NovelToon NovelToon
Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Nikahmuda / Selingkuh
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Kalimat 'Mantan Adalah Maut' rasanya tepat jika disematkan pada rumah tangga Reya Albert dan suaminya Reyhan Syahputra

Reyhan merasa jika dirinya yang hanya seorang staff keuangan tidaklah sebanding dengan Reya yang seorang designer ternama, setidaknya kata-kata itu yang kerap ia dengar dari orang-orang disekitarnya

Hingga pertemuannya dengan Rani yang merupakan mantan kekasihnya saat sekolah menengah menjadi awal dari kehancuran bahtera rumah tangga yang telah dibangun selama tujuh tahun itu

Apa yang akan terjadi pada pernikahan ini pada akhirnya? Dapatkah Reya mempertahankan rumah tangga yang ia bina walaupun tanpa restu dari orang tuanya? Atau pada akhirnya semua akan berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CTPS 7

"Aku mau ngajakin kamu makan siang!"

Rani hanya mengangkat nampan berisi piring bekas pelanggan "Kerjaan aku lagi banyak benget"

Revan mengangkat tangannya kearah salah seorang pelayan "Sorry!"

Wanita yang mengenakan seragam cafe itu mendekat "Ya tuan!"

"Tolong panggilkan manager nya!" Titahnya dan pelayan wanita itu mengangguk

"Kamu mau apa sih?" Tanya Rani, pria tinggi itu hanya mengedikkan bahunya

Tak lama seorang pria berusia sekitar tiga puluh tahunan datang menghampiri keduanya

"Ada yang bisa di bantu, tuan?" Tanya pria yang merupakan seorang manager itu

"Saya mau makan siang bersama calon istri saya, jadi saya mau kalian kosongkan cafe ini untuk saya dan calon istri saya!" Ujar Revan

Rani terkejut, Revan memang tak bisa ditebak. Rani hanya tersenyum sungkan kearah atasannya

"Gimana? Bisa kan?"

"Tentu tuan!" Pria itu menunduk hormat, kemudian memberi perintah pada semua bawahannya untuk mengerjakan perintah tamu VVIP mereka

Revan tersenyum, sungguh ia merasa jika dirinya adalah pria idaman semua wanita

"Hebat kan aku?" Tanyanya dengan nada sombong

Rani menatapnya tajam, Revan memang orang kaya. Lahir dari keluarga konglomerat, membuatnya ingin selalu mendapatkan apa yang ia inginkan dan Rani tak suka itu

"Kamu berlebihan Revan" ketus Rani pada calon suaminya

"Ini semua demi kamu sayang!" Revan menggenggam tangan kekasihnya

"Aku gak butuh kamu seperti ini Revan! Aku mau kita terlihat seperti pasangan normal!" Keduanya masih berdebat ketika salah seorang pelayan datang

"Meja untuk tuan dan nona Rani sudah siap!" Rani menatap tajam pada rekan kerjanya itu, jelas sekali jika temannya tengah meledeknya

"Ayo!" Revan menggenggam tangan sang kekasih lalu membawanya ke arah meja pesanannya

"Kamu dengerin aku gak sih?"

"Aku denger, tapi aku gak peduli!"

Rani menghela napasnya berat, sungguh Revan jauh dari kriteria suami yang ia inginkan. Revan selalu ingin menang, ia tak suka berdebat dan mendengarkan pendapat orang lain

"Apa kamu akan seperti ini setelah kita menikah nanti?" Tanya Rani

"Kamu pasti terbiasa sayang, udahlah, ayo kita makan!"

Sejenak Rani berpikir, entah akan seperti apa rumah tangganya bersama Revan nanti

***

Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, entah kenapa kendaraan roda dua milik Reyhan malah menuju cafe tempat Rani bekerja

Disana Rani tengah berdiri didepan cafenya, seperti tengah menunggu seseorang

"Hay!" Sapa Reyhan

"Reyhan? Kamu ngapain disini?" Tanya Rani

"Mau pulang bareng!" Ajaknya

"Ojek aku udah mau dateng, Rey!" Tolak Rani, karena memang ojek online pesanannya akan tiba

Benar saja, Reyhan masih disana saat ojek online pesanan sang sahabat berhenti tepat didepan keduanya

"Aku duluan yaa!" Pamit Rani, namun Reyhan menarik tangannya hingga langkahnya berhenti "Ada apa?"

"Ini mas! Dia sama saya!" Reyhan menyodorkan uang pecahan lima puluh ribu pada mas tukang ojek

"Apaan sih! Gak perlu!" Rani terkejut saat Reyhan menyerahkan uangnya

"Ayo naik! Kamu pulangnya sama aku!" Karena Reyhan memaksa akhirnya Rani memutuskan untuk ikut sang mantan

Rani duduk di jok belakang, tangannya hanya memegang bagian belakang jaket yang Reyhan kenakan

"Pegangan Ran!"

"Nggak!" Rani menolak, Reyhan tersenyum. Rani memang masih sama, tak ada yang berubah dari mantan kekasihnya itu

Motor melaju dengan kecepatan sedang, hingga tiba-tiba saja turun hujan yang cukup lebat. Reyhan menepikan motornya didepan sebuah halte bus

"Kita neduh dulu yaa!" Ujar Reyhan, ia sedikit berteriak agar suaranya tak tertutup suara hujan

"Iya!" Keduanya saling menatap

"Maaf yaa!"

Rani mengerutkan keningnya "Maaf untuk apa?"

