NovelToon NovelToon
ELARA : FATED TO LOVE

ELARA : FATED TO LOVE

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dosen / Tamat
Popularitas:201.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Chyntia R

Sebuah insiden kecelakaan pesawat mengakibatkan Elara menjadi salah satu korbannya.

Gadis berusia 24 tahun itu tidak ditemukan dalam keadaan masih bernyawa, maupun jasad. Alhasil, Elara pun dinyatakan hilang.

Pada kenyataannya, Elara hidup, dia terdampar di sebuah hutan hingga mempertemukannya dengan sosok pria pendaki gunung, Shane Gladwin.

Shane merawat Elara dalam keadaan sulit dan mereka saling jatuh cinta satu sama lain.

Akan tetapi, saat kembali pada kehidupan awal, Elara menemukan fakta baru yang membuat Elara harus menyadari posisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chyntia R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Menyelidiki

Shane kembali ke kediamannya dengan perasaan kacau. Mengingat bagaimana gadis yang dicintainya justru menghindarinya dan yang lebih parah adalah berlagak tidak mengenalnya.

"Shane? Kau baru pulang? Seharusnya kau tidak kemana-mana dulu, kondisimu belum begitu membaik."

Shane menatap Stevi dengan tatapan kesal. "Diamlah! Dan jangan ganggu aku!" tukasnya keras.

"Kenapa dengannya?" gumam Stevi yang masih terdengar cukup jelas di indera pendengaran Shane.

Sang pria mengabaikan itu, lalu masuk ke dalam kamar untuk menenangkan pikirannya.

"Kenapa Lara mengabaikanku? Apa dia benar-benar bukan Lara?" Shane memikirkan kemungkinan itu, namun beberapa detik kemudian ia menggeleng samar. "Tidak mungkin, dia adalah Lara," gumamnya yakin.

Shane mengambil ponsel dari laci nakas, tampak ingin menghubungi seseorang.

"Ada apa, Tuan?"

Sambungan selulernya telah tersambung pada seseorang yang Shane hubungi.

"Max, ada tugas untukmu!" kata Shane.

"Apa anda sudah kembali bekerja, Tuan?"

"Ini bukan soal pekerjaan, tapi carilah latar belakang seseorang untukku."

"Baiklah, Tuan."

Shane memutus panggilannya, lalu mengirimkan sebuah pesan ke nomor pria yang dia panggil dengan nama Max. Pesan itu berisi foto Elara, yang pernah ia potret saat mereka masih sama-sama terjebak di Hutan.

"Untunglah aku sempat memotret mu waktu itu Lara," batin pria itu merasa lega. Ia akan menyelidiki ini. Meski ponsel miliknya sempat hilang karena insiden terakhir saat ia berada di Hutan, tetapi ia memotret Elara menggunakan kamera kecil miliknya, tanpa pernah diketahui oleh gadis itu.

Shane yakin jika Max dapat diandalkan dan bisa mencari info yang ia inginkan. Bagaimanapun juga, meski Shane telah yakin jika sosok gadis yang ditemuinya hari ini dan yang kemarin bertandang ke acara makan malam yang dibuat Gracia--adalah Elara, namun ia harus memiliki bukti untuk membuat gadis itu tidak dapat menyangkal dan berpura-pura lagi.

"Aku tidak akan melepaskanmu, Lara," batin Shane penuh tekad.

...***...

Setelah kejadian semalam, Elara cukup was-was saat keluar dari unit apartmennya. Ia takut bertemu dengan Shane secara tiba-tiba. Ia seperti paranoid sendiri, padahal tidak ada siapapun saat ia membuka pintu kediamannya.

"Huh, syukurlah ..." Elara bernafas lega, gegas berderap untuk menuju universitas tempatnya bekerja.

Dalam perjalanan, Elara mendapat panggilan dari Kyle.

"Kyle, ada apa?"

"Ela, apa kau bisa mengambil cuti yang cukup panjang di bulan depan?"

"Ada apa, Kyle? Kau mau mengajakku kemana?" Tentu saja Elara bingung dengan pertanyaan Kyle dan menebak jika pria itu ingin mengajaknya ke suatu tempat dalam kurun waktu yang lama.

"Aku mau ke Indonesia, mengunjungi keluargamu."

"Untuk?"

"Tidak ada, aku hanya ingin mengajakmu kesana."

Elara semakin heran dengan perkataan sang sahabat.

