NovelToon NovelToon
Tritagonis

Tritagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Poligami / CEO / Cintamanis / Dark Romance / Cintapertama
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Girl_Rain

Setelah kesalahan yang dilakukan akibat jebakan orang lain, Humaira harus menanggung tahun-tahun penuh penderitaan. Hingga delapan tahun pun terlewati, dan ia kembali dipertemukan sosok pria yang dicintainya.

Pria itu, Farel Erganick. Menikahi sahabatnya sendiri karena berpikir itu adalah kesalahan diperbuat olehnya saat mabuk, namun bertemu wanita yang dicintainya membuat Farel tau kebenaran dibalik kesalahan satu malam delapan tahun lalu.

Indira, sang pelaku perkara mencoba berbagai cara untuk mendapat kembali miliknya. Dan rela melakukan apapun, termasuk berada di antara Farel dan Humaira.

Sebenarnya siapa penjahatnya?

Aku, Kamu, atau Dia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Girl_Rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Tinggal Bertiga

  Farel tersentak merasakan sentuhan di lengannya, dan begitu wajahnya menoleh didapati Humaira yang tersenyum.

  "Siapa? Kok nggak kamu suruh masuk?" Humaira membuka pintu lebar, dan betapa terkejutnya ia melihat Indira disertai penampilan yang berbeda. "Indira, kamu pakai hijab dan gamis?"

  "Tentu saja aku pakai hijab dan gamis. Aku masuk Islam, udah menjadi kewajibanku menuruti syariat Islam," ketus Indira, menatap penuh kebencian pada Humaira, karena perempuan itulah yang telah merebut orang yang dicintainya.

  "A-apa?" Humaira memandang Farel. Suaminya itu terlihat menahan amarah.

  "Silahkan kamu bantah perkataan wanita ini, Humaira. Dia bilang ikatan nikah denganku kembali tersambung kalau dirinya masuk islam," ucap Farel langsung ke inti. Tangannya bahkan mengepal sebagai bentuk pertahanan amarahnya.

  Sepertinya Humaira memahami situasi yang terjadi.

  Indira mendapatkan cara melalui hukum ini rupanya.

  Indira tersenyum licik terang-terangan padanya. "Bukankah kamu yang lebih paham tentang ini, Humaira?"

  Humaira mengangguk. Kedua tangannya menyilang di depan dada. "Ya, aku memahaminya. Kalau begitu, apa agamamu sebelumnya?"

  "Kristen, dan aku pengamal kitab Injil yang rajin," balas Indira.

  Humaira menunjukkan ekspresi kekaguman. "Oooo.... Kalau begitu, silahkan masuk. Kamu masih berstatus istri Farel Erganick."

  "Teri-"

  "Indira!" hardik Farel memotong ucapan Indira serta langkah yang hendak melewati dirinya dan Humaira. Napas Farel tersengal-sengal disebabkan luapan amarah yang luar biasa, dari Indira yang begitu kerasnya usaha menganggu rumah tangganya bersama Humaira.

  Indira dan Humaira sama-sama terkejut, namun reaksi Indira lebih berefek untuk seseorang yang mengalami penyakit jantung.

  Tubuh Indira ambruk ke tanah dalam posisi duduk dengan dada kembang-kempis.

  "Indira." Humaira hendak membantu, namun lengannya malah ditarik menjauh oleh Farel. Sang suami membawanya meninggalkan Indira kesakitan di depan pintu.

  Ujung mata Indira mengeluarkan cairan. Perih hatinya lebih parah ketimbang rasa sesak akibat jantungnya, melihat sosok yang selalu menjadi pelindungnya tak berpaling sedikitpun untuk menolongnya.

  "Farel....," lirih Indira.

  Farel membawa Humaira ke ruang tamu. "Apa maksud kamu tadi? Kamu rela Indira kembali menjadi istriku?"

  Kata-kata Farel terdengar pelan namun dalam, menampakkan betapa terluka dirinya atas tanggapan santai Humaira terhadap Indira.

  Apa Humaira mencintaiku?

  "Bukan begitu, aku membenarkan apa yang perlu aku benarkan. Aku tidak akan membantah karena memang apa yang dikatakan Indira itu hukumnya," jawab Humaira tegas.

  Farel mengacak-acak rambutnya frustasi. "Lalu, apa maksud pertanyaan kamu tadi? Pasti ada keraguan 'kan? Biar aku katakan, Indira bukanlah sosok yang taat pada Tuhan sampai rajin membaca kitab. Dia justru menyalahkan Tuhan karena takdirnya yang menyedihkan."

  "Kalau begitu, tidak ada lagi ikatan pernikahan diantara kalian," ucap Humaira.

  "Itu yang mau aku dengar." Farel berbalik, hendak kembali pada Indira dan berniat mengusirnya. Namun lengannya malah diraih lembut oleh Humaira.

"Papanya Indira mungkin akan menunda pembalasannya kalau melihat anaknya kembali bersama orang yang dicintai, itulah yang aku pikirkan," ujar Humaira.

Farel menoleh dan mendapati netra Humaira yang berkaca-kaca. Spontan saja Farel merangkul Humaira dalam pelukan.

