Dilarang Spam Promo!
Basic: Xianxia, Xuanhuan
HAPPY ENDING!
Satu jiwa yang harus dipertanyakan kebenarannya. Satu jiwa yang harus menjelajah ke dunia asing.
Dengan bekal Blue Phoenix dan seorang pria misterius, dia harus mencari identitas sejatinya. Identitas yang bahkan masih dia pertanyakan.
Apakah dia memang terlahir di Bumi?
Atau dunia antah brantah ini yang seharusnya dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia rohana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kasepakatan
Mo Jingtian menatap Bai Yin Xue. Gadis ini benar-benar berbeda. Dia sangat lemah tapi bersikap begitu acuh tak acuh padanya. Dan entah kenapa dia tidak merasa marah dengan sikapnya. Siapa didunia ini yang berani mengacuhkan seorang Dewa Penghancur? Jika itu orang lain mungkin dia sudah melenyapkannya.
"Bai Yin Xue." Mo Jingtian mengucapkan nama itu.
Suara itu terdengar ditelinga Bai Yin Xue. Dipermukaan, dia mungkin terlihat sangat tenang, tapi siapa yang tahu hatinya begitu kacau. Pria didepannya ini bisa menghancurkannya setiap saat. Bagaimanapun juga dia baru saja mengalami yang namanya kematian.
Tanpa disadari dia merasa takut.
Hatinya merasa kedinginan, itu menjalar kesetiap sel tubuhnya. Tiba-tiba tubuhnya terasa kaku dan tangannya mulai membeku. Bibirnya pucat dan bergetar. Tubuhnya menggigil. Alisnya mulai tertutup dengan salju.
'Apa yang terjadi?' Bai Yin Xue bergumam didalam hatinya. Ketakutan semata tidak akan menjadikan tubuhnya membeku seperti ini. Dia merasa panik.
Mo Jingtian melihat perubahan ini. Alisnya mengerut dalam. "Tubuh Yinmu belum dibangkitkan. Kamu benar-benar ceroboh."
Bai Yin Xue tidak bisa menjaga keseimbangannya. Dia tenggelam kedalam kolam. Mo Jingtian melihat hal ini dan segera meraih tubuh itu kedalam pelukannya. Dia menyalurkan energi Yang melalui tangan kirinya dipunggung gadis itu. Tangan kanannya menekan tengkuknya dan mulai mencairkan tubuh yang membeku. Itu berjalan selama beberapa menit. Gadis itu telah lama kehilangan kesadarannya.
Mo Jingtian membawa Bai Yin Xue ke tepi kolam. Gadis itu sudah berhenti menggigil tapi matanya masih tertutup rapat. Jika dia tidak ada disini mungkin gadis ini tidak akan selamat dari serangan hawa dingin.
Tiba-tiba dia merasa ingin marah. Bagaimana ada orang sebodoh ini ? Memiliki konstitusi Yin tapi tidak dimanfaatkan. Apakah dia sedang menunggu kematian !
"Ying Jun!" Mo Jingtian memanggil phoenix.
Phoenix biru masuk kedalam gua. Tapi matanya tertutup rapat. Lalu dia mengatakan, "Dewa."
"Kamu tidak mengatakan padaku tentang keadaan tubuhnya," Mo Jingtian berkata dengan suara tenang. Tapi tubuh phoenix bahkan lebih bergetar ketakutan. "Aku sungguh baru menyadarinya."
"Kamu pasti mengendur lagi, kalau begitu buka matamu!" Suara Mo Jingtian terdengar sengit.
Phoenix menjadi ketakutan mendengar kalimat itu. "Tidak Tuan, maafkan kesalahanku."
Suaranya bergetar. Dia memejamkan matanya erat-erat. Dia tidak berani membuka matanya untuk melihat Mo Jingtian. Pria itu adalah iblis menakutkan.
Mo Jingtian menghela nafasnya. Dia sudah terbiasa dengan orang yang menghindarinya. "Baiklah, mungkin hanya gadis ini yang mampu menahan pesona terkutuk ini."
