Ayo penggemar drama romantis, segera merapat ke karya yang satu ini, dijamin bikin baper.
Tiara terpaksa harus menggantikan Bella kakak angkatnya untuk menikahi Tuan Eden yang buta karena mengalami kecelakaan.
Karena hutang budinya pada keluarga Wijayanto, Tiara harus mengubur mimpinya dan menerima pernikahan itu.
Tentu bukan jalan yang mudah untuk menjadi istri Eden yang baru saja mengalami kebutaan.
Tapi Tiara bukanlah gadis lemah, dibalik kelembutannya dia memiliki hati yang tegar.
Tapi apakah hatinya bisa tegar, ketika muncul Bram pria yang dicintainya, tapi harus dia tinggalkan, karena harus menjadi pengganti Bella.
Apa yang terjadi ketika Eden bersedia menjalani operasi mata dan bisa melihat kembali?
Apa yang harus dilakukan Tiara? menghindari Eden atau jujur pada Eden, kalau selama ini dia yang sudah menikah dengan Eden menggantikan Bella?
Buat yang penasaran, langsung lanjut baca ya, buat yang suka jangan lupa tekan favorit dan like. Jika berkenan tinggalkan komentar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sayang, kakak terlambat datang!
"Huh.. takut juga dia! Setidaknya alasan ku bisa menghindari si buta edan itu, untung otak ku cukup pintar juga", ujar Tiara menarik nafas lega saat sudah berada di dalam kamar mandi.
"Dasar manusia gak berperasaan, pegangan tangannya saja membuat sakit!", omel Tiara yang memilih duduk di pinggir bathtub, sambil mengelus pergelangan tangannya yang tadi ditarik Eden.
"Heran orang jahat seperti itu bisa begitu kaya! Hingga membuatnya bisa semena-mena.Kamar mandinya saja seluas ini, lebih baik aku di sini saja lebih aman, tidak usah beradu mulut dengannya, tidak usah melihat wajahnya yang menyebalkan itu! biar dia juga tidak bisa memerintah seenaknya saja!", omel Tiara kesal, sambil matanya mulai melihat sekeliling kamar mandi yang mewah itu dengan kagum.
...********...
Dari kemarin, hati Tiara merasa tidak tenang karena menggantikan posisi Bella, akhirnya membuat dia tidak memperhatikan apapun di sekitarnya sama sekali, hanya fokus pada apa yang harus dilakukannya.
Baru hari ini dia memperhatikan kamar mandi yang berada di dalam kamar Eden yang nyaman dan luas itu. Hal tersebut akhirnya membuat Tiara sengaja berlama-lama di dalam kamar mandi.
Untuk saat ini, ingin rasanya Tiara tidak mau keluar lagi dari kamar mandi itu, agar dia tidak perlu bertemu dengan Eden lagi.
Akhirnya pikiran Tiara jadi mengembara teringat dengan Rico kakaknya.
"Ah.. mengapa aku bisa lupa dengan kak Rico? mengapa waktu itu aku tidak coba berdiskusi dengan kak Rico saat ayah meminta aku menggantikan Bella. Andai kak Rico tahu, pasti dia akan membantu ku? Mengapa aku bisa melupakan kak Rico? kak Rico memiliki otak yang pintar, siapa tahu bisa memberikan ku jalan keluar saat itu! sehingga aku tidak perlu menikah dengan orang edan itu!" sesal Tiara dalam hati sambil menghapus air mata penyesalan nya.
"Mengapa aku begitu bodoh dan telmi!", sesal Tiara tak ada habis-habisnya menyalahi dirinya sendiri.
"Sayang kak, kau terlambat datang, mungkin ini sudah takdirku menikahi si edan itu!", ujar Tiara sedih sambil memeluk kedua lututnya meratapi nasibnya sendiri.
...********...
"Ayah mu tidak pernah mengatakan hal itu pada bibi!", ujar bibi Mery akhirnya.
"Bagi keluarga ku materi dan kedudukan adalah yang utama, jadi saat terdesak mereka bersedia melakukan apapun. Apalagi Tiara hanya anak angkat di keluarga kami!", ujar Rico kesal.
"Karena terdesak Rico! Bella tiba-tiba menghilang", ujar bibi Mery masih mencoba membela.
"Mereka bisa membohongi Tiara, tapi tidak bisa dengan aku. Aku yakin ayah dan ibu terlibat dengan hilangnya Bella! Walaupun mereka tidak terlalu tahu isi hati ku, tapi aku sangat mengenal mereka!", ujar Rico yang tentu tidak menyangka kalau orang di hadapannya juga terlibat.
"Jangan sembarang menuduh Rico!", ujar bibi Mery masih berusaha menutupi kejadian yang sebenarnya, bagaimanapun dia juga ikut terlibat.
"Mana ada orang yang hilang bisa muncul, begitu Tiara sudah menikah masuk ke keluarga Nugroho! Tiara kemaren menikah, ketika aku pulang, aku sudah bertemu Bella di rumah!", ujar Rico geram, jika teringat Bella yang masih mau membohonginya itu.
Kali ini bibi Mery tidak bisa menyangkal lagi.
"Sial, si Mita dan anaknya, hanya tinggal di villa terpencil saja tidak tahan, secepat itu mereka sudah kembali!", gerutu bibi Mery dalam hati kesal dengan kelakuan adik dan keponakannya itu.
