Joana, seorang gadis yang rela menjadi istri sewaan dari seorang pria kaya yang bernama Dave. Di usianya yang sudah menginjak tiga puluh tahun membuat Dave terus di desak oleh kedua orang tuanya untuk segera menikah.
Joana sendiri adalah seorang gadis yang di usir oleh orang tuanya karena gadis ini di tuduh menjadi penyebab anak yang sedang di kandung oleh ibu tirinya meninggal.
Hanya karena ketidaksengajaan yang di lakukan oleh Joana membuat Dave memaksa Joana menerima penawaran dari Dave untuk menjadi istri sewaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21
"Satu jawaban satu juta," ucap Edric memanfaatkan kesempatan untuk menebalkan isi dompetnya.
"Bajingan satu ini, serakah!" Seru Dave tidak terima.
"Kau dapat enaknya, aku dapat apanya?" Tanya Edric.
"Cepatlah, apa yang harus aku lakukan jika aku ingin bersikap romantis pada Joana?"
"Dave, sepertinya kau harus banyak-banyak menonton drama percintaan. Di sana kau akan mendapatkan jawabnya," kata Edric menyarankan.
"Menggelikan, kau tahu sendiri aku tidak pernah menonton drama seperti itu."
"Aku tidak bisa memberi mu jawaban karena setiap orang memiliki caranya masing-masing."
"Lantas, apa yang harus aku lakukan sekarang?"
"Pinjam ponsel mu!"
"Untuk apa?" Tanya Dave dengan wajah kesalnya.
"Cepatlah.....!"
Mau tidak mau Dave mengeluarkan ponselnya lalu memberikannya pada Edric. Beberapa saat kemudian, Edric sudah mendapatkan apa yang ia mau.
"Hanya setengah jam, tontonlah sebentar!"
Dave membulatkan matanya malas.
"Membuang waktu ku saja!" Seru Dave.
"Ayo lah Dave, kau bisa belajar dari drama ini."
"Hem, keluarlah agar aku bisa menghayati drama yang ku tonton ini."
Edric mengangkat kedua bahunya kemudian keluar dari ruangan Dave.
Sepanjang menonton drama, sesekali Dave mengumpat geli. Adegan romantis cium seluruh wajah membuat Dave hendak muntah.
"Apa aku harus mempraktekkannya pada Joana?"
Dave menggelengkan kepalanya.
Tidak sampai tamat, Dave langsung menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya.
"Aku harus pulang, aku ingin membuktikannya!"
Dave bergegas pulang, pria ini penasaran apakah drama yang ia tonton barusan bisa membuat hubungannya bersama sang istri bisa romantis.
"Sayang, aku pulang...!" Teriak Dave saat memasuki rumah.
Joana yang saat ini sedang asyik menonton drama kesukaannya di ruang keluarga langsung keluar menyambut ke pulangan sang suami.
"Masih jam sepuluh pagi, kenapa sudah pulang?" Tanya Joana heran.
Tiba-tiba saja Dave mengecup kening Joana.
"Tumben sekali bersikap seperti ini, kenapa?" Joana semakin heran.
"Ayo ke kamar!" Ajak Dave.
"Mencurigakan!" Seru Joana.
"Tidak, aku hanya ingin berduaan dengan istriku. Apa itu salah?"
Dave merangkul pundak istrinya, mengajak Joana pergi ke kamar.
Dave melepas jas dan kemeja kemudian berganti pakaian.
"Tidak kembali ke kantor lagi kah?" Tanya Joana cerewet.
"Sini,....!" Panggil Dave seraya melambaikan tangannya memanggil Joana.
Joana mengerutkan keningnya kemudian menghampiri Dave.
Dave mengangkat wajah istrinya, pria ini mengecup bibir bahkan hampir seluruh wajah sang istri di ciumi oleh Dave.
"Eeeem.....manisnya....!" Ucap Joana gemas.
Joana langsung memeluk suaminya.
"Hai,...berhasil. Kedepannya aku akan selalu melakukan hal ini," ucap Dave dalam hati.
"Aku punya sesuatu untuk mu," ujar Dave lalu mengeluarkan sebatang cokelat dari dalam saku celananya.
"So sweet,....terimakasih suamiku," ucap Joana benar-benar merasa bahagia.
"Hanya coklat biasa!" Seru Dave.
"Sekecil apa pun pemberian, kita wajib berterimakasih." Sahut Joana.
"Kalau begitu,......!" Dave tidak melanjutkan ucapannya.
"Dasar,....!" Seru Joana yang paham.
Baru saja Dave hendak melepas celana miliknya, salah satu asisten rumah tangga memberitahu jika ada tuan Darius datang berkunjung.
Bergegas Dave menarik lagi celananya ke atas begitu juga dengan Joana.
Dave keluar kamar dengan wajah dingin hingga membuat tuan Darius heran.