"Kyle, kita sudah bersahabat cukup lama dan aku pikir kau tidak boleh menyembunyikan apapun dariku."

Terdengar tawa nyaring dari Kyle diseberang sana. "Uruslah cutimu, kau akan tau setelah kita bersama menemui keluargamu disana," paparnya.

"Aku tidak bisa berjanji, Kyle. Kau tau sendiri aku baru masuk kerja selama satu bulan dan aku tidak mungkin mengajukan cuti lagi, apalagi untuk jangka waktu yang lumayan lama."

"Baiklah, jika kau gagal mengajukannya, nanti aku akan membantumu meminta izin itu."

Kyle memutus panggilan teleponnya sebelah pihak, sementara Elara tercenung sembari menatap telepon genggam yang masih berada di tangannya.

"Kenapa dia?" batin Elara bingung dengan sikap Kyle yang mulai merahasiakan sesuatu.

Elara akhirnya tiba di kampus dan mengisi jadwal kelas yang sudah diberikan kepadanya.

Gadis itu menerangkan dengan gaya khasnya yang mudah dipahami.

Di kampus baru tempatnya mengajar, cukup banyak mahasiswa yang berani menggoda Elara dengan terang-terangan, apalagi umurnya masih terbilang muda dan setara dengan para mahasiswa abadi disana.

Sebenarnya Elara tidak nyaman, ia juga tidak terlalu suka membicarakan masalah pribadi dengan mereka, tapi tindakan mereka terkadang memang melampaui batas.

Pernah satu kali, Elara pulang sampai cukup malam dan ada mahasiswanya yang iseng dengan memegang bokonggnya. Meski sentuhan itu hanya sekilas, Elara tentu sangat kesal karenanya. Akan tetapi, saat Elara melihat ke belakang untuk marah, mahasiswa itu sudah kabur tanpa Elara tau siapa yang memperlakukannya dengan demikian.

Semua itu karena mahasiswanya mengira Elara masih sendiri, sehingga mudah untuk diganggu. Untuk itulah, Elara berdusta jika ia telah bertunangan untuk menjaga dirinya sendiri dari pandangan negatif dan mata liar mahasiswanya. Meski tidak begitu efektif dan tidak semuanya percaya dengan kebohongannya mengenai status itu, tapi gangguan seperti itu sudah tak pernah Elara dapatkan lagi.

Dan hari ini, di pertengahan jam mengajarnya, Elara di kejutkan oleh ucapan office boy yang menemuinya.

"Ms. Ela, ada seseorang yang mencarimu, dia mengatakan jika dia adalah tunanganmu."

Tentu saja Elara mengernyit, tunangan yang mana? Pikirnya. Akan tetapi, ia mengangguki juga ucapan OB tersebut karena ia tak mau orang lain curiga akan statusnya yang memang mengaku sudah bertunangan.

Biasanya, tamu para dosen atau wali murid yang datang ke kampus--akan menempati sebuah ruangan khusus yang berada disamping Aula, jadi Elara memutuskan kesana setelah mendapat pemberitahuan tersebut.

Elara pikir, itu pasti Kyle yang memang sering datang tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan, akan tetapi saat melihat siapa yang berdiri disana, Elara langsung terbelalak tak percaya.

"Ms. Ela?"

Shane menyeringai ke arahnya dan Elara tau jika ia sudah ketahuan dan tidak dapat menghindar lagi sekarang.

"Jadi namamu Elara? Pantas saja," celetuk pria itu lagi. Kedua tangan di lipat di dada, tampak mengintimidasi, namun senyum yang terukir dari ujung bibirnya--sangat kentara--jika Shane sedang dalam suasana hati yang bahagia.

"A-aku sedang sibuk. Ji-jika ada sesuatu yang penting, maka temui aku lagi nanti." Akhirnya kalimat itu yang dilontarkan Elara, meski ragu tapi ia memang tidak mungkin menghindar lagi dikala Shane sudah mengetahui tentang dirinya bahkan tempat kerjanya.

"Temui lagi nanti?" Shane mendekat, memangkas jarak diantara mereka yang cukup jauh sebab Elara hanya mematung diambang pintu saat mendapati pria itu berada dalam ruangan tersebut. "... nanti kapan maksudmu? Apa bisa diperjelas?" sambung pria itu ingin mendapat jawaban yang pasti dari bibir Elara.