"Tapi percuma Rico, sekarang nasi sudah jadi bubur, semua sudah terlanjur. Kita hanya bisa berdoa semoga Tiara bisa bahagia dengan Eden", ujar bibi Mery berusaha menenangkan Rico.
"Bagaimana bisa bahagia? Tadi aku dengar sendiri Eden berkata hanya akan menganggap Tiara sebagai pelayannya saja!", ujar Rico.
"Aku mohon bi, balikkan Tiara ke aku, biar Bella yang kembali ke posisinya! bantu aku bi, aku sangat mencintai Tiara!", ujar Rico memohon.
"Semua tergantung Bella! Kalau Bella bersedia, bibi akan mengatur agar mereka bertukar tempat kembali. Coba kau pulang bicarakan baik-baik dengan Bella! Kalau memang dia mau, bibi akan membantu sekali lagi!", ujar bibi Mery yang akhirnya terpengaruh, bagaimanapun bibi Mery tersentuh dengan cinta Rico, dan dia juga mulai menyayangi Tiara.
"Baiklah bi, aku akan coba bicarakan dengan keluarga ku!", ujar Rico bersemangat kembali, walaupun dia tahu tentu tidak mudah meminta bantuan adiknya itu, tapi setidaknya masih ada sepercik harapan.
...********...
"Bella!", panggil Eden ketika setelah hampir setengah jam dia tidak mendengar suara apa pun yang menandakan Tiara ada di sekitarnya.
Setelah memanggil beberapa kali dan tidak mendapat jawaban juga, akhirnya membuat Eden mulai emosi lagi.
"Sepertinya perempuan ini sengaja diutus bibinya menikahi aku, agar dapat membuat aku emosi terus!", omel Eden yang mulai kehilangan kesabarannya.
"Tapi dari tadi aku tidak mendengar ada suara pintu dibuka! Atau jangan-jangan Bella masih berada di kamar mandi?", pikir Eden yang akhirnya membuat dia bangun dari duduknya, dan mencoba melangkah menuju ke kamar mandi.
Tapi Eden tidak tahu , kemaren saat Tiara tidur di atas karpet, Tiara sudah memindahkan bangku santai yang terletak di sana, tapi lupa dikembalikan lagi.
Akhirnya Eden terantuk jatuh, karena yang eden tahu sejak dia mengalami kebutaan, untuk daerah yang dilalui Eden sudah dikosongkan.
Bahkan sempat membuat kepala Eden terbentur dengan kaki bangku tersebut.
Hal tersebut tentu membuat Eden langsung emosi, siapa lagi yang sudah memindahkan kursinya kalau bukan Tiara, karena hanya Tiara yang berada di kamarnya dari kemaren.
"Sial, perempuan ini sepertinya sengaja ingin mencelakai aku!", omel Eden yang memang mempunyai tingkat kecurigaan yang tinggi.
Eden berusaha bangun sendiri, tapi tiba-tiba Eden tersadar kalau dia seperti bisa melihat bayang-bayang, walaupun hanya hitam semua, Eden yang sudah hafal dengan barang yang berada di kamarnya itu sepertinya melihat posisi barang-barang di dalam kamarnya, walaupun semuanya hanya hitam dan kabur.
Sebenarnya Eden mengalami kebutaan karena saraf mata yang di belakang kepala nya terbentur keras saat kecelakaan. Eden yang trauma sejak ibunya meninggal setelah menjalani pengangkatan tumor otak tidak bersedia menjalani operasi, apalagi berhubungan dengan kepala lagi.
Wakilnya di perusahaan, Bimo, orang terdekatnya, mendesaknya untuk melakukan hal itu pun tidak digubris.
"Tuan adalah pemimpin di perusahaan, kalau tuan buta tentu sangat tidak leluasa!", ujar Bimo.
Desakan Bimo yang bertubi-tubi, akhirnya membuat Eden memerintahkan Bimo untuk mengurus perusahaan saja, dan tidak mau bertemu dengan Bimo sementara waktu.
Bimo diberi kepercayaan sementara mengurus perusahaan sampai Eden siap kembali ke perusahaan.
Bibi Mery juga tidak tahu penyebab kebutaan Eden, karena Eden tidak ingin ayahnya tahu dan mendesak dia untuk operasi. Jadi Mery hanya tahu kalau Eden butuh donor mata yang cocok.
...********...
"Kalau ayah tidak membawa pulang Tiara, aku akan membocorkan rahasia kalau kalian sudah menukar Bella dengan Tiara kepada tuan Eden!", ujar Rico pada ayahnya dengan mengancam.
Bersambung........
...Terimakasih buat yang sudah mengikuti cerita author sejak awal dan memberi dukungan ...
...🙏🙏🙏...
...Harapan author semoga selalu terhibur....
...Jangan lupa kasih bonus komentar ya readers tersayang...
...😘😘😘...
...Love you all ...
...🥰🥰🥰...
pebinor dispesialkan, jijikan aku lihat wanita dengan pola pikir kayak gini
tiara istri menjijikan, mutaran, munafik, lebih rendah dari binatang,
dan tidak bermoral nya author membela semua kelakuan tiara
namanya ganti EDAN🤭✌