NovelToon NovelToon
Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:540.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: Yam_zhie

Selama sua tahun, Kiara menjalin hubungan dengan Vino, hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, bahkan sampai bertunangan. Namun tiga bulan terakhir semua perhatian Vino beralih kepada wanita bernama Shela. Wanita yang katanya adalah keponakan Vino yang baru datang. Kiara meredam cemburu, menelan kekecewaan, dan terus percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya.

Namun, pengorbanan ada batasnya. Kebohongan yang terus dikemas rapi akhirnya terkuak saat Kiara menemukan fakta bahwa kedekatan Vino dan Sheila melampaui ikatan keluarga yang selama ini digembar-gemborkan. Di titik itulah Kiaramenyadari, dia bukan sekadar dikhianati, melainkan tak pernah benar-benar dijadikan yang utama.

Tanpa amarah yang meledak-ledak, Kiara memilih meletakkan kembali seluruh perasaannya. Dia mengembalikan semua kenangan dan melangkah pergi. Saat Vino akhirnya tersadar dan mencoba mengejar, Kiara hanya menyisakan satu kenyataan dingin. Masa berlaku cintanya telah habis, dan tidak ada kesempatan kedua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiara 22

Vino terduduk kaku di lantai yang dingin, menatap kosong tangga kayu tempat Kiara baru saja menghilang. Suara dentang langkah kaki Kiara yang tenang terasa jauh lebih menyiksa daripada suara bentakan Papanya sendiri. Bentakan dan tamparan Pak Dimas mereda menjadi gema yang kabur di telinga Vino, tergantikan oleh satu kalimat yang terus berputar seperti kutukan di dalam kepalanya:

“Masa berlaku cintaku untuk kamu sudah habis.”

Rasa dingin merayap dari dadanya, menjalar cepat ke seluruh tubuhnya. Napas Vino memburu, tersengal-sengal seolah pasokan udara di ruangan itu mendadak menguap. Dia menatap telapak tangannya sendiri yang gemetar hebat, tangan yang sama yang beberapa jam lalu dia gunakan untuk mengetik pesan bohong pada Kiara, dan tangan yang sama yang kini bahkan tak diizinkan untuk menyentuh ujung gaun wanita yang paling dicintainya.

"Pa... Ma... Kiara cuma emosi, kan?" bisik Vino, suaranya terdengar begitu merana, hampir pecah. Matanya yang memerah dan sembap menatap orang tuanya penuh keputusasaan, meminta sebuah pembenaran yang ia tahu tak akan pernah datang.

"Kiara cuma butuh waktu... iya kan? Mas nggak sengaja... Mas cuma kasihan sama Shela... Mas sangat mencintai kamu Kiara..." Suara Vino sangat lemah dengan tatapan kosong ke arah tangga.

"CUKUP VINO!" Pak Dimas menunjuk wajah anaknya dengan telunjuk yang bergetar karena menahan amarah dan kekecewaan yang tak tertahan.

"Jangan pernah sebut kata 'kasihan' lagi di depan Papa! Kamu bukan hanya kehilangan wanita terbaik yang pernah ada di hidupmu, tapi kamu juga sudah membunuh rasa hormat Papa dan Mama pada dirimu sendiri! Dan ingat apa yang papa katakan saat kamu melakukan kesalahan pertamamu. Papa akan cabut semua fasilitasmu muali besok. Dan kita lihat apa mereka masih mau mendekatimu dan meminta belas kasihmu saat kamu tak punya apa-apa..."

Bu Indah tak sanggup lagi melihat putranya. Dia menangis sesenggukan di bahu suaminya, menyembunyikan rasa malu dan sesak yang membakar dada. Rania memalingkan muka penuh amarah, membiarkan air matanya menetes tanpa berniat membantu kakaknya berdiri sedikit pun.

Pak Haidar dan Bu Anis berdiri perlahan. Tidak ada caci maki dari mereka. Justru ketenangan dan raut wajah penuh kekecewaan dari kedua orang tua Kiara itulah yang menusuk jantung Vino paling dalam.

"Dimas, Indah..." suara Pak Haidar terdengar begitu dalam dan penuh penekanan.

"Kami menghargai ikatan silaturahmi kita. Tapi untuk masalah anak-anak, saya rasa semuanya sudah sangat jelas. Kiara adalah putri saya, dan saya tidak akan pernah membiarkan dia menyerahkan hidupnya pada pria yang tidak bisa menghargai kejujuran. Pria yang tak bisa memegang janjinya..."

