Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia justru menjadi seperti mimpi terburuk yang pernah datang. Di tinggal pergi oleh calon suaminya sendiri tepat di hari pernikahan. Sehingga mau tidak mau Kanaya harus menikah dengan calon kakak iparnya yang terkenal arogan dan juga dingin. Demi menjaga nama baik keluarga, Andreas bersedia menggantikan adiknya yang kabur dan menikahi calon adik iparnya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka? Akan kah pernikahan itu bisa membuat keduanya saling mencintai? Ikuti kisahnya, Ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Aditya
Kanaya yang sudah begitu penasaran dengan sosok CEO perusahaan itu langsung masuk setelah mengetuk pintu, dan dia sudah memutuskan untuk mencoba mempertahankan angka 127 agar tidak tergeser kembali.
"Selamat pagi, pak. saya adalah asisten pribadi anda. semoga saya bisa menjadi asisten tetap dan tidak berakhir menyedihkan seperti asisten anda sebelumnya" ujar Kanaya saat sudah sampai di dalam ruangan itu.
suara yang cukup familiar membuah CEO itu segera membalikkan kursinya. menatap sosok yang berdiri di hadapannya dengan menunduk serta kedua mata tertutup. "pantas saja saya merasa sangat familiar dengan suaranya, ternyata dia. dia yang akan menjadi asisten saya" batinnya sembari terus menatap sosok gadis cantik dengan pakaian casual yang membuatnya nampak terlihat lebih dewasa dari pada umurnya.
"Semoga anda suka sama kerjaan saya, mulai hari ini saya yang aka-" perkataan Kanaya terhenti saat dia membuka kedua matanya dan melihat pada seseorang yang sedang memperhatikannya di kursi kebesarannya.
"Lah, Andreas. ngapain kamu disini?" tanya Kanaya saat mendapati sosok sang suami pengganti di sana.
"Hai, Istriku. kenapa kamu malah bertanya kenapa saya disini? tanpa saya menjawab sekalipun sepertinya kamu tau saya sedang ngapain disini."
gadis itu menatap pada Andreas sembari memicingkan kedua matanya seakan mengintimidasi"Jangan bilang kalau CEO menyebalkan yang sudah menjadi pemecah rekor asisten itu kamu?" ucap Kanaya pada Andreas.
"Hmmmm, memang saya orangnya"
Mendengar itu membuat Kanaya mendengus kesal, bagaimana bisa dia harus kembali di pertemukan dengan sang suami, bahkan sekarang pria itu menjadi atasannya.
"Astaga, bagaimana bisa aku tidak sadar jika ciri-cirinya memang begitu mirip dengannya" Kanaya terduduk di lantai sambil mengusap kasar wajahnya. "Ahhhhh, aku bisa stres jika harus selalu berhadapan dengan pria dingin ini. apa salahku ya Allah" kata Kanaya lagi.
Setelah itu Kanaya bangun lalu kembali menatap pada Andreas"Aku mengundurkan diri jadi asisten pribadimu." Kanaya membalikkan tubuhnya dan berniat untuk keluar dari ruangan Andreas, namun langkahnya terhenti saat suara Andreas kembali menerpa indra pendengarannya.
"Tidak semudah itu, Istriku. apa kamu lupa jika di surat kontrak tidak boleh membatalkan kontrak kerja sama secara sepihak kecuali saya. silahkan saja jika memang sudah siap masuk penjara"
Mendengar itu membuat Kanaya menghentakkan kakinya, tadi sebelum tanda tangan Kanaya memang sudah membaca beberapa poin surat kontrak. hanya saja dia yang terlalu senang bisa mendapatkan pekerjaan tanpa pikir panjang langsung tanda tangan surat kontrak itu.
"Oke fine... tapi ingat, gak boleh ada yang tau jika kita adalah pasangan suami istri. dan satu lagi, kurangin sikap menyebalkan mu itu!" Kanaya berucap sambil menatap pada Andreas dengan wajah masamnya serta bibit mengerucut. membuat Andreas ingin tertawa melihat tingkah istri kecil yang dia nikahi kemarin.
"Perempuan ini unik juga" batin Andreas sembari mengulum bibir menahan tawa saat melihat ekspresi Kanaya seperti itu.
"Tidak masalah. sekarang saya mau kamu buatkan saya kopi hitam. gak terlalu manis tapi gal hambar juga, gulanya harus di takar yang pas"
"Baiklah, tapi aku tidak tau dimana pantry nya"
"Kamu turun ke lantai satu, pantry ada disana. pake lift pribadi saya saja biar cepat"
Kanaya tak menjawab, dia hanya langsung keluar dari ruangan Andreas sambil ngedumel di setiap langkahnya"Aaahhhh, kenapa bisa dia yang jadi atasannya. ini sih namanya aku harus setiap saat bersama dengannya. pria dingin yang sangat menyebalkan. nanti yang ada aku malah beku" Kanaya bergidik saat membayangkan hal itu, setiap hari harus bersama dengan Andreas.
Kanaya yang tak begitu fokus tanpa sengaja menabrak seseorang dan membuat berkas yang ada di tangannya berhamburan di lantai" Maaf....Maaf aku tidak sengaja" ujar Kanaya sembari membantu orang tersebut mengumpulkan kertas-kertas itu.
"Tidak masa-" perkataannya terhenti saat menatap pada wajah orang yang sudah membuat apa yang dia bawa terjatuh berserakan di lantai. "Kanaya" ucapnya
Kanaya menatap pada Aditya dengan penuh kebencian. gadis itu seketika memasang wajah datar seakan tak mengenal sosok itu sebelumnya "Kanaya, maafkan aku" ucap Aditya sambil menarik tangan Kanaya yang hendak pergi dari sana.
"Jauhkan tangan kotor mu itu, dan jangan sok kenal dengan saya, karna saya tidak merasa mengenal anda" balas Kanaya dingin tanpa menoleh pada Aditya. membuat Aditya sedikit terkejut mendengar suara dingin serta wajah tanpa ekspresi itu. tidak ada lagi kehangatan yang dulu selalu Aditya dapatkan dari sosok yang ada di hadapannya.