andita shena putri terlibat pernikahan rahasia bersama Kairo darel handro di usia mereka yang smaa sama baru menginjak 17 tahun , mereka sama sama memiliki pasangan, bagaimanakah cara mereka mengatasi ikatan pernikahan ini, haruskah mereka mengakhirinya, atau kah mempertahankannya, yuk mampir kalau mau tahu😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mulianah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
"kenapa kok ngos ngosan gitu, perasaan kita ngak lari" ucap darel menatap shena yang memegang lututnya
shena menatap balik dengan tatapan jengkel
"lo emang ngak lari, tapi gue yang lari, narik lo, habisnya lo kayak patung ngak punya kaki harus diseret dulu baru tuh kaki berfungsi" omel shena memperbaiki ikat rambutnya, menyeka keringatnya lalu duduk di rumput dengan merentangkan kakinya
"hehehe, sorry" ucap darel tanpa rasa bersalah
shena menarik nafas dan menghembuskannya" sini duduk dulu, kita bolos aja hari ini gimana " tanya shena menatap lurus
Darel melihat shena "serius ngak takut, nilainya turun" ucap darel menatap shena
Shena menatap darel "emang ngak capek, jadi murid berprestasi pintar dan baik" tanya shena balik
darel berpikir "kalau di pikir pikir emang benar juga sih, bosen juga jadi murid yang patuh terus, ya udah deh kita bolos hari ini aja tapi ya" ucap darel berdiri memegang tangan shena
Shena tersenyum kegirangan mengikuti darel
Kini darel dan shena berada di tembok sekolah yang sangat tinggi "serius lewat sini" tanya shena
"iya, emang ada jalan lain selain ini, kalau mau lewat depan ayok aja" ucap darel
shena memukul pelan pundak darel "gila, belum bolos udah ketahuan guru" ucap shena
" ya gimana, mau lewat sini ngak"tanya darel
"oke tapi bantuin gue, gue kan pendek" jawab shena
"makannya tinggi itu ke atas bukan kesamping" ucap darel
"hadeh, malah iklan susu, ayok bantuin gue naik" ucap shena
Darel pun menyatukan kedua tangannya agar bisa di naiki oleh shena
Shena dengan ancang ancang nya langsung naik ke tangan darel, darel mengangkat kaki shena dengan sekuat tenaga, hingga shena berhasil sampai ke atas
"buset, gila banget, tinggi banget ini, gimana mau turun, kalau lompat gue bakalan ngak bisa jalan lagi" takut shena melihat kebawah
"tenang gue naik dulu, jangan panik entar lo jatuh" peringat darel
"oke gue tungguin" ucap shena masih merem
Dengan lompat sedikit darel sudah ada diatas dan langsung turun
Shena yang masih di atas masih merem " darel udah naik belum lama amat" kata shena
"gue udah turun, ayok turun gue tangkap" ucap darel, shena langsung membuka matanya dan melihat kebawah
"lah udah turun aja, emang bisa nangkap aku, entar gue jatuh lagi" ucap shena
"udah ayooo mau bolos ngak" ucap darel, shena menggangguk
Shena melompat dengan takut
Darel berhasil menangkapnya, karena shena yang mungil dan ringan
"udah buka matanya" kata darel
" tapi kaki masih melayang, lo yakin gue belum mati ini" ucap shena masih merem
"hahahahahha, kayaknya emang udah mati deh" ucap darel sengaja
shena langsung membuka matanya melihat sekitar terdapat jalanan hanya untuk satu mobil saja, dan per pohonan yang rindang dan melihat kebawah kakinya masih menggantung, lalu melihat kedepan terdapat wajah darel yang begitu dekat membuatnya harus menahan nafas
"kenapa ngak lepasin gue" tanya shena
akhirnya darel melepaskan nya, darel hanya memegang baju shena untuk menangkapnya