Pak Dimas menunduk dalam-dalam, suaranya tercekat.

"Saya... saya minta maaf yang sebesar-besarnya, Haidar, Anisa... Saya gagal mendidik anak laki-laki saya."

Ketika keluarga Pak Haidar perlahan meninggalkan area meja makan dan orang tua Vino mulai melangkah keluar dengan langkah berat, Vino masih berada di posisi yang sama. Dia memaksakan diri bangkit dengan lutut yang lemas, menatap kotak beludru hitam di atas meja.

Cincin pertunangan itu berkilau dingin di bawah lampu hias, seolah menertawakan kebodohannya. Dengan jemari yang tremor parah, Vino menggapai cincin itu. Dia merengkuhnya erat-erat ke dada, menyatukan keningnya pada besi dingin permata tersebut. Isakan yang sejak tadi ditahannya akhirnya pecah menjadi raungan penyesalan yang memilukan.

Bayangan-bayangan masa lalu menghantam benaknya tanpa ampun. Tawa manis Kiara saat menerima lamarannya, tatapan teduh Kiara yang selalu menyambutnya setelah seharian lelah bekerja, janji-janji manis yang pernah ia bisikkan di telinga wanita itu, hingga kesempatan kedua yang Kiara berikan saat ia melakukan kesalahan yang sama sebelumnya. Kiara telah memberinya segalanya, cinta, kepercayaan, dan tempat berlindung. Namun, dia menukarnya hanya demi kepuasan ego egois berkedok "rasa kasihan" pada Shela, wanita yang justru sengaja menghancurkan kebahagiaannya.

Ia ingat betapa Kiara tidak pernah menuntut hal-hal mewah. Kiara hanya meminta satu hal sederhana, kejujuran. Dan malam ini, Vino menyadari bahwa kejujuran adalah hal paling mahal yang gagal ia berikan.

"Ra... tolong, Ra..." Vino merintih pelan, meremas dadanya yang terasa dihantam beban berbobot tonan.

"Kembali, Ra... Pukul Mas, marahi Mas, tapi tolong jangan pergi..."

Ponsel di saku celananya bergetar berkali-kali. Vino merogohnya secara refleks. Di layarnya, nomor baru. Kemudian tak lama ada pesan masuk.

' Mas Vino, kamu di mana? Kepalaku pusing banget, bisa ke sini sebentar? Aku masih di rumah sakit. Dokter nunggu kamu kesini... aku juga, aku takut di sini sendirian... Kamu dari kemaren nggak bisa aku hubungi... Pihak rumah sakit menanyakan biaya yang harus kamu bayar. Obat aku... Aku sudah nggak di beri obat, Mas Vino... tolong segera datang... Aku takut...'

Melihat isi pesan, kemarahan dan penyesalan liar membakar kepala Vino. Rasa benci yang amat sangat mendadak muncul, bukan hanya pada Shela, tapi terutama pada dirinya sendiri yang begitu bodoh dan mudah dimanipulasi. Dengan amarah yang meluap, Vino melempar ponselnya ke lantai hingga layarnya hancur berkeping-keping.

"BANGSAT!" teriaknya histeris pada kesunyian ruangan.

Vino keluar dari rumah Kiara dengan langkah terseret seperti mayat hidup. Malam itu, hujan deras mengguyur kota, seolah ikut meratapi kebodohannya. Papa dan Mamanya sudah pergi lebih dulu, meninggalkan dirinya sendiri dalam kehampaan yang tak bertepi.

Vino berjalan menembus derasnya air hujan menuju mobilnya, jatuh berlutut di aspal yang basah. Ia meraung, memukul-mukul kemudi mobil begitu ia berhasil masuk ke dalamnya.

Penyesalan itu kini datang, begitu tebal dan mematikan. Namun, sebesar apa pun penyesalannya, sebesar apa pun air mata yang ia tetaskan malam ini, Vino tahu satu hal yang paling menyakitkan, pintu hati Kiara telah tertutup rapat selamanya, dan cintanya tidak akan pernah bisa kembali lagi.

'Masa berlaku cintaku untuk kamu sudah habis...'

