NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Casanova

Gadis SMA Milik Casanova

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:869.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Puput

Untuk melunasi hutang Ayahnya, Silvi terpaksa menikah dengan Andika. Sejak saat itu hidupnya seperti di neraka. Dia hanya menjadi pemuas Andika yang memang seorang casanova itu. Meski sudah memiliki Silvi tapi dia masih saja sering mengajak wanita lain ke apartemennya.

Silvi merasa tidak sanggup lagi dengan kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan Andika, akhirnya dia kabur. Andika terus mencari dan ingin membawanya kembali. Di saat itulah Andika merasa kehilangan.

Berbagai cara sudah Andika lakukan untuk mendapatkan Silvi lagi. Apakah Silvi mau kembali dengan Andika atau Silvi lebih memilih bersama Dion, sahabat yang selalu setia menemaninya dan juga mencintainya dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

"Dika, kamu masih memikirkan Silvi? Mama tahu betul bagaimana kamu, kamu pasti langsung sakit jika terlalu memikirkan sesuatu."

Andika terdiam. Dia meraih lengan Mamanya dan memeluknya.

"Apa kamu benar-benar jatuh cinta dengan Silvi atau kamu memang hanya ingin memanfaatkannya saja?" Bu Nayla begitu ingin tahu perasaan Andika. Kali ini dia ingin berbicara dengan Andika dari hati ke hati. Sudah lama dia tidak memeluk dan bertanya bagaimana perasaan Andika. Sejak Andika dewasa, dia sudah tidak pernah mendengar keluh kesah dan curhatan Andika.

Andika terdiam beberapa saat, "Aku... Iya, aku hanya memanfaatkannya saja."

"Dika, kamu tahu kalau perbuatan kamu itu salah."

Andika menganggukkan kepalanya pelan.

"Kamu tahu kalau dia sudah mengandung anak kamu?"

Andika menggelengkan kepalanya.

"Lalu, apa dia keguguran juga gara-gara kamu?"

Andika menganggukkan kepalanya lagi. Dia semakin mengeratkan pelukannya di lengan Mamanya. "Aku sudah mendorong Silvi dengan kasar sampai dia jatuh. Aku benar-benar gak tahu kalau dia sedang hamil."

"Astaga, Dika. Kamu tega sekali. Itu darah daging kamu sendiri loh."

"Aku benar-benar gak tahu, Ma. Waktu itu aku emosi dan sekarang aku benar-benar menyesal." katanya dengan suara yang bergetar. Hatinya terlalu kelu jika mengingat kejadian itu.

Bu Nayla menghela napas panjang. Dia merasa gagal mendidik anaknya selama ini. "Dika, kamu harus tahu satu hal, meskipun seorang wanita tidak menginginkan kehamilan itu tapi hatinya pasti sangat terluka saat kehilangan calon buah hatinya. Kamu sudah meminta maaf pada Silvi?"

"Sudah Ma. Dia tidak mau memaafkan aku."

"Kamu harus benar-benar berubah dan terus berusaha membujuknya, tapi kalau memang dia tetap tidak mau sama kamu. Jangan dipaksa, lepaskan dia."

Andika kembali menghela napas panjang. Rasanya dia sangat tidak rela melepaskan Silvi. Tapi apa yang dikatakan Mamanya memang benar. Dia tidak bisa memaksa Silvi

...***...

Sudah beberapa hari Andika tidak menemui Silvi. Ada sesuatu yang berbeda, entahlah mengapa Silvi tiba-tiba merasa merindukannya.

Sore hari itu dia hanya duduk sambil menatap beberapa barang pemberian Andika yang sempat dia buang lalu dia ambil lagi.

"Mengapa juga aku memikirkan cowok brengsek kayak dia." Silvi berdengus kesal. Akhirnya dia membereskan barang-barang yang berjajar di atas mejanya lalu dia masukkan ke dalam kotak dan dia simpan di atas lemari.

"Justru bagus kan, dia sudah tidak menemui aku lagi." Dia kembali duduk di tepi ranjangnya sambil melihat ponselnya.

Mulai besok, jadwal bimbingan belajarnya sudah padat karena tiga bulan lagi dia akan melaksanakan ujian akhir.

Semoga saja aku bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. Aku ingin mengejar beasiswa di perguruan tinggi.

Beberapa saat kemudian ponselnya berbunyi, ada satu pesan masuk dari Dion.

Kita ke kafe yuk.

Silvi tersenyum kecil lalu membalas pesan singkat itu.

Oke, gue langsung ke sana saja ya. Kebetulan ada motor Ayah di rumah.

Silvi berdiri lalu mengambil cardigannya. Dia bersiap untuk pergi ke kafe menemui Dion.

Dia masukkan ponselnya ke dalam tas selempang kecilnya, tak lupa membawa dompetnya. Setelah itu, dia berpamitan pada Ayahnya yang sedang beristirahat sepulang bekerja.

