AKU baru saja pulang dari medan perang dengan membawa kekalahan pihak musuh di genggaman tangan mendadak dikejutkan oleh kemunculan seorang anak perempuan kecil berumur lima tahun dari dalam karung goni milik salah satu perompak yang menghalangi jalan. Rasa terkejutku bukan karena sosoknya yang tiba-tiba muncul melainkan perkataan anak itu yang memanggilku Ayah padahal aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Apakah ini salah satu trik konyol musuhku? Sebab anak itu sangat mirip denganku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bwutami | studibivalvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 5: petunia: the way to not lose hope [END]
LEOCADIO Xenos, pria berperawakan tinggi yang selalu berpakaian rapi. Memiliki otak cerdas dan pemikiran cemerlang yang membantuku mengurus dokumen dan permasalahan negara. Dia adalah Perdana Menteri Adenium yang selalu menggantikanku di depan umum ketika sedang berada di situasi rumit.
Memiliki netra abu gelap dan surai abu muda yang selalu diikat ke belakang, wajah yang selalu ramah, bersikap hangat, serta tutur kata sopan dan lembut di telinga ketika berada di depan banyak orang, itulah citra yang dia bangun dengan susah payah.
Banyak orang memuji Perdana Menteri Leocadio sebagai penggambaran sosok bangsawan yang sempurna, tetapi sebenarnya dia adalah orang yang kurang ajar. Selalu bersikap seenaknya di depanku, menentang keputusanku, dan menempatkan diri seolah dia adalah teman akrab dengan memanfaatkan kelemahan bahwa aku tidak bisa sembarangan membunuh orang seperti dia karena aku pasti membutuhkannya dalam menjalankan pemerintahan. Dengan kata lain, dia memamerkan keahlian dan kecerdasannya sebagai tameng.
“Sepertinya, saya sedang jatuh cinta.”
Beberapa hari lalu, itulah kalimat menjijikkan yang dia perdengarkan kepadaku ketika datang memberi laporan. Meski sudah mengatakan bahwa aku tidak ingin mendengarnya, pria kurang ajar itu tetap membuka mulut sambil memasang wajah seperti orang mabuk. Perubahan drastis yang terjadi kepada Leocadio setelah bertemu anak itu beberapa kali membuatku kebingungan.
Sejak memutuskan untuk menyimpannya di sisiku setelah berpikir sampai pagi, Leocadio adalah orang pertama yang mengetahui sekaligus menolak. Selama beberapa hari, dia sibuk memberikan alasan untuk tidak menerima keputusanku. Namun, setelah dua pekan anak itu sering berkunjung ke istana dan beberapa kali tidak sengaja bertemu dengan Leocadio, pria kurang ajar itu tiba-tiba menjadi tertarik.
Dimulai dengan menanyakan nama–
“Yang Mulia, apa nama yang Anda berikan untuk Tuan Putri kecil kita?”
“Elora Xanthippe de Adenium.”
Dia mengangguk dan menatapku heran. “Anda memberikan nama tengah? Para bangsawan pasti menolaknya.”
–hingga mengatakan omong kosong.
“Yang Mulia Putri memanggil saya dengan sebutan Sir Dio. Sejujurnya itu sangat menggemaskan. Memanggil saya dengan keimutan yang seperti itu membuat jantung saya berdetak tidak karuan. Apalagi dia memberikan nama panggilan khusus untuk saya seorang.”
“Keluar dari ruanganku sekarang!”
Alasan Leocadio tidak menerima keputusanku adalah karena dia tidak menyukai anak kecil. Berapa pun usianya. Itu karena di mata pria itu, anak kecil adalah makhluk menyusahkan dan merepotkan. Aku pun setuju. Namun, semenjak dua orang itu bertemu dan berinteraksi, dia mendadak berubah pikiran. Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi atau apa yang telah Elora perbuat, tetapi mengubah Leocadio menjadi 180 derajat adalah pertanda bahwa aku tidak bisa sembarangan menilai Elora.
Hari ini pun, dia bersemangat menawarkan orang-orang yang akan dipilih sebagai pelayan pribadi dan pengasuh Elora. Berkas yang berisi biodata wanita semenit lalu telah telah menumpuk di tengah meja. Sebab seluruh pelayan dan pekerja adalah laki-laki, maka ini pertama kali aku merekrut perempuan sebagai orang yang akan bekerja di istana. Oleh sebab itu, seluruh istana menjadi heboh dan para pekerja menjadi bersemangat ketika mengetahui angin segar mulai berhembus di istana utama.