Kata-kata Kiara itu masih terus berputar di kepalanya. Kehampaan di dalam mobil terasa memekakkan telinga, berganti dengan suara deru hujan yang menghantam kaca depan. Vino menyandarkan kepalanya yang berdenyut hebat pada lingkar kemudi. Dinginnya kemudi tak mampu memadamkan rasa terbakar di dadanya, rasa penyesalan yang membakar lambung dan meremas seluruh organ tubuhnya hingga ia kesulitan bernapas.

Dalam remang cahaya lampu jalanan yang tertutup bulir air, ingatan malam ketika ia memutuskan untuk kembali menemui Shela terus berputar seperti rekaman rusak di kepalanya.

Kenapa? Kenapa malam itu aku harus melangkah keluar dari rumah? Kenapa aku lebih memilih memercayai pesan melodramatis Shela daripada menjaga senyum Kiara?

1
alyssa bunga
mampir thorr
Maryam Renhoran
Alhamdulillah...happy ending
tadinya udah malas lanjut di episode2 awal, tapi paksakan lanjut, akhirnya makin penasaran di setiap episode, hingga tamat...Mksih yaa Thor...🙏😍
Agustiana Sri Rejeki
perasaan waktu itu rumah ortu kiara di kompleks perumahan tor, kok tiba² jadi di daerah pedesaan sih🤭
Cecilia
banyak banget nama ibunya si shela 🤭
Saryanti Yahya
terserah othor sajalah, nama nama pemerannya mau diganti apa aja, baca aja terus
FisyanaLica
Udah dimas jadi heru,, nadia jadi maya,, chintya jd Ratna trus siapa lagi hayooo,,
Ratna Suminar
mass ga bisa lepas dari jeratan Shela?
Anonim
Area sidang kok bisa ada krangkeng besi i i pengarang lagi nglindur
Anonim
Pengarangnya pikun ini nama ibunya shella bs berganti2 dari reni,salma, rita blom kagi shella berubah oeran jadi anak sulungnya pak heru. Klo ngarang cerita yg konsentrasi gitu loh jangan ngasal bikin crita bikin bingung pembaca
Partini Minok Nur Maesa
ppanya vino itu dimas apa heru bikin pusing aja bcanya
Partini Minok Nur Maesa
bukanya shela jg kerja beda divisi sama vino knp gx jd orang baik2 walau gaji sedikit
Partini Minok Nur Maesa
makanya jd orang jgn egois
Partini Minok Nur Maesa
knp manggil mas pdhl baru 2 hari kerja kedengaran aneh gx sich
Endjang Setiawan
Bagus banget ceritanya...makasih kak Thor...😍
Inooy
bintang lima nya bwt usaha othor bikin cerita, karena sejujur nya baru kali ini aq nemuin cerita yg sangat amat amburadul..
d awal cerita udh bagus, alur cerita nya bikin aq pengen terus baca..tapiiii d pertengahan menjelang akhir, cerita jd kluar jalur, susah utk d pahami nya..belum lg banyak penyebutan nama yg ganti2, bikin aq makin bingung...
klimaks nya menjelang akhir, d bagian persidangan..kenapa sepupu mendadak jd anak sulung yg otomatis menjadi kaka tokoh pria nya?? benar2 kacau dn amburadul 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
bagi yg belum baca dn tertarik utk baca,,mudah2an cerita nya udh d revisi..karena sebetul nya cerita nya udh bagus, tp sayang nya banyak yg kluar jalur!!!!

ato mungkin ini sebuah strategi meningkatkan retensi?? karena setau aq dengan banyak nya komentar dr para reader otomatis retensi akan terdongkrak naik,,,klo dugaan ku benar,,ckckckck tega beneeeerr bikin para reader pusing 7 keliling..bukan nya terhibur tp d bikin puyeeeng!!!!
Inooy
kaka reader d bikin makin bingung dengan cerita ini, termasuk aq...😂🙂‍↔️🙂‍↔️🙂‍↔️
Inooy
makin bingung deeehh, sebelum nya d katakan Kiara berhijab..tp kenapa skarang malah merapikan rambut Kiara d dekat telinga nyaa?? hhadeuuuhh,,makin k sini makin d bwt biiingung!!!!!!!!!!!!
Yuen
Idiot kampungan, tolol
Inooy
duuh,,,mama Chintya ternyata orang Sunda ternyata..samaan kaya aq maaa, sama2 dr Sundaa hehehe 🤗
Inooy
duuh,,,mama Chintya ternyata orang Sunda ternyata..samaan kaya aq maaa, sama2 dr Sundaa hehehe 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!