"Y-ya, nanti, setelah jam mengajar ku usai," kata Elara menundukkan wajah, ia tak berani mengadah barang sedetikpun untuk membalas sorot mata kehijauan milik pria dihadapannya.

"Bisa katakan itu pukul berapa, Sayang?" bisik Shane, ia bahkan mencondongkan sedikit tubuh untuk bisa mendengungkan ucapan itu ditelinga Elara secara seduktif.

Elara sampai merinding karenanya. "Em-empat. Pukul 4," katanya gugup.

Shane kembali menyeringai. Satu sudut bibirnya tertarik. "Baiklah, aku akan menunggumu," ringkasnya.

Elara mengembuskan nafas keras sesaat setelah Shane berlalu dari hadapannya.

"Ya Tuhan, apa dia menyelidiki tentangku?" batin Elara.

Elara ingat, jika ia tak pernah memberitahu Shane mengenai tempat kerjanya, bahkan ia tak pernah bilang jika ia bekerja sebagai seorang asisten dosen. Elara hanya pernah memberitahukan alamatnya yang ada di Hamburg, itupun karena Shane berjanji untuk mengunjunginya.

Sekarang Elara percaya jika ucapan pria itu yang akan mencarinya selepas mereka keluar dari Hutan--tidaklah main-main.

Jauh didalam lubuk hati Elara, ia sangat senang dengan sikap Shane yang menepati janjinya. Jika saja pria itu bukan suami Stevi, mungkin lain ceritanya, tapi status Shane yang adalah milik wanita lain membuat Elara harus menyadari posisinya.

Elara tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang lain. Hal ini juga sudah disampaikan oleh Ayahnya.

Akan tetapi, jika Shane terus mendatanginya seperti ini, Elara takut ia tergoda lagi oleh pria itu.

Mengingat perasaannya yang terlanjur jatuh hati pada Shane, mungkin Elara akan kalah.

Jadi, Elara harus mengandalkan komitmen yang tertanam dalam dirinya bahwa dia tidak mau menjadi wanita jahat yang mengambil milik orang lain, pun tidak akan merusak kebahagiaan wanita lain.

...Bersambung ......

1
Virgo Girl
Gercep bang Shane nehhhh... keren!!!
Virgo Girl
Suasana nya mendukung sihhhh🤦‍♀️🤦‍♀️
Virgo Girl
Kata2 nya dalem.... ❤❤
Dev
gk nyangka y Kyle..huh..
mksud dari gk pernah bisada hamil anak Shane itu gmna??jgn bilang klo rahimnya jg diambil Thor?? please jgn sampek..kasian Elara.nya..
Dev
sepertinya Gracia yg nyuri ginjalnya Elara..
martina melati
benar2 polos tanpa bra dan cd
martina melati
berpelukan
Yaser Levi
jangan2 rahim elara sdh di rusak dokter suruhan gracya..ya tuhan..ingat percakapan nya dgn kyle..
Chyntia Rizky 🖋️: makasih sudah menyempatkan utk mampir disini kak🙏🏻
total 1 replies
Yaser Levi
udah penyakitan aja masih punya pikiran utk merebut shane..sekali jalang tetap jalang
Yaser Levi
wanita yg hamil di luar nikah siapapun itu namaya JALANG
Yaser Levi
dsar orang tua gila..yg ngebuntingin siapa..yg suruh tanggung jawab siapa...hadeuh..dan juga sebagai laki2 shane tdk tegas..mau iya2 aja ,tdk punya pendirian..payah..
dan sebagai wanita baik2 penting punya harga diri,agar tak sembaranfan membuka paha utk laki2 yg bukan suami..error semua tokohnya
yg baca juga sewot
hahaja🤣🤣🤣
Yaser Levi
jangan2 shane itu hantu....yg hilang di hutan shane..
Rianti
aku mau nonjok Stevi deh.
Riska Trisna
pasti Stevi lucnut itu klo bukan megan pelakunya
Nana Aja
Lumayan
єℓιѕKᵝ⃟ᴸ
memang kau salah kyle
єℓιѕKᵝ⃟ᴸ
jahat sekali gracia
єℓιѕKᵝ⃟ᴸ
klo kyle melakukan itu, betarti kyle jahat juga
єℓιѕKᵝ⃟ᴸ
kasihan banget elara hrs kehilangan 1 ginjalnya, deuh otor teganya bikin ela punya 1 ginjal
єℓιѕKᵝ⃟ᴸ
aneh aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!