NovelToon NovelToon
Ketika Keberuntungan Memilihku

Ketika Keberuntungan Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Not men

Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.

Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.

Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 : Saat Takdir Memilihku

"Loh van disini juga?" tanya seorang wanita saat melihat devan menghampiri nya.

Devan tersenyum saat wanita itu menoleh ke arah nya "Iya vi, kebetulan ketemu disini, lagi liburan nih?" tanya Devan pada sosok wanita yang ternyata adalah vivi teman saat dia kerja di gudang sebagai kurir paket.

Vivi segera menjawab dia senang bertemu dengan pria yang selama ini dia suka "Iyaa nih kebetulan banget, aku lagi nganter sodara aja van paling sore pulang lagi, kamu sendiri disini atau sama Hil...?" jawab Vivi terhenti saat Devan segera menjawab nya.

"Ouhhh antar sodara, Aku lagi sama ibu vi lagi refreshing aja biar ada suasana baru, dan aku udah gak sama dia lagi" jawab Devan seraya tersenyum

Vivi sedikit terkejut mendengar itu, ternyata Devan sudah tak bersama wanita nya lagi. Namun dia enggan bertanya alasan nya kenapa "Ahhh maaf van aku kira kamu masih sama dia" jawab vivi

"Santai aja vi" timpal Devan

Devan dan Vivi pun berbincang seraya melihat pemandangan pantai sore hari disana, membahas semasa dulu saat masih menjadi kurir dan banyak lagi, Vivi senang karena melihat gantungan kunci yang dia berikan pada Devan di pasang di tas kecil yang Devan kenakan.

"Ternyata kau menyimpan nya dengan baik" batin Vivi

"Ngomong-ngomong kau sedang buka usaha kan van, aku dengar dari Yusa dan dia sekarang bekerja dengan mu?" tanya Vivi untuk memecah keheningan

Devan menoleh dengan senyum nya yang selalu membuat vivi suka dengan tatapan dan senyuman Devan itu "Ya baru beberapa bulan ini, dan Yusa baru 3 hari ini dia bekerja dengan ku" jawab Devan.

Namun tak lama seseorang memanggil vivi sehingga dia harus segera pamit, mengakhiri pertemuan nya dengan Devan "Semoga lain waktu kita bisa berbincang lebih lama van" ucap Vivi pada Devan

"Ya tentu saja itu bisa kapanpun kau mau" jawab Devan

Tentu Vivi senang dengan jawaban Devan itu, lalu dia segera pergi menghampiri saudaranya yang memanggil itu seorang wanita paruh baya yang memanggil nya. Setelah Vivi pergi saat Devan melihat ke arah pantai Devan terkejut saat melihat ke 5 wanita yang selalu bersama nya ternyata ada disana mereka sedang bermain air.

"Sejak kapan mereka ada disana" batin Devan

Lalu Malea yang ada disana melambaikan tangan kepada Devan agar menghampiri mereka. Saat Devan tiba di dekat mereka, Devan lantas bertanya,

"Sejak kapan kalian berada disini?" tanya Devan

"Sejak kau bersama wanita itu tuan" jawab Malea

Devan hanya mengangguk sebagai jawaban. Namun dari kejauhan Mariana melihat Devan sedang sendirian, tentunya karena tak melihat keberadaan teman wanita Devan yaitu Malea dan yang lain nya, Mariana segera menghampiri anak nya itu.

"Kau sedang apa disini nak?" tanya Mariana membuat Devan sedikit terkejut

"Ehh, Ibu sejak kapan disini?" jawab Devan balik bertanya

"Kau ini di tanya malah balik bertanya van, Ibu bosan di kamar terus" jawab Mariana

"Kalo bosan kita jalan-jalan aja bu, disini suasana nya enak kan sudah lama juga bukan, semenjak ayah gak ada kita cuman diem di rumah aja bu mana sempat kita berlibur" jawab Devan

Mariana hanya tersenyum lalu berjalan menyusuri pantai bersama sang anak, Devan tau ibunya itu tak akan mampu melihat Malea dan yang lain nya jadi dia tenang saja, Malea dan yang lain nya hanya mengikuti kemana pun Devan pergi, Devan serta ibu nya kembali ke hotel, namun sungguh tak disangka dia bertemu dengan seorang yang sudah menyakiti hati nya saat di lobi.

