Nindi alea,gadis berusia 22tahun terlahir dari keluarga sederhana.Lea gadis yang cantik,putih,hidung mancung,bibir tipis,alis tebal.
malang nasibnya karena harus berurusan dengan faris dirgantara,seorang CEO arogan yang membuat hidupnya rumit.
akankah hidup lea bisa berakhir bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alena Intani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peran ibu yang sempurna
Mobil dirga melaju dengan kecepatan sedang menuju apartemen alea.
Ya,karena dirga nggak sanggup kalau hanya dirinya mengawasi dua ponakan yang masih aktif-aktif nya bergerak kesana kemari.
Selain itu pula dirga bisa curi-curi waktu berduaan dengan alea nanti.
Membayangkannya saja membuat dirga bahagia.
Ting tong,
"Iya sebentar"
Cekrek,,
Dari balik pintu menampilkan wajah cantik wanitanya memakai long sleeve t-shirt warna putih yang pas di badan dan dipadukan dengan check skirt yang memiliki sedikit belahan di bagian depan dan didominasi dengan warna biru pastel,rambut panjangnya dibiarkan tergerai ber volume.
"Mau masuk dulu dirga"
"Ehm..nggak usah kita langsung jalan saja,kasih salam sama aunty" dirga mencoba terlihat tenang,padahal jantungnya berdegup kencang karena melihat wanitanya yang selalu terlihat menawan.
"Selamat sore aunty" sikembar memeluk alea bersamaan.
"Malam juga baby,wah kalian menggemaskan sekali" dicubitnya pipi si kembar membuat dirga berdecak.
Alea melirik dirga dengan senyumanan terukir di bibirnya,lalu mendekatkan wajahnya ke telinga dirga dan membisikkan,
"Uncle nya jauh lebih menggemaskan" keduanya saling memandang dengan mengukir senyum.
"Aunty uncle let's go" ucapan si kembar mengikis pandangan keduanya.
"Eits,aunty kan belum kenalan sama kalian,namanya siapa?" sapanya akrab sembari berjongkok karena menyeimbangkan tubuh mungil mereka.
"Aku adrian"
"Aku aurelia"
"Kalau nama aunty alea"
"Oke karena kita sudah saling mengenal,kita let's go" alea menggandeng tangan aurelia,sedangkan dirga menggandeng tangan adrian.
"Yeee...kita ke mall"
ucap si kembar dengan senyum sumringah
.
.
Mereka semuanya masuk ke mobil menuju salah satu mall di jakarta.
Setibanya si kembar tidak sabaran ingin langsung menuju zona permainan,namun jam menunjukkan pukul 17.30,dirga mengajaknya untuk makan malam dulu.namun si kembar merengek tidak karuan tidak mau makan.
Melihat si kembar susah diatur membuat dirga kewalahan,
Alea mengambil peran disini,tubuhnya berjongkok,memeluk dan meraih tangan si kembar,
"Baby,tau nggak kalau ada banyak anak yang tidak beruntung di dunia ini,sini ya aunty liatin ke kalian"
alea membuka handphonennya,memperlihatkan video anak kecil.
"Liat tuh baby,anak kecil itu umurnya 3tahun,anak sekecil itu makan saja susah,makan nasi hanya 2 kali,bahkan kadang sekali,itu pun nasi sama kerupuk saja,karena tidak punya uang untuk beli lauk.aunty sama kalian itu beruntung bisa makan enak2,jadi kalian harus menghargai makanan,oke baby" alea memberikan penjelasan secara perlahan.
Si kembar terlihat mendengarkan alea dengan patuh dan kembali tenang.
Dirga yang melihat itu tersenyum simpul,dirinya tidak pernah salah dalam memilih,anak orang lain saja bisa dia taklukkan,apa lagi anak mereka berdua nanti,alea akan memerankan ibu yang sempurna.
Daru dulu dirga sama sekali tidak terlintas dalam benaknya untuk menikah,menjalani rumah tangga bahagia dan memiliki anak.
Ya, lelaki berengsek yang dulunya hanya memandang semua wanita itu sampah,menganggap semua wanita itu hanya pemuas nafsu birahinya saja,
Hingga pemikirannya berubah setelah bertemu alea didalam hidupnya,alea wanita yang perhatian,lemah lembut,ceria,selalu bisa membuat siapapun nyaman disisi nya,
Sekarang khayalan itu ada,impian untuk membawa hubungan mereka kedalam tahap yang lebih serius,hidup bahagia bersama di masa depan serta memiliki 1 atau 2 anak,serasa lengkap sudah hidup dirga.
Sekali-dua kali masih coba sabar sampai berkali-kalipun masih tetap berusaha bertahan, berharap dia mau berubah. Tp diri sendiri juga udah capek dengar kata “maaf” yg entah sudah berpuluh-puluh kalinya keluar dengan enteng dari mulutnya.
Sampai akhirnya mengambil keputusan buat “udahan” cukup sampai disini aja. Sayang sama diri sendiri biar logika tetap jalan meski berusaha keras buat move on.
Dan tentu tidak mudah karna si mantan berusaha dgn segala cara buat kita bisa balikan lg. Tp saat itu semua akses aku tutup biar perjuanganku utk lepas dari hubungan yg tidak sehat ini bisa terwujud.
Butuh waktu 2 tahun utk bisa menerima org baru buat dekat lagi, karna jujur aja takut kalo ketemu lg sama yg kyk gitu tabiatnya.
Hmmm..jd curhat kan🤭🤭
Semangat nulis nya ya kk othor💪💪
Semangat terus buat kk othor yaaa😊😊