"dari tadi kek, banyak drama lo" ucap shena merapikan bajunya dengan muka cemberut
"ya, habisnya lucu" ucap darel masih terkikik
"hmmm" ucap shena dengan muka masam
Mereka berjalan karena tidak ada kendaraan yang lewat
Di lapangan sekolah
Lini, leo, Naura, Laura, ika, Reni, kae mereka mengelilingi lapangan dengan panas panasan dan menjadi tontonan pagi murid murid
" aduh leo manis banget sih, haaa romantis banget, makin ganteng deh" ucap siswi itu
"kalau aku sih kae ya, makin hot kalau berkeringat gitu" ucap siswi lainnya
Ika langsung melihat siswi itu dengan tatapan jengkel
"ika kalau dilihat lihat oke juga ya, apalagi Reni" ucap siswa a
"kalau gue sih laura sama Naura ya, oke banget" ucap siswa b
"halah, pada ketabrak tuh mata, yang cantik itu quen shena anda sweety lini hmmm" ucap siswa c , siswa a, b memandangnya jijik
Banyak suara yang memuji ketampanan dan kecantikan mereka
Lini merasa tidak kuat duduk sebentar, leo yang melihat itu berhenti, berjongkok"kenapa capek ya, duduk aja di pohon itu" ucap leo
"tapi hukuman aku belum selsai, aku baru 20 putaran leo" ucap lini manja
"biar aku aja, yang gantiin kamu " ucap leo
"tapi hukuman kamu jadi lebih banyak leo" ucap lini sedih
"ngak papa asal kamu ngak capek" ucap leo menyelipkan anak rambut lini
"kiyaaaa, baper brutal akuh,"
"haddduh panas nih panas "
"haaaa mau juga kayak gitu"
banyak siswa yang baper melihat adegan itu dan ada juga yang tidak baper malah kepanasan
Kae yang terus melihat ika dan Reni masih berlari, nyamperin mereka " kamu kalau capek istirahat aja, biar gue yang gantiin"kata kae
"gue juga dong kae, capek nih" kata Reni memelas
"gantiin aja Reni, gue mah masih kuat, " ucap ika lalu lari duluan, Reni sudah sumringah
"apa lo, lanjutin hukuman lo" ucap kae, berlari duluan, senyum Reni hancur, dia mencenikkan bibirnya
lini akhirnya istirahat di pohon
Melihat itu Naura tak mau kalah
"leo aku juga capek, kamu mau ngak gantiin hukuman aku" ucap Naura dengan manja
"ngak" ucap leo meninggalkan Naura yang berhenti dengan muka sedih
Laura yang melihat itu langsung meme percepat larinya sampe melewati ika, sampai 100 kali
Lini dan siswa siswi lainnya kaget melihat angin dan debu bersatu membentuk lingkaran lapangan ini
"banyak drama kalian, gue duluan ke kantin" ucap Laura meninggalkan mereka yang mengaga dengan muka cengo
"ngak usah bingung gitu, dia emang pernah juara satu lomba lari internasional" ucap Naura, mereka mangut mangut akhirnya melanjutkan hukumannya
kembali ke shena dan darel
Mereka sudah menaiki taksi dan pergi ke pedagang kaki lima "gimana seru ngak hari ini" kata darel memakan telur gulung
"seru dong, ternyata kayak gini ya rasanya bolos " kata shena memakan telur gulung, cilor, dan eskrim dengan sumringah
"iya ya seru juga, tapi kita bisa lakuin ini sekali aja, biar ngak anjlong tuh nilai" ucap darel
Shena mengangguk saja
Kita ke RS dulu ya
haki sedang menyuapi anaya, karena ken, kobi pamit pulang
"baru kali ini aku, bisa ngerasain di suapin" ucap anaya
"emang sebelumnya, kamu ngak pernah di suapin sama ibu ayah kamu" tanya haki memberi minum anaya
Anaya meminumnya"ngak tahu kak, soalnya dari kecil udah tinggal sama bibik dan paman" ucap anaya
Haki merasakan sesak didadanya melihat begitu tidak beruntung nya anaya "sekarang kan ada aku, ken, kobi yang nemenin kamu" ucap haki mengelus lembut kepalanya
Semangat nulisnya ❤️❤️❤️