Humaira menangis. "Aku, aku takut terjadi sesuatu pada orang tuaku. Meski semalam aku mendengar suaranya, tapi aku tidak bisa tenang sepenuhnya. Fakta bahwa papanya Indira adalah mafia kelas kakap membuat tidak bisa berpikir jernih, dan aku menganggap kedatangan Indira ke sini adalah jawaban dari do'a yang aku panjatkan. Mungkin inilah caranya."

Humaira sesegukan, dan hati Farel pun terketuk untuk memahaminya. "Maafkan aku, Humaira. Aku belum mampu menghilangkan kekhawatiranmu. Baiklah, Indira bakal tinggal di sini bersama kita agar kita bisa mengawasi. Tapi jika ada sesuatu yang melenceng, bahkan jika sedikit, berjanjilah untuk memberitahuku."

Humaira mengangguk di dada Farel. Tangannya perlahan melepas pelukan Farel, dan memandang suami itu. "Terima kasih. Maaf selalu membebani kamu dengan keegoisanku."

Farel mengusap air mata menggunakan kedua jempolnya. "Aku senang kamu mengandalkanku, Humaira."

"Baiklah. Ayo kita lihat kondisi, Indira," ajak Humaira berlari kecil di depan Farel. Sungguh ia khawatir kepada Indira lantaran tadi Indira terlihat sangat sakit, tapi mereka malah meninggalkannya dalam keadaan begitu.

Namun Indira yang berdiri sambilan berpegangan pada pintu membuat Humaira menarik napas lega, meski wajahnya menunjukkan kerutan.

"Aku akan membawamu ke kamar." Humaira berniat memapahnya, tapi lengannya ditepis Indira.

"Tunjukkan saja dimana kamar, Farel. Aku berstatus istri pertamanya, jadi aku lebih berhak satu kamar dengannya," balas Indira berjalan pelan sendiri memasuki rumah.

Namun satu lengan telah memanjang di hadapan Indira. "Jangan melewati batas, aku menganggap kamu parasit dalam rumah ini. Jaga sikap kamu," hardik Farel tanpa menatap Indira.

Tanpa peduli perkataannya menyakiti hati Indira, Farel langsung pergi ke lantai dua.

Sesaat Indira terdiam di tempat, akan tetapi detik berikutnya Indira menaiki tangga mengikuti jejak Farel.

"Memang benar kamu berstatus istri pertama dari Farel, tapi tidak keistimewaan dari itu. Agama Islam menuntut laki-laki wajib adil kepada istrinya. Jadi tidak ada istilah berhak dalam hubungan kita bertiga, kecuali sesuai jatah yang sudah disepakati. Tapi sebagai istri yang baru dinikahi Farel, aku berhak memiliki Farel selama tujuh hari ke depan. Setelah itu, kita akan membagi waktu."

Humaira mengikuti Indira dengan menjaga jarak tiga meter darinya, dan Indira mendadak berhenti juga menghentikan langkahnya.

"Benarkah? Itu bukan akal-akalanmu 'kan?" tuduh Indira tanpa menghadap Humaira.

"Bukan. Kalau tidak percaya, aku bisa menunjukkan bukti dengan memperlihatkan pembahasannya di dalam kitab," jawab Humaira.

"Tentu saja aku masih saja bisa dibodohi lewat pahammu yang di atasku. Lihat saja nanti, aku bakal lebih menguasai kitab itu lebih darimu."

Andai Indira menoleh ke belakang saat mengatakannya, pasti ia akan melihat Humaira yang tersenyum.

Entah kenapa kesombongan Indira menciptakan kesenangan dalam diri Humaira.

Artinya Indira mau belajar 'kan?

"Aku tidak tau alasan kamu membiarkanku masuk rumah ini, tapi aku akan membuatmu menyesalinya."

"Baiklah," sahut Humaira mengejutkan Indira.

Nada riang Humaira berhasil membebani Indira, hingga membuat wanita itu segara naik ke lantai dua dan memilih memasuki kamar yang menurutnya bukan kamar utama. Humaira juga tidak mencegahnya juga 'kan?

Sementara langkah Humaira justru menuju kamar yang lebih dekat tangga, karena di sanalah suaminya berada.

...🌾🌾🌾🌾...

1
kalea rizuky
ini Farel ma Indira nikah gt kah
@Girl_Rain67: Nggak, nggak ada ikatan apa-apa soalnya Indira bukan Yahudi yang berpegang teguh agamanya.
total 1 replies
kalea rizuky
hmmmm gass mp
kalea rizuky
anakmu yg jalang kok nyalahin orang oh tua bangka
kalea rizuky: tau ih sebel bgt liat modelan aki2 tolol
total 2 replies
kalea rizuky
Farel ma Indira selama jd istri sering tidur bareng gk thor
@Girl_Rain67: Nggak pernah 😄
total 1 replies
kalea rizuky
Farel uda tau bukan anak nya np g cerai oon amat
kalea rizuky
uda tau kn berarti Rifka bukan anak mu jd jangan sok baik
kalea rizuky
Indira jahat amat lu
@Girl_Rain67: Cinta, Mbak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!