"Karena ikut aku baik motor kamu jadi basah-basahan kayak gini!" Reyhan tak enak hati, calon suami Rani itu orang yang sangat kaya, tapi ia malah membawa Rani hujan-hujanan seperti ini

"Apaan sih kamu Rey, gak pa-pa lagi!" Rani mengulas senyumnya, entah kenapa hujan-hujanan seperti ini bersama Reyhan membuatnya bahagia

"Kamu kedinginan yaa?" Tanya Reyhan saat melihat Rani mengusap lengannya

Wanita cantik itu mengangguk, dengan gentle Reyhan melepas jaketnya lalu ia lampirkan pada bahu Rani, membuat wanita itu merasa lebih hangat

"Makasih ya Rey" Reyhan tak menjawab, tatapannya intens kearah wanita yang bertahun-tahun lalu mengisi hatinya itu

Reyhan mengusap pipi Rani dengan lembut, wanita cantik itu mencoba menghindar namun Reyhan lebih cepat dengan menahan tengkuknya

"Kamu mau apa Rey?" Tanyanya panik, entah kenapa dirinya malah merasa nyaman

Wajah Reyhan kian mendekat, hingga bibir keduanya bertemu. Keduanya terbawa suasana yang begitu hangat, hujan memang cukup lebat hingga tak ada yang melihat apa yang mereka lakukan

Rani mendorong tubuh kekar pria dihadapannya, napas keduanya masih memburu

"Apa yang kamu lakukan Rey?" Rani masih mencoba mengatur detak jantungnya, entah kenapa debaran itu datang lagi, sudah sangat lama ia tidak merasakan perasaan ini setelah hubungannya bersama Reyhan berakhir

"Maafkan aku Rani! Aku. Aku, aku terbawa suasana!"  Reyhan mengutuk dirinya sendiri, entah setan' apa yang merasukinya hingga bisa melakukan hal itu

"Aku mau pulang!" Rani seperti ingin menghilang saja

"Hujannya masih lebat Ran!"

"Aku gak peduli! Kalau kamu gak mau nganterin aku, biar aku pulang sendiri aja!" Rani sudah hendak keluar dari halte namun Reyhan menarik tangannya

"Aku anterin!"

Alhasil keduanya berkendara di bawah guyuran hujan, tak peduli dengan tubuh keduanya yang basah yukup

Keduanya diam, baik Reyhan dan Rani tak ada yang bicara, kejadian di halte beberapa menit yang lalu seolah terus terlintas dikepala mereka

"Aku gak mau jadi pelakor! Reyhan udah nikah, aku gak mungkin menghancurkan rumah tangga wanita lain!" Batin Rani, hati dan otaknya seperti tengah berperang

"Manis" Reyhan mengulas senyumnya "Rani masih sama, semua yang ada dirinya juga masih sama"

Motor matic itu berhenti didepan sebuah rumah sederhana milik Rani dan keluarganya. Rani tinggal bersama ayah serta ibunya

"Makasih" Rani turun dari motor

"Rani tunggu!" Wanita cantik itu berbalik menatap pria lancang dihadapannya itu dengan tatapan yang sulit diartikan "Soal tadi.."

"Kita lupakan saja Rey, anggap semuanya tidak pernah terjadi!"

Entah kenapa ada perasaan tak rela saat Rani mengatakan hal itu, ia merasakan hal aneh pada hatinya dan wanita itu mengatakan akan melupakannya

"Aku gak bisa Ran! Aku gak tau, tapi rasanya aku..!"

"Cukup Reyhan!" Bentak Rani, bahkan Reyhan belum melanjutkan ucapannya "Kita lupakan semuanya!"

"Apa kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan?"

Rani terlihat gelisah, entah kenapa pertanyaan Reyhan kali ini menjebaknya

"Kita gak seharusnya melakukan ini, kamu sudah menikah dan aku sebentar lagi juga akan menikah!" Rani sendiri tak mengerti dengan hatinya

Ada rasa hangat pada hatinya saat pria yang masih memiliki tempat dihatinya itu menyentuh nya

1
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Rahmad Wicakj Sono
lanjut thor dobel up di tunggu
Eva Safitri: Makasih yaa udah mampir
total 1 replies
Dew666
💜💜💜
Oma Gavin
ngga usah banyak janji sono hubungi rani dia sudah hamil anakmu mulailah dari nol dgn rani tapi jgn bandingkan keberhasilan mu bila hidup dgn rani beda istri beda rejeki itu pasti
Oma Gavin
ingat maling pasti ngga ngaku reya jgn maafkan perselingkuhan segera urus gugatan cerainya ada perempuan lain yg lagi nunggu pertanggung jawaban suami mu
Oma Gavin
Alhamdulillah Rani hamil anak reyhan silahkan minta reyhan tanggung jawab tapi jgn harap reya mau dipoligami pastinya minta diceritain sama reyhan, ini modelan mokondo udah miskin banyak tingkah ujungnya nyungsep kere
Dew666
🪻👑
Dew666
☀️☀️☀️☀️☀️
Oma Gavin
dasar reyhan oon bin goblok dia yg selingkuh kenapa dia yg marah udah kere masih banyak gaya, makanya hp jgn di matiin giliran sekarang nuduh reya ngga info pengen tak tabok mulut lemes mu sama batako
Oma Gavin
segeralah terbongkar perselingkuhan reyhan dan rani biarkan mereka menikah resmi daripada zina melulu hidup reya juga butuh kebahagiaan bukan hanya diselingkuhi melulu
Eva Safitri: Sabar.. sabar
total 1 replies
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Dew666
🍭🍭🍭🍭🍭
Oma Gavin
semoga rani hamil buat segera terbongkar perselingkuhan mereka
Dew666
🍭🔥
Dew666
🔥🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!