Mo Jingtian berdiri diam menunggu Bai Yin Xue bangun. Setelah beberapa saat mata yang tertutup rapat mulai terbuka.
Bai Yin Xue mengerjap beberapa kali. Tubuhnya terasa lemas. Dia melihat Mo Jingtian berdiri tidak jauh darinya. Lalu dia bertanya, "apa yang terjadi?"
Mo Jingtian berbalik menatapnya. "Kamu harus segera membangkitkan tubuh Yinmu. Jika ditunda terlalu lama itu akan melukaimu." Setelah terdiam sesaat dia melanjutkan, "mari membuat kesepakatan."
Bai Yin Xue mengangkat alisnya. "Kesapakatan seperti apa?"
"Aku membutuhkan aura phoenix ditubuhmu. Sebagai gantinya aku akan membantu melindungimu." Pria itu berkata dengan santai.
"Aku tidak butuh perlindunganmu." Bai Yin Xue mendengus dingin.
Mo Jingtian tertawa, "lalu bagaimana dengan ibumu?"
Mendengar ini Bai Yin Xue terdiam. Ibunya? Ya dia selalu ingin memiliki ibu. Mungkinkah dia bisa menemukannya?
"Kita bisa mencari bersama." Suaranya terdengar sekali lagi.
"Baik, kesepakatan!" Bai Yin Xue setuju tanpa banyak berpikir. Lalu dia bertanya, "bagaimana cara memberikan aura phoenix?"
Pria itu tersenyum miring, "kamu ingin tahu?"
Bai Yin Xue diam tidak menjawab. Dia sedang menunggu pria itu untuk menjelaskan langsung.
Tiba-tiba Mo Jingtian muncul didepannya. Dengan cepat dia mencium bibirnya. Mata Bai Yin Xue melebar terkejut. Dia segera melemparkan tinju pada pria itu. Mo Jingtian menangkap tinjunya dengan tangan kirinya. Tangan kanannya dengan cepat mendekap tubuh Bai Yin Xue kemudian membawanya melayang diudara. Cahaya biru menyelimuti tubuh yang saling berpagut menciptakan ilusi pasangan surgawi.
Bai Yin Xue merasakan jantungnya berdegup cepat, wajahnya sudah semerah tomat. Dia mencoba mendorong Mo Jingtian dengan sekuat tenaga.
Mo Jingtian merasakan perlawanan gadis itu. Dia segera melepaskannya. Dia melihat wajah merah itu, sungguh begitu lucu. Lalu dia menyeringai. "Gadis, bukankah kamu ingin mengetahui metode untuk mengambil aura phoenix?"
Bai Yin Xue marah. "Jadi ini metodenya? Kamu cabul sialan!"
Mo Jingtian tertawa kembali. "Bukankah kamu juga menikmatinya?"
Bai Yin Xue diam. Dia mengalihkan pandangannya dan melihat phoenix kecil disudut dinding. Matanya tertutup rapat. Apakah Ying Jun sedang tertidur?
Mo Jingtian membawa Bai Yin Xue turun dari udara. Bai Yin Xue segera menghampiri phoenix kecil dan mengangkatnya meletakkan ditangannya.
"Ying Jun, apa kamu tertidur?"
"Aku mendengarmu. Aku tidak berani membuka mataku." Suaranya masih sedikit bergetar.
"Hey, apa kamu baik-baik saja?" Bai Yin Xue sedikit khawatir.
"Dia baik-baik saja. Dia hanya tidak mau melihatku." Mo Jingtian berkata dengan tenang.
"Kenapa?"
Haning tidak ada jawaban.
btw novelnya ga mau lanjut seasond 2 kak?
btw novelnya ga mau lanjut seasond 2 kak?
dah lama tidak muncul
Ayok kak Ana seger up lagi ceritanya, bnyak yg sudah menunggu😊
ayolah beri kabar pada kami semua
Sekarang mertahanin apk ny cuma buat nungguin ini cerita update😭
Kak ana udah setaun kakkkkkk, udah lumutan akuuuu😭😭
aq menantikan selanjutnya