"Tumben papi datang ke rumah ku, ada apa?" Tanya Dave yang sebenarnya merasa kesal.
"Hanya sekedar melihat-lihat. Kenapa, apa tidak boleh?"
"Menyebalkan!"
"Di mana istri mu?" Tanya tuan Darius celingukan.
"Papi, papi seorang laki-laki. Pasti papi sudah merasakan jika urat kepala atas bawah tegang tapi tidak jadi mencelup."
"Hai,...apa kau sedang.......?"
Tuan Darius tidak melanjutkan ucapannya justru memainkan kedua jari telunjuknya.
Dave hanya mengangguk.
Tuan Darius melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Jam segini?" Ujar tuan Darius.
"Pergilah....temui mami....!" Usir Dave.
Tuan Darius senyum-senyum menggoda anaknya. Jika bukan orang tuanya, sudah sejak tadi Dave mengusir tuan Darius.
Memastikan mobil yang membawa sang papi menjauh pergi, barulah Dave kembali masuk ke dalam kamar.
"Apa papi sudah pulang?" Tanya Joana.
"Hem, ayo lanjutkan!"
Iseng Joana meremas burung suaminya yang masih berada di dalam sangkar.
"Sudah tidur, bagaimana?" Tanya Joana dengan polosnya.
"Bangunkan lagi,....!" Jawab Dave langsung melepas celananya kemudian menyodorkan jamur miliknya ke dalam mulut sang istri.
Ah....ih....uh.......
Dave menggelinjang kenikmatan.
Tok,....tok,.....tok......
Sekali lagi pintu kamar di ketuk, Dave dan Joana mendadak menghentikan aktivitas mereka.
"Ada apa?" Tanya Dave kesal bahkan nada tingginya membuat asisten rumah tangga ketakutan.
"Maaf tuan, ada nyonya Andina....!" Ujarnya memberitahu.
Dave mengacak rambutnya frustasi, pria ini langsung mencabut jamur miliknya.
"Gunakan pakaian mu!" Titah Dave pada istrinya.
Dave menarik ulur nafas untuk sekedar menenangkan hati, pria ini kemudian keluar bersama istrinya.
"Hai,...menantu ku,.....!"
Nyonya Andina langsung memeluk Joana.
"Tadi papi, sekarang mami. Kalian berdua ini kenapa?" Tanya Dave dengan wajah kusut.
"Kau ini kenapa?" Nyonya Andina balik bertanya. "Apa salah jika orang tua datang berkunjung ke rumah anaknya?"
Dave membuang pandangan, dua kali sudah tegang malah gagal masuk kandang.
"Joana, ayo ikut mami. Kita pergi shopping, sebentar lagi perayaan ulangtahun Davina yang ke tujuh belas."
"Wah, pasti acaranya sangat meriah." Ujar Joana.
"Tentu saja, bersiap-siap lah. Mami menunggu mu!"
Joana kembali ke kamar untuk bersiap-siap sedangkan nyonya Andina duduk di ruang keluarga bersama anaknya.
"Seperti tidak pernah muda saja," singgung Dave.
"Kau ini kenapa?" Tanya nyonya Andina heran.
"Tidak kenapa-kenapa. Kalau membawa istri ku pergi, jangan lupa di beri makan karena aku sangat menjaga makanannya."
"Dave, kau pikir mami mu ini pelit kah?"
"Aku sudah siap....!" Seru Joana membuat Dave tak jadi menjawab pertanyaan dari maminya.
"Ayo kita pergi....!" Ajak nyonya Andina.
"Suamiku, istri mu pergi dulu ya...!" Pamit Joana tidak lupa ia mencium seluruh wajah Dave karena Joana paham jika suaminya ini sedang marah sekarang.
Akhirnya Joana dan nyonya Andina pergi. Sekali lagi Dave mengacak rambutnya frustasi karena sudah dua kali tidak jadi menyebar benih singkong.
Mau tidak mau, Dave yang merasa kesal kembali mengenakan pakaian kerjanya kemudian pergi ke kantor.
"Hai kau,.....!" Panggil Dave pada seorang karyawan yang tak sengaja berpapasan dengannya.
"Iya pak, ada apa?" Tanya sopan.
Dave mengeluarkan sejumlah uang lalu memberikannya pada kedua karyawan tersebut.
"Beli pizza dan minuman atau makanan apa pun. Aku ingin melihat semua karyawan makan di aula." Ujar Dave membuat dua karyawan tersebut saling toleh ke bingungan.
"Bapak serius?" Tanya mereka tidak percaya.
"Cepatlah!" Titah Dave. "Kalau uangnya kurang, minta sama Edric. Nanti saya ganti....!"
Salah seorang dari mereka mengambil uang tersebut.
"Baik pak....!"
Bergegas dua karyawan tersebut pergi sesuai perintah dari Dave.
joana Hamil
💪💪semangaat
author yng tau