Sejujurnya, aku tidak menaruh perhatian khusus kepada siapa dan dari keluarga mana orang yang akan menjadi pengasuh pribadi Elora. Namun, Leocadio selalu mendesakku untuk memilih, walaupun pada akhirnya urusan tersebut tetap dia yang mengerjakan. Berhubung di istana tidak ada yang bisa mengurus anak kecil, maka Elora untuk sementara waktu dirawat di kediaman Duke of Astello dan setiap hari Hamon akan membawanya ke istana untuk menyesuaikan diri.
Bersamaan dengan itu, aku mulai membentuk tim pencari untuk menyelidiki informasi Elora. Dari mana dia berasal? Apa tujuannya? Bagaimana dia bisa muncul dan mendatangiku? Serta apakah dia mempelajari sihir atau semacamnya? Namun, hingga dua pekan pencarian, aku tetap tidak menemukan informasi yang berguna selain pertemuan pertama kami di hutan dan pengakuannya yang mengikutiku ke istana.
Dilihat dari sisi manapun, perkataan Elora itu mencurigakan, seolah dia telah lama mengenal atau menghabiskan waktu bersamaku. Dia mengatakan sesuatu yang akhir-akhir ini sering kurasakan lalu berjanji bahwa aku tidak akan merasakan hal itu lagi. Perihal sakit kepala dan kekuatan kegelapan, kenyataan tersebut hanya diketahui oleh tiga orang terdekatku: Hamon Quante, Duke of Astello, dan Leocadio Xenos.
Entah siapa yang berkhianat sehingga informasi ini diketahui bahkan oleh anak kecil yang tidak punya apa-apa.
Setelah malam ketika Elora memelukku pertama kali, sakit kepala sialan itu tidak menyerangku lagi selama beberapa waktu. Entah bertahan sampai kapan, tetapi yang pasti bahwa efek dari pelukan Elora lebih lama dibanding dengan memberikan saripati darah kepada kegelapan.
Sebenarnya, siapa anak itu?
“Situasi Petunia perlahan membaik. Penampungan air bawah tanah untuk mencegah banjir tahun depan seperti yang sudah Yang Mulia rencanakan dapat dilakukan mulai esok hari.”
Kedatangan Leocadio di ruang kerjaku hari ini tidak hanya membahas kepentingan Elora saja, tetapi juga masalah banjir Petunia yang belakangan ini membuatku sibuk. Sungai Petunia setiap musim hujan pasti meluap. Tanggul dan drainase yang dibangun kurang maksimal karena Petunia memiliki banyak sungai. Pada akhirnya tanggul tidak dapat menahan luapan dan drainase tidak cukup menampung kelebihan debit air. Oleh sebab itu, membangun hal tersebut sama saja dengan menghabiskan anggaran. Penampungan air dengan skala besar akan lebih efisien untuk menyimpan kelebihan air dan mencegah tiga wilayah mengalami hal serupa.
Sebab skalanya besar, maka jika dibangun di atas tanah hanya akan menghabiskan ruang. Selain itu, kalau penampungannya bocor, hal tersebut hanya akan menjadi masalah baru bagi Petunia dan ketiga wilayah lainnya. Tidak menutup kemungkinan hal ini bisa lebih buruk dari sebelumnya. Dengan pertimbangan demikian, pembangunan di bawah tanah merupakan keputusan tepat. Tentu saja, dengan pengamanan tinggi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Diperlukan galian tanah sedalam 20 meter dari permukaan bumi untuk membangun terowongan panjang dan besar yang nantinya akan menjadi ruang untuk kanal-kanal dan penampungan air. Selain itu, terowongan tersebut juga akan menjadi ruang untuk pipa-pipa besar yang berfungsi mengalirkan air menuju laut yang berada di pinggiran Kota Adenium. Kalau proyek ini berhasil, maka Petunia bisa menjadi wilayah makmur dan hal tersebut tentu saja bisa memberikan keuntungan bagi Adenium.
“Pembangunan akan sangat menghabiskan anggaran dan waktu.” Leocadio berkomentar. “Jika Yang Mulia menggunakan dan darurat istana, fraksi bangsawan pasti ribut dan Anda akan kesulitan selama beberapa waktu. Biar bagaimana pun, ini bukan uang yang sedikit.”
