NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Pemikat Hati

Gadis Cupu Pemikat Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miftah_005

"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar

kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta

tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya

bagaimana kelanjutan ceritanya???

mari kita simak........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17(kebohongan)

"Baskara! Viona " panggil Salma dengan nada tinggi

Viona yang terkejut pun dengan cepat bangkit dari duduk nya, kepala nya tertunduk melihat wajah Salma yang terlihat merah padam itu

"Kalian? Apa-apaan ini Baskara!" Bentak Salma sembari berjalan mendekati dua sejoli itu

"Jelasin Viona, kamu habis ngapain sama Baskara?" Tanya nya meminta penjelasan

"Biasa lah nek, nama nya juga anak muda"

Baskara menjawab pertanyaan Salma dengan nada sangat santai yang membuat Viona ingin sekali menampar pipi laki-laki itu jika saja tidak ada Salma di sini

"Enggak nek, ini semua gak kayak nenek lihat, tadi Bas_

"Sudah, saya tidak mau mendengar penjelasan kalian di sini, sekarang ikut nenek ke ruangan pribadi" Titah nya

Wajah Viona benar-benar pucat mendengar hal itu, padahal ini baru hari pertama nya kerja sudah mendapatkan masalah seperti ini

Kedua nya berjalan mengkuti Salma dari belakang, Viona hanya bisa menunduk pasrah, sedangkan Baskara malah memasang wajah santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa

Ketika sampai di ruangan itu, Salma langsung menutup pintu nya rapat-rapat dan menyuruh mereka berdua untuk duduk

Tarikan nafas terdengar berat dari bibir Salma, wanita yang usia nya hampir setengah abad itu memandangi kedua nya dengan wajah datar

"Coba ceritakan, bagaimana bisa kalian melakukan adegan seperti itu di ruang tamu?" Tanya nya

Viona meremas ujung jari nya dengan gugup, tatapan Salma membuat nya menjadi takut

"Tadi tiba-tiba aja Baskara masuk rumah tanpa ketuk pintu nek, dan gak sengaja aku liat tangan dia penuh luka, jadi aku inisiatif buat ngobatin tangan nya, kalo yang tadi nenek lihat itu aku kepleset nek, jadi Baskara tangan nya reflek megang pinggang aku" Jelas Viona sembari menarik ujung baju milik Baskara

"Apa bener seperti itu Baskara?"

Kali ini tatapan Salma jatuh pada laki-laki yang sedang sibuk bermain ponsel

"Ngomong! Jangan diem aja!" Tekan Viona sembari mencubit pelan lengan laki-laki yang ada di samping nya

"Emang kenapa sih nek? Mau tau banget urusan anak muda" Ucap Baskara yang membuat Viona melotot

"Astaga! Nih anak gak punya sopan santun banget, masa ngomong sama yang lebih tua nada nya kayak gitu sih" Heran Viona di dalam hati

"Yang sopan kalo ngomong sama yang lebih tua!"

Viona menatap tajam laki-laki yang ada di samping nya, Salma yang melihat adegan itu pun tersenyum tipis

"Kamu suka sama Viona?" Tanya Salma yang langsung di angguki oleh cucu laki-laki nya itu

"iya nek suka, nenek setuju kan kalo aku pacaran sama dia"

Baskara menatap wajah Salma penuh harap, wanita itu hanya tersenyum sembari menangguk

"Nah kan, nenek aja setuju sama hubungan kita, tinggal minta restu nya nyokap aja"

Baskara menggenggam tangan Viona dan mencium nya di depan Salma, hal itu membuat jantung gadis itu serasa ingin keluar dari tempat nya

"Apaan sih" Ia mencoba menarik kembali tangan nya tetapi di tahan oleh laki-laki itu

"Tadi nenek cuma becanda, kalau memang Baskara suka sama kamu, nenek enggak melarang hubungan kalian" Jelas Salma yang membuat Viona tertegun

"Tapi masih ada Mayang yang akan menghalangi kalian ke depan nya, apapun yang terjadi kalian harus bisa saling percaya satu sama lain" Lanjut nya

"Tapi nek, aku kan bukan anak orang kaya"

Gadis itu merasa tak pantas bersanding dengan Baskara yang notabe nya adalah anak orang kaya, selain itu ia juga hanya memiliki ibu yang sering sakit-sakitan, pasti Mayang tidak sudi menerima kehadiran mereka berdua

"Di dunia ini gak ada yang gak mungkin, selagi kita mau berusaha, ambil hati Mayang supaya dia mau nerima kamu"

Salma memberikan dukungan kuat yang membuat hati Viona menjadi sangat bimbang

"Ya sudah, kalo begitu nenek mau keluar dulu, kalian jangan lama-lama berduaan di sini nya, takut nanti ada apa-apa" Pesan Salma sebelum bangkit dari duduk nya

Wanita itu berjalan ke arah pintu dengan senyum yang terus mengembang, ia sangat senang melihat cucu nya memiliki jalan nya sendiri

"Semoga takdir kalian berdua enggak sama dengan apa yang pernah nenek lalui" Ucap nya dengan suara lirih

Setelah memastikan nenek benar-benar telah pergi, kini Viona memutar tubuh nya menghada ke arah Baskara

"Bukan nya kamu ada hubungan sama Aurel, terus kenapa tadi ngomong kayak gitu sama nenek?"

Baskara yang mendengar itu pun tersenyum miring, ia bangkit dari duduk nya dan menepuk pundak Viona dengan pelan

"Gue cuma pengen main-main sama elo, karena dulu elo udah berani nolak gue"

Duarrrrr....

Bak di sambar petir di siang hari, perkataan Baskara membuat hati Viona begitu tersayat, gadis itu tak menyangka jika Baskara memiliki hati yang begitu kejam

"Mau Lo apa sih!" Tekan Viona yang sudah tidak bisa menahan emosi nya lagi

kata aku_kamu kini sudah ia lupakan, perasaan kecewa dan sakit hati nya sudah bercampur menjadi satu

"Mau gue cuma bikin elo nyesel karena udah nolak gue, terus satu lagi, gue gak nyangka cewek selugu elo, ternyata suka nya sama laki-laki yang udah beristri" ucap Baskara yang membuat hati Viona terpukul

"maksud Lo apa? sejak kapan gue suka sama kaki orang!" bentak gadis itu tak terima

"udah lah ngaku aja, pantes selama ini elo selalu nolak gue"

Baskara mencengkram dagu Viona dengan erat, ia menatap mata gadis itu dengan tajam seolah-olah ingin mencabik-cabik tubuh Viona dengan tangan nya

"setelah ini, gue akan bikin hidup elo menderita!"

setelah mengucapkan kalimat itu, Baskara pergi dari hadapan Viona dengan membuang perban yang ada di tangan nya

hal itu menambah luka dalam hati Viona, kini air mata nya sudah tak bisa ia bendung lagi, gadis itu menangis dalam diam

"Tuhan, aku lelah.."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!