NovelToon NovelToon
AKIBAT SALAH SERVER

AKIBAT SALAH SERVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:587
Nilai: 5
Nama Author: Linda Lubi Channel

Novel ini bergenre horor komedi yang menghibur meski horor. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Termasuk cinta Mbak Kunti kepada Nurdin, bestienya yang notabene-nya manusia. Karena patah hati, Mbak Kunti pindah ke daerah lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Lubi Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKIBAT SALAH SERVER (13)

Penulis: Linda Lubi

Kalau dipikir-pikir, paling nggak enak jadi Mbak Kunti. Semua orang pasti takut melihat keberadaannya. Apalagi wajahnya. Padahal Mbak Kunti nggak ada salah apa-apa. Cuma duduk doang di atas pohon. Terus diviralin.

Mbak Kunti cuma diam aja, tetep diviralin. Kalau Mbak Kunti sedang sedih, terus nangis, diviralin. Seolah-olah nggak ada tempat buat Mbak Kunti 'me time'. Selalu direcokin sama manusia. Jadi Mbak Kunti harus bagaimana?

Manusia keseringan playing victim. Dikit-dikit, Astaqfirullah. Terus ngaduh sama Allah. Padahal Mbak Kunti nggak ada ngapa-ngapain. Trus, Mbak Kunti harus ke mana. Dia kan ciptaan Allah juga meski ditakdirkan jadi setan.

Padahal yang sering jahat itu manusia. Sakin pengen viral di medsos, mereka sengaja mencari Mbak Kunti di rumah-rumah kosong, di gedung-gedung mangkrak. Pokoknya manusia itu sebenarnya lebih nyebalin.

Hanya Nurdin yang memperlakukan-nya dengan baik. Nurdin nggak pernah takut dengan keberadaannya. Mereka sangat dekat sebagai bestie. Nurdin malah malas berteman dengan manusia. Katanya suka kepoin hidupnya.

Makanya Mbak Kunti sangat percaya dengan Nurdin. Apapun keadaan Nurdin, Mbak Kunti selalu menerima Nurdin dengan apa adanya. Karena cinta itu tak bersyarat selagi sama-sama menyayangi dan melindungi.

Cie cie cie, Mbak Kunti malu sendiri. Inilah akibat salah server. Gkgkgk.....

***

"Bang...bangun Bang! Hari sudah terang Bang. Tak solat subuh kita?" Nurdin bagai tersengat listrik.

"Sudah jam berapa, Dek?" Jantung Nurdin deg-degan.

"Sudah jam 8, Bang." Salima buru-buru beberes.

Habis beres-beres baru dia mandi. Malu juga bangun kesiangan. Dipikir tetangga pasti laga banteng tadi malam. Padahal penuh tragedi. Gagal makan ikan hiu gulai merah.

Nurdin tetap solat subuh meski telat bangun. Habis solat baru dia mandi. Pagi ini dia harus siap-siap mendapat tugas Negara oleh istrinya.

Hari ini Salima merasa segar. Nggak seperti biasa. Muntah setiap saat. Kalau kayak gini kan jadi adem.

Salima pun lanjut mandi setelah menyapu dan mencuci piring. Ia ingin mengajak Nurdin sarapan di luar dan belanja mingguan.

"Bang, kita sarapan lontong Wak Zoyah, yuk! Kayaknya jam segini masih ada Bang. Pulangnya belanja. Sudah habis isi kulkas Bang."Salima sudah pakai baju tunik.

"Oh, ayuk." Nurdin senang karena tidak disuruh yang aneh-aneh lagi.

Biasanya segala permintaan Salima sangat menakutkan baginya. Dia sampai takut justru dia yang baby blues. Bukan Salima.

Nurdin memakai ADV-nya. Jika membonceng Salima, ia tidak pakai motor butut-nya. Takut mogok atau Salima malu. Ia pakai motor butut biar tidak dikejar-kejar wanita. Sekarang ia tidak lelah dengan ketampanannya lagi.karena emaker dan gadiser sudah jarang nongkrong di warkop-nya. Syukurlah. Kalau nggak, dia yang pusing.

Nurdin juga nggak ambil pusing kenapa sepi? Bagus juga. Jadi cekni dan karyawan yang lain bisa lebih santai.

"Bang, tadi aku sudah bilang sama Cekni. Tapi Cekni tak percaya. Tolonglah abang buka CCTV abang. Cari CCTV tadi malam, jam 8 malam." Nurdin masih bingung dengan omongan Idris, brewer terbaru-nya.

Nurdin membuka CCTV dari ponsel-nya. Salima masih di dalam rumah. Dari Ponsel-nya terlihat seorang wanita cantik memakai gamis putih membeli 2 cup kopi getir. Ia membayar dengan selembar daun. Padahal di mata Idris, jika yang liat lihat uang 100 ribu.

"Oh, oke. Abang percaya. Sudah, kamu fokus saja kerja. Bilang sama Cekni wanita itu terlihat di video. Memang daun yang dikasihnya." Salima sudah datang dan siap-siap pergi.

Idris mengangguk. Namun Nurdin buru-buru berangkat sebelum Salima bertanya. Wanita kan biasanya kepo. Nurdin yakin kalau wanita yang bergamis putih itu adalah Mbak Kunti yang sedang menyamar. Ia senang, ternyata Mbak Kunti ada di sini. Sebenarnya kuat hasratnya ingin bertemu dan curhat dengan Mbak Kunti. Tapi keadaannya sekarang sudah tak sebebas dulu.

Nanti dipikir orang pula jika dia melakukan pesugihan dengan pelihara Mbak Kunti. Apalagi Salima itu cemburuan orangnya. Sangat posesif. Nurdin duduk di warkop aja, Salima ikutan juga minum kopi. Padahal Nurdin pengen Me Time, bukan Quality Time. Kadang sampai tak masak di rumah sakin takutnya Nurdin bersama wanita yang lain.

Laki-laki bisa putus asa kalau istri terlalu posesif. Berilah napas untuk menyendiri. Nurdin juga introvert. Bukan ekstrovert. Nggak pernah kan Nurdin bertamu ke rumah teman khusus bermain. Ia lebih suka menyendiri. Nyaman rasanya. Apalagi laki-laki di sini, pada cemburu kepadanya. Takut kali istri, adik perempuan atau anak perempuannya terpesona dengan Nurdin. Karena Nurdin memang lelaki tertampan dan terganteng di kampung ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!