"Van!.." panggil seorang wanita yang tak lain adalah Hilma

"Darimana dia tau aku disini, apakah Yusa memberi tau nya, ahh

mana mungkin itu" batin Devan

"Ehh nak Hilma, kok kebetulan kita ketemu disini, kamu lagi liburan?" tanya Mariana, Devan ingin bersuara namun ibu nya terlebih dulu menyapa Hilma

"Iya tante, kebetulan aja aku lagi berlibur suntuk di rumah soal

nya" jawab Hilma tak lepas memandangi Devan

Devan enggan berada terlalu lama disana hanya mengingatkan nya pada rasa sakit itu "Aku duluan bu" ucap Devan berlalu pergi tanpa menoleh atau menyapa Hilma

Mariana semakin di buat penasaran kenapa dengan anak nya itu,

"Maaf ya nak Hilma, Devan seperti nya sedang banyak masalah" Ucap Mariana,

"Tidak apa2 ko tan, ohh iya berapa hari disini tante Mariana?" tanya Hilma

"Mungkin besok sore kami sudah kembali" jawab Mariana

Hilma pun mengangguk lalu mengajak Mariana ke cafe di hotel itu, dan berbincang banyak hal, Sementara itu Devan sedang bersenang tentu nya dengan para selir nya itu.

"Tuan suatu hari kau akan bertemu musuh mu, maka dari itu sering lah bercinta dengan kami agar kekuatan mu semakin meningkat" ucap Malea menyenderkan kepala nya di dada bidang Devan

"Tentu saja!" jawab Devan, Sungguh indah di sisi kiri kanan Devan ada banyak wanita, ini hanya sebagian lalu bagaimana nanti dengan sisa nya.

Saat Hilma sedang asik sendirian di cafe hotel itu dengan segala pikiran nya yang kalut. Tiba-tiba seorang pria datang menarik tangan nya sehingga membuat Hilma sedikit terserat dan kaget "Kau!" ucap Hilma

Laki-laki yang menyeret tangan Hilma itu menoleh, dengan wajah yang sudah merah padam menatap ke arah Hilma.

"Berani-berani nya kau melarikan diri dari ku hilma! Setelah ku beri segala yang kau mau!" ucap Pria itu yang tak lain adalah selingkuhan nya saat masih bersama dengan Devan

Hilma meringis kesakitan karena tangan nya di cengkram dengan kuat,

"sam! Lepasin tanganku!" ucap Hilma seraya berusaha melepas cengkraman tangan sam.

Para pengunjung cafe hanya menyaksikan itu tanpa mau menolong, karena sam membawa bodyguard nya yang membuat orang yang hendak menolong, mengurungkan niat nya itu.

Namun saat Hilma akan di masukan kedalam mobil, seorang bodyguard yang sam bawa terlempar ke arah mobil sam sehingga membuat kaca mobil depan nya itu pecah.

Pyaaaaaarrrr!!

Tubuh bodyguard yang tegap tinggi itu tak sadarkan diri, Sam dan Hilma terkejut saat melihat siapa yang melempar bodyguard dari sam.

"Devannn!" gumam Hilma tanpa sadar.

Pengunjung melihat keributan yang terjadi begitu tercengang karena seorang bodyguard yang berbadan besar, di lemar begitu mudah nya oleh seorang anak muda, Sam memandang terlebih mobil nya rusak akibat ulah Devan. "Kurang ajar kau!" ucap Sam seraya mengeluarkan sepucuk senjata

Tentu saja orang berteriak melihat itu terlebih Hilma yang masih berada di genggaman nya.

"Mati kau!!" teriak sam.

Dorr!!

Namun waktu seakan terhenti peluru dari senjata api itu hanya mengapung di udara, Devan berjalan mendekat dan membawa peluru itu lalu meletakan nya di bawah, Kemudian Devan membawa senjata api yang sam genggam, suasana menjadi beku seakan orang menjadi patung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!