“Kau kan bisa mengancamnya.”
“Um, itu benar.” Lalu sedetik kemudian dia berteriak. “Anda mengatakan bahwa saya yang akan mengurusnya?! Anda benar-benar kejam,” katanya dengan tatapan yang dramatis.
Setelah memberikan tatapan sinis, aku kembali menaruh atensi pada laporan yang dia berikan. “Kita butuh banyak penyihir untuk menghemat waktu dan banyak ksatria untuk mengawasi proyek ini. Kau bisa mengurusnya, kan?”
“Tentu saja. Lalu, ….” Dia berdeham pelan. “Para keluarga yang kehilangan sanak famili mereka perlahan mulai melepas kepergian anggota keluarga mereka dengan hati yang lapang.”
Aku menempel cap resmi kekaisaran pada laporan Petunia. “Padahal beberapa hari lalu mereka sibuk berdemonstrasi dan mengataiku pembunuh.”
Leocadio berdeham. “Sepertinya mereka berada di situasi yang tidak memiliki pilihan lain. Kenyataan bahwa Yang Mulia adalah orang yang membantu wilayah dan secara bersamaan Yang Mulia adalah orang yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka … dipikir bagaimana pun ini bukan situasi yang umum terjadi.” Dia mengangguk pelan. “Ini seperti bayaran yang harus mereka berikan sebagai balasan atas bantuan Yang Mulia kepada Petunia.”
Aku mengalihkan pandangan dari berkas, menopang dagu, menyeringai, dan menatapnya tajam, berkata, “Tentu saja mereka harus membayarnya.”
Dia mengangguk setuju. “Meskipun demikian, Yang Mulia berhasil menemukan solusi untuk menyelesaikan masalah Petunia. Padahal wilayah itu terlihat seperti tidak ada harapan. Saya sungguh mengagumi Anda kali ini. Tolong terima ketulusan dari hamba yang rendah ini,” katanya sembari menundukkan kepala.
“Wilayah itu bukannya tidak ada harapan.” Aku menggeser laporan Petunia ke depan. “Sesuai dengan namanya, Petunia: jalan untuk tidak kehilangan harapan.”
Urusan Petunia hanya tinggal implementasi di lapangan. Aku hanya tinggal menyerahkan tanggung jawab kepada Leocadio dan Duke of Astello untuk mengurusnya. Dengan demikian, masalah Petunia bisa kuanggap selesai dan yang tersisa sekarang adalah pencarian informasi Elora dan eksekusi pembunuh bayaran putri kesayanganku.
Berita tentang aku yang mengangkat Elora sebagai anak tentu saja langsung tersebar di hari itu juga saat aku mengumumkannya. Sebab ada banyak mata-mata, maka berita tersebut tidak butuh waktu lama untuk sampai ke telinga musuh di hari yang sama. Kehadiran mereka yang menyamar dan berkeliaran di sekitarku sudah seperti aksesori yang melengkapi kemegahan istana utama.
Beberapa hari lalu, setelah pengangkatan Elora sebagai anak, pembunuh bayaran dari pihak musuh menampakkan batang hidung. Mereka berpikir bahwa kemunculan Elora akan menjadi kelemahan bagiku. Ditambah dengan rumor yang beredar bahwa aku sengaja menyembunyikan Elora dan sebenarnya sangat menyayanginya membuat mereka semakin percaya diri untuk memberontak.
Percobaan pembunuhan Elora berhasil digagalkan oleh Hamon Quante. Meski dia tinggal di kediaman Duke of Astello, orang yang mengawal Elora adalah Hamon, tangan kananku. Selain itu, kediaman Duke of Astello adalah tempat teraman di Adenium daripada istana. Maka salah besar jika mereka berpikir dapat menembusnya.
“Leocadio, saat kau keluar nanti tolong beritahu Butler untuk memanggil Elora.”
Hari ini akan menjadi hari yang spesial baginya karena untuk pertama kali dia akan melihat pertunjukan menarik bersamaku, Ayah yang paling dia sayangi. Pertunjukan terhebat sepanjang masa yang hanya mampu diberikan olehku: hukuman mati orang yang mencoba membunuhnya kemarin.[]
ya ampun.... elora
detil sekali penjelasannya
butuh siraman cinta agar lebih melunak