Bercerita tentang seorang wanita bernama Citra Natalina, gadis super modern. Di Usia ke 25 tahun, dia masih belum menikah. Alasannya karena dia tripikal wanita yang pemilih dalam mencari pasangan. Dan tak di sangka ibunya menjodohkannya dengan putra dari sahabat masa kecilnya yang bernama Rizki Putra Pratama. Karena menurut ibunya anak dari temannya itu termasuk kriteria citra, pria mapan, kaya, dan tampan.
Mendengar hal itu Citra langsung setuju untuk menikah dengan pria pilihan ibunya itu, sampai di hari pernikahan Citra di kagetkan dengan kenyataan tentang suaminya.
Akankah Citra Natalia dan Rizki Putra Pratama menjalankan pernikahan layaknya suami istri atau malah sebaliknya. Dan akankah tumbuh perasaan Cinta antara keduannya atau malah sebaliknya.
☆Langsung di baca aja...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Kini Maria masih terdiam, dengan air mata yang masih tersisa di pipi dan juga ujung matanya. Lalu tak beberapa lama datang putra pertamanya, Rendi.
"Ibu..." Panggil Rendi. Lalu Rendi melihat ibunya duduk bersimpuh di lantai. "Ibu, Ibu kenapa?" Tanyanya sambil membantu ibunya untuk duduk di atas ranjang.
Lalu Maria menatap putra pertamanya itu. "Ibu gak papah kok sayang." Ucap Maria pada putranya.
"Hem... Apa ibu masih memikirkan si tuli itu?" Ucap Rendi.
"Kamu tidak boleh menyebut Rizki dengan sebutan seperti itu nak, Rizki juga itu adikmu." Ucap Maria.
"Bu, buka mata ibu. Semua orang tak menginginkan kehadiran orang itu, dan ibu tak harus terus membela dia. Dia itu cuman aib di keluarga kita." Ucap Rendi pada ibunya.
"Dia bukan aib, dia putraku. Aku ibunya, aku yang melahirkan nya. Kau dan ayahmu beserta keluarga yang lain tak pernah tahu bagaimana perjuangan ku untuk melahirkannya. Dan sekarang kalian seenaknya mengatakan jika dia aib, aku menyayangi kalian semua tanpa pilih kasih. Ibu mohon Rendi kamu tak boleh berbicara hal buruk tentang rizki, dia itu adikmu." Ucap Mari sambil meneteskan air mata.
"Terserah ibu mau bilang apa, yang jelas inilah kenyataannya bu. Aib seperti dia tak pernah di inginkan oleh keluarganya ini." Ucap Rendi sambil berjalan pergi, tapi sebelum dia pergi ibunya langsung memanggilnya.
"Rendi." Mendengar panggilan dari ibunya Rendi langsung membalikkan badannya.
"Ada apa lagi Bu?" Tanya Rendi.
"Ibu sekarang mau bertanya padamu nak?" Ucap Maria pada putranya pertama nya.
"Tanyakanlah." Ucap Rendi.
"Bagaimana jika kau terlahir tuli, bagaimana jika kau berada di posisi Rizki. Tak di inginkan oleh semua anggota keluarga, bagaimana perasaan mu nak?" Tanya ibunya.
"Apa maksud dari pertanyaan ibu?" Tanya Rendi.
"Kamu harus pikirkan perasaan Rizki, Rizki pasti sangat sakit hati saat semua anggota keluarga nya tak menginginkan kehadiran nya. Dan ibu hanya ingin kau membuka hatimu untuk bisa menerima kehadiran Rizki di keluarga ini." Ucap Maria memohon.
"Aku sudah katakan pada ibu berapa kali, seorang pria cacat tak pantas menjadi adikku atau pun menjadi anggota keluarga ini." Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, Rendi langsung beranjak pergi meninggalkan Maria sendirian.
Ke esokan harinya...
Jam sudah menunjukkan pukul 05:00 pagi, nampak Rizki mulai membuka matanya lalu dia langsung bangkit dari atas ranjang.
Sesaat matanya melirik Citra yang tengah tertidur pulas, ingin rasanya dia membangun kan Citra dan mengajaknya untuk sholat subuh tapi dia takut membuat citra marah.
Lalu Rizki langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sekalian berwudhu.
Setelah selesai membersihkan diri dan berwudhu, Rizki langsung pergi ke ruangan tempat sholat. Terlihat Rizki melaksanakan sholat subuh dengan khusyu.
Setelah selesai sholat subuh, nampak Rizki langsung memanjatkan do'a kepada sang pencipta. Entah do'a apa yang di sampaikan kepada sang pencipta tapi terlihat air mata mulai menetes dari ujung matanya.
Dan setelah selesai berdo'a Rizki langsung menghapus air mata yang tadi menetes dari matanya. Lalu setelah selesai sholat dan berdo'a Rizki langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
Tet.... Tet... Tet...
Jam menunjukkan pukul 06:00. Dan Alarm pun berbunyi. Nampak Citra sudah mulai terusik dengan bunyi Alarm tersebut. Lalu tangannya langsung mematikan alarm tersebut.
"Hemm..." Nampak Citra meregangkan otot-otot tangannya. Lalu dia melihat ke samping ranjangnya dan ternyata Rizki sudah tak ada.
Tak ingin ambil pusing Citra langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Tak beberapa lama dia pu keluar dari kamar mandi, lalu Citra langsung memakai pakaian formal untuk pergi ke kantor.
"Citra." Panggil Rizki.
"Apa?" Jawab Citra.
Nampak Rizki melihat Citra sudah siap dengan pakaian kantornya. "Ayo kita sarapan dulu." Ajak Rizki.
Dan Citra langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, lalu dia langsung mengikuti langkah Rizki menuju dapur.
Di dapur...
Nampak sudah ada 2 piring berisi nasi goreng dengan telur dan sosis.
"Ayo makan, nanti telat lagi." Ucap Rizki.
Lalu Citra dan Rizki langsung memakan sarapannya masing-masing, nampak Citra sangat suka dengan masakan yang di masak Rizki karena rasanya sangat enak. Tapi ada rasa malu dan canggung juga karena Rizki lah yang selalu memasak untuknya karena seharusnya tugas itu Citra yang melakukan nya bukan Rizki.
but jujurly cerita nya bagus dan ga ngebosenin
Suami absurd
Suami rupa madu mulut racun
Perjodohan Arini