya tengkurap di lengannya seakan sang putri menjadi pesawat

"Ibu,,, lihat aku terbang,,,," teriak sang anak kepada sang Ibu dengan senyum lebarnya, Ibu yang sedang merapikan tempat mereka duduk pun menoleh dan tersenyum kepada sang putri. Ayah pun melihat kearah ibu dan berjalan mendekat kepada Ibu.

"Aku ingin bersama ibu,,," Seru sang anak, ia pun merenggangkan tangannya dan memeluk leher sang Ibu, Ibu membalas pelukan sang anak dan memangkunya. Ayah pun duduk bersebelahan dengan sang Ibu dan mencium pipinya, ibu terlihat menahan malu dan pipinya mulai memerah

"Cie,,, Ayah cie,," Goda anaknya yang melihat tingkah kedua orang tuanya. Ibu yang malu pun terkejut dengan ucapan sang anak pun berusaha menyembunyikan wajahnya.

"Aduh siapa sih yang ngajarin anak ayah ini?" Ayah pun mencium pipi anaknya dan mengusap kepalanya.

Saat mereka bersantai menatap langit dan makan bersama, terlihat ada sebuah pesawat yang melewati mereka.

"Saat aku besar, aku akan menjadi pilot dan terbang ke seluruh dunia bersama Ayah dan Ibu!!" Seru anaknya, Ayah yang mendengarnya pun mengusap kepala sang anak dan tersenyum lembut.

"Jika begitu belajar lah dengan benar dan jadilah pilot" ucap sang Ayah tersenyum dan mencium pipi putrinya "Ayah akan selalu menjaga dan menemani putri ayah yang cantik ini hingga menjadi seorang pilot yang hebat" lanjutnya sembari mencubit pelan pipi sang anak

"Ibu juga akan menjaga putri cantik ibu agar tumbuh menjadi anak yang pintar dan baik hati." Ucap sang Ibu sembari merapikan rambut sang anak

Langit mulai berubah menjadi jingga, keluarga kecil yang sedari tadi bermain pun berjalan pulang ke rumah untuk beristirahat. Dalam perjalanan pulang, terdengar suara kebahagiaan dari keluarga kecil sederhana tersebut, dengan sang anak yang melompat-lompat ceria sembari berjalan mundur melihat kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya tersenyum mendengarkan cerita sang anak yang tampak sangat bahagia dan menikmati hari ini.

Namun saat di perjalan tanpa mereka sadari, di sisi lain, terlihat dua mata merah yang sedang mengintai mereka di dalam kegelapan dengan mata yang dipenuhi amarah dan seolah siap menerkam kapan saja.

"Gggrrrr...." Terdengar suara erangan dari kegelapan, mata yang sedari tadi mengintai tiba-tiba melompat dan menerkam sang anak dari samping. Anjing itu menggigit tangan sang putri

"Ibu!" teriak sang anak, membuat ibunya berteriak dan panik "Tari!!"

Sang ayah, yang melihat kejadian itu, segera menendang anjing tersebut dengan kencang sehingga anjing itu terpental jatuh dan dengan cepat berlari menghilang di dalam kegelapan gang sempit.

Sang ibu dengan panik mendekat kearah sang anak dan menggendongnya dan menenangkan sang anak. Terlihat bekas gigitan tadi terbuka lebar dan membuat darah sang anak terus menetes.

"Tari sayang, gak apa-apa, Ibu di sini sayang." Ucap Ibu berusaha tenang dan mengelus pipi sang anak. Sang ayah yang tadinya akan mengejar anjing tersebut mengurungkan niatnya dan menatap ke arah tangan anaknya, dengan cepat Ayah berlari kejalan raya dan menghentikan taksi.

"Ayo, kita segera ke rumah sakit." Ucap sang Ayah membuka pintu taksi. "Pak tolong lebih cepat lagu." Lanjutnya menyuruh supir agar cepat-cepat menuju rumah sakit terdekat

"Dokter tolong anak saya!!" Teriak sang ayah, dengn panik ia berlari dengan menggendong sang anak. Beberapa perawat dengan cepat mendorong brankar kearah Tari dan dengan cepat sang Ayah meletakkan Tari ke brankar, di bantu oleh salah satu perawat.

