Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Khaira masuk ke dalam mobil, Bram tersenyum. Kemudian melajukan mobil nya, sesekali melirik Khaira yang selalu tampil cantik di setiap kesempatan.
"Hotel mana sih?" tanya Khaira.
"Yang jauh dari rumah" jawab Bram enteng.
Setelah 1 jam perjalanan, masuk ke area hotel dan kemudian Bram memarkirkan mobilnya.
"Ayo turun" ajak Bram sambil membukakan pintu mobil untuk Khaira.
"Pasti lama kan? ''Khaira mendengus.
"Tidak akan hanya sebentar" jawab Bram sambil melihat jam tangan miliknya.
Mereka berdua masuk ke lobi untuk reservasi, lalu mengambil kartu untuk membuka pintu hotel.
"Suka?" tanya Bram
Khaira mengangguk, ia melangkahkan kaki nya untuk masuk ke dalam kamar.
"Tapi kapan-kapan kita liburan, aku mau menginap di hotel bernuansa vintage" Khaira memajukan bibirnya, membuat Bram terlihat gemas.
"Iya, tapi untuk saat ini banyak proyek yang sedang di kerjakan" Bram mengecup lembut bibir milik Khaira.
"Tadi kakak mau memperlihatkan apa?" tanya Khaira sambil duduk di sisi ranjang.
Bram melangkah ke luar ingin mengambil sesuatu ia lupa meninggalkan barang di dalam bagasi mobil, tak lama Bram pun terlihat masuk kembali dengan membawa beberapa paper bag berbagai ukuran.
"Ini apa?" tanya Khaira.
"Buka aja" Bram berjalan menuju sofa lalu melepaskan dasi nya yang sudah terasa sesak.
Khaira membuka satu persatu tas belanja yang ada di hadapan nya, ada pakaian hamil dengan dengan bahan yang lembut dan nyaman, sandal dengan hiasan lucu tak lupa susu dan biskuit untuk ibu hamil.
"Ini siapa yang belanja?" sambil tertawa kecil ia kembali memasukkan semua barang ke dalam paper bag.
"Tadi sebelum ke rumah, aku mampir dulu" kata Bram tanpa ekspresi.
"Ya ampun pacar nya siapa ini" Khaira duduk di pangkuan Bram dengan mode manja nya.
"Makasih ya Kak" Khaira mengecup pipi Bram.
Khaira memandangi kembali satu persatu hadiah dari Bram, bagi nya ini terlalu berlebihan bahkan Bram yang membelinya sendiri.
Bram yang melihat Khaira bingung dengan hadiah nya, duduk mendekat.
"Kamu pantas mendapatkan nya, " kata Bram.
"Tapi..." belum sempat menjawab, Bram sudah menutup bibir Khaira dengan ciuman.
Dan setelah itu terjadi kejadian yang membuat mabuk kepayang, melupakan hal tabu yang seharusnya mereka tidak lakukan antara adik dan kakak ipar.
"Jangan di masukin" desis Khaira yang sudah mulai hilang akal sehatnya.
"Iya" terdengar suara Bram yang berat, tangannya sibuk bergerilya di bawah inti milik Khaira.
***
"Aku antar pulang" ucap Bram dengan nafas yang masih terengah-engah. Kemudian ia pergi ke kamar mandi.
Khaira menutupi tubuh polos nya dengan melilitkan selimut, kemudian ia menyusul pergi ke kamar mandi.
Kini Khaira sudah berpakaian rapi, Bram pun sudah tampak rapi.
Bram membawa paper bag sedangkan Khaira mengikuti nya dari belakang. Para pekerja hotel yang tidak sengaja berpapasan mengangguk hormat, mereka sedikit tahu jika Bram salah satu pemilik perusahaan terbesar, wajah nya sering wara-wiri di media online tentang bisnis dan ekonomi.
"Eh, Pak Bramantyo sama siapa?" bisik salah satu petugas hotel.
Temannya yang di tanya hanya menggeleng.
"Setahuku istrinya yang model deh" ucap nya lagi.
"Kita kerja lagi, itu kan urusan nya Pak Bramantyo" kata teman nya mengingatkan.
"Wah skandal nih" kedua nya lantas kembali mengerjakan pekerjaan nya masing-masing.
Khaira dan Bram sudah memasuki mobil, perlahan ia mulai berbaur dengan para pengendara lain.
"Kak aku turun di jalan yang sebelah sini saja" tunjuk Khaira.
Bram mengangguk.
"Terimakasih kak" ucap Khaira sambil mengecup pipi Bram.
"Yang ini belum" Bram menunjuk bibir nya.
Khaira memasang tampang jutek nya namun tetap tampak merona malu, ia mengecup bibir Bram sekilas lalu buru-buru keluar dari dalam mobil. Bram tersenyum lalu melajukan kembali mobil nya, Khaira melambaikan tangan ke arah Bram.