NovelToon NovelToon
Pewaris Yang Hilang 2

Pewaris Yang Hilang 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Action
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Edane Sintink

Jhon, bertarung demi kehormatan di medan perang. mengalami penyergapan yang terpaksa membuatnya harus meledakkan kekuatan terakhirnya. Dia kehilangan ingatan, kehilangan kekuatan, kehilangan identitas, bahkan nyaris kehilangan segalanya. Dari Jenderal bintang lima, Dari seorang pewaris keluarga William, seketika berubah menjadi bukan siapa-siapa dan bahkan dianggap lebih buruk dari sampah.
Mampukah Jhon menemukan kembali kekuatan yang pernah dia miliki, mampukah Jhon kembali menemukan jati dirinya? Ikuti kisahnya dalam karya saya yang berjudul 'PEWARIS YANG HILANG 2'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edane Sintink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jhon mulai kesal

...Bab 23...

Sementara itu, di kamar asrama nomor 36, Jhon benar-benar dijadikan kacung. Semua dia kerjakan sendiri, sedangkan Tiffany Bellamy dan Flo dengan bermodalkan jari telunjuknya menunjuk ke sana dan ke situ sementara Jhon hanya bisa menurut saja seperti kerbau yang hidungnya terikat.

Saat ini, pakaian t-shirt army yang dikenakan oleh Jhon sudah basah dan terlihat sangat kotor karena debu. Tapi dia tidak mengeluh.

"Apa lagi yang kurang?" Tanya Jhon dengan nada penuh kepasrahan.

Tiffany menatap ke arah Flo yang kemudian tersenyum dengan senyuman yang sangat licik. Mereka berdua berbisik-bisik sebelum memberikan pekerjaan baru kepada Jhon.

"Hmmm. Jhon, kau kembali dulu dan bersihkan dirimu. Kami akan membawa mu untuk membeli keperluan kami di asrama. Datang lebih cepat karena waktu kami sangat sedikit. Lambat sedikit saja maka aku akan mengadukan mu kepada ayah!" Ancam Tiffany setelah memberi perintah.

Jhon merentangkan tangannya dengan pasrah sebelum berbalik kemudian melangkah meninggalkan gadis itu. Dia tau ini tidak akan mudah. Karena, menemani para gadis berbelanja adalah suatu petaka tersendiri bagi seorang laki-laki.

Tidak lebih dari lima belas menit, Jhon sudah kembali lagi kehadapan kedua gadis itu. Kali ini dia terlihat lebih segar walaupun baju yang dia kenakan masih dengan warna yang sama yaitu warna hijau army.

Melihat penampilan Jhon yang tidak berubah, Flo menatapnya dengan tatapan jijik seolah-olah Jhon adalah aib bagi mereka berdua. Namun Jhon sama sekali tidak perduli. Dia di sini demi menghargai paman Bellamy. Bagaimanapun ayah Tiffany sangat baik padanya. Sebisanya dia akan menjaga Tiffany walaupun gadis itu tidak menghargai keberadaannya.

"Ayo! Kita akan terlambat kalau terus berdiri seperti ini!" Ajak Tiffany. Kemudian dia memberikan tas tangannya untuk dibawa oleh Jhon.

Ketiga orang itu memasuki mobil SUV dan pergi meninggalkan pelataran kampus diiringi tatapan penuh tanda tanya dari Jay Landers dan kawan-kawan.

Jay Landers menatap Jasson. Jasson menatap David, sementara David menatap Erick. Kompak mereka sama-sama mendesah panjang.

"Jhon pasti kena musibah!" Ujar Jay kepada teman-temannya.

"Itu sudah pasti!" Balas Erick. Lalu kakinya menendang batu dengan kesal. Bagaimanapun sepertinya makan malam ini akan digagalkan oleh dua betina itu.

"Cantik sih cantik. Tapi seperti momok," kata Jasson.

"Ya sudahlah. Kita tunggu saja. Kalaupun tidak jadi makan malam, kita bisa makan di restoran Barbeque. Restoran itu buka 24 jam. Besok masih hari pendaftaran. Jadi, tidak ada kelas dalam dua hari ke depan. Kita masih bisa santai,"

"Sepakat. Semoga saja Jhon tidak mati!" Celetuk David membuat ketiga orang lainnya sama-sama menatapnya dengan tatapan penuh peringatan.

Di salah satu bangunan pusat perbelanjaan di Canyon peak, Jhon benar-benar dijadikan seperti keledai. Di tangannya penuh dengan bag berisi barang-barang belanjaan kedua gadis itu.

Tingkahnya persis seperti ekor yang dengan patuh mengikuti kemana pun kepala pergi.

Hanya bisa mengikuti tanpa memiliki hak untuk berbicara ataupun memberi pendapat. Itupun masih sering disalahkan. Ada satu ketika dia tidak sengaja menyenggol Flo karena tidak melihat. Tatapannya terhalang oleh banyaknya tas yang bergantungan pada tubuhnya. Dan Flo sangat kesal seolah-olah Jhon melakukan kesalahan besar. Dia memaki Jhon didepan orang ramai dan Jhon hanya bisa menelan semua itu dengan pasrah.

Dengan penuh kesabaran, akhirnya acara belanja yang penuh siksaan itupun berakhir juga. Kini, ketiganya meninggalkan sebuah toko menuju mobil.

Baru saja Jhon memasukkan semua barang belanjaan mereka ke bagasi mobil, dari arah belakang lewatlah satu mobil sport Porsche merah yang seketika berhenti dan nyaris menabrak pantat Jhon.

