Novel ini bercerita tentang cewek tomboy dan juga cowok dingin.
Anggraini
Dwi Deka Sasendri gadis tomboy yang berpakaian seperti laki-laki, bahkan di sekolah pun malah menggunakan celana bukan rok. Apalagi hobinya olahraga dan juga beladiri menambah kesan laki-lakinya. Anggra selain tomboy dia juga gadis yang periang dan banyak teman.
Namun bagaimana jadinya bila ia harus sekelas dengan Dion Albarnista. Dion adalah pria yang pendiam dan juga suka menyendiri. semua Dion lakukan karena ada alasannya tersendiri.
Anggra yang sebagai ketua kelas ia ingin semua orang saling berteman. Bagaimana cara Anggra membuat Dion untuk bergabung?
Selain itu, ada kejadian yang membuat mereka di paksa menikah dengan berbagai syarat. Akankan mereka dapat membatalkan pernikahan itu? Lalu bagaimana kehidupan setelah pernikahan mereka? Akankah menumbuhkan cinta? Akankah banyak rintangannya?
Yuk saksikan kisahnya.
Jangan lupa baca juga
I hate You status (kisah orang tua Anggra)
Sifat tersembunyi my husban (kisah orang tua Dion)
Ibarat lagu waktu yang salah cinta ini bersemi. Kau masih mencintainya dan aku menyukai orang lain. walau ku ingkari perlahan hati ini memilihmu.
-Angraini Dwi Deka Sasendri
Kamu datang dihidupanku ibarat lagu lumpuhkan ingatanku, karena kamu datang menghapuskan dia dari hatiku. Lalu jika kamu pergi siapa yang menghapuskan kamu dari hatiku wahai gadis tomboyku
-dion albarnista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
acara pun selesai.
David kembali ke rumah.
Siska menunggu anaknya pulang di sofa ruang tamu sambil menonton tv.
"assalamualaikum" salam David
"waalaikum salam"
"Bun belum tidur. " ucap David sambil mencium tanggan Siska.
"Belum. Rini mana? kok nggak pulang bareng?" tanya Siska yang tidak melihat kehadiran angra.
"loh. bukannya dia udah pulang deluan ya Bun? di sekolah engga ada dan Hpnya mati David kira dia udah tidur"
"Rini belum pulang dari tadi vid.? kemana ya adik kamu itu?"
"tenang Bun dia mungkin di jalan."
"bunda khawatir"
"kenapa sis?" ujar Parel yang baru keluar kamar karena tidak melihat Siska disampingnya.
"mas, Rini belum pulang."
"vid. kok ngga bareng Rini pulangnya? kan bahaya malem-malem untuk cewek"
"tadi udah David cari di sekolahan tapi engga ada Bun, yah."
"udah kamu telpon?"
"Hpnya mati ya. aku kira dia udah pulang dan tidur"
"udah kamu cek di kamar.? mungkin dia pulang pas kamu di kamar tadi"
"bunda udah ke kamar dia tadi"
"coba vid cek lagi. ini udah jam 11."
"iya yah"
David naik ke atas melihat kamar Anggra dan juga kamar mandinya. tapi sepertinya kamar ini penghuninya belum kembali.
"engga ada yah Bun?" ujar David khawatir "ke mana Rini ya?" lanjutnya
"bunda juga enggak tau"
"coba tunggu sebentar lagi. jika sampai jam 12 dia belum pulang kita cari dia."
"iya yah"
"baik yah."
Parel, Siska, dan David menunggu ke datangan Anggra namun sampai jam 12 Angga tidak kunjung juga pulang.
akhirnya Parel dan David mencoba mencari di sekolah dan mencoba menelpon teman Anggra.
David menelpon Bagas.
"Assalamualaikum" ujar David saat Bagas menerima teleponnya.
"waalaikumsalam. ada apa, vid?" tanya Bagas merasakan keresahan David
" Anggra sama kamu, Gas?"
"loh nggak sama aku. aku udah di rumah. kalau engga salah dia udah engga ada sekitar jam 10. aku kira sudah pulang."
"dia engga pamit pulang sama loe?"
"engga. kami... hubungan kami kurang baik"
"kalian ada masalah?"
"engga vid. cuma.. cuma cuma masalah kecil kami masih ngobrol kok. cuma cuma.."
"ok. Gas itu masalah kalian. tapi bisa tolong hubungin teman Anggra yang lain. aku mau kembali ke sekolah mungkin dia belum pulang."