Dengan panik kedua orang tua Tari ikut berlari menemani sang anak dan menenangkannya

"Tari, Tari anak hebat kok sayang, Tari anak kuat yah, Ibu sama Ayah selalu temenin Tari sayang" ucap sang ibu menahan tangis dengan senyuman dan mengusap rambut sang anak.

Saat mendekati UGD, Ibu dan Ayah di larang memasuki ruangan dan disuruh menunggu di ruang tunggu. Dokter mulai memasuki ruang UGD dan mulai melakukan prosedur penjahitan

"Permisi, apakah anda berdua adalah orang tua dari nak Tari?" Tanya dokter memastikan, mendengar pertanyaan dokter Ibu dan ayah langsung berdiri dan mengangguk cepat dengan raut wajah khawatir

"Benar, kami orang tua Tari. Bagaimana keadaan anak kita dok?" Ucap sang ayah

"Baik. Jahitannya sudah berhasil, dan kami juga telah memberikan vaksin rabies untuk anak Anda. Seharusnya, Nak Tari akan baik-baik saja dan bisa segera pulih. Tapi, untuk berjaga-jaga saya sarankan untuk nak Tari agar dirawat semalam di sini" Jawab dokter

Ibu yang merasa lega pun mengangguk dengan cepat dan ayah juga mengangguk "Baik Dok." Ucap sang Ayah, dokter yang mendengar persetujuan dari Ibu dan Ayah tari pun menyuruh perawat untuk memindahkan Tari.

Ibu pun mengikuti perawat keruang rawat inap umum, Ayah pergi menuju ke administrasi untuk menanyakan biaya rumah sakit

Saat berada di ruang rawat inap terdengar suara tv yang menyiarkan berita tentang anjing yang kabur dari penangkaran dan saat ini sedang di cari oleh para petugas

"Terlihat di sekitar jembatan menuju arah xxx anjing dengan tubuh besar dan memiliki mata berah berwarna hitam. Di kabarkan dari petugas penangkaran bahwa anjing tersebut terkena rabies dan melarikan karena kelalaian petugas saat itu. Di kabarkan bahwa di mulut anjing terdapat bercak merah, kemungkinan bahwa anjing tersebut telah menyerang seseorang ataupun hewan." Ucap pembawa berita. Ibu Tari yang mendengarnya pun sedikit khawatir namun juga merasa lega, khawatir karena anjing tersebut belum juga tertangkap, tetapi ia lega karena sang putri telah mendapatkan suntik rabies

Setelah mendengar berita itu, mata Ibu seakan sudah tak kuat dan merasa lelah karena kejadian tadi. Ibu menggenggam tangan Tari dan tertidur di bangku sebelah ranjang Tari.

Berita pun beralih ke tempat di mana anjing tersebut terlihat "Di mohon untuk pera warga tetap berhati-hati karena anjing tersebut belum di temukan dan masih di masa pencarian, jika dari anda melihat anjing bermata merah, terlihat mencurigakan dan berwarna hitam harap berhati-hati" ucap sang pembawa berita yang berada di TKP dan kembali pada pembawa acara di kantor

"Di mohon untuk para warga yang pernah melihat anjing tersebut untuk segera menelepon nomor di bawah ini" ucap pembawa berita. Saat berita sudah berada di penghujung, tiba-tiba terdapat imbuhan "maaf sebelumnya kami baru saja mendapatkan informasi bahwasanya anjing tersebut adalah anjing yang kabur dari laboratorium yang telah lama tidak di gunakan, dan baru saja di tangkap pada siang tadi. Sekian dari berita yang saya bawakan, dan tetap berhati-hati"

Berita pun berakhir dan beberapa saat kemudian Ayah memasuki ruangan, ia tersenyum menatap keadaan sang anak yang mulai membaik dan menatap sang istri yang tertidur di sebelah ranjang anak mereka

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Agnes

Agnes

Romantis banget!

2025-02-23

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!