Ketiganya sama-sama melihat ke arah mobil yang perlahan terbuka pintunya dan dari dalam keluar lah seorang pemuda mengenakan pakaian jas berwarna cream dengan kacamata hitam menutupi matanya.

Lagaknya sangat angkuh berjalan seolah-olah jalanan di Canyon Peak ini adalah milik bapaknya saja.

"Eh. Tidak aku sangka bisa bertemu dengan Nona Tiffany di sini. Oh ya, mengapa tidak memberitahu kepada saya jika ingin membeli barang. Saya bisa mentraktir nona," kata pemuda yang baru saja tiba itu dengan senyum yang dia usahakan selembut mungkin. Bagaimanapun, dia tidak berani bersikap angkuh dihadapan salah satu kembang kampus. Dia ingin mengejar gadis itu. Jadi, sebisanya dia ingin memberikan kesan baik kepadanya.

"Tuan muda Freddy Birmingham. Terimakasih atas kebaikan anda. Namun kami tidak akan merepotkan tuan muda ini. Jhon sudah cukup untuk membantu kami dan kita juga tidak seakrab itu kan?" Tiffany membalas ucapan ramah Freddy dengan senyum yang terpaksa.

Berbeda dengan Flo. Ketika melihat siapa yang datang, dia pun menjadi kecentilan dengan sikap ingin melemparkan dirinya ke pelukan pemuda itu. "Tuan muda Freddy. Jika kami mengetahui bahwa anda bersedia untuk berbelanja bersama kami, sudah pasti kami akan sangat berterimakasih. Itu sejuta kali lebih baik daripada di temani oleh seseorang yang sama sekali tidak ketahuan asal usulnya ini,"

Wajah Jhon seketika menjadi hitam mendengar ucapan dari Flo. Dia sudah cukup bersabar dengan gadis satu ini. Dirinya hanya berusaha menghargai kebaikan paman Bellamy sehingga mau saja dijadikan kacung oleh Tiffany. Namun siapa Flo ini? Dia sama sekali tidak mengenalnya. Sesabar apapun seseorang, jika dirinya tidak memiliki rasa marah, maka itu sudah bisa dikatakan tidak normal.

"Aku menyarankan agar kau menarik kembali kata-kata mu itu. Kau siapa sehingga berani mengatakan aku seperti itu. Harga cermin tidaklah mahal dan kau silahkan bercermin. Aku, Jhon hanya menghargai paman Bellamy sehingga mau saja dijadikan keledai oleh kalian. Dan itu hanya untuk Tiffany. Sedangkan kau, apakah aku mengenal mu?"

"Kau?!" Flo menunjuk hidung Jhon bahkan nyaris menusuk hidung nya.

Plak!

Jhon menampar tangan Flo dengan kasar sembari berkata. "Jaga sikap mu. Aku bukan patung yang terbuat dari lumpur yang tidak memiliki emosi. Jangan mentang-mentang aku diam, maka kau ingin menginjak kepala ku!"

"Jhon kan? Begini kah sikapmu dengan seorang gadis? Aku sarankan agar kau meminta maaf kepada nona Flo dan nona Tiffany. Jika tidak, maka jangan salahkan aku bertindak kasar kepadamu!" Disaat seperti ini, Freddy Birmingham bergegas keluar dan ingin menunjukkan kepada Tiffany bahwa dirinya sangat bermartabat dan ingin menjadi pahlawan kesiangan dengan membela Flo. Pasti ini akan meningkatkan nilainya dihadapan Tiffany.

Jhon menatap tajam kearah Freddy. Dan sekali lagi Freddy merasakan bahwa dirinya ditatap oleh seekor harimau buas. Dingin terasa sekujur tubuhnya seperti berada di kolam es.

"Apa kau ingin muntah darah lagi?" Tanya Jhon masih dengan tatapan sadis.

Tentu saja Freddy Birmingham tidak mau kalah dalam hal momentum. Kejadian pagi tadi saja di kantin membuatnya merasa sangat malu. Kalau dia ketakutan dihadapan Tiffany sekali lagi, maka bagaimana kelak dia ingin mengejar gadis itu?

1
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
ParyaTi Cnil
luar biasa bagus ceritanya,aku mengikuti dari awal,dan selalu menunggu cerita selanjutnya
y@y@
👍🏾🌟👍🏿🌟👍🏾
y@y@
💥👍🏾👍🏼👍🏾💥
y@y@
👍🏿🌟👍🏼🌟👍🏿
y@y@
👍🏻👍🏾💥👍🏾👍🏻
y@y@
⭐👍🏿🌟👍🏿⭐
Tatang
/Drool//Drool//Drool/
Tatang
ahh baru ngerasain seru nya cerita eh To Be Continue....😭😭😭
Cahyadiputra Ajahh
lanjut thor
Draco Malfoy
sorry thor, gw baru liat lagi, saking sibuknya. thanks udah bikin cerita lagi 🙏. untuk Penguasa Tahta Utara lanjut ya thor hehe
Adi Rbg
lanjutkan Thor mantap
Cahyadiputra Ajahh
lanjut thor
Ari Yani
selalu ditunggu update nya
y@y@
👍🏾⭐👍🏻⭐👍🏾
y@y@
👍🏾⭐👍🏼⭐👍🏾
y@y@
👍🏻👍🏿🌟👍🏿👍🏻
y@y@
💥👍🏼⭐👍🏼💥
m.j_yanas314
akhir nya keluarga William kembali,....

semangat author untuk terus berkarya..../Good/💪
Ahmad Fauzi
lanjutt othor ganteng 👍🏽❤️🥰 ,semangatt update nya ,kalo bisa jangan satu lahh minimal update nya 2 atw 3 ..hee hee 😬🤭🙏🏽🙏🏽🙏🏽
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!