"iya. Vid"
"assalamualaikum" salam David dan langsung mematikan telponnya
"waalaikumsalam salam"
Siska khawatir mendengar telpon David
"gimana?" tanya Parel yang udah siap dengan jaket
"engga bareng Bagas yah. David juga nyuruh Bagas nelpon teman Anggra yang lain."
"oke."
"oke. kita ke sekolah sekarang" Parel dan Davi Melangkahkan
"tunggu. Bunda ikut"
"engga sayang kamu di rumah aja. ini sudah malem."
"tapi mas. aku mau ikut."
"engga sayang di luar dingin"
"bisa pakai jaket mas. aku khawatir mas. lagi pula kita ke sekolah kan?"
"ini Vid bunda kalian ngengkelan."
"mas" ucap Siska kesal
"iya. iya sana ambil jaket."
"kamu deluan aja Vid. Entar ayah nyusul sama bunda"
"oke yah."
Siska selesai siap-siap dengan jaket dan hijab tentunya.
"Hayuk mas" ujar Siska mengandeng tanggan Parel.
Parel memilih naik mobil dari pada motor takut Siska masuk angin karena angin malam sangat dingin.
di dalam mobil. Siska khawatir dengan dan selalu bertanya "di mana Anggra ya mas. dia biasanya engga pernah ngilang pasti pamit sebelum pergi"
"ayah. kurang tau Bun"
di sekolah
David yang sampai deluan langsung bertanya pada satpam penjaga malam.
"pak lihat Anggra engga? di dalam masih ada orang engga ya?"
"mas Anggra? bapak kurang tau mas. kalau di dalam tadi bapak cek sudah kosong." ujar satpam itu.
"coba cek aja mas di dalam takutnya tadi bapak engga benar-benar ngeceknya." lanjut satpam itu membukakan gerbang.
David memasukan motornya kedalam gerbang.
" mari mas" ujar satpam itu yang mau ikut mencari dan ingin mengunci gerbang
"pak biarin saja gerbangnya. tutup rapat saja jangan dikunci. kepala sekolah, papah dan bunda mau datang mencari juga. kalau kita di dalam takutnya mereka engga bisa masuk"
"baik mas" satpam itu merapatkan kembali gerbang itu. sebenarnya David sudah menelpon kepala sekolah. kepala sekolah sudah menelpon satpam penjaga dan juga mau ikut mencari.
sampailah Siska dan Parel ke sekolah, anak buah Parel dan juga kepala sekolah. Parel yang menunggu Siska mengambil jaket menelpon anak buahnya untuk ke sekolah.
anak buah Parel membukakan gerbang sekolah sehingga Parel langsung masuk ke sekolah
"pak Doni?" tanya Parel bingung kenapa kepala sekolah ada di sekolah padahal dia belum ngehubungin
" tadi mas David yang menelpon, tuan. katanya non Anggra menghilang dan ingin mencari di sekolah. jadi saya juga mau ikut mencari" ujar pak Doni.
" oh. hayuk pak." ujar Siska
"mari tuan dan nyonya"
"kita menyebar saja. agar mudah mencarinya." ujar Parel pada anak buahnya.
"baik tuan"
"siapa yang mencari di luar sekolah?"
"Yogi dan anak buah nya" ujar seorang
"kita harus temukan. hari semakin malam
Siska Parel dan kepala sekolah mencari bareng. anak buah Parel menyebar.
di pertengahan pencarian.mereka bertemu David
"gimana Vid Rini ada?"
"engga Bun yah. keknya Anggra engga ada di sekolah"
"kita cari sekali lagi"
" mas. kemana Rini mas"
" tenang sayang. Rini kita kuat diakan belajar taekwondo dan juga pencak silat. mas yakin engga ada berani sama dia"
"tapi tetap mas dia cewek"
akhirnya mereka mencari bersama semua sudut sekolah, ruang kelas, kamar mandi tidak luput dari pencarian mereka.
Parel yang menghubungin anak buahnya juga nihil baik di luar sekolah maupun di dalam. David yang menelpon Bagas juga nihil. tersurat di kata kata bagas ke khawatiran.
Parel memutuskan pulang dulu karena hari mulai pagi. iya ingin Siska istirahat dan ia akan melanjutkan pencarian nya.
"pak ruang apa itu?" tanya Siska pada pak Doni
"gudang nyonya. gudang peralatan olahraga"
"boleh kita cek juga pak?" tanya Siska yang pasti boleh lah.
"tentu" jawab kepala sekolah"
kepala sekolah menyuruh satpam membukakan pintu karena dia tidak membawa kunci dan satpam pasti ada kuncinya.
cekrek suara pintu itu terbuka.
to be continued.
pendek banget
mampus Dion huuuu