"Ayah, Silvi mau ke kafe dulu sama Dion." Kemudian Silvi mencium punggung tangan Ayahnya.

"Sil, apa Pak Dika tidak pernah menemui kamu lagi?" tanya Pak Adi.

Silvi hanya menggelengkan kepalanya.

"Pak Dika sekarang sudah banyak berubah, dia sudah tidak kejam lagi. Ayah perhatikan akhir-akhir ini kamu juga sering memandang boneka dan bunga yang sudah layu di kamar. Itu pemberian Pak Dika? Apa kamu kangen sama Pak Dika?" tanya Pak Adi. Meskipun dia tahu Andika dulu sangat kejam pada Silvi, tapi kebersamaan Silvi selama sebulan bersama Andika pasti menyisakan banyak kenangan.

Silvi menggelengkan kepalanya. "Justru Silvi senang, Pak Dika sudah tidak menemui Silvi lagi dan yang paling penting Pak Dika sudah tidak menyiksa Ayah lagi."

"Ayah ingin kamu bahagia. Mulai sekarang ikuti kata hati kamu. Jika kamu ingin mengejar impian kamu, kejarlah. Ayah selalu mendukung kamu."

Silvi tersenyum lalu memeluk Ayahnya sesaat. Setelah itu dia keluar dari rumah dan mengendarai motor Ayahnya menuju kafe sesuai janjinya dengan Dion.

Beberapa saat kemudian dia sudah sampai di depan kafe. Dia memarkirkan motornya. Setelah itu dia berjalan menuju kafe, tapi langkahnya terhenti saat ada Rika yang menghadangnya.

"Ngapain lo ke sini?" tanya Rika dengan sinis.

Silvi tak menanggapinya. Dia melangkahkan kakinya lagi tapi ditahan oleh Rika. Mereka saling bertatap tajam.

Silvi menepis tangan Rika, dia kembali melangkahkan kakinya tapi langkahnya terhenti saat mendengar teriakan Rika. Ada seorang pencopet yang menarik paksa tas Rika.

Dengan langkah cepat, Silvi mengejar pencopet itu. Dia berusaha menarik tas Rika. Terjadi saling tarik menarik di pinggir jalan.

"Lepaskan tas ini!"

Dari kejauhan ada seseorang yang menghentikan mobilnya, dia segera keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri Silvi.

Silvi akhirnya berhasil menarik tas Rika tapi badannya terhuyung ke belakang, untunglah dengan cepat ada sepasang tangan yang menahan tubuh Silvi.

Mereka saling berpandangan beberapa saat.

"Pak Dika!" Silvi menegakkan dirinya. Tanpa mengucap terima kasih, dia langkahkan kakinya lagi menuju tempat parkir kafe.

"Ini tas lo." Silvi mengembalikan tas Rika.

Rika hanya speechless sambil memandang tas yang sekarang ada di tangannya.

"Silvi!!" Andika menyusul langkah Silvi dan menahan tangan Silvi. "Silvi aku sangat merindukan kamu."

Silvi kini membalikkan badannya dan mendongak menatap Andika.

Dion yang baru saja keluar dari kafe, jelas mendengar kalimat Andika itu. Begitu juga dengan Rika.

Silvi tak berkata apapun, dia menarik paksa tangannya.

"Silvi, kembalilah denganku."

Silvi menggeleng dengan cepat. "Gak akan!"

Andika kini berlutut di hadapan Silvi. "Aku mohon." Dia tak peduli dengan pandangan mata orang-orang di sekitarnya termasuk Rika dan Dion. "Kembalilah padaku..."

💕💕💕

.

Tak semudah itu Andika... 😏

.

Like dan komen ya...

1
Luzi Refra
Luar biasa
Lyly
Kecewa
Lyly
Buruk
Adila Ahmad
b
Riska Afzal
menyesal sudah
Ddek Aish
mampir thor
+39 🔕
HUAAAAAA 🥺 tenk yu tomat kaka otor 🌚🌚🌚
+39 🔕
jelas tidak! 🌚🌚🌚
Miyagi Mitsui
kesian silvy
Thywi Puspitasari
Luar biasa
Atma Inatun Nikhma
terima kasih....
ditgg karya selanjutnyaaaa
Atma Inatun Nikhma
Luar biasa
Ellasama
setelah liat visual ny Dion lebih baik Silvi sama Dion aja🤭
Siti patma
baru x liat author bingung dgn karyanya sendiri☺☺☺☺☺
andi_wathy
semua ceritanya bagus ..
andi_wathy
aku Uda baca semua novel Kevin fams tapi kok blm ada ceritanya anaknya Rendra Uda ketemu blm anaknya?
andi_wathy: ditunggu /Smile/
total 2 replies
kalea rizuky
klo mau balikan waduh bahaya jijik sumpah
Ibelmizzel
kasian silvi
Mamah Kekey
ending yang bagus
Mamah Kekey
selamat atas kelahiran bayi cantik nya Silvi dan Andika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!